PROSES PEMULIHAN PECANDU NARKOBA MENJADI MANTAN PECANDU NARKOBA

Pendahuluan

Masalah narkoba hingga saat ini merupakan masalah nasional dan masalah internasional. Hal ini perlu mendapat perhatian semua pihak dan segala lapisan masyarakat. Masalah narkoba melanda generasi muda di segenap penjuru dunia. Korban narkoba di Indonesia bukan semakin berkurang, malah setiap tahun meningkat jumlahnya. Jumlah korban narkoba pasti selalu akan meningkat, bila tidak diiringi dengan usaha penanggulangannya.

Telah banyak, remaja putra putri Indonesia yang wafat seketika karena menginjeksi diri dengan morfin yang over dosis. Banyak juga berita yang disiarkan radio, pers, dan media massa lainnya bahwa ada orang tua yang kehilangan anak, putra dan putri, lari dari rumah, serta bergerombol dengan anak-anak lain yang morfinis atau pengisap ganja. Pada harian-harian ibu kota dan daerah, dimuat berita-berita tertangkap dan tertembak matinya pengedar ganja, morfin, dan heroin, dan sebagainya. Pengadilan negeri selalu memvonis para penjual, penyelundup, dan penyalahguna benda-benda narkoba. Kasus-kasus narkoba pada kepolisian dan pengadilan selalu bertambah. Kasus-kasus itu selalu menimbulkan korban, baik korban harta benda, perasaan, korban moril maupun menimbulkan korban jiwa.

Masalah penggunaan narkoba ternyata semakin parah dan tidak lagi memandang usia. Menurut data Litbangkes (Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) tahun 2003, 3 sampai 5 persen dari siswa sekolah di DKI Jakarta pernah menggunakan narkoba. Sementara, menurut kesimpulan Badan Narkoba Provinsi DKI Jakarta, pengedar narkoba anak-anak mencapai lebih dari 10 persen dari total pengedar yang ada di Jabotabek (Kompas, 12 Juni 2003). Sinyalemen meningkatnya penyalahgunaan narkoba pada usia pelajar dan mahasiswa diperkuat dengan kenyataan umur narapidana narkoba, yaitu sekitar sepertiga dari narapidana narkoba adalah mereka yang berumur 19-24 tahun. LP Pemuda Tangerang memiliki proporsi terbesar narapidana pada kelompok umur yaitu sekitar 52,7 persen, disusul kemudian LP Makasar, yaitu 38,8 persen, sedangkan secara keseluruhan, proporsi terbesar narapidana narkoba berumur antara 25 sampai 39 tahun, yaittu sekitar 57,2 persen, kemudian diikuti kelompok umur 19 sampai 24 tahun dengan 32,8 persen (www.bnn.go.id.28/07/05).

Dampak penyalahgunaan narkoba begitu berbahaya bagi kehidupan manusia di seluruh dunia, khususnya bagi masyarakat Indonesia. Hal ini dapat merusak pertumbuhan dan perkembangan generasi penerus bangsa, sehingga sudah jelas peredaran narkoba serta para pecandu narkoba ini harus dihentikan. Bagaimanapun usaha untuk menghentikan tidak akan berhasil tanpa adanya kerjasama dari pemerintah dan masyarakat. Bahaya dari penyalahgunaan narkoba sangat merugikan pecandu narkoba itu sendiri, yaitu pada pemakaian melalui hisapan dapat menyebabkan kerusakan paru karena iritasi jalan pernafasan, namun yang jauh lebih serius adalah kerusakan akibat pemakaian melalui jarum suntik. Pengkonsumsian narkoba yang berlebihan atau luaptakar dapat menyebabkan tertular infeksi hepatitis, endokarditis, HIV/AIDS, bahkan kematian (www.infonarkoba.com.01/07/05).

Bagi para pecandu narkoba, hal yang paling sulit dilakukan adalah berhenti mengkonsumsi narkoba tersebut. Mereka dapat disembuhkan, tetapi hal itu sulit, karena harus melalui suatu pengobatan yang cermat dan mahal sekali. Beberapa hasil laporan penelitian menunjukkan bahwa tidak sedikit diantara pecandu yang telah sembuh dapat kecanduan kembali. Sehingga hal yang terpenting adalah kesadaran dan keyakinan yang bersangkutan untuk benar-benar menjauhi dan melupakan narkoba setelah disembuhkan (Soedjono, 1977).

Download Selengkapnya
Bab I
Bab II -1
Bab II -2

Download Versi Lengkap

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: