ANALISIS REAKSI PASAR MODAL INDONESIA AKIBAT PERISTIWA BOM BALI,J.W. MARRIOT DAN KUNINGAN

*ABSTRAK*

/Pasar modal adalah tempat dengan sistem terorganisir yang mempertemukan
investor (pembeli sekuritas) dengan pengguna dana (emiten) yang
dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Tujuan penelitian ini
mempelajari reaksi pasar modal Indonesia terhadap informasi baru,
khususnya peristiwa bom besar di Indonesia setelah serangan terorisme 11
September 2001, yaitu bom Bali, J.W Marriot, dan Kuningan. /

/Metode penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan
pendekatan kuantitatif. Penelitian ini akan menguji hipotesis apakah
terdapat perbedaan rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah
peristiwa bom ?/

/Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kurun waktu yang relatif
lama pasar tidak memiliki perbedaan abnormal return yang signifikan
sebelum dan sesudah peristiwa. Reaksi pasar pada saat menerima informasi
(peristiwa bom) yang menghasilkan abnormal return merupakan reaksi
sesaat dalam waktu pemulihan yang cepat. Hal ini menunjukkan bahwa
efisiensi pasar modal Indonesia (Bursa Efek Jakarta) termasuk kedalam
kategori efisiensi pasar bentuk setengah kuat berdasarkan efisiensi
pasar secara informasi. /

/ /

* 1.1 **Latar Belakang Penelitian*

Investasi merupakan salah satu kegiatan penting dalam perekonomian suatu
negara atau perusahaan. Adanya investasi akan meningkatkan aktivitas
usaha atau membuka usaha baru sehingga mengurangi pengangguran,
meningkatkan daya beli masyarakat, pendapatan nasional, dan pertumbuhan
ekonomi. Dalam sebuah perekonomian, investasi timbul karena adanya
tabungan. Paul A Samuelson (1992 : 436) memberikan definisi tabungan
sebagai berikut :

/"Saving is that part of income that is not consumed"/
Adanya kelebihan dana akibat pendapatan yang tidak digunakan merupakan
potensi bagi kegiatan investasi. Proses mengambil suatu keputusan yang
tepat dalam mengalokasikan tabungan ke kegiatan investasi diperlukan
pengetahuan yang cukup agar dapat menghasilkan keuntungan di waktu akan
datang. Jack Clark Francis (1991:1) menyatakan tentang investasi sebagai
berikut:

/"An investment is a commitment of money that is expected to generate
additional money"/

Keputusan memilih jenis investasi yang akan dilakukan merupakan
keputusan bidang finansial yang paling penting bagi investor individual
maupun perusahaan. Setiap jenis investasi selalu mengandung dua unsur
yang tidak dapat dipisahkan, yakni unsur pendapatan (/Return/) dan
resiko (/Risk/). Oleh karena itu, investor perlu mengambil kebijakan
yang tepat dalam memilih jenis investasi.

Umumnya investasi dikategorikan dua jenis, yaitu Aktiva Riil (/Real
Asset/) dan Aktiva Finansial (/Financial Asset/). Aktiva Riil (/Real
Asset/) adalah investasi yang bersifat berwujud, seperti gedung, tanah,
kendaraan dan lain-lain. Sedangkan Aktiva Finansial (/Financial Asset/)
merupakan dokumen atau surat-surat yang mempunyai nilai pasar karena
surat tersebut menunjukkan klaim tidak langsung terhadap aktiva riil
perusahaan, seperti saham, obligasi dan lain-lain. Investasi dalam
bentuk aktiva finansial bagi investor dapat dilakukan di pasar modal.

Pasar Modal didefinisikan sebagai tempat dengan sistem terorganisir yang
mempertemukan pihak pemilik dana atau investor (pembeli efek) dengan
pengguna dana (pembeli efek) yang dilakukan secara langsung maupun tidak
langsung. Pasar modal terbesar di Indonesia adalah Bursa Efek Jakarta
(BEJ) atau /Jakarta Stock Exchange/ (JSX) di Jakarta. Selain itu,
terdapat Bursa Efek Surabaya (BES) atau /Surabaya Stock Exchange/ (JSX)
di Surabaya. Di Bursa Efek Jakarta (BEJ), investor dapat berinvestasi
pada berbagai jenis efek dengan jenis yang paling umum diperdagangkan
adalah saham biasa (/common stock/).

Sifat investasi di bursa efek lebih pada investasi dalam jangka waktu
yang relatif panjang. Pada periode waktu jangka panjang akan memperoleh
deviden dan /capital gain /(selisih harga jual dengan harga beli),
sedangkan dalam jangka pendek hanya memperoleh /capital gain. /Pemberian
deviden sangat tergantung pada kesepakatan pemegang saham dengan
manajemen perusahaan. Perolehan /capital gain /sangat ditentukan pada
perkembangan harga pasar suatu sekuritas.

Perubahan harga saham di pasar modal sangat menarik karena akan
menentukan investor dalam hal pendapatan investasi (/Return/) dari
perubahan harga efek yang berupa /gain/ atau /lose/. /Gain /akan
diperoleh apabila selisih harga jual dengan beli adalah positif, dengan
kata lain harga jual lebih besar daripada harga beli. Investor akan
mendapat /lose /apabila selisih harga jual dengan beli adalah negatif,
dengan kata lain harga jual lebih kecil daripada harga beli.

Perubahan harga saham dipengaruhi banyak faktor, diantaranya adalah
faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor yang
berasal dari dalam perusahaan, seperti kinerja, kondisi perusahaan, dan
prospek perusahaan yang akan datang. Adapun faktor eksternal adalah
faktor yang berasal dari luar perusahaan yang meliputi berbagai
informasi dan situasi, seperti situasi politik, ekonomi, sosial,
keamanan dan kondisi pasar.

Suad Husnan (1998 : 8 – 9) menyatakan mengenai faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi keberhasilan pasar modal sebagai berikut :

– /Supply/ akan sekuritas

– /Demand akan /sekuritas

– Kondisi politik dan ekonomi

– Hukum dan peraturan

– Lembaga-lembaga terkait dengan kegiatan pasar modal

Dari penjelasan diatas, pasar modal rentan terhadap perubahan-perubahan
lingkungan yang dapat mengganggu stabilitas politik dan iklim investasi.
Adanya gangguan keamanan dalam negeri akibat peristiwa pemboman dapat
mengganggu stabilitas politik dan iklim investasi yang dapat
mempengaruhi keputusan investor. Meskipun demikian, harus dianalisa
apakah informasi pemboman tersebut relevan bagi investor sehingga
mempengaruhi keputusan investasi ?

Tragedi serangan teroris dengan pesawat terbang yang menghancurkan World
Trade Center dan Pentagon di Amerika Serikat pada tanggal 11 September
2001 telah memberikan pukulan berat bagi pertahanan dan keamanan negara
adidaya tersebut. Tragedi kemanusiaan yang dikenal "Serangan 11
September" menjadi landasan pengambilan kebijakan politik luar negeri
Amerika Serikat dengan melakukan agresi militer ke negeri Timur Tengah
seperti Afganistan dan Irak dengan dalih menangkap dan memusnahkan
terorisme untuk mewujudkan keamanan dunia. Meskipun sampai perang telah
berakhir, dalih tersebut tidak pernah terbukti.

Kebijakan Amerika Serikat dan sekutu untuk melakukan agresi militer ke
Afganistan dan Iraq mendapatkan kecaman, protes, dan balasan dari
berbagai kelompok dan kalangan di berbagai negara, termasuk di Amerika
Serikat dan Indonesia. Pemboman di Bali, hotel J.W.Mariot dan Kuningan
(depan Kedutaan Besar Australia) merupakan peristiwa bom besar yang
memberikan pesan perlawanan terhadap agresi Amerika dan sekutu. Hal ini
dapat dilihat dari waktu dan tempat tujuan pemboman. Waktu ketiga bom
tersebut berada sekitar tanggal serangan 11 September dengan tujuan
tempat-tempat yang memiliki hubungan kepentingan negara yang memimpin
dan pendukung utama agresi militer tersebut.

Peristiwa bom Bali berpengaruh terhadap dunia investasi di pasar modal
Indonesia yang dapat dilihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan
(IHSG). Pada hari setelah peristiwa IHSG mengalami penurunan tajam
mencapai 10,36% dan pergerakan pemulihannya tidak dalam waktu yang
relatif cepat. Pergerakan IHSG pada peristwa bom Bali dapat dilihat pada
gambar dibawah ini :

BERSAMBUNG…………….

*JIKA ANDA BERMINAT DENGAN SKRIPSI VERSI LENGKAPNYA, SILAHKAN PESAN:*
*CARA SMS*
*Ketik : Pesan EM-07*
*Kirim Ke : 081949785959*
*CARA EMAIL*
*Pesan EM-07*
*Kirim Ke : Indiegos@gmail.com <mailto:Indiegos@gmail.com>*
*Donasi Rp.50.000,-*
*Pembayaran Ditransfer ke Rekening :*
*Atas Nama : Nur Fatimah*
*No Rek : 318501000831507*
*BANK RAKYAT INDONESIA (BRI)*
*Setelah Transfer silahkan konfirmasi kami, File akan kami kirim
langsung ke email anda setelah anda melakukan pembayaran donasi tsb.*
* *

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: