[psikologi_transformatif] Digest Number 5968[1 Attachment]

There are 7 messages in this issue.

Topics in this digest:

1. Agama
From: Nana P

2. Ini ibu Agus …
From: Nana P

3. Kesimpulannya, yg disebut 'Tuhan' itu siapa?
From: Leonardo Rimba

4. IKLAN The Fundamental and Advance Clinical Hypnotherapy Workshop!
From: Matahati Institute

5. Undangan Launching & Diskusi Laporan Tahunan Kehidupan Beragama 2009
From: Suhadi Cholil

6a. Hari Burungnya Bude Ratih
From: audifax –
6b. Re: Hari Burungnya Bude Ratih [1 Attachment]
From: goenardjoadi@gmail.com

Messages
________________________________________________________________________
1. Agama
Posted by: "Nana P" fe36smg@yahoo.com fe36smg
Date: Mon Jan 25, 2010 4:52 am ((PST))

http://nana-podungge.blogspot.com/2010/01/agama.html

Kekecewaan kepada agama yang kuanut sejak kecil – karena perlakuan yang tidak adil kepada kaum perempuan dan mendapatkan jawaban ketidakadilan ini dalam ideologi feminisme – membuatku mudah mengamini tatkala aku membaca sebuah artikel yang mencuplik pernyataan para antropolog bahwa agama itu hanyalah ciptaan manusia belaka.

(Sudah pernah dengar apa kata orang Negro Amerika di abad sembilan belas? "Menurut kami, Adam itu adalah manusia kulit putih pertama di dunia ini. Dia yang membawa ketidakadilan pada kaum kulit hitam." -> hubungkan pernyataan ini dengan para kaum kulit putih yang memperbudak kaum kulit hitam selama berabad-abad di Amerika. Lebih parahnya lagi, kata seorang dosenku, yang membawa praktek perbudakan ini ke Amerika pertama kali adalah orang-orang Arab!!! Ingat cerita tentang Bilal, budak hitam legam, yang merupakan budak pertama yang masuk Islam? Jauh sebelum Amerika – negara super power yang konon pendukung utama human rights dan kesetaraan – negara-negara Arab sudah mempraktekkan satu hal yang tidak manusiawi sama sekali.)

Para antropolog juga menyatakan bahwa Adam bukanlah manusia pertama di dunia ini.
Aku percaya bahwa dalam diri manusia, ada dua sifat positif dan negatif. Tinggal bagaimana manusia mengontrol dirinya, apakah dia akan lebih mendengarkan intuisinya sebagai manusia yang baik dan berguna bagi sesamanya – yang berarti sisi positif yang menang; ataukah mereka akan menjadi makhluk angkara murka, yang berarti sisi negatif lebih menguasai akal pikiran mereka. Contoh yang paling mudah kita ambil adalah: Hitler.

Orang-orang super jenius yang menyadari akan hal ini – dan ingin membantu menciptakan kedamaian di muka bumi – kemudian menciptakan agama, agar dunia ini jauh lebih mudah dikontrol. Mereka juga menciptakan kepercayaan adanya surga dan neraka. Ajaran agama yang mereka ciptakan mencuci otak manusia bahwa mereka akan masuk surga jika mereka berbuat baik kepada sesamanya, jika mereka terus menyembah Sang Maha Kuasa yang telah menciptakan alam semesta beserta segala isinya ini. Jika mereka melakukan yang sebaliknya, maka nerakalah tempat mereka nanti di 'hari pembalasan'.

Salah satu ajaran agama Islam (aku tidak tahu ajaran agama lain, maka yang kuambil sebagai contoh di sini adalah agama yang kuanut sejak lahir, dan kuputuskan untuk tetap kuanut setelah aku membaptis diri sebagai seorang sekuler, dikarenakan di Indonesia warga negara wajib menganut sebuah agama LOL) adalah shalat. Surat Al-ankabuut ayat 45 menyebutkan "sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar."

Orang-orang Muslim percaya bahwa untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar mereka perlu melakukan shalat. Hal ini seolah-olah mereka tidak percaya diri bahwa tanpa shalat mereka tidak akan mampu mencegah diri sendiri melakukan hal-hal yang tidak selayaknya dilakukan, yang kukonotasikan menyebabkan kerugian pada orang lain. Mereka seolah tidak percaya diri bahwa akal sehat mereka bisa bekerja dengan baik, sehingga mereka memerlukan sebuah 'sandaran hidup' – melakukan shalat. Entah bagaimana cara akal mereka berpikir, mereka percaya bahwa mereka yang tidak melakukan shalat akan berada dalam tingkatan yang lebih rendah, karena berarti orang-orang itu seolah-olah akan melakukan perbuatan keji dan mungkar. Dengan kata lain, manusia tidak dipercaya bahwa mereka memiliki daya kontrol yang tinggi untuk memilih mana yang baik – yang menurutku berarti tidak melukai atau pun merugikan orang lain – tanpa berpedoman pada ayat tersebut, atau mana yang buruk
– yang berarti melukai atau merugikan orang lain. Ini jika kita berbicara dalam tataran hablum minannas.

Dalam tataran hablum minallah, siapa di antara sang pencipta dan sang makhluk yang membutuhkan shalat? Apakah Sang Maha Kuasa dengan serta merta akan turun derajatnya menjadi makhluk jika seluruh makhluk di muka bumi ini berhenti menyembah-Nya?

Yang berkaitan erat dengan surat Al-ankabuut ayat 45 adalah surat Al-Maa'uun ayat 1-7. Terjemahan bebasnya adalah "Celakalah orang-orang yang melakukan shalat jika mereka berbuat riya' dan enggan menolong sesamanya melakukan hal-hal yang berguna." Di sini jelas terlihat bahwa firman Sang Maha Kuasa lebih menitikberatkan pada hablum minannas, daripada hablum minallah.

Kembali ke tesis utama tulisan ini. Akan tetapi, orang-orang super jenius yang menciptakan agama untuk ikut menjaga kedamaian dunia ini hanyalah makhluk yang tidak bisa selalu memprediksi apa yang akan terjadi di kemudian hari dari apa yang mereka ciptakan. Orang-orang yang memahami the so-called Holy Book (entah itu Alquran, Bible, atau pun jenis Kitab Suci lain) secara buta dan tidak merunut ke belakang bagaimana Holy Book itu tercipta – yakni untuk mengontrol sisi negatif manusia dan menciptakan kedamaian di dunia – justru memanfaatkan ayat-ayat tertentu demi keserakahan dan keangkaramurkaan diri sendiri karena mereka merasa sebagai 'the chosen people'. (Betapa Hitler adalah manusia paling biadab di abad 20 karena kepercayaannya bahwa suku bangsa Arya adalah 'the chosen people!)

Mampukah kita mengontrol sisi negatif dalam diri dengan bergantung pada akal sehat kita tanpa perlu menyandarkan diri pada apa yang konon juga diciptakan oleh manusia?

— Nana Podungge, sang sekuler —
PT56 14.00 24.01.10

Minds are like parachutes, they only function when they are open. (Sir James Dewar)
visit my blogs please, at the following sites
http://afemaleguest.blog.co.uk
http://afeministblog.blogspot.com
http://afemaleguest.multiply.com

THANK YOU
Best regards,
Nana

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Ini ibu Agus …
Posted by: "Nana P" fe36smg@yahoo.com fe36smg
Date: Mon Jan 25, 2010 5:34 am ((PST))

http://nana-podungge.blogspot.com/2010/01/ini-ibu-agus.html

Beberapa minggu yang lalu seorang rekan kerja (perempuan) menikah. Di hari pertama dia masuk kerja lagi, setelah cuti beberapa hari, seorang rekan kerja (laki-laki) menyapanya, "Bu Agus … bagaimana kabarnya hari ini?" Rekan kerjaku yang perempuan cuek saja mendengarnya, karena kebetulan si rekan kerja yang laki-laki itu terkenal sebagai seseorang yang super jail. LOL.

Beberapa hari yang lalu, aku menerima email dari seorang sobat. Dia tiba-tiba kepikiran apakah aku – sang 'acclaimed feminist' – akan mengizinkan orang-orang memanggilku menggunakan nama suami – jika aku menikah lagi.

***

Konon, kebiasaan mengadopsi nama keluarga suami di belakang nama perempuan setelah menikah dibawa ke Indonesia oleh penjajah Belanda. Kultur 'asli' Indonesia sendiri sebenarnya tidak mengenal sistem 'penihilan' eksistensi seorang perempuan gara-gara menikah. Bahkan menurut cerita seorang dosen tatkala kuliah dulu, kultur di Jawa (atau mungkin khususnya di Jogja, mengingat dosenku asli Jogja) beberapa dekade lalu, tatkala seorang laki-laki dan perempuan menikah, mereka berdua akan sama-sama menanggalkan nama mereka, kemudian memilih nama baru yang akan mereka pakai bersama.

Bahwa negara (bekas) jajahan mengadopsi kultur negara penjajah adalah suatu keniscayaan. Bahkan ada kecenderungan negara (bekas) jajahan senantiasa menganggap apa-apa yang datang dari negara penjajah jauh lebih baik, atau jauh lebih modern. Termasuk mengubah nama keluarga para perempuan setelah menikah. Bagi mereka yang tinggal di suku yang tidak menggunakan nama keluarga (misal suku Jawa), maka para perempuan yang sudah menikah akan dipanggil nama depan sang suami; misal "Ibu Agus …" seperti rekan kerjaku yang suaminya bernama 'Agus Sulistiyo'.

Satu hal menarik kuamati dari pengalaman my Mom. Di tahun 1970-an ketika keluarga kami tinggal di suatu daerah dimana para penghuni bisa dimasukkan kedalam kategori 'kelas menengah ke bawah', para tetangga memanggil my Mom namanya sendiri – Ida – dengan tambahan 'Bulik' untuk menunjukkan keakraban. Di kantor my Dad, tatkala mengikuti kegiatan Dharma Wanita, tentu beliau dikenal sebagai 'Ibu Muien Podungge', dan namanya sendiri – Ida – tidak dikenal. Ketika keluarga kami pindah ke daerah lain pada tahun 1981, my Mom ternyata juga dipanggil 'Ibu Muien'. Usut punya usut, para penghuni di daerah ini bisa dikategorikan kedalam 'kelas menengah ke atas'.

Kesimpulan, para perempuan yang (merasa) bisa dikategorikan masuk kelas menengah terkena dampak 'penihilan eksistensi diri' (maafkan kalau istilah yang kupilih terkesan sarkastik.)

Kesimpulan ini semakin menguat jika kuhubungkan dengan apa yang terjadi pada kaum perempuan kelas 'bawah' Amerika di abad sembilan belas. Dalam puisinya yang berjudul "Ain't I a woman", Sojourner Truth mengeluhkan 'ketidakadilan' masyarakat memandang posisinya sebagai perempuan kelas bawah, berkulit hitam pula. (Klik http://afeministblog.blogspot.com/2006/07/aint-i-woman.html ) Selain itu, Mary Ann Fitch Wescott, ibunda Charlotte Perkins Gilman (1860-1935), sang pengarang "The Yellow Wallpaper", lebih memilih tidak bekerja, karena merasa bagian dari masyarakat kelas menengah, meski ditinggal pergi sang suami, sehingga menggantungkan hidupnya dan anak-anaknya dari belas kasihan saudara. Di abad sembilan belas itu, hanya perempuan kelas bawah saja yang tidak dikenai "The Cult of True Womanhood", dimana salah satu 'prinsip'nya adalah perempuan 'sejati' harus didomestikasi.

Kembali ke kasus "Ibu Agus …" atau pun "Ibu Didi …", aku bekerja karena aku ingin bekerja, mengaktualisasikan diri, sekaligus berbagi ilmu yang kumiliki kepada orang lain, bukan karena aku seorang feminis. Di zaman sekarang di Indonesia perempuan bekerja memang tidak "eksklusif" milik perempuan kelas bawah.

Sedangkan untuk panggilan, well … aku setuju dengan yang dikatakan Shakespeare 'what is in a name?' Seperti dalam postinganku beberapa bulan lalu, aku menghormati para perempuan yang dengan bangga mencantumkan nama keluarga suami di belakang nama mereka, karena memang itulah pilihan mereka. Aku yakin mereka bisa tetap memiliki eksistensi diri dengan cara lain. Bahkan jika dengan sadar mereka 'menihilkan eksistensi diri' dan meleburkan diri dalam eksistensi sang suami, aku tetap menghormati pilihan mereka. Di sisi lain, tentu saja aku ingin orang lain juga menghormati pilihanku jika aku ingin tetap dikenal sebagai 'MS. NANA PODUNGGE' atau 'Bu Nana' seandainya aku menikah (lagi) nanti.

Nana Podungge
PT56 23.53 21.01.2010

Beberapa tulisan lain yang kuberi judul "Family Name" bisa diakses di

http://afeministblog.blogspot.com/2006/03/family-name.html
http://afeministblog.blogspot.com/2006/07/family-name-2.html
http://nana-podungge.blogspot.com/2009/04/cedaw-convention-on-elimination-of-all.html

Minds are like parachutes, they only function when they are open. (Sir James Dewar)
visit my blogs please, at the following sites
http://afemaleguest.blog.co.uk
http://afeministblog.blogspot.com
http://afemaleguest.multiply.com

THANK YOU
Best regards,
Nana

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3. Kesimpulannya, yg disebut 'Tuhan' itu siapa?
Posted by: "Leonardo Rimba" leonardo_rimba@yahoo.com leonardo_rimba
Date: Mon Jan 25, 2010 5:51 pm ((PST))

Friends,

Kesimpulannya, yg disebut 'Tuhan' itu siapa? Kalau anda merujuk kepada
agama, anda akan dikibuli terus, dibilang Tuhan terakhir kali
berkomunikasi dengan manusia ini dan manusia itu. Pedahal yg namanya
'Tuhan' adalah kesadaran anda sendiri. Anda juga bisa mengeluarkan
ayat-ayat. Refleksi dari kesadaran anda adalah ayat-ayat yg anda
keluarkan. Dan anda bisa bilang itu semua berasal dari 'Tuhan'. Tetapi
tentu saja kita tidak segoblok manusia masa lalu yg mengaku ada Jibril
datang dan membawa ayat-ayat. Kita akan bilang terus terang, bahwa ini
hasil refleksi dari kesadaran kita sendiri saja. As simple as that.
Now, it's up to you to get out of the box. Untuk ke luar dari kotak yg
dipasangkan oleh pembuat agama demi pelestarian pembodohan massal
merupakan pilihan. Anda bisa memilih untuk ke luar, dan anda bisa
memilih untuk tetap di dalam.. KOTAK.

At least kita tahu bahwa konsep nirvana dan moksha dalam kepercayaan
Hindu Buddha sama musykilnya seperti konsep sorga dalam kepercayaan
Timur Tengah. Sama-sama konsep saja, yg tujuannya membentuk manusia
menjadi budak agama. Ada syariat Hindu Buddha juga, sama seperti
syariat Yahudi, Kristen dan Islam. Sama-sama merupakan hasil pemikiran
manusia masa lalu yg dipaksakan kepada manusia masa sekarang. Ada kasta
ulama. Dan ada kasta pengikut. Kalau anda menjadi pengikut, maka anda
akan diiming-imingi oleh nirvana/sorga, dengan berbagai macam bentuk
pemikirannya. Sorga Arab penuh susu onta bukan satu-satunya. Ada juga
sorga Islam Liberal, yg mungkin mirip dengan sorga susu onta minus
bidadari telanjang. Nirvana ala Buddhisme tidak harus berarti
kekosongan abadi, karena ada juga yg namanya 'Pure Land Buddhism' yg
tempatnya di Barat, diperuntukkan bagi pengikut Maitreya Buddha.
Mungkin yg terakhir ini merupakan tanggapan Buddhisme terhadap ajaran
agama-agama Timur Tengah. Pure Land Buddhism itu merupakan konsep.
Nirvana merupakan konsep. Sorga merupakan konsep. Anda mau yg mana?

Mau ikut konsep nirvana atau nibbana? Mau masuk Pure Land Buddhism dan
hidup selamanya dalam tanah murni whatever, di mana tidak ada lagi
"kejahatan" (dalam tanda kutip). Untuk masuk ke tempat-tempat itu anda
harus ber-bhakti kepada agama, kepada ulama, kepada bhikku, kepada
pedanda, kepada sangha, kepada "ajaran Sang Buddha" (dalam tanda kutip
lagi). Semuanya merupakan kemelekatan. Mereka mengkhotbahkan supaya
manusia terlepas dari kemelekatan, tetapi mereka sendiri memaksakan
kemelekatan. Kemelekatan kepada konsep nibbana. Kemelekatan kepada
dharma. Kemelekatan kepada 8 jalan kebenaran. Kemelekatan kepada tri
dharma, whatever. Semuanya kemelekatan. Kontradiksi dari apa yg
dikhotbahkan. Dan kalau ditelanjangi kontradiksinya, maka akan marah.
Sama saja seperti ulama Islam yg ditelanjangi. Bedanya Islam resmi
tidak mengajarkan kemelekatan terhadap konsep reinkarnasi, melainkan
langsung masuk sorga atau neraka.

So, kalau ada reinkarnasi, apapun yg anda percayai tidak akan menjadi
masalah. Reinkarnasi akan tetap ada. Kalau ternyata tidak ada
reinkarnasi, maka iman anda terhadap reinkarnasi tidak akan berpengaruh
karena tetap saja tidak ada. So, berarti di sini ada iman juga. Iman
terhadap reinkarnasi. Dan ini sama membodohinya seperti iman terhadap
nabi-nabi dari Nabi Adam sampai the so-called nabi penutup. Pedahal
Adam tidak ada. Itu cuma sahibul hikayat saja. Pure Land Buddhism juga
cuma sahibul hikayat saja. Semuanya berguna untuk memberikan rasa
ketenteraman kepada manusia normal, yg membutuhkan sokongan moral
supaya bisa menanggung derita hidup di bawah penguasa yg impossible dan
tuntutan agama yg begitu berat. Sokongan itu datang dari penguatan iman
bahwa di kehidupan berikutnya si manusia akan bisa lahir kembali dalam
tangga sosial yg lebih tinggi. Akan lebih tercerahkan.

Tetapi kalau sudah lebih tercerahkan seperti banyak dari kita di sini,
tentu saja kita tidak akan lagi perduli terhadap ajaran reinkarnasi
dari agama-agama Hindu Buddha yg mostly isapan jempol belaka, terutama
syariatnya tentang karma dan dharma. Karma dan dharma is none other
than konsep amal ibadah. Amal ibadah dalam konteks Hindu Buddha.
Ujung-ujungnya adalah pembodohan manusia. Cirinya adalah brainwashing,
cuci otak. Ada rasa takut yg ditanamkan. Pedahal tidak ada apa-apa.
Pedahal kita lahir dan mati begitu saja, apa adanya saja. Dan kita cuma
bisa tahu bahwa kita selalu sadar. Sadar bahwa kita sadar. Di sini dan
saat ini. Perlu apa lagi?

So, Allah atau Tuhan cuma merupakan medium untuk menghiasi bibir kita.
Kita maunya apa, dan kita selipkanlah kata Allah atau Tuhan di sana.
Sama saja benernya kalau kita ganti kata Allah dengan Harry Potter,
misalnya. Wahai Leo, ingatlah Harry Potter. Kalau kamu bermain dengan
wanita yg mencurigakan, maka Harry Potter tidak akan mengajak kamu main
bola ajaib lagi. Dan kamu akan bisa DO dari sekolah sihir Dumbledore.
Dan kamu akan jadi muggles, sama seperti orang-orang yg rajin ke gereja
dan menyembah Yesus. Muggles itu orang yg patut dikasihani, blah blah
blah..

Imagination only, isn't it?

Imagination is another term for those things believed in. Kita bisa
percaya dan mengulas habis-habisan hasil imajinasi kita karena telah
kita beri nama semacam sorga dan neraka, atau nibbana dan samsara.
Samsara itu kehidupan ber-reinkarnasi. Lahir dan hidup kembali
berulang-ulang, namanya samsara. Dan masuk ke kosa kata bahasa
Indonesia sebagai istilah 'sengsara'. Kenapa sengsara? Karena sedang
menjalani samsara (reinkarnasi). Siapa yg menjalani samsara? Ya kita
semua ini. Kalau kita sudah moksha barulah kita meninggalkan siklus
samsara atau siklus reinkarnasi. Begitu teorinya bukan?

Ada konsep-konsep baku yg kalau diplesetkan akan terdeteksi. Pernah
saya coba plesetkan konsep nirvana dari khazanah Hindu Buddha, saya
samarkan dengan konsep sorga dari Timur Tengah. Ternyata orang yg
memahami konsep itu bisa melihatnya. Pelesetan saya ternyata
terdeteksi. Tetapi, pada pihak lain, hal itu juga membuktikan bahwa yg
kita bicarakan cuma konsep thok. Kalau konsep baku, kita akan tahu
apakah yg dibicarakan sudah pas ataukah melenceng. Kalau melenceng,
baik asli ataupun dipelencengkan, maka akan bisa terlihat. Dan akan
bisa diluruskan lagi. Dan itu membuktikan dengan sempurna bahwa kita
cuma bermain dengan konsep belaka. Pemikiran belaka.

Dan bukan berarti bahwa benar ada sorga neraka, bahwa benar ada nirvana
dengan berbagai variasinya yg dikenal sebagai macam-macam sorga yg
dihuni oleh bermacam-macam Buddha. Yg jelas, kita akhirnya bisa tahu
bahwa ternyata konsep-konsep itu diciptakan untuk manusia hidup agar
bisa menjalani kehidupannya dengan lebih tenteram. Agar bisa menjawab
apa yg merisaukan pikirannya. Untuk memberikan kepastian. Pedahal kita
tahu tidak ada yg pasti di dunia ini selain kenyataan bahwa cepat atau
lambat kita semua akan mati. Kita tidak tahu pasti apakah benar ada
sorga. Kita cuma tahu bahwa ada konsep sorga. Kita tidak tahu pasti
apakah benar ada reinkarnasi dengan puncaknya berupa moksha, plus
berbagai variasi sorga versi Hindu Buddha. Kita cuma tahu bahwa ada
konsep-konsep itu.

Ujung-ujungnya adalah kita akhirnya akan menjadi manusia yg pragmatik.
Kita akan lakukan apa yg bisa kita lakukan. Kita akan jalani apa yg
kita bisa jalani. Kita akan tinggalkan apa yg bisa kita tinggalkan
karena ternyata tidak memuaskan lagi. Banyak yg sudah meninggalkan
konsep sorga neraka dari Timur Tengah. Banyak yg sudah meninggalkan
konsep moksha dan samsara dari India. Banyak yg akhirnya menjadi orang
pragmatik saja. Termasuk saya. Walaupun, tentu saja, saya juga memiliki
belief system bahwa ini semua merupakan sebuah permainan. A big game
played by, katakanlah ALL THAT IS. All that is can't know itself, it
has to experience the ramifications of its imaginations to the fullest.
Our consciousness is a spark of ALL THAT IS, albeit looking out from
inside out. Each one of us is like that.

Berikut tanya-jawab antara tiga orang teman yg berbeda dengan saya:

+

PERCAKAPAN 1: KALO BERJODOH KITA PASTI KETEMU LAGI

T = Salam Mas Leo, saya tertarik dengan kejujuran anda. Sebelumnya saya
membaca tulisan anda tentang rekon, saya mencocokkan dengan pengalaman
spiritual saya pribadi, tentang mimpi saya yg tidak biasa, system
keyakinan, dan segala kejadian yg saya alami, ternyata sama eh persis,
saya menjadi semakin yakin bahwa yg saya alami bukan sesuatu yg aneh,
ini adalah kenyataan, bukan klenik atau takhayul atau sejenisnya, it's
real, terima kasih Mas Leo, semoga anda tidak kehilangan 'harapan'..
sekali lagi maturnuwun.. Kalo berjodoh kita pasti ketemu lagi.. salam.

J = Amin, walaupun saya tidak bisa ingat pernah bertemu anda di mana.
Di email anda dituliskan bahwa nama anda Muhammad, dan there are quite
many Muhammads among my friends. Eniwey, it's nice to hear from you. My
answer is amin, amin amin ya rabbil alamin, next!

+

PERCAKAPAN 2: TIDAK PERLU HARUS SAKIT JIWA

T = Selamat berjumpa, Mas Leo..

Moga masih ingat dengan saya, mo sharing Mas Leo atas kebuntuan yang
dialami oleh saudara saya yang background spiritualnya Kejawen seperti
yg udah saya sharing terdahulu, notabene beliau udah sukses sakti
mandra guna, saya bilang sukses karena lantaran beliaunya bisa membantu
sesama hidup sing nandang susah, bisa calling other person without HP,
bisa menyembuhkan orang sakit lantaran diberi something and someone
oleh beliau, jangankan sakit biasa sakit gila ajah bisa disepak tanpa
ampun olehnya, bisa tau orang sakit wes entek mangsane ato emang bisa
go on lagi dll sbg-nya.

J = Ok, then?

T = Sampe suatu hari anak perempuannya nandang "sakit jiwa", aneh bin
ajaib beliaunya malah ndak bisa ngobatin anaknya, akhirnya beliaunya
mondar mandir ke sana ke sini cari orang sakti-sakti maklum mandra guna
udah terlanjur disandangnya… ehehehehehe… wong sakti mandraguna
golek tombo anake nang wong sak ngisore juan bikin aku ndomblong mlongo
ra geduk genterku… hidup yg aneh… huakkkk… (ini yg bikin salut
aku sama beliau orang sakti mandra guna mengakui kekurangannya, di atas
langit masih ada langit). Hingga sampai saat ini sudah 2 tahun 4 bulan
anaknya belum kunjung pulih juga kesadarannya. Sampai beliau pasrah
ngalah dengan pencarian buat kesembuhan anaknya hikss hikss..

J = Ok, then?

T = Dari para sakti pencarian beliau 6 pendekar udah angkat tangan
semua dan bilang itu semua karena kualat kesiku bahasa Jawanya atas
perbuatan beliau waktu menolong sesama, yg paling menonjol karena
keterbukaan beliau memberikan jawapan atas clients yg datang menanyakan
keadaan saudaranya sakit Wes entek mangsane ato emang bisa go on lagi
umpama wes takdire beliaunya bilang detail sampe harinya bahkan
jamnya… edan edann…

J = Ok, then?

T = Anaknya yang sakit itu namanya Anjar Wati, ndak seperti dulu yang
sempet bengak bengok di awal sakitnya sekarang adek ini hanya mengurung
diri di kamar, tidur-tiduran saja, tetapi soal makan mandi ke belakang
mo bobo udah bisa ngomong mesti hanya sepatah dua patah kata, bila
diajak bicara banyak mengangguk dan menggelengkan kepala. Satu yang
jadi tanda tanya besar bagi beliau dari awal hingga saat ini ketika
ditanya namanya adek ini bilang namanya 'Selendang Pelangi' dan Anjar
Wati sudah mati gitu jawabnya…

J = Hm..

T = Adakah saran-saran buat kesembuhan dari adikku ini Kang Leo, and
coba ditrawangkan kenapa dia bilang 'Selendang Pelangi', kenapa gak
selendang yang lain ato memang ada simbul terpendam di sini dari sudut
pandang sampean… karena dari para pendekar yang udah didatangi saat
ditanyai apa itu 'Selandang Pelangi' hanya mampu bilang itu bukan
jimat, bukan perewangan, bukan pula jin ato setan so paling banter
hanya bilang 'Selendang Pelangi' is = ghaib / ghoib.

J = Selendang pelangi merupakan simbol dari berbagai atribut berupa
agama-agama, tradisi-tradisi, peran-peran yg kita sampirkan di bahu
kita. Bisa juga dipakai sebagai kerudung, tetapi itu cuma pelengkap
saja, bukan yg mutlak, karena tanpa selendang kita juga bisa hidup, dan
hidupnya biasa-biasa saja. Saya sendiri dari dulu sampai sekarang
jarang sekali pakai selendang, kecuali ketika berjalan di atas salju.
Dan selendang saya terbuat dari bahan wool, warnanya beige, bukan
pelangi. Selendang pelangi adalah simbol yg dimunculkan dari dalam alam
bawah sadar wanita ini. Selendang pelangi merupakan simbol dari
keberagaman, pluralisme, tetapi tetaplah simbol belaka, dan bukan
essensi. Yg essensial adalah kesadaran kita. Kita sadar bahwa kita
sadar, dan kita tahu bahwa yg paling manusiawi saat ini adalah mengakui
keberagaman, kepelangian kita semua. Tetapi kita bukanlah pelangi itu.
Pelangi adanya di atas langit, dan kita ada di atas bumi. Kita juga
bukan selendang, kita manusia yg mengenakan selendang.

Saya melihat bahwa ada kerancuan di dalam kesadaran wanita ini. Mungkin
diakibatkan oleh maraknya segala macam latar belakang yg dibawa oleh
orang-orang yg datang kepada ayahnya sendiri yg dibilang sebagai sakti
mandraguna. Orang-orang ini adalah pelangi, dan rupanya tidak ada
selendang yg dibuat untuk menjelaskan keberadaan orang-orang itu. Jadi,
semacam berjalannya segala sesuatu di dalam alam pikiran masing-masing.
Yg kejawen tetap kejawen, yg Islam tetap Islam, yg Kristen tetap
Kristen, dsb… Dan akhirnya berbenturanlah segalanya tanpa penjelasan.
Harusnya ada selendang yg sudah dibuat oleh ayahnya sendiri yg membantu
orang-orang itu, tetapi saya rasa ayahnya itu tetap di dalam
ke-Kejawen-annya, sehingga terjadilah kekosongan. Kekosongan di alam
astral, katakanlah. Nah, kekosongan itu begitu kuatnya secara energi,
sehingga wanita ini jiwanya tertarik ke arah itu, untuk mengisinya. Dan
diisilah kekosongan energi itu dengan kesadarannya sendiri yg sekarang
mengaku bernama 'Selendang Pelangi'.

Itu yg saya lihat. Saya bukan klenik, dan saya rasa penjelasan saya
cukup rasional. Kalau ayah dari wanita ini mau, silahkan bawa anaknya
ke tempat saya di Jakarta. Saya akan ajak bicara biasa-biasa saja. Itu
cara penyembuhan dari saya, bicara saja, bicara biasa-biasa saja.
Tetapi kalau tinggalnya jauh dari Jakarta dan tidak mau dibawa ke saya,
it's also ok. Mungkin akan ada orang yg mau berbicara dengan wanita
itu. Berbicara apa adanya saja, dan menerangkan bahwa apa yg muncul
merupakan berbagai belief systems belaka, dan memang cuma fantasi saja.
Penyembuhan bisa dilakukan apabila fantasi dilabrak dengan fantasi
juga. Fantasi santet dilabrak dengan fantasi bukan santet. Fantasi
pelet dilabrak dengan fantasi kemusykilan pelet. Fantasi lawan fantasi.
Hasilnya adalah netral.

So, yg terlihat adalah pelangi pelangi alangkah indahmu. Terlau banyak
hijau, maka harus ditambah merah. Terlalu banyak merah, maka harus
ditambah kuning, dsb… Tetapi pelangi itu tidak harus dibuat selendang
dan dibawa kemana-mana.

Itu yg akan saya coba jelaskan. Bahasa saya tentu saja akan berbeda,
tergantung dari pengertian yg ada di wanita itu. Saya tahu caranya,
tetapi tidak akan efektif dilakukan dari jarak jauh. I have to meet the
woman in person. Dan kalau ternyata tidak bisa karena tinggalnya jauh,
maka mungkin akan ada orang lain yg mau berbicara, berdialog, dan
menerangkan bahwa segalanya itu biasa-biasa saja. Sakti mandraguna cuma
bagi orang yg tidak mengerti. Tetapi bagi yg mengerti, segalanya biasa
saja. Dan karena biasa saja, tidak perlu dibawa begitu serius sehingga
menjadi "sakit jiwa" (dalam tanda kutip).

+

PERCAKAPAN 3: MATA KETIGA DAN CARA MENGGUNAKANNYA

T = Mas Leo, mohon maaf sebelumnya kemaren tanggal 16 Januari 2010
tidak bisa hadir di acara kumpul meditasinya, saya ingin tau elemen
dalam diri saya itu apa ya pak? Dan apa sebenarnya yang ada di tangan
kanan saya dan kepala saya? Setiap saya kebaktian di gereja saya selalu
merasakan ada sesuatu yang bergerak seperti kapas. Apakah saya ada
bakat untuk belajar prana dan mata ketiga?

J = Yg rasanya seperti kapas namanya prana, muncul sendiri kalau kita
rajin meditasi. Elemen anda terutama api, berbakat untuk melakukan
penyembuhan fisik, caranya terserah. Teruskan saja meditasinya, dan
lakukan saja apa yg dirasa perlu dilakukan.

T = Tapi saya jarang meditasi & perasaan seperti kapas tersebut
sudah ada sejak saya masih SMP dulu. Lama sebelum tau yang namanya
meditasi. Dan dulu pernah mengikuti aliran bela diri tenaga dalam
tetapi saya tidak yakin kalau saya menguasainya. Bahkan dari terawang
seorang teman seperguruan saya dikatakan memiliki pendamping sesosok
mahluk yang berwujud kepala seorang wanita dan bertubuh ular yang
berada di bahu kiri saya, di bahu kaki kanan ada seekor macan putih
yang mendampingi setiap langkah saya, tapi saya tidak yakin akan hal
itu dan dia juga menambahkan kalau mata ketiga saya sudah terbuka. Tapi
saya tidak merasakannya dan dapat menggunakannya. Apakah mata ketiga
saya sudah terbuka? Sangatlah penting jawaban dari pertanyaan tersebut
bagi saya. Untuk membuktikan kebenaran dan kalau benar sudah terbuka
semoga bisa bermanfaat bagi sesama.

J = Mata ketiga anda sudah terbuka, tetapi anda ragu-ragu. Anda
ragu-ragu mungkin karena pernah diberi-tahu bahwa yg namanya mata
ketiga adalah kemampuan melihat hantu-hantu, pedahal bukan itu.
Kemampuan melihat hantu bahkan sudah ada di sebagian orang sejak lahir,
karena memang manusianya sensitif, bisa merasakan energi yg ada di
sekitarnya dan, karena orang sensitif itu biasanya mentalnya juga
lemah, maka yg dirasakannya itu akan muncul seolah-olah berbentuk
fisik. Pedahal secara fisik tidak ada apa-apa. Yg dilihatnya cuma
impressi yg muncul di dalam pikirannya saja. Dan itu bukanlah mata
ketiga, bukan mata batin. Dan itu bisa kita saksikan dimana-mana. Ada
banyak dukun yg mengaku bisa melihat segala macam jin yg katanya ada di
tubuh kita. Tetapi apa itu mata ketiga? Tentu saja bukan. The dukuns
memang sensitif as well as tidak punya malu untuk mengaku melihat ini
itu. Dan akhirnya saya dilihat memiliki 1001 macam jin yg bisa
mengirimkan santet dan pelet. Apakah itu mata ketiga? Apakah itu bisa
membantu banyak orang?

The answer is no. Kemampuan melihat yg aneh-aneh itu belum tentu juga
benar. Ada kemungkinan benar apabila di-interpretasikan dengan pas.
Tetapi interpretasi akan berbeda-beda tergantung dari belief system
orangnya. Kalau orangnya klenik, maka interpretasinya akan ngawur
kemana-mana. Kalau orangnya rasional seperti saya, maka interpretasinya
akan lebih pas, karena saya bisa menghubungkan belief system orang
dengan apa yg dirasanya dilihatnya. Teman anda melihat ada
bentuk-bentuk energi di tubuh anda. Kemungkinan memang anda orangnya
berbakat dari lahir, tetapi anda masih saja terpaku pada pengertian
mata ketiga seperti dianut oleh umum. Pengertian mata ketiga seperti
itu termasuk pembodohan massal juga. Disebarkan oleh manusia yg tidak
memiliki background akademik, sehingga pemaparannya terdengar penuh
dengan takhayul. Apakah benar ada harimau putih menempel di tubuh anda,
misalnya? Tentu saja tidak. Yg terlihat itu cuma bentuk energi saja,
simbol saja. Dan itu bukan diperlihatkan oleh mata ketiga.

Mata ketiga atau mata batin adalah yg mampu melihat orang-orang apa
adanya saja. Apabila anda bisa melihat bahwa pelatih bela diri anda
adalah orang yg penuh dengan ketakutan karena dia berpegang kepada
ayat-ayat Al Quran, maka bisa dikatakan bahwa mata ketiga anda telah
terbuka. Kalau anda bisa melihat bahwa orang-orang yg datang ke gereja
itu cuma mau memperoleh berkah dari Tuhan yg menurut mereka harus
dipuja-puji setinggi langit, maka artinya mata ketiga anda telah
terbuka. Dan anda bisa menggunakannya dengan cara bilang apa adanya
saja kepada orang-orang itu. Kalau anda melihat orang munafik di
gereja, katakan saja bahwa dia munafik. Bilang saja bahwa Tuhan yg
dinyanyikan lagu 'Nina Bobok' itu cuma hasil imajinasi saja. Itu
kegunaan mata ketiga. If you feel you have it, just use it. Bilang saja
apa adanya gitu lho..

+

Leo

@ Komunitas Spiritual Indonesia <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>.

Ini hasil terawangan menggunakan mata ketiga.

Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
4. IKLAN The Fundamental and Advance Clinical Hypnotherapy Workshop!
Posted by: "Matahati Institute" matahati_institute@ymail.com matahati_institute@ymail.com
Date: Mon Jan 25, 2010 7:35 pm ((PST))

The Fundamental and Advance Clinical Hypnotherapy Workshop!
Indonesian Board of Hypnotherapy Certification (CH dan CHt)

Training
ini dikhususkan bagi anda yang berprofesi sebagai Psikolog, HRD,
Perawat, Bidan, therapist, pengembangan Sumber Daya Manusia.

Setelah
mengikuti pelatihan ini, Anda tidak akan menjadi orang yang sama lagi.
Anda berbeda karena Anda mengetahui "kunci" untuk mengakses dan
memanfaatkan kekuatan pikiran manusia.

Mengajarkan dasar-dasar
hipnotis, dasar hipnoterapi, stage hypnosis, dan self hypnosis dengan
cara pengajaran yang terbukti berhasil. Pelatihan ini didesain bagi
pemula yang ingin langsung bisa mempraktekkan hipnotis untuk permainan
maupun terapi masalah psikologis sederhana. Disisi lain pelatihan ini
adalah seminar pengembangan diri, dimana Anda akan memahami kekuatan
pikiran bawah sadar dan bagaimana meningkatkan kemampuan Anda dalam
segala bidang. Jika Anda adalah orang yang ingin menolong orang lain
dan ingin punya karir yang menjanjikan secara ekonomi, pelatihan ini
mengajarkan keduanya.

Materi yang diajarkan:
• Intake interview (Gathering information)
• Meta Model
• Milton model – Language pattern
• Depth level of hypnosis state
• Davis husband scale
• Aron's scale

Memahami hipnotis dengan benar. Mengungkap mitos dan kesalahpahaman
tentang hipnotis. Menjelaskan fenomena hipnotis secara ilmiah.
• Cara kerja pikiran sadar, bawah sadar, tidak sadar dan filter mental.
• Instant Induction. Rahasia menghipnotis dalam 10 detik atau kurang.
• Tanda-tanda kondisi hipnotis dan cara menguji tingkat kedalaman hipnotis subyek.
• Direct suggestion hypnotherapy / hipnoterapi dengan sugesti langsung.
• Teknik memberi sugesti yang benar untuk terapi.

Langkah demi langkah stage hypnosis / comedy hypnosis. hipnotis untuk
pertunjukan atau permainan seperti yang Anda lihat di Televisi.
• Cara memilih subyek yang tepat untuk pertunjukan.
• Stage hypnosis routine – eksplorasi berbagai fenomena hipnotis.
• Sugesti, visualisasi, State management.

Self-Hypnosis. Menghipnotis diri sendiri untuk motivasi, kepercayaan
diri, kontrol emosi, memperkuat ingatan, konsentrasi, kreativitas.
• Pendulum, sarana berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar Anda sendiri.
• Root of All Psychological Problem
• Advanced Pre-Talk / Pre-Induction
• Advanced Instant And Rapid Inductions
• Advanced Direct Suggestion
• Therapeutic technique
• The Power of Visualization
• Advanced Anchoring Technique
• Association & Dissociation
• Parts Therapy
• Gestalt Therapy / Chair Therapy
• Forgiveness Therapy
• Reframing
• Age Regression
• Past Life Regression
• Hypnoanalysis
• Hypnosis untuk menolong persalinan
• Pain Control Techniques, and more…
________________________________________

Training diadakan pada tanggal:
30-31 Januari 2010
Hotel Ibis Tamarin
Jl K.H. Wahid Hasyim No. 77, Jakarta 10340

6-7 February 2010
Hotel Setiabudi
Jl. Setia budi Raya No 24 Jakarta 12920
(Belakang Chase Plasa Jl. Jendral Sudirman Jakarta)

Program diatas bersertifikasi:
Certified of Hypnothist (CH) dan Hypnotherapist (CHt) – Indonesia Board of Hypntoherapy

Metode Pengajaran:
30% Teori dan 70% Praktek di kelas

Bagi 5 orang Pertama, Anda Berhak mendapat BONUS, senilai Rp. 2.000.000 :
• CD Audio Pemrograman Diri senilai Rp. 150.000 (Bahasa Indonesia)
• VCD " Rahasia Stage Hypnotist " senilai Rp. 100.000
• E-book Hypnosis
• 25 Script untuk Therapeutic & Deepener senilai Rp. 1.000.000 (Bahasa Indonesia)
• VCD Hypnotheraphy (Therapeutic) senilai Rp. 500.000
• Form Therapy bila Anda ingin membuka Klinik senilai Rp. 500.000

Kesemua Bonus ini langsung dapat anda peroleh setelah melakukan Pembayaran

Pembawa Acara:
Lucy Santioso, Psi, CHt, CI
Certified Instructor of Hypnotherapist – Indonesia Board of Hypnotherapy
Certified of Hypnotherapist – Indonesia Board of Hypnotherapy
Certified of Hypnotist – Indonesia Board of Hypnotherapy
Certified Hypnosis dari Tranzwork Institute
Certified of Coach Practitioner
Family & Parenting COACH
Founder & Chairman – Smartalent Psychological Care Centre

Investasi
Rp.2.500.000 / orang / 2 hari

Harga
khusus bagi Anda yang segera TAKE ACTION sebelum tanggal 31 Desember
2009, maka kami berikan dengan harga SPECIAL Rp. 1.800.000 / orang.

Early Bird (pelunasan sebelum tanggal 15 Januari 2010)
Rp. 2.000.000

TEMPAT TERBATAS untuk 20 orang

Pembayaran dapat ditransfer ke rekening :
Bank Central Asia (BCA) No R/K: 02.81.81.8111 a/n Eddy Sunaryo

Untuk Informasi & Pendaftaran Hubungi
Rini : 444 00 404/0818 074 44 074
MATAHATI INSTITUTE
PTB. Duren Sawit Blok F XI/10.
Klender. Jakarta Timur
Telp. / Fax : 021-8632909
Phone: +62 21 863 2909 (Office Hour 9:00 – 17:00)
E.mail: matahati.institute02@gmail.com

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
5. Undangan Launching & Diskusi Laporan Tahunan Kehidupan Beragama 2009
Posted by: "Suhadi Cholil" suhadia@yahoo.com suhadia
Date: Mon Jan 25, 2010 10:58 pm ((PST))

Undangan (Free),
Launching & Diskusi Laporan Tahunan Kehidupan Beragama di Indonesia tahun 2009
CRCS UGM
 
Komentar Laporan Tahunan 2008
 
Saya sudah membaca laporan tahunan ini, dan menilainya sangat bagus sekali. Congratulation … !  (Merle C. Ricklefs, Profesor Sejarah Indonesia, NUS)
 
Laporan Tahunan 2008 itu saya lihat yang paling obyektif, karena menampilkan fakta dan argumen yang bertentangan secara adil  (M. Atho Mudzhar, Kepala Badan Diklat dan Litbang Depag RI)
 
Kekuatan terbesar laporan ini adalah menyajikan data yang orang sulit membantahnya bahwa kita masih punya masalah dalam mengelola perbedaan (J.B. Banawiratma, Profesor Teologi Kontekstual, UKDW)
 
Laporan ini menunjukkan ketajaman para penulisnya dalam memilih isu-isu keagamaan yang penting sepanjang 2008 lalu (Ihsan Ali-Fauzi, Direktur Program Yayasan Paramadina, Jakarta)

 
Tanggal: Senin, 1 Februari 2010
Waktu: 08.30 WIB-Selesai
Tempat: Ruang Seminar Lt. 5 Gedung Sekolah Pascasarjana UGM,
Jl. Teknika Utara No. 1 Yogyakarta
 
Narasumber:
Tim Peneliti CRCS UGM
 
Pembahas:
K.H. Salahuddin Wahid (Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang)
Ifdal Kasim (Ketua Komnas HAM)
AAGN Ari Dwipayana (Dosen Fisipol UGM)

 
Laporan Tahunan 2009 ini, yang dikeluarkan untuk kedua kalinya, mencatat dan menganalisis persitiwa-peristiwa seputar kehidupan umat beragama di Indonesia sepanjang tahun 2009. Seperti tahun lalu, kasus-kasus pertentangan dalam masyarakat yang terkait rumah ibadah dan wacana penyesatan agama masih sering terjadi pada tahun 2009. Bagaimana menyikapi konflik-konflik keagamaan seperti ini?
 
Bagaimana pula dengan kebijakan-kebijakan publik pada 2009 yang memancing kontroversi kaum agamawan, seperti UU Kesehatan, RUU Jaminan Produk Halal, dan beberapa peraturan daerah?
 
Kontak Person (Termasuk bagi yang memerlukan Undangan Tertulis):
Budi Asyhari (0274-8308577)

 
Terimakasih,
Suhadi Cholil

Lecturer and Researcher
Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS)
Gadjah Mada University, Jl. Teknika Utara Pogung, Yogyakarta 55281 Indonesia Telp/Fax: +62 274 544976 Website: http://www.crcs.ugm.ac.id
 

New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
6a. Hari Burungnya Bude Ratih
Posted by: "audifax -" audivacx@yahoo.com audivacx
Date: Mon Jan 25, 2010 11:42 pm ((PST))

Happy Bird day Budeeee…Selamat Ulang Tahun…ayo dirayakan dengan rawon setannnnnnnn

http://n2.nabble.com/file/n3978009/rawon_setan.jpg

1 of 1 Photo(s) http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/attachments/folder/280982906/item/list

rawon_setan.jpg

Messages in this topic (2)
________________________________________________________________________
6b. Re: Hari Burungnya Bude Ratih [1 Attachment]
Posted by: "goenardjoadi@gmail.com" goenardjoadi@gmail.com goenardjoadi
Date: Mon Jan 25, 2010 11:44 pm ((PST))

Happy birthdaay buat bu Ratih semoga awet muda 🙂

Goen

Powered by Telkomsel BlackBerry�

—–Original Message—–

From: audifax – <audivacx@yahoo.com>

Date: Mon, 25 Jan 2010 23:41:52

To: psikologi transformatif<psikologi_transformatif@yahoogroups.com>

Subject: [psikologi_transformatif] Hari Burungnya Bude Ratih [1 Attachment]

Happy Bird day Budeeee…Selamat Ulang Tahun…ayo dirayakan dengan rawon setannnnnnnn

http://n2.nabble.com/file/n3978009/rawon_setan.jpg

Messages in this topic (2)

————————————————————————
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
psikologi_transformatif-normal@yahoogroups.com
psikologi_transformatif-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
psikologi_transformatif-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

————————————————————————

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: