Intensitas Bermain Game Online Berhubungan Dengan Kompetensi Sosial Remaja

Hubungan Antara Intensitas Bermain Game Online Dengan Kompetensi Sosial Pada Remaja


Perkembangan teknologi saat ini sangatlah pesat, dengan adanya internet kita bisa  mengakses berbagai macam berita dan juga informasi secara cepat, melalui internet seseorang bisa mencari informasi lewat world wide web (www) seperti melihat perkembangan jurnal jurnal ilmiah dunia,membaca berita dalam maupun luar negeri, bisa juga bercengkerama lewat mailing list, berkirim surat elektronik (e-mail),  tidak hanya itu saja internet juga menawarkan banyak sekali hiburan seperti chatting, download lagu atau film serta bermain game online, bisa terlihat bahwa internet banyak memberikan fasilitas hiburan dan kemudahan untuk mengetahui apa saja, namun seperti dua mata sisi uang, bahwa suatu hal pasti ada sisi positif dan negatif. 
Berdasarkan penelitian penelitian menemukan adanya akibat negatif dari penggunaan internet, Moody (Brian,2005) menemukan bahwa penggunaan internet yang tinggi dihubungkan dengan kesepian yang tinggi, Young (2000) menyatakan bahwa internet bisa mengakibatkan kecanduan. Menurut Young(2000) bahwa tipe – tipe internet yang bikin kecanduan adalah Cybersexual Addiction (penggunaan website dewasa untuk melihat situs porno atau cybersex secara berlebihan), Cyber-relationship Addiction (terlibat secara berlebihan dalam hubungan online seperti chatting dll), Net Compulsions (berjudi, berdagang dan belanja secara online), Information Overload (kecanduan untuk mencari data – data), Computer game Addiction (berlebihan dalam bermain game). Dari sini terlihat bahwa game online adalah salah satu bagian dari internet yang sering dikunjungi dan sangat digemari dan bahkan bisa mengakibatkan kecanduan.
Sanders dkk (2000) juga mengatakan bahwa penggunaan internet bisa mengakibatkan pada pengisolasian sosial sehingga mengakibatkan hubungan dengan keluarga dan temannya menjadi tidak baik. Akibat dari isolasi yang terjadi karena intensitas menggunakan internet (termasuk bermain game online)yang tinggi bisa mengakibatkan remaja tidak bisa berinteraksi dengan lingkungan sosialnya sedangkan, Hurlock (1980) mengatakan bahwa semakin banyak partisipasi sosial maka semakin tinggi kompetensi sosial remaja. Dengan melakukan banyak kegiatan serta aktivitas sosial remaja dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan sosialnya.
Game online menurut kim dkk (2002) adalah permainan atau game yang bisa dimainkan oleh ribuan bahkan ratusan orang melalui layanan internet dalam waktu yang sama, game online juga bisa dimainkan lewat LAN atau local Area Netwok yaitu suatu jaringan yang menghubungkan antara pemain yang satu dengan pemain yang lain dalam suatu server sehingga para pemain bisa bermain secara bersama sama. Bermain game bisa membuat seseorang menjadi lupa diri dan tidak memperdulikan hal hal yang lainnya, menurut Griffits dkk (2004) para pemain game mengorbankan aktivitas yang lain untuk bisa  bermain game, mereka mengorbankan waktu untuk hobby yang lain, mengorbankan waktu untuk tidur, bekerja ataupun belajar, bersosialisasi dengan teman dan waktu untuk keluarga. Data yang lain menunjukan bahwa para pemain game juga mengorbankan waktu untuk olah raga, mengerjakan pekerjaan rumah, menonton televisi dan juga membaca buku. Dari sini terlihat bahwa orang yang bermain game mengorbankan banyak waktunya termasuk untuk bersosialisasi padahal menurut Grinder (1978) bahwa kompetensi sosial merupakan hasil dari sosialisasi. 
Frekuensi atau keseringan remaja bermain game mengakibatkan banyak waktu yang dipakai untuk bermain sehingga tidak malakukan kegiatan serta aktifitas yang lain dan menyebabkan mereka tidak bisa mendapatkan pengetahuan pengetahuan serta tidak bisa mengembangkan kemampuan atau kecakapan kecakapannya dalam berhubungan dengan orang lain, pengetahuan dan ketrampilan tersebut adalah kemampuan untuk berkomunikasi efektif, mampu memahami diri dan orang lain, mengetahui peran gender, mengetahui moralitas yang ada di lingkungannya dan mampu mengontrol emosi, mampu menyesuaikan perilaku dalam merespon tuntutan tuntutan sosial yang sesuai dengan usianya.
Lamanya waktu dalam bermain game menjadikan seseorang menganggap game online lebih penting dari pada hal hal lainnya sehingga membuat seseorang semakin jarang melibatkan diri dalam berbagai aktifitas sosial yang menyebabkan mereka tidak bisa mengembangkan kemampuan kemampuan sosialnya, sesuai dengan pendapat Grinder (1978) bahwa dengan bersosialisasi memungkinkan untuk mendapatkan pengetahuan sosial: ketrampilan, tingkah laku, nilai/norma, kebutuhan dan motivasi yang akan membentuk adaptasi mereka terhadap lingkungan fisik dan sosiokultural dimana mereka tinggal.
Perhatian penuh dalam bermain game membuat seseorang tidak mau melakukan aktifitas aktifitas yang lain yang mungkin lebih penting dari pada bermain game sehingga membuat mereka semakin terisolasi dari lingkungannya yang mengakibatkan berkurangnya kemampuan kemampuan mereka dalam berhubungan dengan orang lain. Mampu berkomunikasi efektif, mampu menyesuaikan diri, mampu mengontrol emosinya serta mampu memahami orang lain.
Sedangkan emosional pada permainan game online seperti rasa marah saat mengalami kekalahan ataupun rasa senang saat mengalami kekalahan menyebabkan seseorang ingin terus bermain game online yang menyebabkan semakin banyak waktu yang tersita dalam bermain game online, hingga akhirnya jarang melakukan aktifitas sosial dan tidak dapat mengembangkan kemampuan kemampuan sosialnya.
Game online merupakan permainan yang menggunakan komputer sehingga menyebabkan seseorang jarang berinteraksi dan berhubungan langsung dengan orang lain atau berpartisipasi langsung yang bisa mengakibatkan seseorang tidak mampu untuk mengembangkan pengetahuan serta kecakapan sosialnya.

Satu Tanggapan

  1. minta referensi nya yah..pliiis,, bagus banget nih… sangat membantu skali… kasih referensi k fb saya lewat inbox ya… search aj d fb nama “INNA NAFISAH”.. thx before
    mohon dibantu” yaa… saya lagi nyusun skripsi… terimakasih

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: