HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN ADVERSITY QUOTIENT PADA MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

Oleh:
Ivana Mustika Dewi
Hepi wahyuningsih

INTISARI

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara harga diri dengan Adversity Quotient. Dugaan awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara harga diri dengan Adversity Quotient. Semakin tinggi harga diri, semakin tinggi tingkat Adversity Quotient. Sebaliknya, semakin rendah harga diri, semakin rendah pula tingkat Adversity Quotient. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa-mahasiswi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia. Jumlah subjek penelitian adalah 60 orang terdiri dari 30 subjek jurusan Teknik Sipil, 20 jurusan Teknik Arsitek, dan 10 jurusan Teknik Lingkungan.

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket yang berbentuk skala. Adapun skala yang dugunakan adalah skala harga diri yang berjumlah 25 aitem, mengacu pada Coopersmith (1967) dan skala Adversity Quotient yang berjumlah 32 aitem mengacu pada Stoltz (2000). Reliabilitas skala harga diri: 0,896. dan skala Adversity Quotient: 0,745.

Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan korelasi product-moment dari Pearson menunjukkan korelasi antara r = 0,757, p = 0,000 (p

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: