PENGARUH PENERAPAN KINERJA BAURAN PEMASARAN TERHADAP PEMBENTUKAN LOYALITAS PELANGGAN PADA BUTIK BUSANA MUSLIM SHAFIRA JALAN SULANJANA 28 BANDUNG

*ABSTRAK*

/Pelaksanaan kinerja bauran pemasaran di butik busana Muslim adalah
setiap tindakan pelaksanaan penjualan yang diberikan pihak manajemen
butik kepada pelanggannya yang memerlukan kemudahan dan kenyamanan dalam
melakukan proses pengenalan, transaksi, dan kepuasan hasil yang
dibutuhkan terhadap produk dan jasa yang ditawarkan. Beberapa hal bentuk
kinerja bauran pemasaran yang diterapkan oleh PT Shafira Laras Persada
jalan Sulanjana 28 Bandung, sebagai realisasi misi Shafira, adalah
dengan menerapkan sistem segmentasi pasar bagi kalangan tertentu dalam
penentuan produk, harga, tempat, serta kebijakan promosi. Kinerja bauran
pemasaran yang diterapkan pihak manajemen butik dapat didefinisikan
sebagai jenis-jenis kinerja yang diberlakukan untuk memberikan pelayanan
pada para pelanggannya agar dapat menciptakan tingkat loyalitas yang
tinggi. /

/Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat tanggapan pelanggan Shafira
terhadap kinerja bauran pemasaran yang telah diterapkan oleh Shafira,
guna memperoleh informasi mengenai perolehan tingkat loyalitas
pelanggan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian
survey yang bersifat deskriptif verifikatif, yang bertujuan memberikan
umpan balik terhadap pelaksanaan kinerja bauran pemasaran yang dilakukan
pihak manajemen Shafira dengan menggunakan tanggapan para pelanggannya
sehingga dapat memberikan gambaran terhadap fakta yang ada. Variabel
kinerja bauran pemasaran yang diteliti adalah produk, tempat, harga, dan
promosi. Data dari 72 kuesioner yang disebarkan kepada para pelanggan
Shafira menjadi sumber data primer. /

/Berdasarkan analisis tingkat loyalitas pelanggan terhadap pelaksanaan
kinerja bauran pemasaran Shafira yang sebenarnya, dapat disimpulkan
bahwa penerapan kinerja bauran pemasaran di PT. Shafira Laras Persada 28
Bandung sudah diterapkan dengan baik. Hal ini terlihat pada tanggapan
positif responden untuk setiap indikator dari sub variabel kinerja
bauran pemasaran. Tingkat loyalitas pelanggan pun tergolong tinggi yang
ditunjukkan oleh kriteria jawaban responden pada tingkat keyakinan yang
tinggi terhadap indikator loyalitas. Dengan tingkat keyakinan 95 %
dihasilkan nilai uji analisis statistik yang menunjukkan bahwa penerapan
kinerja bauran pemasaran produk busana Muslim Shafira mempengaruhi
proses pembentukan loyalitas pelanggannya sebesar 94,5% dan sisanya
sebesar 5,5% dipengaruhi oleh faktor lain./

*1.1 **Latar Belakang Penelitian*

Sejak dasawarsa 1970'an, fenomena kebangkitan Islam terjadi di seluruh
dunia. Dampak fenomena ini terhadap Islam di Indonesia mempengaruhi
agama, politik dan keadaan sosial. Selain perubahan dalam bidang agama,
politik dan sosial, salah satu perubahan yang jelas adalah pemakaian
busana Muslim.

Salah satu fenomena yang juga cukup menarik perhatian penulis dan
mungkin pula menarik perhatian banyak orang yaitu fenomena loyalitas
pengguna busana Muslim di Indonesia mengingat pemakaian busana Muslim
bukan merupakan bagian dari sejarah di Indonesia. Juga, karena Indonesia
adalah negara tropis, busana Muslim tidak logis – disebabkan karena
cuaca yang panas (Brenner 1996:673). Namun demikian, mengapa busana
Muslim menjadi populer di Indonesia? Mungkin jawaban dari pertanyaan itu
terdapat dalam perasaan identitas Muslim di Indonesia, sehingga hampir
setiap orang Muslim mau berubah untuk menerima pemakaian busana Muslim
yang sebenarnya tidak cocok untuk iklim di Indonesia.

Dalam hal ini, kesadaran setiap Muslim dipengaruhi oleh ajaran agamanya
diantaranya ada beberapa bagian di Al Qur'an yang mewajibkan untuk
menutup aurat.

*"/Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan
istri-istri orang mu'min: hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang/ (Al-Qur'an Surat Al Ahzab: 59)".*

Sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945, hubungan antara Islam dan
negara adalah hubungan yang sulit. Pemerintah Indonesia menolak
permintaan menjadi negara Islam sejak kemerdekaan. Sekalipun sebagian
besar penduduk Indonesia beragama Islam, agama itu tidak ditetapkan
satu-satunya agama yang resmi di Indonesia. Ada lima agama resmi di
Indonesia, dan kedudukan agama Islam sederajat dengan agama-agama lain.
Pemerintahan pada waktu itu selalu mendorong partisipasi Islam dalam
masalah sosial, tetapi Islam politik ditiadakan, khususnya sumber
kekuasaan Islam politik (Brenner 1996:676). Gerakan Darul Islam –
gerakan yang berusaha mendirikan negara Indonesia sebagai negara Islam,
dihilangkan pada tahun 1962 – memberi masyarakat Indonesia dengan
perasaan negatif terhadap fundamentalisme di Indonesia (Jenkins 1998
dalam www.hamline.edu). Oleh karena itu, ketika busana Muslim menjadi
populer pada tahun-tahun 1980'an, berarti dipengaruhi oleh situasi
politik di Indonesia (Marcoes-Natsir 2004 dalam www.qantara.de). Pada
waktu itu, dan beberapa tahun-tahun sebelumnya, masih ada banyak
perusahaan dan organisasi yang melarang pegawai perempuan memakai busana
Muslim (Powell 2003:45).

Pada tahun-tahun 1980'an setiap orang telah mengenal dan menggunakan
busana Muslim meski masih dalam keadaan yang terbatas. Mereka berhenti
memakai kebaya (yang menunjukkan lehernya) dan sarung (yang ketat) dan
gaya rambut yang sulit. Reaksi terhadap perilaku ini adalah sikap
kebingungan, kemarahan dan kecurigaan. Setiap orang yang menggunakan
pakaian Muslim dianggap sebagai orang fanatik atau fundamentalis oleh
masyarakat, termasuk keluarga dan teman-teman (Geertz dalam
www.faculty.uccb.ns.ca). Pemerintah menciptakan aturan supaya busana
Muslim dilarang di kantor-kantor pemerintahan. Sehingga menjadikan
pilihan menggunakan busana Muslim adalah pilihan yang berat. Pada
1980'an seorang murid di Bogor, Jawa Barat, diberi pilihan ini: memilih
berjilbab atau bersekolah, tetapi tidak bisa melakukan dua-duanya
(Marcoes-Natsir 2004 dalam www.qantara.de).

Sebagai akibat gerakan revolusi Islam di negara Iran (yang mewajibkan
penggunaan jilbab bagi perempuan), suasana dalam menggunakan busana
Muslim menjadi lebih terbuka di seluruh dunia, termasuk negara
Indonesia. Globalisasi Islam terjadi melalui perkembangan televisi dan
media massa. Orang Islam mulai merasa sebagai anggota masyarakat
internasional (Brenner 1996:678). Sebelum itu, berbusana Muslim dianggap
sebagai hanya untuk ibu-ibu taat yang sudah tua yang tinggal di desa
(Geertz dalam www.faculty.uccb.ns.ca). Kelihatannya lebih banyak orang
Indonesia menjadi lebih senang kalau dapat mengekspresikan sendiri
sebagai orang Islam dalam busana Muslim (Jenkins 1998 dalam
www.hamline.edu).

Awal popularisasi terjadinya pengenalan busana Muslim di Indonesia,
salah satunya adalah ketika pemerintahan Presiden Suharto menjalin
hubungan dengan pemimpin Islam, untuk mendapatkan sokongan mereka bagi
kelangsungan pemerintahan pada waktu itu. Pemerintah memberikan
pembiayaan kepada pembangunan institusi dan organisasi Islam, misalnya
bank-bank, pers Islam, mesjid, dan lembaga pendidikan. Keluarga Suharto
ingin dianggap sebagai lebih taat, yang kemudian dilanjutkan dengan naik
haji, dan anak perempuan mulai berjilbab (Marcoes-Natsir 2004 dalam
www.qantara.de). Mereka sering menghadiri upacara Islam. Anak perempuan
Suharto – Tutut – mulai berjilbab dalam gaya yang menarik, dan
perempuan-perempuan mencoba mirip gayanya. Ini merupakan permulaan
gerakan mode Islam di Indonesia.

Pada awalnya, gaya-gaya dan desain-desain mahal dan akibatnya bisa
dibeli hanya oleh orang kaya saja. Tetapi desain yang lebih murah dan
gaya yang biasa bisa diciptakan sendiri. Hal ini berarti bahwa mode
Islam menjadi tersedia untuk semua tingkat golongan masyarakat
(Marcoes-Natsir 2004 dalam www.qantara.de).

Sejarah popularisasi busana Muslim dipengaruhi oleh keadaan politik,
sosial, dan ekonomi. Tetapi bagaimana pada saat ini? Busana Muslim sudah
dipakai oleh banyak warga Indonesia, dan sudah diterima oleh kebanyakan
orang Indonesia. Apa peran busana Muslim di antara konteks loyalitas di
Indonesia?

Dalam bidang busana Muslim ada banyak gaya dan mode. Kalau berjilbab,
bisa memakai topi di atas jilbab, bisa memasukkan plastik supaya
melindungi kulit dari sinar matahari, dan bisa membeli jilbab yang sudah
siap dipakai (misalnya kalau ada elastik dipakai). Busana Muslim adalah
komoditi yang dibeli, dijual, dan dipakai di seluruh Indonesia, dan
kemudian busana itu bisa dianggap sebagai unsur kebudayaan yang pada
akhirnya menjadi lebih memasyarakat.

Dalam artikel Sian Powell (2003:45), dia menulis bahwa karena proses
popularisasi busana Muslim dan proses westernisasi terjadi bersama-sama
di Indonesia, maka mode menjadi unsur berpakaian yang sangat penting,
dan pada saat ini kalau ada orang yang menggunakan busana Muslim
dianggap sebagai orang yang bermode. Oleh karena itu, ada banyak
perempuan di Indonesia yang baru berjilbab.

Dari semua informasi tersebut, bisa dilihat bahwa industri busana Muslim
adalah industri yang cukup besar. Artikel yang mempertunjukkan bagaimana
menggunakan busana Muslim, bagaimana menjahit busana Muslim dan
bagaimana tetap cantik sementara berbusana Muslim sudah cukup banyak.
Artikel-artikel tentang busana Muslim ditawarkan sama dengan artikel
tentang kesehatan, masakan, dan kesantaian dalam satu edisi majalah atau
koran tabloid. Karena busana Muslim tersedia sama seperti halnya busana
lain di dalam beberapa majalah dan koran tabloid di Indonesia, ini bukti
bahwa industri mode Islam bagian biasa industri mode di Indonesia. Dari
contoh iklan Sunsilk Hijau bisa dilihat bahwa industri kosmetika juga
menjadi tertarik pada busana Muslim, karena mereka menjadi sadar bahwa
industri ini sudah bertambah cepat. Perusahaan itu meneliti bagaimana
menciptakan sampo yang khusus untuk orang berkerudung.

Dalam hubungannya dengan perekonomian dan perkembangan busana Muslim, PT
Shafira Laras Persada adalah merupakan salah satu contoh perdagangan
produk busana Muslim di Indonesia dan lebih kecil lagi yaitu di Kota
Bandung selain dari perusahaan lain yang juga memproduksi busana Muslim
(diperlihatkan pada tabel 1.1). PT Shafira Laras Persada merupakan salah
satu perusahaan produk busana Muslim yang cukup memiliki pelanggan yang
loyal. Shafira yang berlokasi di wilayah Bandung memiliki dua butik
sebagai tempat penjualan produk-produknya salah satunya adalah yang
sedang penulis teliti yaitu Butik busana muslim Shafira di jalan
Sulanjana 28 sedangkan lainnya berada di jalan Buah Batu 165 berlokasi
di wilayah Bandung Selatan. Dilihat dari data perusahaan, dalam satu
hari pelanggan yang datang cukup banyak yaitu berjumlah 7-8 orang setiap
harinya yang tidak hanya berasal dari kota Bandung saja tetapi juga
berasal dari kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang. Sedangkan untuk
total pelanggannya sendiri Shafira di jalan Sulanjana memiliki sebanyak
250 orang /member//pelanggan. Ini menjadi menarik untuk diteliti oleh
penulis, karena secara umum pola pemasaran Shafira lebih menekankan
kepada kalangan kelas menengah ke atas, sehingga melihat pelanggan dari
karakteristik baik itu dari asal domisilinya, tingkat pendapatannya,
tingkat pendidikannya, golongan usianya, dan jenis kelaminnya,
diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pendapat mengenai loyalitas
pelanggan terhadap produk busana Muslim Shafira yang dipasarkan.

*BERSAMBUNG………………..

JIKA ANDA BERMINAT DENGAN SKRIPSI VERSI LENGKAPNYA, SILAHKAN PESAN:
CARA SMS
Ketik : Pesan EM-06
Kirim Ke : 081949785959
CARA EMAIL
Pesan EM-06
Kirim Ke : Indiegos@gmail.com <mailto:Indiegos@gmail.com>
Donasi Rp.50.000,-
Pembayaran Ditransfer ke Rekening :
Atas Nama : Nur Fatimah
No Rek : 318501000831507
BANK RAKYAT INDONESIA (BRI)
Setelah Transfer silahkan konfirmasi kami, File akan kami kirim langsung
ke email anda setelah anda melakukan pembayaran donasi tsb.*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: