HUBUNGAN ANTARA KETIDAKJELASAN PERAN DAN KONFLIK PERAN DENGAN KETERLIBATAN KERJA

Oleh :
Budi Santosa
Haryanto Fadholan Rosyid

INTISARI

Keterlibatan kerja merupakan identifikasi psikologis seseorang terhadap pekerjaannya yang dipengaruhi oleh kebutuhan-kebutuhan yang dirasa penting (Kanungo, 1979). Ketidakjelasan peran merupakan kondisi dimana seseorang merasakan ketidakpastian terhadap tugas-tugasnya, tanggung jawab dan wewenangnya serta kurang jelasnya pemahaman terhadap penilaian atasan (Anastasi, 1997). Sementara itu konflik peran adalah suatu kondisi dimana harapan suatu peran tidak sesuai atau bertentangan dengan kenyataan dari peran itu sendiri (Rizzo, House, Lirtzman dalam Netemeyer, Johnston, dan Burton, 1990).

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara ketidakjelasan peran dan konflik peran dengan keterlibatan kerja. Selain itu juga untuk mengetahui seberapa besar sumbangan variabel bebasnya (ketidakjelasan peran dan konflik peran) terhadap variabel tergantung (keterlibatan kerja).
Ada tiga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu satu hipotesis mayor dan dua hipotesis minor. Hipotesis mayor yaitu ada hubungan antara ketidakjelasan peran dan konflik peran dengan keterlibatan kerja. Hipotesis minor yang pertama adalah ada hubungan negatif antara ketidakjelasan peran dengan keterlibatan kerja, sedangkan yang kedua adalah ada hubungan negatif antara konflik peran dengan keterlibatan kerja.
Penelitian ini mengambil subyek pegawai atau karyawan yang bekerja di bagian administrasi baik itu laki-laki maupun perempuan yang telah bekerja minimal selama satu tahun. Skala yang digunakan adalah skala yang dibuat sendiri oleh peneliti dengan mengacu pada teori-teori yang telah ada. Skala keterlibatan kerja mengacu pada teori Patchen (1970), Berry dan Houston (1993), Broke, Russel, dan Price (1988), Robbins (1996), dan Lawler dan Hall (1970). Skala ketidakjelasan peran mengacu pada teori Baron dan Greenberg (1990), Munandar (2001), Anastasi (1997) dan Bailey, Schermerhorn, Hunt, dan Osborn (1991). Sementara untuk skala konflik peran mengacu pada teori Kritner dan Kinicki (2001), Miner (1992).
Metode analisis data yang digunakan untuk menganalisa data adalah teknik korelasi product moment dengan bantuan program SPSS 12.0 for Windows dalam proses komputasinya. Penelitian ini juga menyertakan variabel umur dan lama kerja sebagai variabel sertaan. Hasil penelitian ini adalah (a) ada hubungan yang sangat signifikan antara ketidakjelasan peran dan konflik peran dengan keterlibatan kerja; (b) ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara ketidakjelasan peran dengan keterlibatan kerja (r = -0,753 dengan p = 0,000; p 0,05); (e) tidak ada hubungan antara lama kerja dengan keterlibatan kerja (r = -0,54 dengan p = 0,626; p > 0,05).

Kata kunci : keterlibatan kerja, ketidakjelasan peran, konflik peran, umur, lama kerja

Download FUll Version

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: