Karakteristik Pekerjaan Yang Berhubungan Dengan Kreativitas Tim Kreatif

Hubungan Antara Karakteristik Pekerjaan Dengan Kreativitas Pada Tim Kreatif Periklanan Di Yogyakarta

Karakteristik pekerjaan yaitu dimensi inti dari pekerjaan yang merupakan ciri kesamaan dari berbagai pekerjaan (Gibson dkk, 1988). Sedangkan Hackman & Oldham mengemukan bahwa karakteristik pekerjaan merupakan sifat objektif dari pekerjaan yang dilakukan (West, 2000) dan akan terbentuk model karakteristik pekerjaan yang merupakan suatu pendekatan yang lebih mutakhir dari merancang pekerjaan, dimana suatu perkembangan luar biasa terhadap pengayaan (enrichment) pekerjaan dan berusaha untuk menjelaskan situasi dan merancang pekerjaan yang efektif bagi individu (Gibson dkk, 1989).
Karakteristik pekerjaan terdiri dari lima aspek yaitu variasi keahlian (skill variety), identitas tugas (task identity), signifikansi tugas (Task significance), otonomi (autonomy), dan umpan balik (feed back) (Tosi, 1990). Kelima aspek tersebut berperan penting dalam kreativitas pada tim kreatif periklanan.  Variasi keahlian dibutuhkan untuk mengetahui sejauh mana insan kreatif menggunakan ketrampilan yang dimiliki dan dapat berkreativitas dengan cara yang berbeda-beda. Apabila variasi keahlian tidak sesuai maka kemungkinan yang terjadi individu akan merasa bosan karena pekerjaannya bersifat monoton. Misalnya saja kita bisa melihat iklan baris di koran, iklan tersebut tidak menuntut insan kreatif untuk menggunakan keahliannya. Keadaan tersebut akan menyebabkan pekerjaan itu tidak berarti apa-apa dan tidak adanya rasa tanggung jawab terhadap kreativitas yang dihasilkan. Aspek identitas tugas dibutuhkan insan kreatif untuk mengetahui sejauhmana insan kreatif terlibat dalam proses kreatif pembuatan iklan. Misalnya saja membuat iklan produk kecantikan, tema iklan ditentukan oleh atasan sedangkan insan kreatif hanya mengembangkannya, hal itu membuat insan kreatif tidak merasakan hasil yang nyata dari ide sendiri. Keadaan tersebut akan mempengaruhi tanggung jawab insan kreatif terhadap kreativitas yang dihasilkan dan insan kreatif akan merasa tidak berarti terhadap kreativitas yang sudah dihasilkan. Aspek signifikansi tugas juga dibutuhkan oleh insan kreatif periklanan untuk mengetahui sejauhmana pekerjaannya itu mempunyai pengaruh terhadap pekerjaan orang lain. Misalnya saja dalam proses pembuatan iklan, konsep kreatif itu akan mempengaruhi proses kerja orang lain sepertu fotografi, layout maupun pewarnaan. Apabila konsep kreativitas itu tidak mempengaruhi kerja orang lain, maka insan kreatif akan merasa tidak berarti terhadap kreativitas yang dihasilkan dan tanggung jawab terhadap kreativitas akan rendah. Aspek otonomi merupakan keadaan dimana suatu pekerjaan itu memberikan kebebasan kepada insan kreatif untuk merancang dan memprogramkan aktivitas kerjanya sendiri. Apabila otonomi tidak dimiliki individu kemungkinan individu tidak dapat mengembangkan ide yang kreatif karena keterbatasan ruang gerak dalam berimajinasi. Misalnya saja keputusan hasil akhir konsep iklan ada ditangan atasan, insan kreatif tidak mempunyai kesempatan untuk memutuskan sendiri. Keadaan tersebut akan mempengaruhi  tanggung jawab terhadap kreativitas yang dihasilkan. Aspek umpan balik merupakan informasi yang diperoleh insan kreatif tentang keefektifan kinerja, lebih besar kemungkinan kreativitas itu akan terwujud sebab insan kreatif sadar akan kesenjangan kinerja sehingga akan mengawali cara-cara bekerja yang baru untuk meningkatkan kreativitas.
Kelima aspek diatas sangat mempengaruhi proses kreativitas yang ada dalam diri insan kreatif. Apabila salah satu dari lima karakteristik pekerjaan hilang akan menyebabkan berkurangnya ketertarikan karyawan terhadap pekerjaannya serta hilangnya motivasi karyawan untuk bekerja lebih baik sehingga akan berpengaruh terhadap perolehan kerja yang dihasilkan. Insan kreatif periklanan daerah tidak dapat meningkatkan kreativitas karena hilangnya salah satu aspek dari karakteristik pekerjaan. Hal ini didukung oleh pendapat Hackman & Oldham yang menyatakan bahwa pekerjaan seseorang yang mempunyai identitas tugas, variasi keahlian, identitas tugas, otonomi, dan umpan balik akan mempunyai kebutuhan pertumbuhan yang kuat dan akan merespon dengan baik ketika bekerja (Tosi, 1990). Sejalan dengan itu, West (2000) mengatakan jika karakteristik pekerjaan ada, lebih besar kemungkinan kreativitas dalam pekerjaan akan terwujud, khususnya dalam hubungannya dengan otonomi tugas. Kreativitas yang membutuhkan kebebasan berekspresi terdapat pada otonomi untuk mengembangkan kreasi sesuai dengan keinginannya, sehingga dapat terbentuk orang-orang yang kreatif, yaitu orang yang mempunyai nilai-nilai intelektual dan artistik, ketertarikan pada kompleksitas, kepedulian pada pekerjaan dan pencapaian, ketekunan, pemikiran yang mandiri, toleransi terhadap ambiquitas, otonom, kepercayaan diri dan kesiapan mengambil resiko.
Menurut Loher apabila karakteristik pekerjaan sesuai dengan individu maka akan menghasilkan hasil kerja yang diharapkan organisasi adalah sebagai berikut (Gitosudarmo & Sudita, 2000):
1.      Prestasi yang dapat diandalkan : kualitas dan kuantitas kerja yang tinggi.
2.      Rajin : tingkat kehadiran dan kelambatan rendah.
3.      Tingkat kepuasan kerja yang tinggi : perasaan yang senang tentang pekerjaan, organisasi, dan perlakuan yang diterima di tempat kerja.
  1. Perilaku spontan dan inovatif : mengerjakan lebih dari yang ditentukan secara formal dalam uraian tugas, seperti menunjukkan inisiatif, memberikan saran yang kreatif, bekerja sama dengan pekerja lain, dan melakukan pengembangan diri.
Kreativitas tim kreatif periklanan itu sendiri terbentuk karena adanya karakteristik kepribadian yaitu sifat terbuka dan fokus atau konsentrasi pada tugas, dari kedua karakteristik kepribadian akan menghasilkan humor yang imajinatif atau menghasilkan sesuatu yang beda dengan orang lain dan kadang-kadang menghasilkan sesuatu tidak terbayangkan orang lain menjadi karya yang kreatif. Humor yang imajinatif  atau ide yang dihasilkan tiap individu itu akan didiskusikan pada saat brainstroming (untuk menimbulkan petunjuk-petunjuk dan ide-ide untuk mencapai pemecahan masalah secara memuaskan). Brainstorming terwujud dengan adanya kerjasama tim yang baik (Negara dkk, 2000). Kerjasama dengan rekan kerja sangat dibutuhkan. Kerjasama tersebut diharapkan dapat membuat individu saling melatih satu sama lainnya untuk mengembangkan ketrampilan pekerjaan, individu saling mengevaluasi kontribusi perfomansi satu sama lainnya, individu secara kolektif dibuat bertanggung jawab untuk hasil-hasil perfomansi, individu memiliki kebijaksanaan dalam mendistribusikan tugas dalam tim, individu memiliki keleluasaan dalam menjadwalkan pekerjaan dalam tim, dan individu dapat bertanggung jawab untuk kualitas total dari produk-produk kelompok (Schermerhorn, 1998)
Pembentukan kreativitas tersebut diharapkan dapat dilakukan tahap-tahapnya dengan baik apabila kelima sifat-sifat pekerjaan tersebut sesuai dengan insan kreatif, sehingga karakteristik pekerjaan yang dimiliki insan kreatif saat ini perlu adanya pengayaan pekerjaan (Job enrichment) untuk mewujudkan kreativitas yang berkualitas.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: