Aspek-Aspek Harga Diri

Aspek-Aspek Harga Diri

Menurut Maslow (Schultz, 1991) ada dua aspek utama yang mempengaruhi harga diri individu, yaitu :

a.       Penghargaan dari diri sendiri

Penghargaan dari sendiri adalah berupa keyakinan bahwa individu merasa aman dengan keadaan dirinya, merasa berharga dan adekuat. Ketidakmampuan merasakan diri berharga membuat individu merasa rendah diri, kecil hati, tidak berdaya dalam menghadapi kehidupan. Perasaan berharga terhadap diri dapat ditumbuhkan melalui pengetahuan yang baik tentang diri serta mampu menilai secara obyektif kelebihan-kelebihan maupun kelemahan-kelamahan yang dimiliki. Jadi, individu dapat menghargai dirinya bila individu mengetahui siapa dirinya.

b.      Penghargaan dari orang lain

Keberartian ini dikaitkan dengan penerimaan, perhatian, dan afeksi yang ditunjukkan oleh lingkungan. Bila lingkungan memandang individu memiliki arti, nilai, serta dapat menerima inidividu apa adanya maka hal itu memungkinkan individu untuk dapat menerima dirinya sendiri, yang pada akhirnya mendorong individu memiliki harga diri tinggi atau yang positif. Sebaliknya bila lingkungan menolak dan memandang individu tidak berarti maka individu akan mengembangkan penolakan dan mengisolasi diri. Sulit untuk mengetahui apakah orang lain sebenarnya menghargai atau tidak, oleh sebab itu individu perlu merasa yakin bahwa orang lain berpikir baik tentng dirinya. Ada banyak cara supaya orang lain menghargai individu, antara lain melalui reputasi, status sosial, popularitas, prestasi, atau keberhasilan lainnya di dalam lingkungan masyarakat, kerja, sekolah, dan lain-lain.

Aspek-aspek yang dikemukan Maslow tersebut di atas masih bersifat global. Aspek-aspek harga diri secara lebih rinci dikemukakan oleh Coopersmith (1967), yaitu :

a.      Keberartian Diri (Significance)

Hal itu membuat individu cenderung mengembangkan harga diri yang rendah atau negatif. Jadi, berhasil atau tidaknya individu memiliki keberartian diri dapat diukur melalui perhatian dan kasih sayang yang ditunjukkan oleh lingkungan.

b.      Kekuatan Individu (Power)

Kekuatan di sini berarti kemampuan individu untuk mempengaruhi orang lain, serta mengontrol atau mengendalikan orang lain, di samping mengendalikan dirinya sendiri. Apabila individu mampu mengontrol diri sendiri dan orang lain dengan baik maka hal tersebut akan mendorong terbentuknya harga diri yang positif atau tinggi, demikian juga sebaliknya. Kekuatan juga dikaitkan dengan inisiatif. Pada individu yang memiliki kekuatan tinggi akan memiliki inisiatif yang tinggi. Demikian sebaliknya.

c. Kompetensi (Competence)

Kompetensi diartikan sebagai memiliki usaha yang tinggi untuk mendapatkan prestasi yang baik, sesuai dengan tahapan usianya. Misalnya, pada remaja putra akan berasumsi bahwa prestasi akademik dan kemampuan atletik adalah dua bidang utama yang digunakan untuk menilai kompetensinya, maka individu tersebut akan melakukan usaha yang maksimal untuk berhasil di bidang tersebut. Apabila usaha individu sesuai dengan tuntutan dan harapan, itu berarti invidu memiliki kompetensi yang dapat membantu membentuk harga diri yang tinggi. Sebaliknya apabila individu sering mengalami kegagalan dalam meraih prestasi atau gagal memenuhi harapan dan tuntutan, maka individu tersebut merasa tidak kompeten. Hal tersebut dapat membuat individu mengembangkan harga diri yang rendah.

d. Ketaatan Individu Dan Kemampuan Memberi Contoh (Virtue)

Ketaatan individu terhadap aturan dalam masyarakat serta tidak melakukan tindakan yang menyimpang dari norma dan ketentuan yang berlaku di masyarakat akan membuat individu tersebut diterima dengan baik oleh masyarakat. Demikian juga bila individu mampu memberikan contoh atau dapat menjadi panutan yang baik bagi lingkungannya, akan diterima secara baik oleh masyarakat. Jadi ketaatan individu terhadap aturan masyarakat dan kemampuan individu memberi contoh bagi masyarakat dapat menimbulkan penerimaan lingkungan yang tinggi terhadap individu tersebut. Penerimaan lingkungan yang tinggi ini mendorong terbentuknya harga diri yang tinggi. Demikian pula sebaliknya.

Kesimpulannya, ada empat aspek yang berpengaruh dalam pembentukan harga diri, yaitu 1) keberartian diri, 2) kekuatan individu, 3) ketaatan individu dan kemampuan memberi contoh, serta 4) kompetensi individu. Keempat aspek tersebut yang menjadi dasar bagi Coopersmith dalam menyusun skala harga diri, baik yang berbentuk panjang maupun pendek. Keempat aspek tersebut yang akan digunakan dalam mengungkap harga diri pada penelitian ini, sebab keempat aspek tersebut memiliki cakupan yang lebih luas bila dibandingkan aspek yang dikemukakan oleh Maslow dan dapat mewakili pendapat beberapa ahli tersebut di atas.

3. Faktor-Faktor Pembentuk Harga Diri

Faktor-faktor lain yang turut berpengaruh dalam pembentukan harga diri adalah :

a.       Lingkungan Sosial

Maslow (Schultz, 1991) mengatakan bahwa harga diri seseorang dipengaruhi oleh lingkungan. Penghargaan yang diberikan orang lain terhadap individu sulit diketahui, maksudnya individu tidak mengetahui apakah orang lain menyukai dirinya atau tidak. Individu perlu mengembangkan pola pikir yang positif tentang pendapat orang lain terhadap dirinya. Individu perlu yakin bahwa orang lain berpikir baik tentang dirinya. Seiring dengan keyakinan tersebut individu perlu mengembangkan sejumlah kemampuan, bakat atau aktifitas positif lainnya agar orang lain menghargai individu. BERSAMBUNG…………………….

Berminat Dengan Skripsi Versi Lengkapnya?
Judul Asli Penelitian : “Pengaruh Pelatihan Penerimaan Diri Terhadap Peningkatan Harga Diri Pada Remaja Penyandang Cacat Tubuh Kaki”
Kondisi : Lengkap + Skala Penelitian
Kode Skripsi : SPS-01
DONASI : Rp.50.000,-

PEMESANAN Melalui SMS
Ketik : SPS-01 (spasi) Email anda
Kirim Ke : 081949785959

PEMBAYARAN
Transfer Donasi Anda Ke :
No Rek : 3185-01-000831-50-7
a/n : Nur Fatimah
BANK RAKYAT INDONESIA (BRI)
Silahkan Konfirmasikan Kepada Kami Setelah Anda Transfer Donasi Anda, Dan File Kami Kirimkan Langsung Ke Email Anda.
DIJAMIN 100% TIDAK ADA PENIPUAN.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: