kontrol Diri Dan Persepsi Remaja Yang Merokok Dan Tidak Merokok Terhadap Orangtuanya

Perbedaan Antara Persepsi Remaja Terhadap Perhatian Orang Tua Dan Kontrol Diri Antara Remaja Merokok Dengan Yang Tidak Merokok
Hasil analisis data dengan menggunakan Uji Hipotesis Perbedaan Kruskal – Wallis Test, menunjukkan adanya perbedaan antara persepsi remaja terhadap perhatian orang tua dan kontrol diri antara remaja yang merokok dengan remaja yang tidak merokok.Uji Hipotesis Perbedaan kruskal – Wallis Test digunakan karena pada uji normalitas tidak tampak adanya sebaran yang normal, begitu pula pada uji homogenitas analisis data penelitian tampak tidak homogen, dengan p = 0,000 (p < 0,05) pada skala persepsi remaja, dan p = 0,007 (p < 0,05) Remaja yang merokok memberikan persepsi negatif terhadap perhatian orang tua dan memiliki kontrol diri yang rendah, sehingga mudah terpengaruh lingkungan luar akhirnya memudahkan untuk berperilaku merokok. Sebaliknya remaja yang tidak merokok memberi persepsi positif terhadap perhatian orang tua dan memiliki kontrol diri yang tinggi, sehingga tidak mudah terpengaruh lingkungan luar dan akhirnya tidak berperilaku merokok.
Persepsi remaja terhadap perhatian orang tua dan kontrol diri remaja pada remaja yang merokok memiliki Mean rank yang lebih rendah daripada remaja yang tidak merokok yaitu Mean Rank 30,36 untuk persepsi remaja yang merokok dan Mean rank 26,56 untuk kontrol diri remaja yang merokok. Sedangkan Mean Rank 70,64 untuk persepsi remaja yang tidak merokok dan Mean Rank 74,44 untuk kontrol diri remaja yang tidak merokok. Hal tersebut menunjukkan bahwa remaja yang tidak merokok memiliki persepsi yang positif terhadap perhatian orang tua dibandingkan dengan remaja yang merokok, dan juga memiliki kontrol diri yang lebih baik daripada remaja yang merokok.
Perhatian yang diberikan orang tua merupakan suatu bentuk pengungkapan langsung maupun tidak langsung dalam hal pemberian perhatian orang tua pada anak- anaknya, yang didalamnya terdapat pengungkapan kasih sayang yang cukup dan kesenggangan waktu orang tua berada di rumah untuk lebih memperhatikan kebutuhan anak, keinginan- keinginan anak dan juga kesempatan untuk berbicara atau berdiskusi dengan anak, dan lain sebagainya (Nadeak, 1991). Tidak adanya komunikasi yang sehat dalam keluarga (empaty shell family), akan menimbulkan dampak negatif yang berkelanjutan bagi diri anak.
Sikap otoriter dari orang tua juga dapat menimbulkan frustrasi dalam diri remaja. Sikap orang tua yang tidak konsisten antara perkataan dan perbuatan mendorong remaja untuk melakukan hal sebagai tanda pemberontakan, salah satunya dengan merokok.
Dari hasil penelitian tampak bahwa remaja yang merokok mempersepsikan perhatian yang orang tua berikan buruk, diikuti dengan kontrol diri yang rendah. Semua itu dipengaruhi oleh kurangnya perhatian, kasih sayang, komunikasi yang baik yang diberikan orang tua pada anak, dan juga kepercayaan dari orang tua sehingga anak akan merasa tidak dihargai dan tidak diakui keberadaannya. Anak akan merasa lebih puas berada di lingkungan teman- temannya dan juga mereka mudah terpengaruh dengan gaya hidup anak remaja termasuk diantaranya dengan merokok.
Hal seperti ini tidak tampak pada remaja yang mendapatkan perhatian, kasih sayang, kepercayaan dan rasa saling menghargai dari orang tua. Remaja yang merasa dihargai dan diakui keberadaannya oleh orang tua, akan merasa nyaman berada didalam keluarga. Remaja memiliki kontrol diri yang baik sehingga tidak mudah terpengaruh lingkungan luar untuk berperilaku merokok. Persepsi terhadap perhatian orang tua adalah persepsi yang positif. Anak akan merasa nyaman berada di rumah, patuh pada orang tua, menghindari sikap menentang dan memiliki kontrol diri yang baik sebagai pengendali emosi serta dorongan- dorongan dalam diri (Hurlock, dalam Haditono, 1979).
 Silahkan Pesan Jika Anda Berminat Dengan Softcopy Versi Lengkap  

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: