PERSEPSI TERHADAP PENGEMBANGAN KARIR DAN MOTIF BERPRESTASI DISTRIBUTOR MULTI LEVEL MARKETING PT. CENTRANUSA INSANCEMERLANG (CNI) DI YOGYAKARTA

Pendahuluan

Manusia adalah salah satu sumber daya yang utama dalam masa pembangunan sekarang ini. Kualitas tenaga kerja harus ditingkatkan. Manusia adalah aset utama perusahaan, seperti pepatah kuno mengatakan, “The Man Behind The Gun” yang berarti, sumber daya manusia merupakan penggerak atau penentu aktivitas sumber daya yang lain (Swa, 1991).

Menurut Widyarto (Manajemen, 1991) pendayagunaan karyawan adalah sumber daya utama dalam suatu organisasi dengan cara yang paling efektif untuk mencapai sasaran organisasi tersebut, baik sasaran jangka pendek maupun jangka panjang. Organisasi harus terus menerus melaksanakan kegiatan mencari, menerima, menempatkan, mengembangkan dan mendayagunakan karyawan-karyawannya agar sasaran itu tercapai secara efektif.

Dilihat dari segi psikologis, semangat seorang karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya sangat dipengaruhi oleh motif berprestasi yang dimiliki oleh karyawan tersebut. Dengan kata lain, setiap karyawan harus memiliki motif untuk mencapai prestasi yang kuat agar bersedia melaksanakan pekerjaannya secara bersemangat dan penuh dengan dedikasi.

Motif berprestasi adalah motif dalam diri seseorang untuk menyelesaikan tugasnya agar dapat berhasil dengan baik, dapat mencapai tujuannya atau dapat mencapai standar keunggulan (prestasi) tertentu (Bruno,dkk,1989).

Motif berprestasi juga sangat dibutuhkan oleh para karyawan perusahaan multi level marketing atau sering disebut dengan ditributor, karena prestasi merupakan tolak ukur mereka dalam mencapai kesuksesan menjalankan bisnis tersebut. Multi level marketing selalu mengandalkan para distributor mereka untuk memasarkan produk dan untuk merekrut distributor-distributor yang baru. Semakin banyak seorang distributor memasarkan produk atau merekrut distributor baru, maka prestasi yang mereka dapatkan akan meningkat dan hal itu secara otomatis akan meningkatkan jabatan mereka dalam bisnis model pemasaran bertingkat-tingkat tersebut. Berangkat dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa motif untuk berprestasi sangat dibutuhkan oleh para distributor multi level marketing.

Model pemasaran bertingkat (multi level) merupakan salah satu cara menjual produk secara cepat ke konsumen. Sistem pemasaran ini sering disebut dengan multi level marketing ini tengah populer sekarang. Bisnis multi level marketing mulai berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1940-an. Model pemasaran ini sekarang meluas ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data statistik, diperkirakan sudah ada sekitar 2500-3000 perusahaan multi level marketing di seluruh dunia (Manajemen, 2000). Menurut Rush (Manajemen, 2000), sistem pemasaran ini semakin populer karena dengan investasi kecil saja, orang dapat memulai suatu usaha yang menguntungkan.

Menurut Clothier (1994), yang disebut dengan multi level marketing adalah suatu cara atau metode menjual barang secara langsung kepada pelanggan melalui jaringan yang dikembangkan oleh para distributor lepas yang memperkenalkan pada distributor berikutnya. Pendapatan mereka dapat dari laba eceran dan laba grosir ditambah dengan pembayaran-pembayaran berdasarkan penjualan total kelompok yang dibentuk oleh sebuah distributor. Yang dimaksud dengan distributor di sini adalah para karyawan dari perusahaan multi level marketing tersebut.

Sistem pemasaran bertingkat ini berusaha untuk menjaring konsumen lewat jaringan para distributor. Berbeda dengan model lain karena corak kegiatannya. Sistem ini sama-sama menjual produk ke konsumen, tetapi tidak perlu bersusah payah terjun ke lapangan. Artinya, perusahaan tidak perlu repot-repot membuka toko atau menyewa berbagai perlengkapan untuk menjual produknya. Pemasaran ini menerobos pasar melalui sistem jual langsung dan cepat (direct selling) ke konsumen. Caranya adalah dengan membuka jaringan pasar yang bertingkat-tingkat dan makin luas dengan makin banyaknya distributor yang berhasil mereka rekrut menjadi anggota baru.

Multi level marketing mempunyai tujuan selain untuk menyebarluaskan produk juga ingin mensejahterakan “karyawannya” atau biasa di sebut dengan distributor. Menurut Hendrata (Manajemen, 2000), tenaga penjual multi level marketing sebagian besar merupakan wirausaha mandiri, yang sudah diberi pelatihan manajemen, salesmanship (pelatihan tentang bagaimana menjadi sales yang baik), pengetahuan akan produk, dan disiplin diri untuk diturunkan ke distributor-distributor baru lain yang akan direkrut.

Berdasarkan observasi dan wawancara penulis, multi level marketing di Yogyakarta semakin bertambah. Dengan munculnya berbagai macam perusahaan multi level marketing, maka CNI sebagai salah satu perusahaan multi level marketing yang terkemuka menghadapi persaingan dalam memasarkan produknya dan juga persaingan dalam merekrut distributor baru.

Download Selengkapnya
Bab I
Bab II -1
Bab II -2

Download Versi Lengkap

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: