Analisis Pengaruh Variabel-Variabel Ekonomi Makro Terhadap Perdagangan Saham Sektor Pertanian Di Bursa Efek Jakarta Periode 1996.I – 2001.I (Pendekatan Two Stage Least Squares)

*ABSTRACT*

/The supply for shares of agricultural companies in the Jakarta Stock
Exchange is highly responsive to the changes in macroeconomic conditions
in Indonesia. Refers to these matter, the research titled: "Analysis
Influence of Macroeconomic Variables on Trading for Agricultural Shares
in Jakarta Stock Exchange Period 1996.I-2001.I."./

/The purpose of this research is to analyze macroeconomic variables that
influences on the supply for agricultural shares. The analysis method
used is the simultaneous equation with Two Stage Least Squares Approach./

/The result from this research, using Two Stage Least Squares (TSLS)
method, indicates that the main variables which have significant
influences on the supply for agricultural shares are real gross domestic
product, US $ interest rates, agricultural shares index, agricultural
trading index, and supply for agricultural shares before period. During
the crisis, the strengthening of US dollar value increased the supply
for agricultural shares at the stock exchange. This is mainly because
the agricultural companies listed at the Jakarta Stock Exchange have
export orientation./

*Terjemah:*

Penawaran terhadap saham perusahaan-perusahaan pertanian di Bursa Efek
Jakarta sangat terpengaruh oleh perubahan kondisi ekonomi makro di
Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian dengan
judul: "Analisis Pengaruh Variabel-Variabel Ekonomi Makro Terhadap
Perdagangan Saham Sektor Pertanian di Bursa Efek Jakarta Periode 1996.I
– 2001.I"

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis variabel-variabel
ekonomi makro yang mempengaruhi jumlah penawaran saham sektor pertanian.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah persamaan
simultan dengan pendekatan Two Stage Least Squares.

Hasil penelitian dengan menggunakan metode Two Stage Least Squares
(TSLS) menunjukkan bahwa variable-variabel yang signifikan mempengaruhi
pada jumlah penawaran saham sektor pertanian yaitu produk domestik bruto
riil, tingkat suku bunga US $, indeks harga saham sektor pertanian,
indeks perdagangan pertanian, dan jumlah penawaran saham periode
sebelumnya. Selama terjadi krisis, penguatan nilai dollar AS
meningkatkan jumlah penawaran saham sektor pertanian di bursa efek. Hal
ini terutama disebabkan perusahaan-perusahaan pertanian yang terdaftar
di BEJ mempunyai orientasi ekspor.

*Latar Belakang Masalah*

Bagi negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, pesatnya
kegiatan pasar modal merupakan kesempatan guna memperoleh dana
pembiayaan pembangunan ekonomi. Pentingnya hal tersebut mengingat masih
terbatasnya tabungan dalam negeri negara-negara yang sedang berkembang
sebagai sumber pembiayaan kebutuhan investasi.

Pasar modal Indonesia telah menjadi bagian dari pertimbangan investor
untuk mengkapitalisasikan dananya di Indonesia . Peluang itu terbuka
karena beberapa alasan. Pertama, pertumbuhan ekonomi yang terus
meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 1983-1988, pertumbuhan
ekonomi (GDP-growth) sebesar 5,7% per tahun, setelah periode tersebut,
pertumbuhan ekonomi telah mencapai di atas 7% per tahun. Tingkat
inflasi juga tetap terkendali bahkan semakin mengecil, dari 18,2% pada
periode 1973-1982, kemudian menjadi 8,7% per tahun pada periode
1983-1988, dan terus mengecil menjadi sekitar 5-8% per tahun dalam lima
tahun terakhir ini. Perkembangan tersebut didorong antara lain
deregulasi dan debirokratisasi yang diluncurkan pemerintah secara
berkesinambungan sejak tahun 1983. lklim investasi terus diperbaiki agar
kondusif terhadap kepentingan investor dan calon investor. Kondisi ini
kemudian ditunjang dengan kemauan politik pemerintah untuk memberi
peran dunia usaha di sektor swasta sebagai penggerak utama
perekonomian nasional. Pemerintah menetapkan target pertumbuhan
ekonomi yang terus meningkat dari tahun ke tahun, dan karena itu
diperlukan dana investasi yang juga bertambah dari tahun ke tahun.
Sebagai contoh, pada tahap pembangunan Repelita VI, pemerintah
mentargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,1 persen per tahun, sehingga
dibutuhkan dana investasi sebesar Rp. 815 triliun. Penetapan target ini
telah memobilisasi dana masyarakat dari tahun ke tahun. Lembaga-lembaga
yang memobilisasi dana investasi tersebut juga semakin banyak. Pada era
sebelum tahun 1990-an, lembaga perbankan mendominasi mobilisasi dana
masyarakat, sementara pada era 1990-an, peranan perbankan mulai menurun
dan peranan lembaga keuangan non bank seperti asuransi, dana pensiun dan
reksa dana terus meningkat. Perkembangan tersebut juga didorong oleh
semakin berkembangnya pasar modal Indonesia.

Sebelum krisis moneter yang melanda Indonesia terjadi mulai pertengahan
tahun 1997, peran perusahaan-perusahaan pertanian yang terdaftar di BEJ
dalam membentuk volume perdagangan BEJ hampir tidak terlihat. Pada Tabel
1.1 memperlihatkan bahwa pada tahun 1996 sumbangan sektor pertanian
terhadap nilai kapitalisasi seluruh saham di BEJ hanya kurang dari satu
persen.

Akan tetapi ketika terjadi krisis moneter di Indonesia, sektor pertanian
mengalami kemajuan di BEJ baik dalam volume transaksi. Sampai semester
pertama tahun 2000 sektor pertanian masih menduduki peringkat pertama
didalam membentuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal ini terjadi
karena krisis moneter menyebabkan perusahaan-perusahaan yang bergerak di
luar sektor pertanian (manufaktur, industri, properti, keuangan)
mengalami keterpurukan, terutama akibat koreksi nilai rupiah (Rp)
terhadap dollar Amerika (US$). Hal ini terutama disebabkan sebagian
besar perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor-sektor tersebut
banyak mengandalkan hutang dari luar negeri. Keterpurukan tersebut dapat
dilihat dari jatuhnya nilai saham mereka jauh dibawah harga nominalnya,
rendahnya transaksi bahkan ada perusahaan yang gulung tikar.

Namun ketika terjadi perbaikan kembali perekonomian serta dukungan moral
yang mulai mengalir kembali dari luar negeri, perusahaan-perusahaan di
luar bidang pertanian mulai bangkit kembali. Hal ini dapat dilihat dari
komposisi nilai Indeks Harga Saham Individu (IHSI) dan pembentukan
IHSG, dimana sektor-sektor diluar pertanian mencuat lagi.

BERSAMBUNG…………………………..

*JIKA ANDA BERMINAT DENGAN SKRIPSI VERSI LENGKAPNYA, SILAHKAN PESAN: *
*CARA SMS *
*Ketik : Pesan EP-04 *
*Kirim Ke : 081949785959 *
*CARA EMAIL *
*Pesan EP-04 *
*Kirim Ke : Indiegos@gmail.com <mailto:Indiegos@gmail.com> *
*Donasi Rp.50.000,- *
*Pembayaran Ditransfer ke Rekening : *
*Atas Nama : Nur Fatimah *
*No Rek : 318501000831507 *
*BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) *
*Setelah Transfer silahkan konfirmasi kami, File akan kami kirim
langsung ke email anda setelah anda melakukan pembayaran donasi tsb.*

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: