[resonansi] Digest Number 1124

There are 2 messages in this issue.

Topics in this digest:

1. Pesan dari Einstein
From: resonansi_2002

2. Menentukan Tujuan Hidup
From: resonansi_2002

Messages
________________________________________________________________________
1. Pesan dari Einstein
Posted by: "resonansi_2002" resonansi_2002@yahoo.co.uk resonansi_2002
Date: Mon Feb 15, 2010 7:51 am ((PST))

Message of Monday – Senin, 15 Februari 2010
Pesan dari Einstein
Oleh: Sonny Wibisono *

"There are two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle, the other is as though everything is a miracle."
— Albert Einstein, fisikawan

MENJENGUK teman tidaklah cukup hanya dengan membawa sekeranjang buah jeruk, tetapi juga keluasan hati untuk mendengarkan curahan hatinya. Sepekan lalu, saya menjenguk seorang teman lama. Dia terbaring di tempat tidur. Agak aneh bin terkejut juga. Padahal diantara teman-teman saya yang lain, dia paling giat berolahraga. Nge-gym, yang saat ini menjadi bagian gaya hidup kaum urban, menjadi makanan sehari-harinya. Namun apakah sebabnya tubuh gagahnya kini menjadi lunglai?

Manusia berbeda dengan mobil tentu saja. Biarpun tubuh masih fit, tapi kalau hati sedang gundah-gulana, semua bisa berantakan. Nah, ternyata penyakit itu yang kini menerpa dia. Ia merasa kesal luar biasa hanya karena teman setimnya di kantornya dipromosikan ke jenjang yang lebih tinggi, sedangkan ia tidak. Promosi yang berarti, pangkat naik, gajipun meningkat drastis.

Padahal menurutnya, dia dan temannya itu sama-sama melakukan pekerjaan dengan baik. Maklum, mereka berada dalam satu tim. Bekerja bersama, jatuh bangun bersama. Tapi apa mau dikata, ia tidak mendapatkan promosi. Ia merasa tertekan, dan memikirkan hal ini selama berhari-hari. Itu yang menyebabkan kenapa ia harus istrirahat.

Bukan lantaran sok tahu. Namun saya mencoba untuk mengingatkan sesuatu padanya. Dengan setengah tak enak hati, saya bertanya padanya: apakah bila ia memikirkan hal tersebut akan dapat mengubah hasilnya? Ia bakal promosi misalnya? Dia diam seribu bahasa. Namun ekpresi wajahnya seakan ingin mengatakan: Tidaakkkk!

Hal ini sebenarnya tak beda jauh ketika saya menghadiri acara dialog politik beberapa bulan yang lalu. Seorang peserta bertanya kepada seorang tokoh yang menjadi narasumber, bagaimana ditengah gempuran lawan-lawan politiknya ia tetap tenang dan terlihat menikmati hidupnya. Pertanyaannya sederhana, bagaimana ia mengatasi hal itu?

Ia berkata bahwa ia tak memiliki resep khusus. Ia hanya mengatakan bahwa ia teringat akan ucapan fisikawan terkenal Albert Einstein, "There are two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle, the other is as though everything is a miracle." Dengan kata lain, ia ingin mengatakan bahwa ada dua cara untuk menikmati hidup ini, yang pertama, anggap saja suatu peristiwa bukan sebagai suatu keajaiban, dan kedua, anggaplah peristiwa tersebut sebagai suatu keajaiban. Atau secara kasar, untuk hal yang pertama dapat dikatakan, anggaplah peristiwa itu tak pernah ada.

Dalam hidup sehari-hari, kita sering disuguhi masalah-masalah sepele, tetapi justeru karena saking sepelenya, malah menguras energi kita. Waktu, tenaga, dan pikiran habis terbuang percuma untuk memikirkan hal-hal yang tidak perlu tersebut. Rupanya di situlah letak keberhasilan Einstein sebagai tokoh besar di planet ini.

Dia bukan sekadar ahli fisika. Dia justeru mengajarkan bagaimana kita menghargai hidup ini. Bahwa anggap saja kejadian yang tidak penting itu tidak pernah ada. Membuang energi untuk hal-hal yang tidak perlu, sungguh mubazir dan melelahkan. Istilahnya: gak penting banget! Malah bikin jadi penyakit. Waktu yang kita punya, alangkah lebih bermakna bila diisi dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat dan positif, ketimbang memikirkan sesuatu yang kita tahu bakal tak ada gunanya. Is that right, brother?

*) Sonny Wibisono, penulis buku 'Message of Monday', PT Elex Media
Komputindo, 2009

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Menentukan Tujuan Hidup
Posted by: "resonansi_2002" resonansi_2002@yahoo.co.uk resonansi_2002
Date: Mon Feb 15, 2010 9:26 pm ((PST))

Menentukan Tujuan Hidup
Oleh: Andrew Ho *

"Life is a promise; fulfill it. – Kehidupan ini adalah sebuah janji; Penuhi janji itu."
Mother Teresa

Tujuan hidup adalah keyakinan, moral, atau standar yang akan mengendalikan hidup kita, sebab ia (tujuan hidup) memandu pola pikir dan perilaku kita. Contoh seorang ayah ingin meluangkan waktu bersama anak lelakinya. Ia merencanakan nonton pertandingan sepak bola. Tetapi ia kecewa karena mobilnya terjebak macet parah.

Sesaat kemudian ia segera melupakan rasa kecewa dan kembali ceria, sebab ia ingat tujuannya adalah meluangkan waktu bersama anak tersayang. Nonton bola hanya sarana untuk mencapai tujuan dan bisa diganti dengan cara lain. Lalu ia mampir ke sebuah kafe di pinggir jalan dan ia merasa senang karena benar-benar mencapai tujuannya yaitu menghabiskan waktu berdua dengan anaknya sepanjang hari.

Contoh lain misalnya dulu menikah tujuannya untuk mencari kebahagiaan berdua. Tetapi setelah dalam proses beberapa tahun, justru masing-masing mencari kesenangan sendiri-sendiri. Proses yang berat atau bahkan sangat mudah terkadang membuat kita lupa pada tujuan semula, sehingga menimbulkan kehancuran, kecewa, kesedihan, dan hal negatif lainnya.

Itulah mengapa tujuan hidup begitu penting, sebab tujuan hidup menjadikan sikap, perkataan, dan perbuatan kita tetap fokus dan kosisten. Tak jarang segala macam kejadian yang kita alami mempengaruhi emosi dan pengambilan keputusan, sehingga kondisi dan tujuan ikut berubah. Dengan kembali memikirkan tujuan hidup maka kita dapat menemukan makna dan kepuasan dari segala sesuatu yang kita lakukan.

Memiliki tujuan hidup juga dapat membangkitkan seluruh potensi dan membantu kita menemukan kekayaan sejati. Sebab tak jarang, tujuan hidup itu menggerakkan kita secara aktif, kreatif, dan disiplin dalam melakukan langkah-langkah ekspansi. Dengan kata lain, tujuan hidup itu menjadikan energi dan vitalitas kita meningkat dalam upaya mencapai sesuatu yang jauh lebih bermakna.

Tujuan hidup juga akan membantu kita menggunakan waktu dan kesempatan dengan sebaik mungkin, sebab kita mengetahui kemana akan menuju. Coba bayangkan jika setiap bangun tidur kita tak mengerti apa yang harus dilakukan? Tanpa tujuan hidup yang jelas akan membuat kita cenderung menyia-nyiakan waktu dan kesempatan, tidak mampu bertindak cepat dan senang menunda-nunda pekerjaan.

Memiliki tujuan hidup merupakan hal yang menakjubkan. Oleh sebab itu, maka langkah pertama dan terpenting dalam mengarungi kehidupan adalah menentukan tujuan hidup. Beberapa hal berikut mungkin dapat membantu Anda segera menemukannya (tujuan hidup).

Langkah pertama dalam menentukan tujuan hidup adalah mengenali diri sendiri; apa kekurangan dan kelebihan, apa yang Anda sukai dan inginkan. Keinginan hati yang terdalam seringkali menjadi motivasi yang kuat untuk melakukan langkah-langkah pencapaian. Orang-orang yang terkenal di dunia karena prestasi mereka umumnya memiliki tujuan hidup yang berkaitan erat dengan apa yang ada dalam diri mereka, terutama keahlian dan apa yang mereka sukai.

Tujuan hidup haruslah baik. Leo Nikolaevich Tolstoy (1828-1910), seorang pemikir dan novelis Rusia, mengatakan, "Satu-satunya arti kehidupan adalah mengabdi pada kemanusiaan." Maka pastikan tujuan hidup Anda berkaitan erat dengan kebaikan dunia sekitar & semua orang, memberi kebahagiaan dan ketenangan; tidak menimbulkan kekesalan, kecurigaan, amarah, kesengsaraan apalagi peperangan, serta hal-hal negatif lainnya.

Dalam menentukan tujuan hidup, Anda harus memikirkan kemana akhir perjalanan hidup Anda. Langkah ini hampir sama dengan memikirkan bagaimana tipe pekerjaan yang Anda inginkan, tipe rumah yang Anda sukai, dan lain sebagainya. Terlebih dahulu deskripsikan kehidupan ideal itu, yang membuat Anda benar-benar merasa senang, sehingga dengan senang hati pula Anda menciptakan kemajuan-kemajuan serta menikmati sensasi tantangannya.

Untuk menentukan tujuan hidup, Anda juga harus menggunakan akal sekaligus hati nurani. Sebab kehidupan yang terbaik adalah selaras dengan pikiran dan hati. Banyak orang lebih bahagia dan sukses, karena mereka hidup dalam keseimbangan; dalam arti menjalankan moral-spiritual, mendapatkan ketenangan dan kepuasan batin, memiliki bisnis, karir dan keuangan yang baik, keharmonisan keluarga, kebugaran fisik, kehidupan sosial menyenangkan, dan lain sebagainya.

Menentukan tujuan hidup adalah langkah hidup terbesar yang akan membuat Anda mencapai kepuasan dan kebahagiaan. Sebab tujuan hidup yang jelas menjadi sebuah peta untuk membimbing Anda tiba tepat pada tujuan. Jadi jangan tunda lagi, segera tentukan tujuan hidup Anda, sekarang!

*) Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku Bestseller.

Messages in this topic (1)

+-+-+-+-+-+-+-+-+-+ resonansi@yahoogroups.com +-+-+-+-+-+-+-+-+-+
Kisah Sukses, Kisah Nyata, Kisah Unik, Motivasi dan Inspirasi
–One Day One Posting–
No Attachment, No Spam, No Advertise
+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+ Motivasi & Inspirasi +-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+

————————————————————————
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/resonansi/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/resonansi/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
resonansi-normal@yahoogroups.com
resonansi-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
resonansi-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

————————————————————————

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: