[psikologi_transformatif] Digest Number 5961

There are 9 messages in this issue.

Topics in this digest:

1. KITTO
From: nneonlight

2a. Re: The Reflection
From: nneonlight

3. Indeks yang Ngaco
From: Anwar Holid

4. Filsafat, Spiritual, Agama dan Shit, Sampah..
From: Leonardo Rimba

5a. Best Hosting Plan
From: Loan & Insurance Products
5b. Best Hosting Plan
From: Loan & Insurance Products

6a. Best Loan & Insurance Products
From: Loan & Insurance Products
6b. Best Loan & Insurance Products
From: Loan & Insurance Products

7. Sholat Menentramkan Hati
From: muhamad agus syafii

Messages
________________________________________________________________________
1. KITTO
Posted by: "nneonlight" nneonlight@yahoo.co.uk nneonlight
Date: Sun Jan 17, 2010 9:49 am ((PST))

"Anak2, kalian mendapat teman baru, namanya Ari. Ari berasal dari bumi, jadi kalian tolong bantu dia, ya, karena Ari susah memahami bahasa kita yang berat dan abstrak."

"Bumi itu di mana, sih Bu Guru ?" Tanya Badu.

"Well, bumi itu salah satu planet dalam susunan tata surya, yang berpusat pada matahari. Tata surya terdiri dari benda2 langit yang tertangkap oleh gaya gravitasi matahari, termasuk bumi. Jarak bumi sendiri dari matahari rata2 93 juta mil atau 149, 6 juta km."

Anak2 berseru kagum. Tapi ternyata mereka berseru kagum seraya melihat Ari, anak baru yang berasal dari bumi. Ari menjadi tersipu, namun juga sedikit bingung mendengar penjelasan Ibu Guru yang menurutnya, menggunakan bahasa yang berat dan abstrak, sehingga susah dipahami.

"Memangnya Ibu Guru siapa ?" Tanyanya takut2.

Ibu Guru menatap Ari tajam, lalu mengibaskan rambutnya dengan gaya yang anggun.

"Akulah Apollo, dewa matahari, keteraturan, dan impian. Dan dikau Dionysius, dewa kekacauan, kesuburan dan ekstase."

Ari melongo.

"Tapi Apollo kan laki2. Ibu Guru perempuan." Protesnya terbata.

"Jangan menggunakan isu gender di sini ya." Ibu Guru mendelik sehingga Ari menjadi semakin gugup.

Kasihan.

"Anak2, salah satu hal yang sedang membuat bumi resah dan reseh adalah isu korupsi itu. Namun sekalipun demikian, yang membuat Ibu Guru sedikit heran, dalam kenyataannya, yang justru dititikberatkan adalah pada aspek normatif dari tindak korupsi itu, yang cenderung mengaburkan realitas dan kenyataan yang terjadi, dengan sebab dan akibatnya. Sehingga biasanya yang diusung hanyalah aspek penyalahan pada pelaku, bukan untuk tindak korupsi itu sendiri."

"Memang tindak korupsi itu sendiri menunjukkan tidak adanya integritas personal terhadap tanggung jawab, khususnya tanggung jawab di ranah publik."

"Maksudnya bagaimana, Bu Guru, Ari kurang mengerti." Ari yang berasal dari bumi tampak kebingungan.

"Begini, Ari." Ibu Guru yang baik hati menjelaskan lebih lanjut, "Di sini, bila kita hendak berbicara mengenai pemberantasan tindak korupsi, kita tidak berbicara perihal tingkat paling dasar pemberantasan korupsi seperti yang dilakukan KPK di tempatmu, yaitu dengan menangkap pelaku2 dengan memasang alat2 sadap (bukankah itu seperti tindakan menjebak ? Tidak ada orang yang suka dijebak, bukan)."

"Tapi untuk memberantas tindak korupsi, kita harus berbicara dalam ranah yang lebih tinggi, yaitu akar penyebabnya."

"Dengan kata lain, yang harus dipelajari adalah tentang tempat asal muasalnya, sifat/karakter dan polanya. Karena tindak korupsi tidak berdiri sendiri, namun merupakan suatu proses yang sangat kompleks dan melibatkan tingkah laku manusia2 (lebih dari satu) dan faktor2 lain, yang beberapa faktornya susah dikenali ataupun diukur diantaranya termasuk sistem dan aturannya."

"Sehingga yang harus benar2 diperangi adalah aturan dan sistem yang korup, karena kalau kita mau menangkap koruptor, barangkali semua yang duduk di pemerintahan itu bisa disebut pelaku, termasuk wakil rakyat itu sendiri (walaupun barangkali ada juga beberapa yang boleh disebut benar2 bersih)."

"Lagipula secara naturenya, orang2 tidak mau disebut2 namanya, dipersalahkan dan dipermalukan. Walaupun tentu saja kita boleh memberhentikan dengan hormat beberapa yang 'tidak tertolong lagi'."

"Dan selanjutnya alokasi dana publik harus dilakukan secara rasional dan transparan. Selain itu juga dilakukan pembenahan dalam sistem dan aturan yang korup menjadi jelas dan rasional. Dan kemudian semuanya melakukan tugas dan kewajiban masing2 dengan sikap penuh integritas. Karena bagaimanapun juga, setiap pekerjaan membutuhkan pengetahuan dan loyalitas baru dapat berhasil dengan baik."

Ibu Guru tiba2 tersentak dan menghentikan penjelasannya, karena melihat raut aneh murid2nya. Bola mata mereka sampai berputar2 dengan rambut yang berdiri kaku.

Mereka terlalu stress, pikir Ibu Guru khawatir.
Bagaimana ini ?

Akhirnya Ibu Guru memutuskan untuk menyalakan AC, supaya hawa yang panas terik, sedikit sejuk dengan AC yang disandang lewat nama murid baru bernama Ari ini (konon inilah asal muasal isu mengapa matahari diramalkan semakin dingin).

—————————-

Di bagian lain bernama bumi, aku membaca kembali fragmen2 itu, dengan kata2nya yang menyerang dan menusuk2.

Semua terlihat asing, dan terkesan ketinggalan zaman, dengan banyak editor pada tiap2 bagiannya.

Siapa yang menuliskannya, aku tidak mengerti.
Atau apakah penulisnya dirahasiakan ?

Para pemainnya orang2 yang temperamental. Ada juga yang pemarah. Dan ada yang mendapat peran sebagai orang mati. Tapi mereka menyebutnya sebuah lelucon, hanya sebatas itu.

Namun yang pasti, tidak ada yang melihat alasan untuk menuliskan permintaan maaf. Sesekali memang mereka berhenti, ketika orang2 menatap dengan pandangan menuduh.

Segala pertanyaan malah dikembalikan dalam plastik2 pengaman. Yang penting adalah pemilikan nilai komersil. Aku membenci ketidakjujuran, kata orang2 itu.

Tentu saja. Aku sangat mengerti betapa buruknya bila dikenang sebagai penipu.

Jadi akhirnya aku mengambil kesimpulan.

Barangkali kita adalah orang2 yang takut ketinggalan zaman. Apapun yang dilihat, akan segera ditiru dalam minggu ini juga. Mereka membuat hidup menjadi tidak jelas, dan mereka berkata bahwa itu adalah kebudayaan. Kebudayaan apa ?

Dengan jas2nya, mereka mengibaskan dan menjatuhkan hukum, dan berjalan keluar ruang sidang yang hening dengan penuh kemenangan, langkah yang ringan, dan bahu yang tegap.

Kini bolehkah aku bertanya, kira2 menurut kalian, adakah kemungkinan bagi seseorang untuk berpikiran luas ?
Atau seseorang yang berpikiran luas mengartikan kata petunjuk yang digunakan oleh penulis di sini.

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2a. Re: The Reflection
Posted by: "nneonlight" nneonlight@yahoo.co.uk nneonlight
Date: Sun Jan 17, 2010 9:53 am ((PST))

Tu_tu, kayaknya maksud kalimat nneonlight gak demikian deh. Coba dibaca dua kali ya, atau tiga kali, atau empat kali, atau berkali2…
dan rasanya nneonlight belum pernah memahami Lorena, sebagai bahwa jika Lorena ingin ditinggali sebagai Home and Shelter, penyakit social tersebut kudu nggak ada dulu

Tapi, at least, nneonlight setuju hal yang satu lagi, bahwa memang ternyata nyari anak-anak pinter susah, apalagi di ranah roh halus

huahahaha…..

salam, nneonlight

—————————————-

"Itulah seharusnya sebuah negara, anak2. Tempat kita saling menghormati dan saling menyayangi, karena itu adalah way of life, suatu cara dan pandangan hidup. Kira2 sudah mengerti tidak ?"

"Tidaaaaaaaaaaaaaaa aaakkkkkkk, Buuu Guruuuuuuuuu. .." End of quote.

TuHanTu: Interesting, bahwa Mbak Nneonlight, merefleksikan Lorena sebagai â€"seharusnya- sebuah Negara. Dan dalam kondisi real sedang digaluti penyakit social so called corruption. Artinya barangkali bahwa jika Lorena ingin ditinggali sebagai Home and Shelter, penyakit social tersebut kudu nggak ada dulu… Wah, memang ternyata nyari anak-anak pinter susah…

— In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, TuHanTu <dogod.godog@…> wrote:
>
> Sebelum masuk dalam pijat-pijit refleksi ini, saya berterima kasih sekaligus mohon izin untuk mengutip tanggapan Mas Hudan dan Mbak NneonLight atas Lorena sebagai bagian dari penulisan berjamaah tersebut… Based on the following quote:
>  
> Quote : All have their own space, reflected by their own thoughts and structured by its own time frames. End of quote
>  
> Memang, dalam prosesnya juga penulis-penulis yang terlibat dalam cerita itu, menganalogikan Lorena sesuai interpretasinya masing-masing, antara lain planet bumi, keyakinan (merasakan adanya benturan keyakinan) dan Negaranya. Dan ketika Lorena mengalami masalah ada yg keluar dari proyek penulisan tersebut, tapi ada lagi yg lain masuk….
>  
> Bagi saya menarik mengikuti naik-turunnya  gejala psikis akibat dari: the words playing their theatrical acrobatic roles…Jadi bukan sekedar the words dan permainan katanya saja… It is a way to see, if somebody actually could and can go beyond symbols or stuck with them. Isengly speaking, itu amatan saya dalam proses penulisan berjamaah terhadap penulis-penulisnya. Sample, jika seseorang stuck dalam penyimbolan atas term ´tuhan´ dengan dan/atas sebagai ´cinta´ (yg juga merupakan penyimbolan atas gejala psikis yg mirip dengan penyimbolan ´tuhan´) they would have problem with the following quote….
> ´Ada yg mampu melampaui symbol, ada yang ngacir… J
>
> Quote: Lorena is a city where love is nothing, but some kind of aromatic odor that can be smelled freely thru the way of life, compassion, respect and it is a place where fear is not a believe. End of quote.
>  
> Tiba-tiba term ´cinta´ menjadi sesuatu yg biasa-biasa saja, sesuatu yang sepele, mungkin tak ubahnya dengan aroma kopi yg biasa kita hirup sehari-hari… Minjam term Mas Hudan, hal itu adalah bahasa yg ´turun´?…
>  
> Eniwei, lanjut…:-)
>
>
> "Itulah seharusnya sebuah negara, anak2. Tempat kita saling menghormati dan saling menyayangi, karena itu adalah way of life, suatu cara dan pandangan hidup. Kira2 sudah mengerti tidak ?"
>
> "Tidaaaaaaaaaaaaaaa aaakkkkkkk, Buuu Guruuuuuuuuu. .." End of quote.
>  
> TuHanTu: Interesting, bahwa Mbak Nneonlight, merefleksikan Lorena sebagai â€"seharusnya- sebuah Negara. Dan dalam kondisi real sedang digaluti penyakit social so called corruption. Artinya barangkali bahwa jika Lorena ingin ditinggali sebagai Home and Shelter, penyakit social tersebut kudu nggak ada dulu… Wah, memang ternyata nyari anak-anak pinter susah…
>  
> Untuk tanggapan Mas Hudan atas Lorena saja yang saya kutip di sini, selebihnya adalah perbincangan antara Mas Hudan dan Mbak NneonLight (…all have their own space)
>  
> Hudan Hidayat: Lorena adalah kota yang kita idamkan bersama. tapi dengan bahasa yang dinaikkan bukan dengan bahasa yang diturunkan.
>  
> TuHanTu: Then apa yang akan Mas Hudan lakukan jika Anda adalah warganya, tapi ternyata kota Lorena (something that you dreaming of, or perhaps your own city) hanya masalah waktu akan mengalami kehancuran?… (it is a matter of time, or… bed and hole)…
>  
> Dalam cerita, kota tersebut akhirnya ditinggalkan oleh Raja beserta beberapa pengawal untuk menuju sebuah gunung, Gorgo Mountain… PatanYali tidak dibiarkan untuk ikut (proses keputusan bagi siapa yg ikut dan siapa yg tinggal di Lorena, ditentukan oleh para penulis, bukan oleh fixed-scenario.)
>  
> Now allow me to put some lines of the reflection based on my own thoughts, as follows:
>  
> Saya merefleksikan Lorena sesuai mungkin  dari format dan tema dari keempat social network creators beserta pengalaman personal para pendiri the ´Voyager´.
>  
> Sekedar contoh:
>  
> 1. Fulfilled by the echoes of laughter and the warm greet by the people.
> 2. Nobody really know what strength is, until someone walking along the silence of that cold lonely path then face to face with the wisdom of death that hanging out in every corner of the nerves
>  
> Adalah refleksi dari social network dan pengalaman pribadi yg berperan sebagai ´Ratu´ dalam cerita kroyokan. Dalam kehidupan pribadi, pendiri Voyager ini adalah survivor dari penyakit ganas Kanker dan melawannya dengan mentertawakan kanker tersebut yang dia proyeksikan dalam social networknya dan NGO-nya…
>  
> ..3. Animals have their own feelings about what a home really is. The plants and colorful flowers fed by the light made by the seed of rainbow.
>  
> Merupakan refleksi dari social network tentang binatang, bumi dan native philosophies seorang pendiri Voyager yang berperan sebagai salah satu kembaran dari sang Ratu.
>  
> Di atas itu adalah sekedar contoh saja… Rinciannya ada dalam Summary the ´Voyager´. Yang jelas mereka adalah coffee lovers, seperti Kapten Janeway di Voyager, StarTrek…Lol!
>  
> All have their own space, reflected by their own thoughts and structured by its own time frames.
>
>
>  
>  
>
>
> May fun be with you
> TuHanTu
>  
> Can we ReDesign ´God´ in artistic and humoristic manners?
> U2 can meet the ´Creativists´ from different countries and backgrounds.
> Those who are eager to show you how to CREATE the…
> FUNKIEST FAITH on EARTH 
>  
> HOLE SPIRIT
>  
>  
>

Messages in this topic (2)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3. Indeks yang Ngaco
Posted by: "Anwar Holid" wartax@yahoo.com wartax
Date: Sun Jan 17, 2010 10:15 am ((PST))

Indeks yang Ngaco
—Anwar Holid

Sudah lama aku mengidam-idamkan buku Sembilan Elemen Jurnalisme karya Bill Kovach & Tom Rosenstiel (Pantau, 2006, 297 hal.) Selama ini aku hanya suka menyempatkan buka-buka buku itu kalau sedang berkunjung ke toko buku Ultimus. Aku tertarik buku itu setelah Farid Gaban meresensinya di milis jurnalisme@yahoogroup.com. Lagian, sebagai orang yang antusias belajar tentang penulisan, aku ingin memiliki rujukan buku penulisan lebih banyak lagi. Baru kemarin setelah dapat rezeki dan berkunjung lagi ke toko buku itu, aku memutuskan membelinya. Tiga tahun lebih sudah berlalu!

Sembilan Elemen Jurnalisme adalah buku bagus. Sejumlah resensi acak terhadap buku itu di Internet membuktikannya. Di Indonesia tampaknya buku itu diperkenalkan secara konsisten oleh Andreas Harsono. Andreas meresensi edisi Inggris buku itu secara komprehensif di blognya. Kita akan membicarakan edisi Indonesia buku tersebut, persisnya bagian indeks. Jadi bahasan ini berusaha mengesampingkan penilaian terhadap kualitas penyuntingan isi buku tersebut—meskipun tetap saja ada salah eja, cara penulisan dan tanda baca, atau diksi yang agak aneh. Salah eja mencolok misal terjadi pada nama Kuce, Henry (hal. 289) yang mestinya ditulis Luce, Henry—pendiri majalah Time. Lebih fatal lagi mengingat "Kuce, Henry" masuk entri huruf L! Juga Lech Walessa (hal. 9), padahal di halaman 11 dan indeks dieja sebagai Lech Walesa; sebuah kota dieja sebagai Gdanks, padahal mestinya Gdansk.

Karena ingin tahu detail buku itu, aku segera memperhatikan sepuluh halaman indeksnya (hal. 283-293). Entah kenapa ingatanku mengarah ke "The New Yorker"; ternyata kata kunci tersebut muncul, disebut ada di halaman 71. Aku langsung menuju ke halaman itu, mencari-cari… dan tidak ketemu. "Mungkin di halaman selanjutnya" batinku. Ternyata tetap tidak ada, dan di halaman 72 itu aku malah menemukan nama Henry Luce. Aku langsung balik ke halaman indeks, menuju entri huruf L, mencari "Luce"… dan ternyata malah tidak tercantum. Yang ada ialah "Kuce, Henry", di situ disebut ada di halaman 61, 62, 63.

"Wah, gimana indeks buku ini?" batinku kalut, langsung merasa ada yang salah dengan indeksnya.

Jadi aku putuskan menelisiknya lebih teliti.

Indeks pertama buku ini ialah ABC News, 30-31, 32, 102, 170, 171. Aku cek, ternyata di halaman 30 ABC News tidak ada. Baru ada di halaman 31. Namun di halaman 32 kembali tidak ada, begitu juga di halaman 102 dan 170. Baru ada lagi di halaman 172. ABC News sebenarnya juga muncul di sepanjang halaman 194-197, tapi justru tidak dicantumkan di indeks. "Ini kebetulan atau sengaja?"

Indeks buku ini ngaco. Halaman yang ditunjuknya hampir semua salah. Ia secara acak meleset lebih dari sepuluh halaman. Misal Henry Luce, yang ada di halaman 72, ditulis 61. Michael Mann di halaman 87 ditulis 72. The New Yorker, yang disebut ada di halaman 71 dan 119, setelah dicari-cari baru ada di halaman 86 dan 96.

Bagaimana penerbit dan penyunting buku ini menyusun halaman indeks sampai sepuluh halaman itu praktis sia-sia karena malah bikin frustrasi? Di penerbitan, indeks biasanya dikerjakan oleh asisten editor atau juru indeks atas perintah editor, yang sekalian menentukan subjek dan jangkauan indeksnya. Halaman indeks relatif, disesuaikan kebutuhan buku. Tugas juru indeks sebenarnya sederhana, yaitu memilih kata kunci yang dinilai penting dan relevan dengan isi buku dan mencantumkan di halaman berapa kata itu muncul. Hukumnya: kata dan halaman itu harus akurat. Dalam Sembilan Elemen Jurnalisme, kata kuncinya relataif memadai, cuma halamannya kacau. Padahal syarat indeks itu harus bisa menunjukkan kata kunci dengan cepat dan tepat. Kamus Encarta mendefinisikan indeks sebagai "daftar rujukan alfabetik di buku: suatu daftar alfabetik, biasanya ada di akhir buku, berisi nama orang, tempat, atau topik beserta nomor halaman tempat hal tersebut tertera di sana."
Secara harfiah (dari index, b. Latin) kata itu berarti jari telunjuk.

Sungguh merepotkan kalau indeks yang ada ternyata salah.

Aku langsung tanya ke Acia, kawam mantan layouter yang kini jadi programer: "Apa yang membuat halaman di indeks salah (inakurat)? Aku menemukan ada buku halaman indeksnya hampir semua salah."

Jawabnya kena: "Setelah dilayout ulang sesudah proof reading, indeksnya enggak diperiksa lagi (di-update)."

Jelas sudah. Penyunting dan penerbit buku ini tak memeriksa ulang penyusunan indeksnya. Mereka mengira semua baik-baik saja setelah penyuntingan beres, padahal mestinya mengawal pracetak hingga isi buku benar-benar tanpa kesalahan. Kesalahan serius halaman indeks pada Sembilan Elemen Jurnalisme membuat anggapan baikku pada buku ini langsung runtuh. Kasus pada buku ini menunjukkan betapa kesalahan penerbitan bisa terjadi pada siapa saja, dan begitu terjadi, ternyata mudah menemukannya. Sedihnya, ini terjadi pada buku tentang penulisan, yang salah satunya mengajarkan disiplin verifikasi.[]

Anwar Holid bekerja sebagai editor, penulis, dan publisis. Blogger @ http://halamanganjil.blogspot.com.

KONTAK: wartax@yahoo.com | HP: 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung 40141.

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
4. Filsafat, Spiritual, Agama dan Shit, Sampah..
Posted by: "Leonardo Rimba" leonardo_rimba@yahoo.com leonardo_rimba
Date: Sun Jan 17, 2010 6:57 pm ((PST))

Friends,

Berikut tanya-jawab dengan seorang rekan yg saya rasa bisa menggetarkan cakra tertentu di tubuh saya. Kali ini isinya jujur tanpa tedeng aling-aling. Akhirnya, akhirnya..

+

FILSAFAT, SPIRITUAL, AGAMA DAN SHIT, SAMPAH..

T = Mas Leo, 

Kemarin aku ikut kuliah umum tentang hermeneutika dan filsafat kecurigaan di Komunitas Salihara. 

J = Hermeneutika adalah ilmu tentang penafsiran. Bagaimana kita menafsirkan teks, bagaimana menafsirkan ayat-ayat kitab biasa dan ayat-ayat dari kitab yg disucikan,
bagaimana menafsirkan tulisan propaganda partai politik, bagaimana menafsirkan tulisan orang yg jualan Tuhan dan KPR Syariah, bagaimana menafsirkan khotbah orang beragama, bagaimana menafsirkan tulisan ilmiah, bagaimana menafsirkan kata-kata biasa-biasa saja.

T = Sembari mendengarkan ceramah the lecturer, terutama di bagian tentang teks punya logikanya sendiri, yg bisa dianalisis lewat strukturalisme entah Greimass atau Propp, dan ada ideologi yg bermain di dalamnya (well, dulu di bangku kuliah sih udah belajar, and kemarin itu semacam refreshing otak n bagaimana ideologi itu beroperasi menjadi tampak lebih kentara), aku membandingkan filsafat dengan spiritualitas.

J = Spiritualitas bisa didefinisikan bermacam-macam, dan latar belakangnya juga filsafat. Filsafat artinya pemikiran. Pemikiran tentang segala macam. Dan di jaman dulu, pemikiran tentang kehidupan batin manusia namanya filsafat metafisika. Metafisika itu berandai-andai tentang
Tuhan. Bagaimana Tuhan menciptakan langit dan bumi dan segala isinya, etc, dan mengapa Tuhan tidak menyahut walaupun dipanggil dengan sejuta loudspeaker mesjid, misalnya. Lalu the filsuf akan memberikan jawaban yg terakhir dan sempurna. Jawaban itu datang dari pikiran si filsuf sendiri. Filsuf tentang Tuhan bisa disebut sebagai metaphysician. Filsuf metafisika. 

Di Kristen, filsuf demikian disebut sebagai teolog. Dan pemikirannya disebut sebagai teologi, artinya ilmu tentang Tuhan. Datangnya dari mana the ilmu? Ya dari pikiran si filsuf sendiri. Tetapi kemudian gereja mengambil alih pemikiran si filsuf dan dijadikan ajaran agama dengan alasan datangnya dari Tuhan. Pedahal itu datang dari pemikiran si filsuf itu sendiri. Tanpa diduga, ternyata ada juga orang-orang yg tahu asal-usul ajaran agama dan mempertanyakannya. Tetapi orang yg mempertanyakan itu akhirnya di-ban, mulutnya dibungkam. Buku-bukunya dibreidel. Fyi, gereja Katolik Roma itu
paling rajin membreidel buku orang yg berlawanan dengan kata-kata Tuhan sesuai dengan yg diridhoi oleh gereja. Di jaman dulu orang-orang yg bukunya dibreidel bisa menikmati hukum syariat Katolik berupa kehormatan untuk dipanggang hidup-hidup menjadi sate, namanya sate orang. Udah gitu the sate dikubur tanpa upacara, kurang lebih sama dengan kelakuan Taliban jaman sekarang.

Tetapi gereja Katolik Roma sekarang sudah tobat. Sudah habis-habisan berperang dengan kelompok pembangkang yg sekarang dikenal sebagai gereja Protestan. Dan gereja-gereja Protestan juga sudah tobat, tidak lagi fanatik dan menginjak-injak HAM kaum wanita dan minoritas. Ayat-ayat yg dulu mereka tafsirkan sebagai berasal dari Tuhan sekarang sudah terbuktikan merupakan hasil pemikiran manusia di jaman dahulu. Ada manusia yg dikenal sebagai Musa, Daud, Sulaiman. Ada yg namanya Yesus, dan ternyata kata-kata yg terkumpul atas nama mereka di dalam Alkitab itu semuanya hanyalah berupa
hasil pemikiran. Filsafat juga sebenarnya. Walaupun menggunakan kata Tuhan, ternyata semuanya pemikiran manusia belaka. Filsafat belaka.

Kalau dibilang filsfafat, orang yg masih gila Tuhan akan menganggap enteng. Filsafat itu pemikiran manusia belaka, begitu pikir mereka. Pedahal segala macam ajaran agama itu apa kalau bukan filsafat juga? Cuma ajaran agama memiliki kelebihan yg terakhir dan sempurna, yaitu tanpa tahu malu bilang ada Tuhan yg menurunkan ayat-ayat. Dan ada syariat atau syarat-syarat supaya masuk Sorga. Lalu ada diskriminasi manusia menjadi orang mukmin dan orang kafir. Kalo mukmin berarti satu kelompok, dan kalo kafir berarti musuh. Pedahal itu semuanya filsafat thok, pemikiran. Filsafat itu berubah terus, tetapi kalau sudah dijadikan agama akhirnya mati. Dan manusia-manusia yg masih waras otaknya akan berusaha untuk membujuk dengan berbagai macam 'permen' supaya manusia yg gila Tuhan itu sadar diri.

Spiritualitas juga
begitu, isinya pemikiran belaka, filsafat juga. Ada spiritualitas berdasarkan aliran Sufi. Ada spiritualitas Kristen. Ada spiritualitas Buddhist. Spiritualitas humanis. Spirituatlitas agnostic. Spiritualitas atheist. Isinya pemikiran belaka. Mereka berpikir bahwa kalau mencari Tuhan harus berputar-putar seperti gasing, contohnya. Dan itu sah saja seperti dilakukan oleh sebagian orang Sufi. Ada yg bilang spiritualitas berarti vegetarian atau anti makan babi dan binatang lainnya seperti yg dipraktekkan oleh sebagian orang Buddhist. Dan itu sah saja. Sebagian orang Hindu mempraktekkan brahmachary atau pantang melakukan hubungan sex, baik dengan manusia sejenis maupun berlawanan jenis. Dan itu oke pula. Yg humanis menekankan kerja bakti sosial. Yg agnostik menekankan universalitas. Dan yg atheist menekankan ilmu pengetahuan. Semuanya spiritualitas.

T = Aku jadi berpikir bahwa spiritualitas itu omong kosong belaka. The-so-called spirit itu adanya di
mana? Penglihatan, hasil terawangan, intuisi, insight, dan bahkan wisdom yg dialami oleh spiritualis itu cuman lapisan kesadaran sebenarnya, lapisan yg terkuak lebih dalam. Memang itu semua terjadi/muncul seakan-akan secara spontan. Dan menurutku banyak spiritualis terjebak di sini, merasa telah "semakin dekat" menuju the-so-called source atau Tuhan atau the unknown (istilah J Krishnamurti). 

J = Banyak orang yg mengaku spiritualis itu cuma menipu diri mereka sendiri saja. Mereka merasa telah dekat kepada the source, pedahal kalau benar ada the source, maka kita tidak akan lebih dekat atau lebih jauh. Kita cuma akan segitu-gitu aja. The source itu apa? Napas kita? Kita selalu bernapas bukan? Dari lahir sampai sekarang, dan bahkan sampai mati kita tidak akan lebih dekat dan lebih jauh dari napas kita. Ada pula yg namanya intuisi, dan itu sesuatu yg spontan datang dari alam bawah sada kita. Psikologi juga tahu yg namanya intuisi, dan itu ada
di semua orang kalau manusianya mau berjalan di jalan yg biasa-biasa saja, tanpa memasukkan diri ke dalam kotak-kotak. Kotak-kotak itu adalah yg memakai segala macam definisi, biasanya dari agama-agama. Ada definisi manusia yg tercerahkan dan manusia yg butek. Mungkin definisi itu berguna juga karena kita memang bisa lihat bahwa manusia yg memegang agama biasanya otaknya butek, tidak jalan. Atau paling jauh jalan di tempat saja karena the person ingin masuk Sorga dan memperoleh tempat yg layak di sisi Allah SWT. Pedahal kita tahu bahwa Allah SWT itu merupakan hasil pemikiran. Hasil olah daya pikir manusia yg sekarang kita kenal sebagai aktifitas berfilsafat. Tetapi kata filsafat belum dikenal di masa lalu. Dulu orang menyebutnya sebagai bernubuah. Dan manusianya disebut nabi… Lebih gila lagi adalah orang-orang tertentu yg me-nabikan manusia tertentu dengan maksud untuk merebut kekuasaan. Manusia yg di-nabikan itu pedahal tidak ada bedanya dengan anda
dan saya, cuma seorang manusia yg berpikir dan mengucapkan kata-kata. Kata-kata biasa saja malahan. Cuma ditambahkan pemanis rasa seolah-olah yg berbicara itu Allah.

T = Krishnamurti (sebagaimana terbaca di buku kehidupan yg ditulisnya) dan semua guru spiritual bakal bilang bahwa kita harus meninggalkan konsep-konsep, pengetahuan-pengetahuan sebelumnya yg kita miliki agar dapat menyelami kebenaran, keheningan, atau Tuhan.

J = Konsep juga sebenarnya. Kita memang harus meninggalkan semuanya supaya bisa mengenal siapa diri kita sendiri. Kita harus meninggalkan doa-doa yg menjerit-jerit 'Oh, Tuhan'. Harus meninggalkan kebiasaan menuruti kata orang. Kata orang kalau sholat maka pahala kita bertambah. Kata orang kalau ke gereja tiap minggu maka akan masuk Sorga. Kata orang kalau meditasi maka bisa tenang seperti patung Buddha. Itu semua kata orang, dan harus ditinggalkan kalau manusianya mau menemukan siapa itu "Tuhan". Kata Tuhan harus selalu
ditulis dengan tanda kutip karena itu cuma konsep thok. Orang Malaysia yg gila Tuhan itu tidak tahu bahwa mereka cuma memperebutkan konsep yg namanya Allah. Allah itu konsep thok. Hasil pemikiran. Hasil kegiatan berfilsafat. Dan memang harus ditinggalkan kalau manusianya mau menemukan dirinya sendiri. 

T = Sedangkan para filsuf, kalo yg kemarin sih filsuf-filsuf hermeneutika macam Paul Ricoeur, justru tidak menegasikan konsepsi/pengetahuan yg kita miliki sebelumnya. 

J = Mereka tidak menegasikan karena mereka tahu bahwa mereka bergerak di alam pemikiran, dan tidak ada satupun konsep begituan yg mereka pegang. Karena mereka tidak pegang satupun, maka mereka tidak merasa ada kebutuhan untuk menegasikan. Mereka bisa melihat makna atau essensi dari hal-hal yg disimbolkan. 

T = Satu keunggulan utama dari filsafat adalah dia selalu bisa mengelaborasi modus operandi dan cara beroperasi entah itu ideologi, atau
kebenaran itu sendiri! Dia selalu bisa melihat logika yg tersembunyi di balik kebenaran. Sedangkan spiritualis bisanya cuman menerima penglihatan/wisdom/intuisibegitu aja.

J = Spiritualis aliran ketinggalan jaman memang punya banyak salah kaprah. Mereka memuja-muji Krishnamurti dan Osho, tanpa tahu message yg diberikan oleh Krishnamurti dan Osho. Krishnamurti dan Osho itu tidak perduli dengan segala macam keharaman ini dan itu yg dipraktekkan oleh orang-orang spiritualis keblinger yg masih cukup banyak dijumpai di Indonesia, misalnya. The spiritualists merasa diri orang spiritual kelas tinggi, pedahal menurut pendapat saya mereka kelas teri. Kelas teri itu adalah spiritualis yg mengajarkan tutup mulut. Tutup mulut karena merasa dirinya sudah SO high. Terlalu tinggi dan
suci bagi dunia ini. Pedahal itu penipuan diri sendiri saja karena kita bisa tahu betapa sombongnya si spiritualis itu mengajarkan bagaimana manusia harus menghilangkan kemelekatan terhadap the kontols… pedahal gimana mao hilang? Such burung pelatuk memang nempel di selangkangan kita kaum pria, dan kita mao pake ataupun tidak merupakan HAM yg ada di diri kita, apabila dilakukan dengan dasar suka sama suka. Dan kegiatan esex-mengesex, baik dengan muhrimnya maupun dengan muhrim orang, sama sekali tidak ada hubungannya dengan tingkat spiritualitas orang.

Tingkat spiritualtias juga konsep yg amburadul. Memang ada orang yg pengertiannya lebih komprehensif, dan ada yg cetek. Yg cetek itu yg pakai banyak syariat. Yg merasa sudah jadi orang baik karena sering meditasi di pura. Sering baca Bhagavad Gita dan Alkitab. Bacanya berganti-ganti sebagai bukti bahwa orangnya sudah universal. Dan itu disohorkannya di facebook. Tetapi so jelas bagi orang yg punya
mata bahwa orang jenis begituan adalah orang spiritual kelas pemula. Cetek. Dangkal. Cupat. Salah kaprah. Orang spiritual dewasa itu akan seperti Krishnamurti dan Osho yg tidak perduli dengan segala macam label benar dan salah, mereka sudah ke luar dari kotak-kotak. Mereka sadar bahwa mereka sadar, dan mereka menjadi dirinya sendiri saja. Makanya saya juga sudah jebretkan tanpa sungkan bahwa Krishnamurti dan Osho itu penganut free sex. Their kontols digunakan untuk nge-sex. Krishnamurti malahan nge-sex dengan bini orang, dan itu sah saja. Yg gatel was the bini orang, dan itu dilakukan atas dasar suka sama suka, hm.. 

T = Menurutku, pada suatu masa kelak, filsafat dan spiritual akan bertemu. Akan tiba pada suatu titik di mana filsafat semakin pintar untuk selalu bisa mengelaborasi atau menguraikan the so called penglihatan/wisdom/intuisi. Dan bila itu terjadi, spiritualitas akan masuk tong sampah. 

J = Para filsuf itu juga menggunakan intuisi, sebenarnya, walaupun mereka tidak menyebutnya sebagai intuisi. Di masa lalu filsafat itu disebut juga wisdom atau kebijaksanaan. Kenapa disebut wisdom? Karena pemikiran yg dikeluarkan tidak menggunakan kata-kata seolah-olah itu dari Tuhan. Yg menggunakan kata-kata seolah dari Tuhan akhirnya bisa diakui sebagai ayat-ayat, tetapi isinya jelas banyak yg sampah. Ayat-ayat itu banyak sampahnya, tetapi orang yg masih butek spiritualitasnya tidak berani bilang itu ayat-ayat sampah. Saya berani. Saya bisa tunjuk ayat-ayat sampah yg ada di kitab-kitab yg disucikan oleh berbagai agama itu. Tunjuk saja. Tidak apa-apa kok, memang sampah kok.

T = Ternyata gak perlu meditasi bisa juga, pikir orang. Ternyata the so called spirit itu gak jelas adanya.
Ternyata kesadaran tinggi atau kesadaran roh atau pencerahan itu bukan sesuatu yg ilahi, bukan sesuatu yg transendental. The unknown, satori, Tuhan, roh kehidupan, sang asal etc adalah klenik belaka, alias, sesuatu yg bisa dijelaskan secara runut dan gamblang.

J = Memang bisa dijelaskan secara rasional. Dan ternyata segalanya itu biasa-biasa saja. The Tuhan, pencerahan, satori, sang asal, semuanya ada di sini dan saat ini saja. That is your own kesadaran. Anda sadar. Saya sadar. Dan itulah ITU. That is IT. Mau disebut sebagai kesadaran Tuhan, kesadaran Buddha, kesadaran Kristus, atau tidak disebut dengan apapun is ok saja. Dan memang tidak perlu meditasi dengan kaki bersila seperti patung Buddha. Meditasi is a term thok, the practice bermacam-macam jenisnya, dan bahkan bisa disebut bukan dengan istilah meditasi. Kita semuanya meditator kalau kita mau sadar bahwa kita sadar. Para filsuf itu meditasi juga kok, walaupun mereka tidak sebut dengan
istilah meditasi. Kalau ucapan atau tulisannya bisa masuk ke dalam hati dan pikiran manusia seperti pedang yg ditancapkan, maka artinya mereka mempergunakan frekwensi dari apa yg saya sebut sebagai mata ketiga. Banyak dari para filsuf itu menggunakannya. Nietszche menggunakan itu. Sartre juga. Dan bahkan Karl Marx dan orang-orang atheist itu.

T = Tapi aku belum baca filsafat metafisika sih (I take that metafisika is similar to spiritual). Aku belum tau kenapa disebut metafisika. Aku belum tau kenapa disebut "meta", walaupun aku menduga the so called meta itu ya hal biasa aja atau bukan sesuatu yg transendental.

J = Transendental itu konsep thok. Kalau merujuk kepada Tuhan maka disebut transendental, pedahal semuanya pemikiran biasa saja. Metafisika itu pemikiran biasa saja yg merujuk kepada Tuhan. Kenapa Tuhan ada blah blah blah… Dan saya jawab, Tuhan ada karena diadakan. Yg mengadakan Tuhan is the manusia sendiri. Para pemikir
metafisika, para manusia yg sekarang di-nabikan. Para ustads, pastors. bhikkus, pedandas, dan banyak orang spiritual salah kaprah itu. Pedahal tidak ada yg transenden selain kita sendiri yg mau bikin diri kita tranced atawa kemasukan roh. Pedahal tidak ada yg masuk, yg ada cuma frekwensi gelombang otak rendah sehingga manusianya bisa mengeluarkan kata-kata tanpa rem. The kata-kata dikumpulkan dan akhirnya jadi ayat-ayat yg kalau mau jujur juga banyak sampahnya. Shit, sampah..

+

Leo
@ Komunitas Spiritual Indonesia <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>.

Teror yg dilakukan oleh orang-orang beragama biasanya disebut sebagai holy terror atawa jihad di jalan Allah,
amin.

New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
5a. Best Hosting Plan
Posted by: "Loan & Insurance Products" neha4@moneytroops.com ashishshop8
Date: Sun Jan 17, 2010 8:20 pm ((PST))

Best Web Hosting Plan!!.
<http://moneytroops.com/ads/ads18.php>

On Sale Now $66 Per Year, Regular $88
<http://moneytroops.com/ads/ads18.php> Enter Your Details &
Check if you are eligible <http://moneytroops.com/ads/ads18.php>

<http://moneytroops.com/ads/ads18.php> Check Here !!
Scheme Valid of Few Customers
<http://moneytroops.com/ads/ads18.php>

Messages in this topic (2)
________________________________________________________________________
5b. Best Hosting Plan
Posted by: "Loan & Insurance Products" neha4@moneytroops.com ashishshop8
Date: Mon Jan 18, 2010 12:21 am ((PST))

Best Web Hosting Plan!!.
<http://moneytroops.com/ads/ads18.php>

On Sale Now $66 Per Year, Regular $88
<http://moneytroops.com/ads/ads18.php> Enter Your Details &
Check if you are eligible <http://moneytroops.com/ads/ads18.php>

<http://moneytroops.com/ads/ads18.php> Check Here !!
Scheme Valid of Few Customers
<http://moneytroops.com/ads/ads18.php>

Messages in this topic (2)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
6a. Best Loan & Insurance Products
Posted by: "Loan & Insurance Products" neha4@moneytroops.com ashishshop8
Date: Sun Jan 17, 2010 10:20 pm ((PST))

Best Insurance & Loan Products Available!!.
<http://moneytroops.com/ads/ads17.php>

Personal Loan, Home Loan, Auto Loan
<http://moneytroops.com/ads/ads17.php> Life Insurance Health
Insurance <http://moneytroops.com/ads/ads17.php> Pension Plan /
Retirement Solution
<http://moneytroops.com/ads/ads17.php>
Enter Your Details & Check if you are eligible
<http://moneytroops.com/ads/ads17.php>
<http://moneytroops.com/ads/ads17.php>
<http://moneytroops.com/ads/ads17.php> Check Here !!
Scheme Valid of Few Customers
<http://moneytroops.com/ads/ads17.php>

Messages in this topic (2)
________________________________________________________________________
6b. Best Loan & Insurance Products
Posted by: "Loan & Insurance Products" neha4@moneytroops.com ashishshop8
Date: Mon Jan 18, 2010 2:20 am ((PST))

Best Insurance & Loan Products Available!!.
<http://moneytroops.com/ads/ads17.php>

Personal Loan, Home Loan, Auto Loan
<http://moneytroops.com/ads/ads17.php> Life Insurance Health
Insurance <http://moneytroops.com/ads/ads17.php> Pension Plan /
Retirement Solution
<http://moneytroops.com/ads/ads17.php>
Enter Your Details & Check if you are eligible
<http://moneytroops.com/ads/ads17.php>
<http://moneytroops.com/ads/ads17.php>
<http://moneytroops.com/ads/ads17.php> Check Here !!
Scheme Valid of Few Customers
<http://moneytroops.com/ads/ads17.php>

Messages in this topic (2)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
7. Sholat Menentramkan Hati
Posted by: "muhamad agus syafii" agussyafii@yahoo.com agussyafii
Date: Sun Jan 17, 2010 11:38 pm ((PST))

Sholat Menentramkan Hati

By: agussyafii

Awalnya dari kegelisahan yang begitu dahsyat. Hidupnya terasa kosong meskipun bergelimang harta. Hatinya selalu gelisah dan tidak menikmati apapun yang selama ini dijalani dalam hidup ini. Sore itu sepulang saya dari kantor, saya kedatangan tamu seorang bapak. Bapak itu bertutur.

'Sang Khaliq telah memberikan rizki begitu banyak kepada saya, apakah yang saya lakukan dengan harta yang berlimpah? sudahkah saya bersyukur? sepertinya semakin berlimpahnya rizki malah membuat saya semakin jauh dari Sang Pencipta. Entah kenapa?'

Beliau bertutur pada saya, banyak hal membuat dirinya semakin gelisah dan ketakutan. Semakin menghentak-hentak hatinya yang paling dalam. Bermula dari rasa takut dan gelisah itu, beliau mencoba untuk mencari jawaban dalam dirinya sendiri. Lalu bertanya kesana-kemari. Tanpa rasa malu, dulu seringkali beliau selalu mencibir orang lain yang taat menjalankan ibadahnya sebagai orang yang 'sok suci' namun sekarang tidak segan bagi dirinya bertanya pada sesama rekan kerjanya untuk bertanya masalah-masalah kecil tentang agama. Lalu terjadi dialog panjang, rasa ingin tahunya semakin besar. APa yang didapatkan dari penjelasan teman-temannya sekantor semakin membuatnya berpikir keras. Uraiannya yang sederhana tapi padat membuat dirinya semakin ingin mendalami spiritualitas.

Pada suatu hari dirinya sedang membersihkan rumahnya, disaat sedang membersihkan rumah menemukan sebuah buku yang ternyata al-Quran dan ada terjemahannya. Sepintas dibukanya buku itu dan dibacalah isinya. Surat Ar-Rahman yang artinya, 'Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?' Ayat ini membuat hatinya bergetar. Rasanya ada yang menohok hatinya, terasa perih tak tertahankan. 'Ya Alloh, Ya Rabb..' ucapnya lirih. Air matanya menetes mengalir. Ayat ini begitu luar biasa maknanya. Tubuhnya bergetar. Seolah Alloh SWT sedang menegur dirinya dengan membaca ayat itu.

Pengalaman itu membuat hatinya bertekad untuk belajar sholat dengan baik dan benar. Secara diam-diam beliau membeli buku tuntunan sholat. Dipelajari buku itu dan sekaligus dipraktekkan dalam kamar di setiap malam. hal itu dijalaninya hampir satu tahun. 'Saya mulai bisa merasakan sholat membawa pengaruh dalam menentramkan hati saya..Mas Agus..' tuturnya. Kegelisahan yang begitu dahsyat terasa diobati dengan menjalankan ibadah sholat yang dilaksanakannya secara diam-diam.

Akhirnya tanpa disengaja anak-anak dan istrinya memperhatikan perubahan perilaku beliau sebagai kepala rumah tangga. Lebih sabar dan lebih sayang kepada keluarga. 'Anak-anak dan istri saya sampai menangis mendengar cerita saya tentang bagaimana saya menjalankan sholat secara diam-diam selama setahun lalu. Mereka tidak menyangka saya akan berubah,' lanjut beliau. Sejak beliau menjalankan ibadah sholat lima waktu dengan tertib hanya telah menjadi tentram dan keluarganya menjadi bahagia. 'Saya menyakini dengan sepenuh hati, sesungguhnya sholat adalah obat hati yang sedang gelisah. Hanya ingat kepada Allohlah hati kita menjadi tentram.' Ucap beliau dipenghujung pertemuannya dengan kami. Subhanallah..


(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar Ra´du : 28).

Wassalam,
agussyafii


Yuk, sambut satu cinta untuk anak-anak Amalia. Dalam kampanye program 'Satu Cinta Untuk Amalia (TALIA)'  Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://agussyafii.blogspot.com atau http://www.facebook.com/agussyafii, http://www.twitter.com/agussyafii, atau sms di 087 8777 12 431

Messages in this topic (1)

————————————————————————
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
psikologi_transformatif-normal@yahoogroups.com
psikologi_transformatif-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
psikologi_transformatif-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

————————————————————————

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: