Aspek-aspek Kompetensi Interpersonal

Kompetensi Interpersonal

1.  Pengertian Kompetensi Interpersonal

Kompetensi interpersonal yaitu kemampuan melakukan komunikasi secara efektif (DeVito, 1995). Keefektifan dalam hubungan interpersonal ditentukan oleh kemampuan untuk mengkomunikasikan secara jelas apa yang ingin disampaikan, menciptakan kesan yang diinginkan, atau mempengaruhi orang lain sesuai dengan yang diinginkannya (Johnson, 1981). Komunikasi yang efektif minimal menimbulkan lima hal yaitu pengertian, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang semakin baik, dan tindakan (Rakhmat, 1985).

Pengetahuan tentang konteks pembicaraan yang sesuai dan tidak sesuai dalam interaksi interpersonal dan pengetahuan tentang peraturan-peraturan dalam perilaku nonverbal, misalnya; batasan dalam kedekatan fisik dengan orang lain dan volume suara, merupakan bagian dari kompetensi interpersonal (DeVito, 1995). Buhrmester dkk (1988) mengungkapkan bahwa kompetensi interpersonal meliputi kemampuan berinisiatif, kemampuan bersikap terbuka, kemampuan bersikap asertif, kemampuan memberikan dukungan emosional, dan kemampuan mengelola konflik yang muncul dalam hubungan interpersonal.

Kompetensi interpersonal banyak didapatkan individu melalui proses belajar, mengobservasi orang lain, melalui petunjuk atau instruksi yang jelas, melalui trial dan error, dan lain-lain. Kompetensi interpersonal yang lebih baik akan didapatkan jika individu tersebut menambah dan memperbaiki pengetahuannya tentang komunikasi interpersonal. Kompetensi interpersonal yang lebih baik ini akan menyebabkan individu tersebut mendapatkan lebih banyak pilihan dalam melakukan interaksi, sehingga kemungkinan besar akan menghasilkan hubungan interpersonal yang efektif (DeVito, 1995).

Komunikasi interpersonal tidak hanya terjadi melalui hubungan langsung antar individu. Komunikasi interpersonal tidak harus melalui oral, tetapi dapat melalui gerak isyarat, sentuhan, atau melalui telpon. Selama proses komunikasi interpersonal terjadi pertukaran umpan balik. Umpan balik (feedback) menceritakan pada komunikan dampak yang dirasakan oleh pendengar. Umpan balik akan menyebabkan komunikan atau pembicara menyesuaikan, memodifikasi, memperkuat pesan, atau merubah isi atau bentuk dari pesan. Umpan balik dapat diperoleh dari diri sendiri maupun orang lain. Umpan balik dari diri sendiri dapat diperoleh ketika individu menyampaikan pesan, individu mendengarkan apa yang individu katakan dan melihat apa yang individu tulis. Umpan balik dari orang lain dapat berupa kerutan dahi, senyuman, tepukan, atau dengan memotong pembicaraan (DeVito, 1995).

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan dapat disimpulkan bahwa kompetensi interpersonal adalah kemampuan seseorang dalam melakukan komunikasi interpersonal secara efektif. Kemampuan-kemampuan ini meliputi kemampuan berinisiatif, kemampuan bersikap terbuka, kemampuan bersikap asertif, kemampuan memberikan dukungan emosional, dan kemampuan mengelola konflik yang muncul dalam hubungan interpersonal.

 

2.      Aspek-aspek Kompetensi Interpersonal

Menurut Burhmester dkk (1988), ada lima aspek kompetensi interpersonal, yaitu:

a.       Kemampuan berinisiatif

Kemampuan berinisiatif yaitu kemampuan untuk bertingkah laku secara bebas dan kemampuan untuk memulai suatu hubungan (Chaplin, 2002). Menurut Buhrmester dkk (1988), ada beberapa bentuk perilaku yang mencerminkan adanya kemampuan berinisiatif dalam hubungan interpersonal, antara lain :

1). Meminta atau mengusulkan pada kenalan baru untuk melakukan aktivitas bersama.

2). Menemukan dan mengusulkan sesuatu yang menarik untuk dilakukan dengan kenalan baru.

3). Melanjutkan percakapan dengan kenalan baru.

4). Menunjukkan kesan pertama yang menyenangkan ketika berkenalan.

5). Melanjutkan hubungan dengan kenalan baru. Misalnya : Menelpon kenalan baru kemudian membuat janji bertemu untuk melakukan kegiatan bersama. Buhrmester (1990) mengatakan bahwa inisiatif dalam persahabatan yaitu seberapa baik individu untuk menelpon temannya dan mengatur waktu untuk melakukan kegiatan bersama.

6). Memulai hubungan baru dengan sekumpulan orang yang belum dikenal secara lebih jauh.

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan dapat disimpulkan bahwa kemampuan berinisiatif adalah kemampuan untuk memulai hubungan, melanjutkan hubungan dan membina suatu hubungan yang lebih menarik dengan orang lain. BERSAMBUNG………………………

Berminat Dengan Skripsi Versi Lengkapnya?
Judul Asli Penelitian : “Kompetensi Interpersonal Dan Kepercayaan Diri Pada Remaja Berorganisasi Dan Tidak Berorganisasi”
Kondisi : Lengkap + Skala Penelitian
Kode Skripsi : SPS-11
DONASI : Rp.50.000,-

PEMESANAN Melalui SMS

Ketik : SPS-11 (spasi) Email anda
Kirim Ke : 081949785959

PEMBAYARAN

Transfer Donasi Anda Ke :
No Rek : 3185-01-000831-50-7
a/n : Nur Fatimah
BANK RAKYAT INDONESIA (BRI)
Silahkan Konfirmasikan Kepada Kami Setelah Anda Transfer Donasi Anda, Dan File Kami Kirimkan Langsung Ke Email Anda.
DIJAMIN 100% TIDAK ADA PENIPUAN.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. apakah ada buku referensi mengenai kompetensi interpersonal?? boleh minta infony? terimakasih

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: