HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PERSAHABATAN DENGAN KESEPIAN REMAJA AKHIR

Oleh :
Merio Purbantari
Hepi Wahyuningsih

INTISARI

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan negatif antara kualitas persahabatan dengan kesepian remaja akhir. Dugaan awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara kualitas persahabatan dengan kesepian remaja akhir. Semakin tinggi kualitas persahabatan, semakin rendah kesepian yang dialami oleh remaja akhir. Sebaliknya, semakin rendah kualitas persahabatan, semakin tinggi kesepian yang dialami oleh remaja akhir.

Subjek dalam penelitian ini adalah remaja akhir dengan batasan usia antara 18 – 24 tahun. Teknik pengambilan subjek yang digunakan adalah metode Insidental. Adapun data yang digunakan adalah Skala kesepian dengan 48 aitem yang mengacu pada jenis-jenis kesepian yang dikemukakan oleh Robert Weiss (1973) dan Bruno (2000). Skala kualitas persahabatan dengan 48 aitem yang mengacu pada aspek yang dikemukakan oleh Asher dan Parker (1993).
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan fasilitas program SPSS versi 11,0 untuk menguji apakah terdapat hubungan antara kualitas persahabatan dengan kesepian remaja akhir. Korelasi product moment dari Pearson menunjukkan korelasi sebesar rxy= -0,750 ; p= 0,000 atau p?0,01 yang artinya ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara kualitas persahabatan dengan kesepian remaja akhir. Jadi hipotesis penelitian dapat diterima.

Kata Kunci : Kesepian, Kualitas Persahabatan
Download FUll Version

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: