Perilaku Konsumtif Remaja Di Daerah Wisata

Perrbedaan Perilaku Konsumtif Antara Remaja Di Daerah Wisata Dan Remaja Di Daerah Non Wisata
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu ada perbedaan antara remaja di daerah wisata dan remaja di daerah non wisata. Secara empirik hipotesis terbukti dengan hasil P = 0,000. Hasil tersebut menunjukkan perbedaan tersebut signifikan (P<0,05). Hal ini berarti remaja yang berada di daerah wisata lebih tinggi perilaku konsumtifnya, dibandingkan remaja yang berada di daerah non wisata. Untuk melihat lebih jelas lagi perbedaan perilaku konsumtif pada remaja yang berada pada daerah wisata dan non wisata dapat dilihat dari hasil analisis statistiknya. Hasil analisis statistik juga menunjukkan bahwa skor mean empirik pada variabel perilaku konsumtif remaja di daerah wisata berada diatas mean teoritiknya. Sedangkan skor mean empirik pada variabel perilaku konsumtif remaja di daerah non wisata berada di bawah mean teoritiknya.
Perilaku konsumtif pada remaja yang berada di daerah wisata memiliki jumlah subjek yang berkategori sangat tinggi sebanyak empat orang, kategori tinggi 10 orang, kategori sedang sebanyak 14 orang, 12 orang berada pada kategori rendah dan tidak ada subjek yang berada pada kategori sangat rendah. Sedangkan untuk subjek yang berada di daerah non wisata tidak memiliki jumlah subjek yang berada pada kategori sangat tinggi dan tinggi, subjek yang berada pada kategori sedang sebanyak tiga orang, berada pada kategori rendah sebanyak 26 orang dan yang berada pada kategori sangat rendah sebanyak 11 orang. Dari pengkategorian ini dapat dilihat remaja yang berada pada daerah wisata memiliki perilaku konsumtif yang lebih tinggi dibandingkan dengan remaja yang tidak berada pada daerah wisata.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat menggambarkan bahwa seorang individu terutama remaja yang berada dalam waktu cukup lama pada sebuah lingkungan dapat membawa dampak pada individu tersebut.
Seperti diketahui bahwa seseorang dapat menjadi konsumtif karena memperoleh stimulus – stimulus dari lingkungannya. Remaja masih rentan terhadap stimulus – stimulus tersebut karena aktivitas remaja dilingkungan masih dalam jumlah yang banyak. Sehingga para remaja merupakan salah satu bagian dari anggota masyarakat yang mudah menjadi berperilaku konsumtif.
Pada hakekatnya seorang mengkonsumsi barang karena kebutuhan untuk hidup, dalam mengkonsumsi barang tersebut seseorang dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan. Pemutusan pemilihan barang tersebut tidak lagi sekedar untuk memenuhi kebutuhan untuk hidup tetapi juga untuk kenikmatan dan gengsi, sehingga seorang individu mulai mengkonsumsi barang tanpa batas. (Prasetyo dalam http://www.sptn.co.id, 2003)
Pada remaja yang berada di daerah wisata memiliki tingkat perilaku konsumtif lebih tinggi dibandingkan dengan remaja yang berada di daerah non wisata. Hal ini dapat dimengerti karena para remaja yang berada di daerah wisata mendapatkan stimulus langsung dalam lingkungannya. Hal ini terbukti dengan adanya penelitian Kendall dan Var, 1984 (dalam Noerhadi, 1998) yang mengatakan adanya pengaruh pada gaya hidup dalam perubahan penampilan masyarakat pada sebuah daerah yang menjadi sebuah daerah wisata. Dikatakan pula makin berkembangnya sebuah daerah menjadi daerah wisata maka makin tampak perubahan pada angota masyarakat yang di dalamnya juga terdapat sekelompok remaja.
Dalam lingkungan daerah wisata seorang remaja secara langsung maupun tidak langsung melakukan kontak dengan para masyarakat asing tersebut. Faktor inilah yang berpengaruh besar pada sikap anggota masyarakat di daerah wisata itu. Remaja yang berada sangat dekat dengan kegiatan wisata biasanya yang akan menunjukkan perubahan perilaku yang lebih tampak dibandingkan dengan remaja yang berada jauh dari kegiatan wisata. Dengan adanya kedatangan orang asing pada sebuah daerah akan membawa dampak pada daerah yang dikunjunginya. Sebagai contoh ada seorang turis asing yang datang ke sebuah daerah bertemu dengan sekelompok remaja. Pada setiap remaja tersebut memiliki penilaian yang berbeda-beda terhadap orang asing tersebut. Ada yang tertarik dengan penampilannya, ada yang tertarik dengan gaya bicara, dan sebagainya. Secara tidak langsung hal inilah yang membawa perubahan pada diri seorang remaja
  Silahkan Pesan Jika Anda Berminat Dengan Softcopy Versi Lengkap 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: