SKRIPSI SASTRA INGGRIS "Analisis Makna Implisit Pada Novel Harry Potter And The Prisoner Of Azkaban Karya J. K. Rowling Dan Terjemahannya"

*Identitas Tulisan*
*Skripsi Bahasa Inggris*
*Kondisi Lengkap Dari Cover – Daftar Pustaka + Lampiran*
*Berminat : Silahkan Ketik : Pesan S-English 5*
*Kirim Ke : 081949785959*
*Donasi Rp.50.000,-*
* *

*ABSTRACT*

This thesis is entitled Analisis Makna Implisit pada Novel Harry Potter
and the Prisoner of Azkaban Karya J. K. Rowling dan Terjemahannya. The
objects of the analyses are sentences containing implicit meanings in
the novel previously mentioned. The sentences with implicit meanings are
taken as data, and analyzed using descriptive and comparative methods.
The novel Harry Potter and the Prisoner of Azkaban is written by J.K.
Rowling and translated into Indonesian by Listiana Srisanti entitled
Harry Potter Dan Tawanan Azkaban.

The purpose of this research is to study the translation of implicit
meanings from the source language into the target language. The results
of this research show that (1) an implicit meaning should be explicitly
translated if the system of the target language requires it, on the
other hand (2) an implicit meaning can be explicitly translated if the
system of the target language allows it and the last is (3) an implicit
meaning should be explicitly translated if the meaning causes ambiguity
or vagueness in the target language.

TERJEMAH :

Skripsi ini berjudul Analisis Makna Implisit pada Novel Harry Potter and
the Prisoner of Azkaban Karya J. K. Rowling dan Terjemahannya. Objek
penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang mengandung makna implisit
pada novel tersebut. Kalimat yang mengandung makna implisit diambil
sebagai data dan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif
komparatif. Novel yang berjudul Harry Potter and the Prisoner of Azkaban
ini ditulis oleh J. K. Rowling dan dialihbahasakan oleh Listiana
Srisanti ke bahasa Indonesia dengan judul Harry Potter Dan Tawanan Azkaban.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari penerjemahan makna
implisit dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa (1) makna implisit harus diterjemahkan secara
eksplisit apabila sistem dalam bahasa sasaran mengharuskannya, namun (2)
makna implisit dapat juga diterjemahkan secara eksplisit apabila sistem
bahasa sasaran memungkinkannya, yang terakhir adalah (3) makna implisit
harus diterjemahkan eksplisit jika menyebabkan ketaksaan atau
ketidakjelasan makna dalam hasil terjemahannya.

*I.1 Latar Belakang Masalah*

Penerjemahan sangat mutlak diperlukan dalam era informasi dan komunikasi
yang bergerak cepat seperti saat ini. Proses penerjemahan dan
hasil-hasilnya dapat dilihat tersebar dalam segala bidang, mulai dari
bidang pendidikan sampai hiburan. Buku, film dan berbagai media pembawa
informasi lainnya yang dibuat tidak dalam bahasa asli memerlukan suatu
proses penerjemahan. Penerjemahan sendiri merupakan suatu proses
penyampaian informasi dari bahasa sumber ke dalam padanan yang sesuai
pada bahasa sasaran.

Suatu hasil penerjemahan dapat dianggap berhasil apabila pesan, pikiran,
gagasan, dan konsep yang ada dalam bahasa sumber dapat disampaikan ke
dalam bahasa sasaran secara utuh. Hal ini akan sulit dilakukan karena
adanya perbedaan pada sistem bahasa dan budaya antara bahasa sumber dan
bahasa sasaran. Seorang penerjemah yang baik tidak hanya harus dapat
mengatasi perbedaan sistem bahasa dan budaya, tetapi ia juga harus dapat
menangkap pesan implisit atau amanat yang ada di bahasa sumber dan
menyampaikannya kembali ke dalam bahasa sasaran. Hal ini menjadi penting
karena keutuhan suatu teks sedikit banyak dipengaruhi oleh adanya pesan
atau makna implisit yang terdapat didalamnya.

Untuk dapat menangkap pesan implisit dengan baik, diperlukan kemampuan
untuk mengenali berbagai macam makna dan cara-cara menerjemahkannya. Di
dalam teks, ada kalanya makna tidak disampaikan secara eksplisit.
Makna-makna yang seperti ini disebut

dengan makna implisit atau tersirat. Berikut adalah contoh makna implisit:

"So when you told her, you were actually face to face with her?"

"Yes"

"In a position to see her reaction to the news?"

"Yes"

Jawaban dari kedua kalimat pertanyaan di atas adalah "Yes". Kedua kata
tersebut persis sama, tetapi apabila dilakukan pengkajian lebih lanjut
lagi ternyata makna implisit yang terkandung dalam kedua "Yes" tadi
berbeda satu dengan lainnya.

Penerjemah yang baik harus terampil dalam menangkap berbagai makna
implisit yang terdapat pada sebuah teks. Kemampuan ini mutlak diperlukan
agar tidak terjadi ketaksaan sehingga pembaca yang membaca hasil
terjemahan berupa novel ini tidak mengalami kebingungan dalam memahami
pesan novel tersebut. Penyampaian makna implisit tadi ke dalam bahasa
sasaran juga merupakan hal yang tidak kalah pentingnya. Hal -hal inilah
yang telah memotivasi penulis untuk meneliti lebih dalam lagi mengenai
masalah makna implisit dalam terjemahan.

I.2 Identifikasi Masalah

Masalah yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah baik tidaknya
penerjemahan makna implisit pada novel Harry Potter and the Prisoner of
Azkaban karya J.K. Rowling. Dalam analisis akan dibahas penerjemahan
makna implisit dari bahasa sumber (bahasa Inggris) ke terjemahannya
dalam bahasa sasaran (bahasa Indonesia). Juga y ang akan dilihat adalah
upaya-upaya yang dilakukan penerjemah dalam mengalihbahasakan berbagai
bentuk makna implisit sehingga keutuhan teks dan makna yang ingin
disampaikan tetap terjaga. Sebagai landasan penelitian, penulis
mengambil teori mengenai makna implisit milik Larson yang dikutip dari
buku Meaning-Based Translation: A Guide to Cross-

Language Equivalence. Dalam buku ini Larson membagi makna implisit
menjadi makna

implisit referensial, makna implisit organisasional dan makna implisit
situasional. Dalam menerjemahkan ketiga jenis makna implisit tadi
dibutuhkan keterampilan untuk mencari padanannya dan kemampuan untuk
membuat keputusan yang tepat dalam menentukan apakah makna tadi akan
diekplisitkan atau tidak. Sehubungan dengan hal tersebut ada tiga
masalah yang dikaji dalam skripsi ini:

1. Menerjemahkan makna implisit referensial. Dalam menerjemahkan makna
implisit referensial penerjemah harus mengetahui referen yang dimaksud
terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah penerjemahan ini harus
dieksplisitkan atau tidak.

2. Menerjemahkan makna implisit organisasional. Dalam menerjemahkan
makna implisit organisasional struktur bahasa yang dipakai harus
diperhatikan. Apabila struktur bahasa tersebut mengimplisitkan sesuatu
maka harus dipertimbangkan mengenai perlu tidaknya untuk
mengeksplisitkan hal tersebut ke dalam bahasa sasaran.

3. Menerjemahkan makna implisit situasional. Situasi yang terjadi pada
saat ujaran

merupakan kunci dalam menerjemahkan makna implisit situasional. Apabila
dirasakan situasi yang dimaksud sudah cukup jelas maka makna implisit
tersebut tidak perlu dieksplisitkan.

Bersambung…….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: