SIKAP TERHADAP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA MASINIS KERETA API

Pendahuluan

Indonesia merupakan Negara bagian Asia yang berpenduduk lebih dari 215 juta jiwa, dengan segala keanekaragaman dan kebutuhan yang sangat kompleks setiap harinya (Indosiar, Hitam Putih, 08 Januari 2007). Salah satu kebutuhan penduduk Indonesia adalah segi ekonomi dimana setiap orang memerlukan biaya untuk mempertahankan hidupnya. Dalam menggerakan perekonomian atau kebutuhan lain, hampir setiap orang memerlukan transportasi sebagai pendukung aktivitasnya.

Indonesia mempunyai berbagai macam transportasi yang mendukung segala aktivitas masyarakat antara lain udara, air, dan darat. Transportasi udara adalah pesawat terbang, PT Garuda Indonesia merupakan salah satu maskapai penerbangan di Indonesia. Transportasi air merupakan salah satu alternatif alat angkut yang tidak jarang banyak penumpangnya. Transportasi darat adalah transportasi yang sangat mudah didapatkan dan relatif lebih murah dibandingkan yang lain, tidak salah jika transportasi ini sangat digemari oleh penduduk Indonesia (Trans, Reportase Sore, Januari 2006)

Transportasi darat banyak membantu orang dalam melakukan aktivitas setiap harinya, seperti angkutan dalam kota. Busway yang dikelola oleh PT.Trans Batavia merupakan angkutan dalam kota antar wilayah Jakarta. Kendaraan umum roda tiga seperti bemo, kancil, becak dan salah satu transportasi darat yang paling banyak membawa penumpang dari satu wilayah ke wilayah lain, transportasi darat yang ini adalah kereta api.

Jenis-jenis kereta api di Indonesia yaitu antar wilayah seperti kereta listrik, dengan jurusan Jakarta-Bogor-Tangerang Bekasi atau di sebut kereta Jagotabek Pemerintah juga menyediakan transportasi kereta api antar provinsi seperti Taksaka jurusan Yogyakarta-Jakarta atau sebaliknya, Sancaka dengan jurusan Yogyakarta-Surabaya atau sebaliknya dan lain-lain.

Kereta Api (KA) sebagai salah satu transportasi yang paling digemari masyarakat, selain mudah dijangkau, harganya juga relatif lebih murah. PT Kereta Api (Persero) yang bergerak dalam transportasi darat begitu banyak memberikan pelayanan guna memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan pada masyarakat. Hal ini dilakukan dengan adanya kereta-kerata tujuan antar provinsi di Jawa dan Sumatra. Rangkaian keretapun diberi berbagai fasilitas seperti kamar mandi, kereta makan, pelayanan sesuai dengan kelas masing-masing yaitu ekonomi, bisnis dan eksekutif (Trans, Reportase Sore, Januari 2006)

Kenyamanan penumpang dalam melakukan perjalanan harus selalu diperhatikan oleh PT Kereta Api (Persero), baik dari segi fasilitas ataupun keamanan dan keselamatan. Berbagai langkah persiapan telah diupayakan untuk dapat mengantarkan penumpang sampai tujuan dengan selamat, tetapi gangguan terhadap perjalanan KA masih saja terjadi. Misalnya gangguan akibat kerusakan rel, gangguan persinyalan, dan telekomunikasi, gangguan lokomotif mogok, gangguan akibat keterlambatan KA berangkat dan tiba di stasiun tujuan dan lain-lain.

Gangguan-gangguan yang sifatnya teknis tentu saja telah diantisipasi sejak dini oleh manajemen PT Kereta Api (Persero), namun gangguan yang sering dilupakan adalah gangguan-gangguan yang bersifat nonteknis, seperti kerja pegawai secara keseluruhan, serta kesiapan fisik dan mental operator yang berada di garis depan seperti masinis, asisten masinis, kondektur (Hidayat, 2003).

Download Selengkapnya
Bab I
Bab II -1
Bab II -2

Download Versi Lengkap

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: