ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TABUNGAN DAN INVESTASI SWASTA DI INDONESIA PERIODE 1984-2003

*Latar Belakang Masalah*

Dalam perekonomian suatu negara, tabungan dan investasi merupakan
indikator yang dapat menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi. Pembangunan
ekonomi di negara-negara berkembang (developing countries) termasuk
didalamnya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, memiliki dana yang
cukup besar. Tetapi di sisi lain, usaha pengerahan sumber dana dalam
negeri untuk membiayai pembangunan menghadapi kendala dalam pembentukan
modal baik yang bersumber dari penerimaan pemerintah yaitu ekspor barang
dan jasa ke luar negeri, ataupun penerimaan pemerintah melalui instrumen
pajak

Krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997 yang
kemudian menjadi krisis multidimensi berdampak kondisi Indonesia secara
umum tidak hanya terhadap sektor ekonomi saja. Nilai tukar rupiah yang
terdepresiasi sangat tajam, inflasi yang tinggi, menurunnya kepercayaan
investor untuk berinvestasi di Indonesia, merupakan beberapa akibat dari
krisis ekonomi tersebut. Lambat laun, dengan beberapa kali perubahan
struktur politik dan penerapan kebijakan-kebijakan oleh pemerintah,
kondisi Indonesia menunjukan perubahan yang lebih baik dan kondisi
perekonomian yang stabil.

Di Indonesia, untuk membiayai pembangunan nasional yang mencakup
investasi domestik, sumber dananya dapat bersumber dari tabungan
nasional dan pinjaman luar negeri. Namun, karena terbatasnya jumlah dana
serta pinjaman yang diperoleh dari luar negeri, maka diperlukan tabungan
nasional yang lebih tinggi sebagai sumber dana yang utama.

Perlunya tabungan nasional ini dibuktikan dengan adanya
saving-investment gap yang semakin melebar dari tahun ke tahun yang
menandakan bahwa pertumbuhan investasi domestik melebihi kemampuan dalam
mengakumulasi tabungan nasional. Secara umum, usaha pengerahan modal
dari masyarakat dapat berupa pengerahan modal dari dalam negeri maupun
dari luar negeri. Pengklasifikasian ini didasarkan pada sumber modal
yang dapat digunakan dalam pembangunan. Pengerahan modal yang bersumber
dari dalam negeri berasal dari 3 sumber utama , yaitu : pertama,
tabungan sukarela masyarakat. Kedua, tabungan pemerintah, dan ketiga
tabungan paksa (forced saving or involuntary saving). Sedangkan modal
yang berasal dari luar negeri yaitu melalui pinjaman resmi pemerinyah
kepada lembaga-lembaga keuangan internasional seperti International
Monetary Fund (IMF), Asian Development Bank (ADB), World Bank, maupun
pinjaman resmi bilateral dan multilateral, juga melalui foreign direct
investment (FDI).

Hollis Chenery dan beberapa penulis lainnya telah mengenalkan pendekatan
'dua-jurang' pada pembangunan ekonomi. Dasar pemikirannya, 'jurang
tabungan' dan 'jurang devisa' merupakan dua kendala yang terpisah dan
berdiri sendiri pada pencapaian target tingkat pertumbuhan di negara
kurang maju. Chenery melihat bantuan luar negeri sebagai suatu cara
untuk menutup kedua jurang tersebut dalam rangka mencapai laju
pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan . Sumitro (1994:44) menjelaskan
bahwa kekurangan didalam perimbangan antara tabungan nasional dan
investasi harus ditutup dengan pemasukan modal dari luar yang berasal
dari tabungan oleh kalangan luar negeri.

Pada negara berkembang dan miskin, kondisi yang paling menonjol adalah
belum terciptanya kondisi yang mendorong pada iklim dimana kegairahan
untuk menabung dan penanaman modal menunjukan tingkat yang
menggembirakan. Sistem produksi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat
masih menggunakan pola tradisional. Masih terbatasnya sektor modern dan
belum berfungsinya secara efektif dan efisien institusi-institusi
keuangan yang disebabkan oleh pola pikir masyarakat yang masih
tradisional menyebabkan pengerahan dana dari masyarakat mengalami
kesulitan.

Dengan latar belakang ditetapkannya Paket Kebijakan Oktober 1988 atau
yang lebih dikenal dengan "PAKTO 88", yang pokok-pokok kebijakannya
berisi antara lain untuk mengerahkan dana dari masyarakat dengan cara
memudahkan pembukaan kantor cabang baru, pendirian bank swasta baru,
keleluasaan penyelenggaraan tabungan, dan perluasan kantor cabang bank.
Setelah adanya "PAKTO 88" ini, semakin mudahlah bank didirikan dan
semakin bervariasi juga bentuk-bentuk tabungan yang ditawarkan oleh
bank-bank yang sudah terbentuk baik swasta maupun pemerintah. Semenjak
saat itu, tabungan nasional mulai meningkat drastis. Dalam tahun-tahun
sebelumnya tampak adanya kecenderungan persaingan antar berbagai negara
untuk memperbesar arus investasi baik asing maupun domestik. Persaingan
terutama terjadi karena kebutuhan dana yang sangat besar dan mendesak
untuk mendukung pertumbuhan ekonomi terutama di negara-negara berkembang.

Indonesia terbuka secara resmi dan efektif terhadap penanaman modal
sejak tahun 1967 ketika pemerintah orde baru memberlakukan undang-undang
Penanaman Modal Asing yang diikuti dengan undang-undang Penanaman Modal
Dalam Negeri tahun 1968. Selanjutnya, Indonesia mengalami periode pasang
surut dalam penerimaan arus modal investasi, kebijakan devaluasi rupiah
tahun 1983 mempengaruhi tingkat pertumbuhan investasi secara total
maupun sektoral. Tahun 1991 ketika terjadi gebrakan Sumarlin II (tight
money policy) yaitu kebijakan yang dimaksudkan untuk mengontrol tingkat
inflasi, menjaga defisit neraca transaksi berjalan agar tidak melebihi
batas yang masih bisa diterima, mengawasi uang luar negeri, serta
menjaga performance Indonesia dimata investor. Gebrakan ini secara tidak
langsung menurunkan investasi.

Sukses tidaknya suatu negara dalam menarik arus dana investasi tidak
terlepas dari berbagai faktor ekonomi dan non ekonomi. Pada dasarnya
pemberian fasilitas yang sifatnya mendorong investor untuk berinvestasi
seperti pembebasan pajak (tax holiday) dan kemudahan untuk mengakses
bahan baku akan sangat efektif bila didukung oleh :

– Negara tujuan investasi memiliki keunggulan komparatif ekonomi yang
berkaitan dengan faktor-faktor produksi seperti sumber daya alam dan
sumber daya manusia yang terampil dan murah.

– Nilai tukar yang relatif stabil, terutama untuk investor yang
berorientasi pasar luar negeri

– Peraturan devisa di negara bersangkutan tidak menghalangi penanam
modal untuk memindahkan kekayaan dan keuntungannya ke luar negeri.

– Iklim politik dan keamanan negara cukup menjamin ketentraman hidup dan
keamanan usaha serta kekayaan investor.

– Iklim usaha yang menunjang dan mendorong penanaman modal.

– Infrastruktur yang menunjang dan memadai.

Investasi memegang peranan penting dalam meningkatkan pembangunan
nasional dan sebagai salah satu komponen yang berhubungan positif dengan
pertumbuhan ekonomi.

Dari paparan latar belakang diatas dan berdasarkan fenomena yang terjadi
di Indonesia, maka penulis berkeinginan untuk melakukan penelitian
dengan judul :

" Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tabungan

dan Investasi Swasta di Indonesia Periode 1984-2003".

1.2 Identifikasi Masalah

Penelitian ini akan membatasi permasalahan sesuai dengan paparan diatas,
yaitu:

1. Bagaimanakah pengaruh dari faktor-faktor yang mempengaruhi tabungan
swasta pada kerangka waktu jangka pendek dan jangka panjang di Indonesia
periode 1984-2003?

2. Bagaimanakah pengaruh dari faktor-faktor yang mempengaruhi investasi
swasta pada kerangka waktu jangka pendek dan jangka panjang di Indonesia
periode 1984-2003?

3. Bagaimana pengaruh dari krisis ekonomi tahun 1997 terhadap tingkat
tabungan dan investasi swasta di Indonesia periode 1984-2003?

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan :

1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari faktor-faktor yang
mempengaruhi tabungan swasta pada kerangka waktu jangka pendek dan
jangka panjang di Indonesia periode 1984-2003.

2. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari faktor-faktor yang
mempengaruhi investasi swasta pada kerangka waktu jangka pendek dan
jangka panjang di Indonesia periode 1984-2003.

3. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari krisis ekonomi terhadap
tabungan dan investasi swasta di Indonesia periode 1984-2003.

1.4 Kegunaan Penelitian

Selanjutnya hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua
pihak yang berkepentingan dengan masalah tersebut di atas. Bagi ilmu
pengetahuan, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan
literatur dan referensi untuk pengembangan selanjutnya dalam cabang ilmu
ekonomi makro.

BERSAMBUNG…………………

*JIKA ANDA BERMINAT DENGAN SKRIPSI VERSI LENGKAPNYA, SILAHKAN PESAN:*
*CARA SMS*
*Ketik : Pesan EP-06*
*Kirim Ke : 081949785959*
*CARA EMAIL*
*Pesan EP-06*
*Kirim Ke : Indiegos@gmail.com*
*Donasi Rp.50.000,-*
*Pembayaran Ditransfer ke Rekening :*
*Atas Nama : Nur Fatimah*
*No Rek : 318501000831507*
*BANK RAKYAT INDONESIA (BRI)*
*Setelah Transfer silahkan konfirmasi kami, File akan kami kirim
langsung ke email anda setelah anda melakukan pembayaran donasi tsb.*

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: