UPAYA PENINGKATAN KEEFEKTIFAN DAN EFISIENSI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SEWON, BANTUL TAHUN AJARAN 2007/2008

*Identitas Tulisan*
*Proposal Bahasa Inggris*
*Berminat : Silahkan Ketik : Pesan S-English 7*
*Kirim Ke : 081949785959*
*Donasi Pulsa 5000,-*

* *

*Latar Belakang Masalah*

Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,
salah satu tujuan pembelaaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Atas
(SMA) adalah mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris
dalam bentuk lisan maupun tertulis. Kemampuan berkomunikasi ini meliputi
mendengarkan (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan
menulis (writing). Keempat kompetensi ini diharapkan mampu mempersiapkan
dan membekali siswa SMA untuk melanjutkan ke enjang pendidikan yang
lebih tinggi atau untuk memasuki dunia kerja terutama di sektor
yangmembutuhkan keterampilan berbahasa Inggris.

Untuk mencapai tujuan pembelajaran Bahasa Inggris seperti yang tercantum
dalam kurikulum, semua komponen yang terlibat dalam proses belaar
mengajar di sekolah harus turut memberikan dukungan. Dengan
memperhatikan bahwa setiap kelas mempunyai karakteristik yang
berbeda-beda, komponen-komponen yang terkait tersebut harus berupaya
meningkatkan keefektifan dan efisiensi proses belajar mengajar di kelas
sesuai dengan karakteristik masing-masing kelas.

Secara umum, tidak semua sekolah dapat dengan mudah mencapai tujuan
pembelajaran Bahasa Inggris sesuai dengan yang tercantum dalam
kurikulum. Masing-masing sekolah menemui kendala yang berbeda-beda dalam
mencapai tujuan tersebut. Dengan memperhatikan kesulitan-kesulitan yang
dihadapi dan solusi yang diperlukan untuk mengatasinya, maka peneliti
berpikir bahwa perlu ada upaya untuk meningkatkan keefektifan dan
efisiensi dalam pembelajaran Bahasa Inggris di setiap sekolah.
berdasarkan kenyataan tersebut, maka upaya-upaya ini pun bisa diterapkan
di SMA Negeri 1 Sewon, Bantul.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi
dalam pembelajaran Bahasa Inggris di kelas XI SMA Negeri 1 Sewon, Bantul
dengan menggunakan langkah-langkah penelitian tindakan (action
research). Untuk langkah pertama, peneliti akan terlebih dahulu
mengidentifikasi masalah-masalah yang mengganggu proses pembelajaran
Bahasa Inggris di sekolah ini.

*A. **Identifikasi Masalah*

Ada beberapa faktor yang turut berperan dalam
upaya peningkatan keefektifan pembelajaran Bahasa Inggris di kelas XI
SMA Negeri 1 Sewon, Bantul. Faktor-faktor tersebut adalah: guru, siswa,
materi yang diajarkan, teknik penyampaian materi, waktu, dan fasilitas
yang tersedia. Sedangkan efisiensi berhubungan dengan semua faktor yang
ada selama proses belajar mengajar. Selain berhubungan dengan
faktor-faktor yang terlibat dalam proses belajar mengajar, pembelajaran
Bahasa Inggris juga berhubungan dengan empat macam keterampilan bahasa
yaitu listening, speaking, reading, dan writing.

Untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi pembelajaran Bahasa
Inggris, faktor-faktor di atas (guru, siswa, materi yang diajarka,
teknik penyampaian materi, waktu, dan fasilitas yang tersedia)
berhubungan dengan keempat keterampilan bahasa tersebut. Dari sudut
pandang guru, keefektifan proses belajar mengajar dipengaruhi oleh
penguasaan guru tentang grammar, kosakata, dan konteks wacana. Selain
itu juga berhubungan dengan materi yang akan diajarkan. Pembelajaran
yang efektif juga dipengaruhi oleh teknik mengajar guru. Biasanya, siswa
akan merasa bosan jika harus mengerjakan kegiatan yang sama
terus-menerus. Perasaan seperti ini akan menguarangi konsentrasi siswa
sehingga mereka tidak akan menangkap materi dengan baik.

Effective reading tampaknya akan berpengaruh pada effective writing.
Sebagai keterampilan reseptif, reading memberikan stimulus pada writing
(keterampilan produktif). Keefektifan pembelajaran reading dan writing
dari sudut pandang guru kemungkinan akan memberikan hasil yang optimal
jika guru menggunakan potensinya secara efisien. Efisiensi pembelajaran
reading juga dipengaruhi oleh penggunaan fasilitas yang tersedia.
Penggunaan fasilitas yang tersedia secara optimal akan membantu siswa
dalam memahami materi yang diajarkan dan memberikan pengetahuan serta
gagasan untuk dikembangkan dalam writing. Biasanya siswa akan menemukan
gagasan ketika mereka menghubungkan pembelajaran bahasa dengan kondisi
di sekelilingnya.

Keterampilan bahasa yang lain yaitu listening dan speaking. Dari sudut
pandang guru, effectif listening berkaitan dengan penguasaan guru
terhadap grammar, kosakata, dan pronunciation. Mereka yang menguasai
ketiga faktor tersebut akan dapat memahami pembicaraan orang lain dengan
mudah. Guru adalah sumber pengetahuan di kelas, oleh karena itu
kompetensi yang dimilikinya uga akan berpengaruh terhadap keberhasilan
proses belajar mengajar.

Pembelajaran listening yang efektif akan berpengaruh positif terhadap
speaking karena keberhasilan dalam listening membuat pembelajarn
speaking lebih mudah. Keefektifan ini juga tergantung pada informasi
yang disampaikan guru terhadap siswa. Praktik berbahasa Inggris di dalam
kelas akan membentu siswa mengekspresikan gagasannya dalam bahasa
Inggris. Pembelajaran listening dan speaking akan lebih efisien jika
guru memberikan masalah-masalah untuk didiskusikan. Dalam diskusi ini,
beberapa siswa mempraktikkan listening dan yang lainnya mempraktikkan
speaking. Jadi, pembelajaran listening dan speaking ini bisa dilakukan
secara terpadu.

Keefektifan dan efisiensi dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris
tidak hanya dilihat dari sudut pandang guru saja, karena proses belajar
mengajar juga berhubungan dengan faktor-faktor yang lain. Jika dilihat
dari sudut pandang siswa, pembelajaran reading tergantung pada kebutuhan
siswa untuk membaca. Kebutuhan itu bisa saja dilakukan untuk melakukan
kegiatan tertentu, seperti menjawab pertanyaan dulu kemudian baru
membeca materi. Jadi, mereka bisa menemukan apa yang mereka butuhkan
dengan mudah.

Jika dilihat dari sudut pandang siswa, keefektifan dalam pembelajaran
listening bergantung pada konsentrasi mereka selama proses belajar
mengajar, penguasaan kosakata, dan pronunciation. Seperti pada reading,
agar pembelajaran listening lebih efektif maka siswa harus terlebih
dahulu mengetahui kebutuhannya, sehingga mereka tahu apa yang harus
mereka dengarkan.

Keefektifan dalam pembelajaran speaking berhubungan dengan keaktifan
siswa dalam proses belajar mengajar. Siswa yang aktif akan memperoleh
lebih banyak kesempatan untuk mengungkapkan gagasannya sehingga akan
lebih lancar berbicara dalam bahasa Inggris. Selain dipengaruhi oleh
peran siswa di dalam kelas, proses belajar mengajar juga dipengaruhi
oleh penggunaan fasilitas yang tersedia. Penggunaan fasilitas
pembelajaran secara optimal akan sangat membantu proses belajar mengajar
Bahasa Inggris.

Jika dilihat dari sudut pandang materi yang diajarkan, keefektifan
pembelajaran reading berhubungan dengan tingkat kesulitan materi. Materi
yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari akan lebih efektif karena
sudah akrab dengan siswa, sehingga mereka akan lebih mudah memahami
materi tersebut.

Dalam pembelajaran writing, keefektifan berhubungan dengan fase-fase
dalam menggunakan materi yang diperoleh. Misalnya, proses belajar
mengajar dimulai dari pembelajaran kata dalam kalimat, menyusun kalimat
menjadi paragraf yang baik, dan menyusun paragraf menjadi teks.
Pemberian materi secara tepat akan memberikan hasil yang optimal. Selain
itu, faktor lain yang turut berpengaruh adalah penggunaan waktu dan
tenaga secara efisien. Efisiensi dalam penggunaan waktu dan tenaga akan
membantu siswa dalam menghasilkan pekerjaan yang lebih baik dalam writing.

Berhubungan dengan materi yang diajarkan, keefektifan pembelajaran
listening dipengaruhi oleh keautentikan materi tersebut. Siswa akan
lebih mudah memahami materi yang berhubungan dengan masalah-masalah yang
sering mereka dengar, misalnya berita dari televisi atau radio,
prakiraan cuaca, instruksi, pengumuman, lagu, dan sebagainya. Selain
dipengaruhi oleh pembicara yang mereka dengarkan, apakah pembicara itu
penutur asli atau bukan, efisiensi dapat dicapai melalui penggunaan
fasilitas seperti laboratorium bahasa dan tape recorder.

Keautentikan materi juga berpengaruh pada keefeektifan pembelajaran
speaking. Siswa akan lebih mudah mengekspresikan masalah-masalah
yangsering mereka hadapi dalam kehidupannya. Dalam mengungkapkan
masalah-masalah itu, siswa akan melibatkan pikiran dan perasannya
sehingga komunikasi yang dilakukan akan tampak natural. Efisiensi dalam
speaking berhubungan dengan level siswa. Siswa dibagi dalam tiga level,
yaitu beginner (pemula), intermediate, dan advanced. Bagi pemula, akan
lebih efektif dan efisien jika diberikan materi yang sederhana dulu
kemudian baru materi yang lebih kompleks.

Berhubungan dengan teknik yang dipakai dalam proses belajar mengajar,
pembelajaran reading berhubungan dengan mikro skills: scanning,
skimming, explicit dan implicit reading, menarik kesimpulan dari
konteks, dan membaca untuk hiburan. Keefektifan berhubungan dengan mikro
skills yang terlibat. Penggunaan teknik yang bervariasi dalam
pembelajaran akan mengurangi kebosanan siswa. Selain itu, efisiensi juga
berhubungan dengan karakteristik kelas. Misalnya untuk kelas yang pasif,
explicit reading dan membaca untuk hiburan akan lebih sesuai.

Pembelajaran listening dapat dilakukan dengan berbagai teknik, misalnya
mendengarkan tape recorder, menjawab pertanyaan berdasarkan teks,
menulis ulang lagu, mendengarkan radio dan televisi, dan sebagainya.
Keefektifan berhubungan dengan pemilihan teknik yang tepat untuk kelas
tertentu. Sedangkan efisiensi berhubungan dengan penggunaan fasilitas
yang tersedia.

Keefektifan dalam pembelajaran speaking berkaitan dengan kegiatan siswa
selama proses belajar mengajar, apakah mereka aktif atau tidak. Salah
satu upaya untuk mendorong siswa menjadi aktif adalah dengan menggunakan
information gap. Caranya dengan membagi kelas menjadi dua kelompok.
Kelompok A mendapatkan informasi yang tidak diketahui oleh kelompok B,
dan sebaliknya. Dengan cara ini akan terjadi komunikasi antara kelompok
A dan B secara alami. Untuk memperoleh hasil yang optimal, proses ini
harus efisien. Dalam hal ini efisiensi berhubungan dengan topik, apakah
topik itu menarik atau tidak.

Berhubungan dengan waktu dan tempat yang tepat untuk proses belajar
mengajar, tidak ada perbedaan antara reading, listening, speaking, dan
writing. Keefektifan dan efisiensi tergantung pada tingkat kesulitan
materi. Misalnya, reading dan writing membutuhkan banyak konsentrasi,
oleh karena itu akan lebih efektif jika dilakukan pada pagi hari.
Sedangkan untuk pembelajaran listening dan speaking dapat dilakukan pada
siang hari.

Keefektifan dan efisiensi berhubungan dengan tempat yang sesuai untuk
proses belajar mengajar listening, speaking, reading, dan writing
berkaitan dengan ketersediaan media di dalam kelas. Misalnya,
pembelajaran reading, speaking, dan writing dapat dilakukan di dalam
kelas. Tetapi, pembelajaran listening akan lebih efektif dan efisien
jika dilakukan di laboratorium bahasa, karena disana tersedia peralatan
yang diperlukan untuk pembelajaran seperti tape recorder, kaset, dan
sebagainya.

Penelitian ini dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan keefektifan dan
efisiensi dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris pada kelas XI SMA
Negeri 1 Sewon, Bantul pada tahun ajaran 2005/2006.

* *

*B. **Pembatasan Masalah*

Masalah-masalah dalam penelitian ininterfokus pada pengenalan dan
penerapan tindakan-tindakan yang dapat dilakukan oleh semua komponen
yang terlibat dalam proses pembelajaran untuk turut berperan dalam upaya
untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi dalam proses belajar
mengajar Bahasa Inggris di kelas XI SMA Negeri 1 Sewon, Bantul pada
tahun ajaran 2005/2006.

* *

*C. **Rumusan Masalah*

Seperti apakah perencanaan, penerapan, dan evaluasi
yang dilakukan untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi dalam proses
belajar mengajar Bahasa Inggris di kelas XI SMA Negeri 1 Sewon, Bantul
pada tahun ajaran 2005/2006?

*D. **Tujuan Penelitian*

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
bentuk-bentuk perencanaan, penerapan, dan evaluasi yang dilakukan dalam
upaya untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi dalam proses belajar
mengajar Bahasa Inggris di kelas XI SMA Negeri 1 Sewon, Bantul pada
tahun ajaran 2005/2006.

* *

*E. **Manfaat Penelitian*

1. Bgi guru Bahasa Inggris di kelas XI SMA Negeri 1 Sewon, Bantul,
hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk
mengembangkan aktifitas yang efektif dan efisien dalam
pembelajaran Bahasa Inggris,
2. Bagi guru-guru yang lain, baik dari sekolah ini maupun dari
sekolah lain, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai contoh
untuk mengembangkan aktifitas yang efektif dan efisien dalam
pembelajaran di kelas.
3. Bagi Kepala SMA Negeri 1 Sewon, hasil penelitian ini dapat
dijadikan sumber informasi untuk menyusun atau merencanakan proses
belajar mengajar secara terpadu yang efektif dan efisien.
4. Bagi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sewon, penelitian ini dapat
digunakan sebagai sarana untuk mengungkapkan gagasan dalam rangka
mengembangkan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.
5. Bagi peneliti, penelitian ini dapat memberikan pengalaman yang
sangat bermanfaat, terutama untuk mengembangkan proses belajar
mengajar yang efektif dan efisien.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: