HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN PRASANGKA ETNIS PADA ETNIS DAYAK PASCA KONFLIK DAYAK-MADURA DI SAMPIT

Oleh :
Eva Fauziah
Sonny Andrianto

INTISARI

Peneltian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan negatif antara harga diri dan prasangka etnis. Dugaan awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara harga diri dan prasangka etnis pada etnis Dayak di Sampit. Semakin tinggi harga diri semakin rendah prasangka etnis. Sebaliknya semakin rendah harga diri semakin tinggi prasangka etnis.

Subyek dalam penelitian ini adalah etnis Dayak yang tinggal di Sampit, pria dan wanita dengan usia minimal 25 tahun. Teknik pengambilan subyek yang digunakan adalah metode quota sampling. Adapun skala prasangka etnis yang digunakan mengacu pada aspek dari teori Baron & Byrne (2004), Sears dkk (1994), Hudaniah & Dayakisni (2003) yang berjumlah 34 aitem dan skala harga diri yang disusun berdasar aspek dari Baron & Byrne (2004) yang berjumlah 29 aitem.
Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan fasilitas program SPSS versi 12,0 for windows untuk menguji apakah terdapat hubungan antara harga diri dan prasangka etnis. Korelasi product moment dari Pearson menunjukkan korelasi sebesar r = -0,419 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara harga diri dengan prasangka etnis. Jadi hipotesis penelitian diterima.

Kata Kunci : Harga Diri, Prasangka Etnis

Download FUll Version

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: