ILMU PSIKOLOGI INDONESIA

h1 a:hover {background-color:#888;color:#fff ! important;} div#emailbody table#itemcontentlist tr td div ul { list-style-type:square; padding-left:1em; } div#emailbody table#itemcontentlist tr td div blockquote { padding-left:6px; border-left: 6px solid #dadada; margin-left:1em; } div#emailbody table#itemcontentlist tr td div li { margin-bottom:1em; margin-left:1em; } table#itemcontentlist tr td a:link, table#itemcontentlist tr td a:visited, table#itemcontentlist tr td a:active, ul#summarylist li a { color:#000099; font-weight:bold; text-decoration:none; } img {border:none;}

ILMU PSIKOLOGI INDONESIA


Anak Korban Sodomi Mudah Terangsang

Posted: 20 Jan 2010 01:09 AM PST

JAKARTA, Anak-anak yang menjadi korban perilaku seks menyimpang seperti sodomi cenderung menjadi mudah terangsang.  Fenomena ini secara psikologis biasa disebut mengalami sexualization of behavior.

Anak-anak yang menjadi korban akibat terpapar pada seks usia dini kerap mengalami trauma yang wujudnya tidak selalu berbentuk perilaku dan emosi depresif atau agresif.

“Terpapar pada aksi seksual pada usia dini dapat mengakibatkan anak mengalami sexualization of behavior. Konkretnya, anak kemudian dapat dengan mudah mengasosiasikan berbagai objek dengan sensasi keterangsangan seksual,”

Contohnya jika saat melihat air, anak-anak korban ini bisa jadi terangsang untuk melakukan onani atau masturbasi. Saat melihat binatang, anak jadi terpancing untuk bereksperimentasi secara seksual. “Saat stres, anak ‘mengatasinya’ dengan lagi-lagi melakukan tindakan seksual

Sexualization of behavior,  saat ini masih belum banyak dipahami oleh masyarakat, bahkan para profesional. Perilaku serba-seks, betapapun demikian, tidak dapat serta-merta disimpulkan sebagai sesuatu yang sungguh-sungguh seks. Karena toh motifnya bisa saja bukan seks. Kompleks, memang.

Untuk memulihkan kondisi kejiwaannya, anak-anak yang mengalami reaksi depresif, agresif, dan sexualization of behavior dapat diberikan terapi. Treatment yang terfokus pada modifikasi kognisi-behavioral (pikiran dan perilaku). Mereka dibimbing untuk sadar akan hakekat perilaku mereka, dan secara gradual dilatih agar mampu memutus mata rantai antara syahwat dan aksi.

Tantangan: 40 Ribu Profesional DiButuhkan Perbankan Syari’ah Indonesia

Posted: 20 Jan 2010 01:04 AM PST


JAKARTA–Kebutuhan SDM dalam waktu lima tahun ke depan dapat mencapai 40 ribu orang. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut pun hendaknya tak hanya berasal dari perguruan tinggi, namun juga dari level sekolah menengah.

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Muliaman D Hadad, mengatakan dengan berkembangnya industri keuangan syariah maka kebutuhan SDM pun akan terus tumbuh. Saat ini, tambahnya, industri perbankan syariah terbatas menyerap SDM karena jumlahnya tidak sampai 15 ribu orang. Namun dengan potensi pasar Indonesia yang cukup besar dengan mayoritas muslim serta munculnya sejumlah lembaga keuangan syariah baru membuat industri ini memiliki kemampuan untuk menyerap tenaga kerja lebih banyak di masa mendatang.

“Kalau industri tumbuh cepat daya serap tenaga kerja juga cepat. Berdasar perhitungan dalam 5 tahun ke depan ada kebutuhan 40 ribu karena pertumbuhan SDM per tahunnya 23 persen,” kata Muliaman dalam Seminar Awal Tahun Ekonomi Syariah MES bertema Penyiapan SDM yang handal sebagai Pondasi Berkembangnya Ekonomi Syariah, Rabu (20/1). Untuk memenuhi kebutuhan SDM itulah, lanjut dia, diperlukan pula pengembangan SDM di level tenaga kerja lulusan sekolah menengah di level SMK atau SLTA karenanya diperlukan kurikulum ekonomi syariah di tingkat pendidikan itu.

Muliaman menuturkan industri keuangan syariah Indonesia saat ini masih bersifat elementer. Pasalnya, jelas dia, kekayaan khasanah keuangan syariah belum tergali dan dioptimalkan karena bisnisnya 70 persen masih simpel berdasar jual beli, padahal produk dan khasanah Islam yang ada luar biasa. “Saya memiliki dugaan hal ini belum berkembang juga karena demand masih kecil,” ujar Muliaman.

Sementara di ranah pembiayaan syariah, tuturnya, juga tidak harus terkait dengan UKM karena perbankan syariah pun mampu melakukan pembiayaan besar seperti pembiayaan kapal, helikopter dan dermaga. Karena itulah ia menekankan perlunya tenaga SDM yang paham soal pengembangan instrumen syariah. “Keuangan syariah tidak hanya bisnis tapi ada moral dan perjanjian akad, hal itulah yang memperkaya substansi,” kata Muliaman.

Ia pun mendorong pelaku keuangan syariah membuat lembaga pelatihan bersama, sehingga untuk memenuhi kebutuhan SDM tidak mengambil SDM yang sudah ‘jadi’. Saat ini ada empat bank syariah yang tengah menunggu keluarnya izin dari BI, yaitu BNI Syariah, BCA Syariah, Bank Victoria Syariah dan Bank Jabar Banten Syariah. Hingga saat ini belum ada pengajuan bank syariah asing yang masuk

Riset Terbaru: Olah Raga Bukan Untuk Badan, Tapi Otak

Posted: 20 Jan 2010 01:01 AM PST

Olahraga untuk otak memang populer akhir-akhir ini, namun tahukah Anda bahwa olahraga yang kita lakukan tidak hanya baik untuk jantung dan berat badan tapi juga efektif untuk mengasah otak.

“Olahraga sebenarnya lebih berguna untuk otak, bukan tubuh, karena olahraga sangat memengaruhi mood, vitalitas, konsentrasi dan perasaan positif seseorang,” kata John J.Ratey, MD, penulis buku A User’s Guide to the Brain.

Stephen C.Putnam, MEd, penulis buku Nature’s Ritalin for the Marathon Mind, juga menyatakan manfaat olahraga untuk anak-anak dengan cedera otak, seperti anak hiperaktif. Dengan kegiatan olahraga, kelainan perilaku anak bisa dikurangi dan fokus mereka ditingkatkan.

Dalam penelitian yang dilakukan Putnam diketahui anak yang melakukan olahraga  15-45 menit sebelum masuk kelas cenderung memiliki sikap yang lebih baik dan mudah berkonsentrasi di kelas. Selain membuat tubuh terasa bugar, olahraga juga akan membuat otak lebih segar.

Para ahli menjelaskan olahraga memengaruhi banyak bagian dalam sistem saraf dan memicu dilepaskannya hormon-hormon yang menimbulkan perasaan senang, gembira dan tenang, seperti serotonin dan dopamin. Itu sebabnya, orang yang rajin berolahraga lebih jarang terkena depresi.

“Saat Anda berolahraga, Anda akan berpikir lebih jernih, lebih bugar dan lebih positif. Ini murni hal ilimiah karena olahraga akan merangsang sistem saraf dan berfungsi dalam level yang maksimal,” kata Christin Anderson, MS, koordinator kebugaran dari University of San Fransisco.

Siswa Pria Diusulkan Jalan-jalan di Kelas Biar Otaknya Aktif

Posted: 20 Jan 2010 12:53 AM PST

img
(Foto: dailymail)

Virginia, Pakar pendidikan Inggris menyarankan agar siswa laki-laki dibiarkan berjalan-jalan selama di kelas. Laki-laki punya kemampuan belajar yang berbeda dari perempuan. Dengan membiarkannya berjalan, otak laki-laki akan lebih aktif dan menyala.

Hasil studi Abigail Norfleet James dari University of Virginia di sebuah sekolah khusus laki-laki ini menunjukkan bahwa siswa laki-laki akan belajar lebih baik saat melakukan sebuah aktivitas yang berdasarkan gerakan dan visual.

“Laki-laki memiliki kemampuan verbal atau berbahasa yang lebih rendah dari perempuan. Kemampuan audio atau pendengaran mereka juga payah. Mereka juga kurang bisa menahan emosi dan mengontrol rangsangan,” ujar Dr James seperti dilansir Dailymail, Rabu (20/1/2010).

Tapi laki-laki punya kemampuan spatial atau kemampuan mengatur yang baik. Laki-laki juga punya visual atau penglihatan yang tajam, mengenal sentuhan lebih baik dan secara fisik lebih aktif. Untuk itu, para pakar menyarankan agar pendidikan yang diterapkan pada laki-laki harus disesuaikan dengan kelebihan-kelebihan tersebut.

Studi yang dipresentasikan pada acara the International Boys’ Schools Coalition Conference di London itu menyebutkan bahwa laki-laki sebaiknya lebih banyak melakukan aktivitas fisik saat di kelas.

Setiap mata pelajaran juga sebaiknya dirancang untuk membuat siswa laki-laki lebih banyak bergerak dan bekerja dalam grup.

“Guru juga harus banyak bergerak untuk menarik mata para siswa. Kebanyakan siswa laki-laki akan memilih untuk melihat sesuatu yang bergerak. Jika guru hanya duduk dan tidak bergerak selama beberapa menit, perhatian siswa laki-laki akan teralihkan pada hal lain,” jelas Dr James.

Jadi jika seorang laki-laki tidak bisa diam dan terus berjalan-jalan di dalam kelas, itu normal. “Tidak ada yang salah dengan itu, karena dengan begitu otaknya akan lebih aktif dan kemampuan belajarnya akan lebih baik,” kata Dr James.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: