Intensitas Prosial Siswa Ditinjau Dari Pekerjaan Orangtuanya

Perbedaan Intensi Prososial Pada Siswa Smu Ditinjau Dari Jenis Pekerjaan Orang Tua
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan intensi prososial yang signifikan antara siswa dengan jenis pekerjaan orang tua pegawai negeri dan non pegawai negeri. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji ā€“ t dari program SPSS 11 for Windows XP bahwa secara umum hasil rerata subyek 0,572 dengan p > 0,05. Dengan mean intensi prososial siswa dengan jenis pekerjaan orang tua pegawai negeri 117,8293 dengan standar deviasi 11,98729. Sedangkan mean intensi prososial siswa dengan jenis pekerjaan orang tua non pegawai negeri adalah 116,3934 dengan standar deviasi 12,70338.
Tidak adanya perbedaan intensi prososial pada remaja khususnya siswa SMU berdasarkan jenis pekerjaan orang tua menunjukkan bahwa peranan keluarga cukup besar dalam pembentukkan sikap moral remaja. Seperti yang dikemukakan oleh Darodjat (1994) bahwa keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama bagi remaja. Didalam keluarga remaja akan belajar bagaimana mengendalikan diri, bersosialisasi, menyesuaikan diri, toleransi dan empati.
Sementara sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang dapat membantu menumbuhkan nilai-nilai akhlak dan prinsip-prinsip yang diperlukan dalam penyesuaian diri remaja dengan masyarakat disekitarnya. Melalui sekolah diharapkan tumbuh jiwa demokrasi, keadilan, persamaan, kesetiakawanan, pengorbanan dan nilai-nilai lain yang sangat diharapkan oleh masyarakat. Dan yang terpenting dari semua itu adalah penyesuaian diri remaja di sekolah ataupun di masyarakat tergantung dari penyesuaian diri dalam keluarga.
Perilaku prososial dalam kehidupan sehari-hari diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan dan keterampilan hidup seseorang. Dimana perilaku prososial tersebut menjadi bagian dari norma-norma atau aturan-aturan sosial yang berlaku didalam masyarakat. Donald Campbell (1975) mengemukakan terdapat tiga norma yang relevan dalam membantu perilaku : tanggung jawab, timbal balik dan keadilan sosial. Pertama, norma tanggung jawab sosial yang mengharuskan untuk membantu orang lain. Misalnya seorang guru diharapkan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan.
Kode religius dan kode moral dibanyak masyarakat menegaskan tanggung jawab tersebut. Kedua, norma timbal balik yang menyatakan bahwa kita perlu membantu orang lain yang sudah membantu kita. Orang akan mempunyai kecenderungan untuk melakukan pertolongan kepada seseorang yang pernah menolongnya. Sebagai contoh bantuan yang lebih besar akan dibalas lebih sering dibandingkan bantuan yang lebih kecil. Atribut dalam masyarakat tentang alasan untuk menolong juga menjadi perhatian.
Orang akan membalas kebaikkan orang lain apabila bantuan tersebut dirasakan tulus dan sukarela. Ketiga, norma keadilan yaitu apabila ada dua orang yang mempunyai kontribusi sama dalam mengerjakan suatu tugas maka akan menerima penghargaan yang sama pula. Apabila seseorang menerima penghargaan yang lebih sedikit daripada yang lainnya, maka orang akan melakukan upaya untuk mendapatkan keadilan.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari seperti bertindak dermawan termotivasi oleh keinginan untuk menciptakan situasi yang lebih adil. Ketiga norma tersebut akan menghasilkan dasar budaya dalam berperilaku sosial. Melalui sosialisasi orang akan belajar mengenai aturan tersebut dan berperilaku berdasarkan aturan sosial. Orang cenderung lebih suka menolong saudara dan teman dibandingkan menolong orang lain. Hal ini didasari akan rasa tanggung jawab yang lebih untuk memberikan pertolongan pada orang-orang terdekat.
 Silahkan Pesan Jika Anda Berminat Dengan Softcopy Versi Lengkap

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: