[psikologi_transformatif] Digest Number 5983

There are 6 messages in this issue.

Topics in this digest:

1. (no subject)
From: nneonlight

2. Fit to work, Jakarta, 9-10 Maret 2010
From: Aprilia Budihartini

3. Keteduhan Hati
From: muhamad agus syafii

4a. Free Passes Available
From: Free Passes Available
4b. Free Passes Available
From: Free Passes Available

5. Wajah Demokrasi Indonesia : DEMOS (Rakyat) Dikhianati.
From: andre andreas

Messages
________________________________________________________________________
1. (no subject)
Posted by: "nneonlight" nneonlight@yahoo.co.uk nneonlight
Date: Wed Feb 10, 2010 11:56 am ((PST))

Aku akan merangkai kata2 indah hingga tidak dapat lagi kau tangkap
maknanya, atau ada juga barangkali yang kau tangkap, namun belum kau
pahami seutuhnya

Aneh bukan

Kata2 menjadi tidak lagi dipakai bermakna seperti biasa, namun sengaja
dia kularikan

Namun engkau harus mengerti juga, bahwa pada mulanya, kata2 itu sendiri
bebas dari makna2nya
Kita saja yang suka mengikat mereka dengan segala macam makna yang
berat2, dan bahkan seringkali, kita sendiripun tidak mengerti, sehingga
membebani pikiran kita sendiri

Kita membuat kata2 yang bermakna jelek, lalu menjilat dengan kata2 yang
indah

Namun terlepas dari semua itu, tentu saja aku harus mengingatkan juga
pada kalian, bahwa kita bertanggungjawab menggali persahabatan yang
telah menjadi barang lebih langka dari kata

Padahal inilah kebahagiaan dan kebebasan terdalam dalam menggali makna
kata
Keterbukaan hati untuk menangkap makna yang lebih dalam

Jadi, akulah kata2, yang tidak terdiri dari sejentik anasir pun

Demikianlah, setelah berpanjang2 dengan segala kata pengantar berikut
penjelasannya yang kelihatan rumit namun yang sebenarnya tidak,
ijinkanlah saya merangkai kata2 – yang seharusnya telah kita sekalian
pahami sebagai kata2 yang pada mulanya adalah bebas dan tanpa makna ini-
kepada anda sekalian,

Happy Valentine !

Love, nneonlight

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Fit to work, Jakarta, 9-10 Maret 2010
Posted by: "Aprilia Budihartini" apriliabudihartini@yahoo.com apriliabudihartini
Date: Wed Feb 10, 2010 1:13 pm ((PST))

Fit to work, Jakarta, 9-10 Maret 2010

Yth Direktur, Manajer HRD, HSE, Dokter dan Paramedik Perusahaan,

Fit to work dulunya adalah pemeriksaan kesehatan pekerja. Istilah pemeriksaan kesehatan tidak mengaitkan kondisi badan karyawan dengan pekerjaannya. Fit to work mengaitkan kondisi tubuh pekerja dengan produktivitas. Istilah ini lebih disukai oleh para Direktur dan Manajer perusahaan. Apa perbedaan fit to work dan pemeriksaan kesehatan?

Fit to work ialah pemeriksaan kesehatan yang didasarkan oleh lingkungan kerja, bahaya dan risiko pekerjaan. Pemeriksaan kesehatan adalah pemeriksaan yang didasarkan oleh keinginan siapa saja untuk memanfaatkan teknologi laboratorium dan kedokteran. Dengan demikian pemeriksaan kesehatan mengesankan ngawur dan tidak cost effective. Karena yang diperiksa adalah orang normal, banyak hasil pemeriksaan yang menunjukkan angka normal. Pemeriksaan orang sehat bukan mencari harga normal dan abnormal, melainkan mencari nilai normal rendah dan normal tinggi. Dengan demikian kecenderungan kondisi kesehatan pekerja akan terlihat.

Pemeriksaan tekanan darah dalam kenyataan di lapangan selalu dibulatkan ke angka puluhan, di mana seharusnya dibulatkan ke angka duaan. Ini menyebabkan banyak prediksi karyawan yang akan mengalami stroke atau serangan jantung sering meleset. Pemeriksaan audiometri sering tidak seragam, ada yang mulai dari frekuensi 250 Hz dengan test 30 dB, padahal ISO 6189 yang menjadi acuan audiometri menyatakan bahwa test harus dimulai pada frekuensi 1000 Hz dengan test 40 dB dan dimulai pada telinga yang paling mendengar. Spirometri juga menggunakan standar Knudson yang merupakan standar orang kulit putih. Pantas saja jika hasilnya banyak restriktif. Banyak validitas pemeriksaan yang patut diragukan.

Pelatihan Fit to work akan diselenggarakan di Jakarta, pada tanggal 9-10 Maret 2010. Silakan hubungi Dewi 08119697318, Atik 081310520490 atau Lia 08119931727.

Aprilia untuk
Dr Sudjoko Kuswadji MSc(OM) PKK SpOk

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3. Keteduhan Hati
Posted by: "muhamad agus syafii" agussyafii@yahoo.com agussyafii
Date: Wed Feb 10, 2010 6:26 pm ((PST))

Keteduhan Hati

By: agussyafii

Keteduhan hati di dalam hidup kadang hadir kala orang sehat namun keteduhan hati yang sesungguhnya akan terlihat justru ketika kita sakit. Sakit melatih kesabaran seseorang menjadi meningkat. Sakit membuat keteduhan dirasakan oleh orang-orang disekelilingnya. Wajahnya terlihat lebih tabah, tutur katanya lembut dan tidak mengeluhkan sakitnya. 'Sejak bapak sakit, beliau menjadi begitu sangat sabar. bahkan kalo saya ngomel sama anak-anak, sekarang bapak bisa nasehatin saya..sabar bu..sabar.' Tutur seorang Ibu yang mendampingi Pak Haji disaat saya membezuknya.

Pak Haji yang saya kenal beliau salah satu pengurus Yayasan Pendidikan. beliau menderita 'Verkalking', yakni sakit disebabkan pengapuran pada persendian kaki sehingga kalau digerakkan kakinya terasa sangat sakit. Menurut dokter ahli tulang tempat dimana beliau berobat mengatakan jalan satu-satunya untuk menyembuhkan sakit adalah dengan operasi.

Beliau tidak malah langsung melaksanakan saran dokter namun malah bersama anak dan istrinya malah bershodaqoh untuk anak-anak Amalia dan orang-orang tidak mampu disekeliling rumahnya. Keyakinannya bahwa 'Obatilah orang-orang sakit dengan shodaqoh dan betengilah harta kalian dengan zakat dan tolaklah bala' dengan doa' 'itulah satu-satunya cara kami memohon pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala,' begitu tutur Pak Haji.

Anehnya, begitu bangun untuk menunaikan sholat subuh, beliau tidak lagi merasakan sakit pada persendian kakinya. begitu siangnya pak haji segera mendatangi dokter langgananannya untuk memeriksakan kesehatan kakinya. Setelah dipoto, ternyata pengapuran pada sendi kakinya telah hilang. Dokternya bertanya, apakah dia telah menjalani operasi?' Pak Haji menjawab, saya tak pernah operasi, hanya meminta kepada Allah agar disembuhkan. Sang dokter itu mengakui bahwa kalau Allah Subhanahu Wa Ta'ala berkehendak, semua pasti terjadi.

Dari berbagai peristiwa yang telah beliau alami, perubahan sifat yang dulunya pemarah sekarang menjadi lebih sabar. Keteduhan pada diri Pak Haji semakin dirasakan oleh keluarganya sejak sakitnya parah. Begitu luar biasanya Allah memberikan pelajaran kemudian juga menyembuhkan pada persendian yang dideritanya namun juga sekaligus menyembuhkan penyakit hatinya.

—-
'Obatilah orang yang sakit dengan shodaqoh, bentengilah harta kalian dengan zakat dan tolaklah bencana dengan berdoa (HR. Baihaqi).

Wassalam,
agussyafii
—-
Tulisan ini dalam rangka kampanye program Kegiatan 'Amalia Satukan Hati (SEHATI)' Hari Ahad, Tanggal 14 Februari 2010 Di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan komentar anda di http://www.facebook.com/agussyafii atau http://agussyafii.blogspot.com, http://www.twitter.com/agussyafii, atau sms di 087 8777 12 431

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
4a. Free Passes Available
Posted by: "Free Passes Available" neha4@moneytroops.com ashishshop8
Date: Wed Feb 10, 2010 10:56 pm ((PST))

FREE Tickets. <http://www.moneytroops.com/buzzintown.php> Free
Passes!. <http://www.moneytroops.com/buzzintown.php>
Theatre Art,
Nightlife,
Disco,
Music Sports
Check Here !!
Enter Your Details Soon
<http://www.moneytroops.com/buzzintown.php>

Messages in this topic (2)
________________________________________________________________________
4b. Free Passes Available
Posted by: "Free Passes Available" neha4@moneytroops.com ashishshop8
Date: Thu Feb 11, 2010 3:03 am ((PST))

FREE Tickets. <http://www.moneytroops.com/buzzintown.php> Free
Passes!. <http://www.moneytroops.com/buzzintown.php>
Theatre Art,
Nightlife,
Disco,
Music Sports
Check Here !!
Enter Your Details Soon
<http://www.moneytroops.com/buzzintown.php>

Messages in this topic (2)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
5. Wajah Demokrasi Indonesia : DEMOS (Rakyat) Dikhianati.
Posted by: "andre andreas" mataharikusatu@yahoo.com mataharikusatu
Date: Thu Feb 11, 2010 2:17 am ((PST))

Bila merunut perjalanan satu dekade reformasi sebenarnya rejim yang bekuasa telah menjalankan estafet penuntasan reorganisasi politik dan ekonomi untuk mengubah Indonesia dalam fundamentalisme pasar atau negara pasar bebas. Paling tidak rejim yang berkuasa yang sepanjang satu dekade reformasi ini telah mengulangi rekayasa ekonomi-politik naiknya Soeharto dan kelahiran Orde Baru. Bila kelahiran orde Baru diwarnai amandemen berbagai perundangan-undangan dibidang ekonomi, seperti UU Penanaman Modal Asing, UU Pertambangan, UU Kehutanan, tepat dititik yang sama ini dilakukan pula oleh Orde Reformasi. Di antaranya di masa pemerintahan Megawati UU 18/2004 tentang Perkebunan dan UU 7/2004 tentang Sumber Daya Air . Sedang di masa SBY-JK dilakukan amandemen UU 27/2007 Pengelolaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, UU No. 25/2007 tentang Penanaman Modal, UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang, UU No. 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Selain itu kita juga
bisa beberkan 'persetujuan' elit-elit politik dominan di partai politik terkait kebijakan-kebijakan penghapusan subsidi, liberalisasi impor beras, komersialisasi pendidikan dan kesehatan hingga privatisasi BUMN.

Apakah yang bisa ditangkap dari kompaknya partai-partai politik dan pemerintah terkait estafet penuntasan reorganisasi politik dan ekonomi untuk mengubah Indonesia kearah haluan fundamentalisme pasar atau negara pasar bebas, disisi lain kekompakan dan 'keengganan' membongkar Kriminalisai KPK (baik itu yang terjadi dalam proses parlemen khususnya yang terjadi di Komisi IIII serta sikap SBY yang berdiam diri saja dan seperti membiarkan kasus ini sebelum dikeroyok oleh opini publik yang menguat) dan pertarungan dalam Mega Skandal Bank Century (yang lebih mencolok dengan nuansa tawar menawar politik). Tak lain tak bukan ini adalah soal kekuasaan yang sarat dengan perebutan atau pembagian rente ekonomi dan upaya mengamankannya diantara elit politik dominan.

Akankah juga rejim yang berkuasa hari ini di satu sisi meliberalkan sepenuhnya ekonomi Indonesia menjadi negara pasar bebas di sisi lain akan melakukan pengekangan kebebasan politik dan partisipasi rakyat di bidang politik-sosial seperti pada jaman Soeharto. Bisa jadi ya bila kita melihat trend kriminalisasi demokrasi atau dalam kesimpulan Riset Demos Satu Dekade Reformasi disebut dengan gejala Konsolidasi Demokrasi Elitis Menuju Politics of Order.

Politics of order dijalankan dengan serangkaian langkah-langkah sistematis. Tujuannya mudah diduga. Membatasi kebebasan sipil dan politik termasuk dengan membuat sistem representasi menjadi tertutup dari partisipasi popular. Dalam perspektif ini demokrasi tidak lebih penting daripada stabilitas politik. Dan partisipasi popular dianggap sebagai gangguan terhadap penguasa.

Itu artinya, DEMOS (rakyat) dikhianati.

dipetik dari paper Antonio Pradjasto Direktur Eksekutif DEMOS "Ketika Demokrasi Didustai dan 'DEMOS' Dikhianati" disampaikan dalam Diskusi Publik "Wajah Demokrasi Indonesia".

selengkapnya
http://www.demosindonesia.org/laput/article.php?id=541

DEMOKRASI GAGAL SEBARKAN KESEJAHTERAAN BAGI RAKYAT

Jakarta, "Indonesia ini negara penganut demokrasi terbesar ketiga di dunia. Namun ironisnya demokrasi telah berubah menjadi instrumen untuk menambah kemakmuran bagi elit politik," kata Cornelius Lay dalam Diskusi Publik "Wajah Demokrasi Indonesia", di Jakarta Media Center, Rabu.

Negara dinilainya masih setengah-setengah dalam berupaya menyejahterakan rakyat. Bukan hanya itu, negara masih memiliki pesaing dalam usaha memunculkan kesejahteraan rakyat. Saingan tersebut hadir dalam wajah rumah sakit, sekolah, dan partai yang turut serta mengemban tugas pemerintah.

"Seolah semua golongan ingin memunculkan kelebihannya masing-masing. Muhammadiyah dan orang Katolik, misalkan, bikin sekolah. Rumah sakit juga dibangun untuk menyaingi milik pemerintah," jelas Cornelius.

Cornelius menilai, selama ini di Indonesia, demokrasi tidak terjadi secara menyeluruh dalam semua lapisan masyarakat. Contohnya adalah pembuatan KTP. Hal itu tidak menunjukkan seseorang sebagai bangsa Indonesia, tetapi hanya menunjukkan seseorang berasal dari kelurahan dan kecamatan tertentu dalam sebuah kabupaten atau kota .

"Contohnya, coba saja kalau kita pegang KTP Yogyakarta, lalu kita mengajukan Askeskin ke rumah sakit di Jakarta, sudah pasti ditolak. Apa itu yang namanya demokrasi?" tutur Cornelius.

Lokalitas, kata Cornelius, harus dijadikan basis utama dalam menumbuhkan demokrasi. Masyarakat dan petinggi negeri diharapkannya untuk melupakan sementara ranah Indonesia yang terlalu besar. Sebaiknya demokrasi terlebih dahulu dimunculkan di daerah-daerah.

"Berdemokrasilah di pojok-pojok Indonesia yang menjanjikan itu," tambah Cornelius.

Menambahkan pendapat Cornelius, Direktur Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi (Demos), Antonio Pradjasto mengatakan, tidak meningkatnya kesejahteraan rakyat juga disebabkan oleh memburuknya hak ekonomi, sosial, dan budaya (ekosob).

"Hal tersebut mencolok karena di satu sisi ada peningkatan kemakmuran pada segelintir orang di sisi lain mayoritas masyarakat masih tenggelam dalam kemiskinan," kata Antonio.

Demokrasi yang cocok

Antonio Pradjasto menilai parlemen belum maksimal dalam menegakkan demokrasi. Hal itu disebabkan karena parlemen tidak mengerti kepentingan publik secara menyeluruh.

"Belakangan ini mencuat isu bahwa demokrasi tidak cocok diaplikasikan di Indonesia. Menurut saya, itu hanyalah alasan para elit politik untuk mempertahankan kekuasaan mereka," tandas Antonio.

Demokrasi, kata dia, tepat diaplikasikan dimana saja karena setiap manusia di dunia memiliki hak untuk berekspresi.

Rakyat Indonesia dianggapnya membutuhkan pemerintah yang tegas dalam menjalankan negeri ini. Namun, ia juga menekankan bahwa tegas tidak sama dengan otoriter.

Rezim otoriterlah yang membuat demokrasi tidak bisa dilaksanakan dalam sebuah negara.

Pendapat-pendapat Antonio itu dilontarkannya karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya memunculkan isu akan ke mana demokrasi Indonesia dibawa. Antonio termasuk orang yang cemas akan hal ini karena dianggap isu pencarian jati diri Indonesia akan membawa Indonesia kepada rezim otoritarian. (ant)

sumber http://www.sinarharapan.co.id/berita/read/demokrasi-gagal-sebarkan-kesejahteraan-bagi-rakyat/

Messages in this topic (1)

————————————————————————
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
psikologi_transformatif-normal@yahoogroups.com
psikologi_transformatif-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
psikologi_transformatif-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

————————————————————————

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: