Sikap Positive Affectivity Dan Kecerdasan Emosi Serta Kebermaknaan Hidup Seorang Perawat

Hubungan Sikap Positive Affectivity dan Kecerdasan Emosi Terhadap Kebermaknaan Hidup Bagi Perawat
Sebagai seorang psikoterapis Frankl lebih berorientasi pada pandangan eksistensialisme dalam berbicara mengenai keberadaan manusia dan kebutuhan akan makna, bahwa dorongan utama bagi seorang individu dalam kehidupan ialah mencari makna bukan jati diri. Orang yang sehat secara psikologis telah bergerak keluar atau melampaui fokus pada diri sendiri, menjadi manusia sepenuhnya berarti mengadakan hubungan dengan seseorang atau sesuatu di luar diri sendiri.
Dalam mencari makna dari hidup seseorang terutama dalam lingkungan sosialnya, individu yang bisa menghayati makna hidupnya akan tampak supel dan luwes dalam pergaulan, tetapi tidak sampai hanyut sehingga kehilangan identitas diri, baik di dalam kondisi yang menyenangkan ataupun dalam kondisi yang memprihatinkan. Individu akan senantiasa tabah dan menyadari serta mengambil hikmah yang tersirat dalam setiap kejadian yang dia alami.
Hal ini disebabkan individu sadar bahwa hidup ini bukan untuk mengejar kesenangan atau untuk menghindari penderitaan, melainkan untuk menemukan makna di balik kehidupan (Frankl, 1967). Setiap individu ingin keberadaannya dan keeksistensiannya dalam lingkungan manapun diakui, karena eksistensialisme merupakan suatu konsep menjabarkan tentang kebebasan dalam berkeinginan bahwa manusia adalah mahkluk yang berkesanggupan, melampaui, mengubah dan menjadikan dirinya sendiri sebagai sesuatu yang diinginkannya.
Kebutuhan akan makna mengandung arti bahwa manusia melakukan pemenuhan makna semata-mata untuk meredakan ketegangan dalam rangka memenuhi keseimbangan dengan dirinya sendiri dan lingkungan disekitarnya, sehingga kebutuhan akan makna ini harus disertai dengan sikap afektif yang positif karena sikap positif afektif ini merupakan gambaran perasaan dan emosi secara keseluruhan yang menyertai kesadaran sebagai fungsi mental dan merupakan perasaan yang sangat menyenangkan, di mana perasaan tersebut cukup kuat intensitasnya sehingga memungkinkan individu melakukan penilaian terhadap afek nya untuk diungkapkan melalui kata-kata atau bahasa verbal. Positif afektif merupakan suatu tingkat perasaan menyenangkan yang berhubungan dengan lingkungan di sekitarnya dimana individu dapat menemukan makna bagi dirinya.
Manusia dalam berperilaku mengarahkan dirinya pada sesuatu yang ingin dicapainya, yakni makna, untuk mencapai sesuatu tersebut bukanlah sesuatu hal yang mudah. Manusia tidak akan pernah merasa puas dengan keberadaannya sebelum memberi makna kepada keberadaannya tersebut. Manusia memiliki kemampuan untuk menemukan kebermaknaan hidupnya dalam kondisi apapun bahkan ketika harus menghadapi situasi-situasi yang sungguh tidak menyenangkan.
Frankl (Koeswara, 1992) mengemukakan bahwa manusia dalam berperilaku tidak semata-mata didorong dan terdorong untuk mengurangi ketegangan agar memperoleh keseimbangan, melainkan mengarahkan dirinya sendiri menuju tujuan tertentu yang layak bagi dirinya, yakni makna, untuk mencapai tujuan tersebut individu harus memiliki kecerdasan emosi karena kecerdasan emosi menuntut individu untuk belajar mengakui dan menghargai perasaan dirinya dan orang lain (Cooper dan Sawaf, 1998). Kecerdasan emosi merupakan kemampuan memantau dan mengendalikan perasaan diri sendiri dan orang lain serta menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memandu pikiran dan tindakan dalam mencapai kebermaknaan hidup.
Dari uraian di atas maka dapat dikatakan jika individu yang memiliki positive affectivity dan kecerdasan emosi yang tinggi maka individu tersebut akan mencapai kebermaknaan hidup. Seperti yang tergambar pada skema hubungan positive affectivity dan kecerdasan emosi terhadap kebermaknaan hidup dibawah ini:
Gambar. 2
Skema hubungan antara positive affectivity dan kecerdasan emosi terhadap kebermaknaan hidup (terlampir)
Dari sini dapat dikatakan bahwa dengan positif afektif dan kecerdasan emosi, maka akan ada hubungan yang saling berpengaruh dengan kebermaknaan hidup bagi seseorang.
Versi Lengkap Softcopy Dapat Dipesan
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: