[psikologi_transformatif] Digest Number 6017

There are 6 messages in this issue.

Topics in this digest:

1. Dzikir: Orang Yang Beruntung
From: muhamad agus syafii

2. KARBONjournal.org [KOLOM] Ifan Adriansyah Ismail: Dengan menyebut na
From: farid .

3a. Istri Yang Setia
From: muhamad agus syafii
3b. Istri Yang Setia
From: muhamad agus syafii

4. (IKLAN) Pagelaran Teatrikal Partisipatif : SHARED LEARNING MPPO Jili
From: Budi Setiawan

5. Berpikir Desain: Faktor kunci Terbitnya Indonesia Kreatif
From: Budi Setiawan

Messages
________________________________________________________________________
1. Dzikir: Orang Yang Beruntung
Posted by: "muhamad agus syafii" agussyafii@yahoo.com agussyafii
Date: Tue Mar 16, 2010 7:34 am ((PDT))

Dzikir: Orang Yang Beruntung

By: agussyafii

'Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya dan merugilah orang mengotorinya (QS. 91: 9-10)

Langkah selanjutnya untuk menyucikan jiwa agar kita menjadi orang yang beruntung adalah dzikir (Mengingat Allah dalam hati dan mengucapkannya).  Sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad yaitu tasbih, takbir, tahmid ataupun dzikir Asma-Asma Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sedangkan dzikir yang tertinggi adalah sholat karena sholat mencakup lahir maupun batin.

'Sesungguhnya Aku-lah Allah, Tiada Tuhan melainkan Aku maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku (QS. 20:14).

Sholat itu merupakan anugerah besar dari Yang Maha Pencipta karena kita melakukan sholat 5 kali sehari semalam, dan dianjurkan oleh Allah untuk melaksanakan sholat-sholat sunah agar supaya kita senantiasa ingat kepadaNya.

Keutamaan dan keistimewaan dzikir sangatlah besar dan jika kita melaksanakannya dengan baik maka akan membuahkan keberuntungan dan kebahagiaan. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Hendaklah kamu berdzikir kepada Allah sebanyak-banyaknya agar kamu bahagia.' (QS. al-Anfal/8:45).

Wassalam,
agussyafii

Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye program Kegiatan 'Muhasabah Amalia (MUSA)' Hari Ahad, Tanggal 18 April 2010 Di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan partisipasi anda di http://www.facebook.com/agussyafii2, atau http://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. KARBONjournal.org [KOLOM] Ifan Adriansyah Ismail: Dengan menyebut na
Posted by: "farid ." fairdkun@yahoo.com fairdkun
Date: Tue Mar 16, 2010 7:34 am ((PDT))

Yth. Moderator,

Semoga tak keberatan menerima newsletter dari jurnal yang saya kelola ini setiap ada berita baru.

Bila berkeberatan, bisa dinyatakan dengan membalas surat elektronik ini
secara pribadi, dan saya tak akan mengirimkannya lagi. Saya juga minta
maaf sebelumnya bila ada penerimaan ganda.

Terima kasih + semoga terhibur,

.farid rakun.

http://karbonjournal.org
http://twitter.com/slothglut

________________________________________________________________________________

Maret 2010
Dengan menyebut nama Hiburan…

Ifan Adriansyah
Ismail

"… Jika si A menganggap membunuh
itu salah, hipnotis yang bagaimana pun tidak akan mampu membuat A lantas bisa
membunuh. Jika si B menganggap korupsi itu salah, hipnotis tidak akan
membuatnya bisa korupsi. Untuk membuat B bisa korupsi, mungkin lebih ampuh
menjadikannya anggota dewan daripada
menghipnotisnya…"

March 2010
With this show I Thee
entertain…
Ifan Adriansyah Ismail

"… If A believes that
killing is wrong, any kind of hypnosis can never make A kill. If B thinks
graft is wrong, no kind of hypnosis can make B commit graft. Making B a
member of the House of Representatives might be a more effective way to make
him commit graft…."

Join us on Facebook Follow us on Twitter
_____________________________________________________________________
PEMBERITAHUAN – Kontak Anda kami
dapatkan dari koleksi e-mail yang dimiliki
oleh Jurnal Karbon dan ruangrupa sebagai penerbit. Maaf jika terjadi
pengiriman
ulang secara tidak sengaja. Newsletter ini hanya ditujukan
kepada penerima yang
dimaksud. Jika Anda bukan penerima tersebut atau pihak penerus pesan ke
penerima
yang dimaksud, maka terjadi kesalahan pengiriman. Jika Anda merasa
keberatan
dengan pengiriman newsletter ini, silakan mengirim e-mail kepada kami melalui
editor@karbonjournal.org.
Terimakasih.
NOTICE – Your contact information was acquired through lists collected
by
Karbon journal and ruangrupa as publisher. We deeply apologize for
any unintended
multiple posting. It is intended only for use by the intended
recipient. If you are not the
intended recipient or the person responsible for delivering the message
to the intended
recipient, be advised that you have received this message in error. If
you wish to
unsubscribe, please e-mail us at editor@karbonjournal.org. Thank
you.

Unsubscribe
from this newsletter
– – – This is a test version of the newsletter. – – –
________________________________
Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!

___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3a. Istri Yang Setia
Posted by: "muhamad agus syafii" agussyafii@yahoo.com agussyafii
Date: Tue Mar 16, 2010 7:38 pm ((PDT))

Istri Yang Setia

By: agussyafii

Kesetiaan seorang istri terhadap suami teramat begitu mulia. benarlah kiranya perhiasan yang terindah dari seorang suami adalah istri yang sholehah. Kesholehan seorang istri tercermin dalam kehidupan sehari-harinya mencintai dengan setulus hati suami dan anak-anaknya. Kala suka dan duka, dilalui bersama. Keluarga dengan suami yang menyayangi dan istri yang setia juga anak-anak yang sholeh menjadikan rumah seindah surga.

Begitu pula seorang ibu yang berkenan untuk berbagi rizki di Rumah Amalia. Setiap ibu itu hadir senantiasa membawa kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak Amalia. Setiap kali terlihat anak-anak Amalia, tak henti-hentinya memanjatkan puji syukur kepada Allah. 'Alhamdulillah ya Allah..kebahagiaannya adalah kebahagiaanku.' ucapnya.

Pada satu kesempatan beliau bercerita bahwa ketika suami sedang sakit, suaminya tetap memilih untuk tinggal di rumah daripada rawat inap di Rumah Sakit namun tetap rajin melakukan check up dan pemeriksaan kesehatannya pada dokter ahli. Ada sesuatu yang mengganjal relung hati saya, mas. Setiap pergi keluar rumah, saya selalu bergetar. saya membayangkan, jangan-jangan suami saya telah tiada. Buru-buru saya menghapus bayangan itu. Tetapi pikiran itu senantisa hadir dan hinggap di dalam benak saya..Mas Agus Syafii, lanjutnya.

Sudah selama sebulan suami saya tinggal dirumah. Ketika kami check up, tubuhnya menjadi membaik. Saya dan anak-anak bersyukur hal ini pertanda ayahnya sudah mulai pulih sehat. Namun dokter menyarankan agar suami saya menjaga berat tubuhnya agar jangan sampai menurun, kata sang ibu.

Tak lama kemudian suami saya sudah bisa berlari pagi sehingga saya dan anak-anak juga menemani berlari pagi. Dokter yang menangani suami saya terheran-heran, katanya ini sebuah keajaiban. 'Iman saya kembali pulih. saya bertambah rajin memanjatkan doa. Bagi saya, hanya doa yang dapat mengubah yang buruk menjadi baik. yang salah menjadi benar.'kata sang ibu dengan berderai air mata.

Karena suami saya sudah pulih, beliau kembali aktif mengajar. Dan aktifitasnya sebagai pengurus masjid terlihat lebih rajin sebagai bendahara DKM (dewan Kepengurusan Masjid). Baru aktif mengajar tiga hari suami saya mengajak pergi ke pesantren dimana beliau dulu pernah belajar. Kami pergi dengan mengendarai mobil. Lantas saya dan anak-anak memenuhi permintaan beliau. Sepanjang jalan suami saya terlihat gembira. bershalawat dan tertawa bersama. Apalagi sesampai kami pondok pesantren di Jawa Timur, kami disambut hangat oleh keluarga besar pondok. Kebahagiaan suami saya terpancar dari wajahnya.

Sepulang kami dari pondok pesantren, kesehatannya kembali menurun. apakah ini tanda kepergiannya? ah..saya tepis semua pikiran yang membuat saya dan anak-anak bisa menjadi bersedih. Tetapi saya selalu mempersiapkan diri untuk semuanya dan saya mengajarkan kepada anak-anak bahwa hidup mati kita adalah milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Saya mengajak anak-anak untuk ikhlas menerima apapun yang sudah menjadi kehendakNya.

Atas izinNya, suami saya meninggal. 'Saya mencoba untuk tabah menghadapi kepergiannya. tetapi begitu saya melihat semua orang berkumpul dirumah menyambut jenazahnya, hati saya bagai teriris sembilu.' kata Ibu itu penuh dengan cucuran air mata. 'Sayapun tak sanggup melihatnya,'  'Ketika itu saya menyadari bahwa saya tidak hidup sendiri. betapa berartinya suami saya. Saya teringat pesan suami saya yang terakhir, 'Bersandarlah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Hanya kepadaNyalah kita bergantung dan hanya kepada Allahlah kita memohon pertolongan.' lanjut sang ibu.

Kedukaan yang teramat dalam, pesan terakhir dari suaminya tercinta justru memberikan motivasi agar menguatkan keimanan dan ketaqwaanNya kepada Allah. Hanya kepada Allahlah dirinya bergantung dan hanya kepada Allahlah dirinya memohon pertolongan. Itulah makna kesetiaan seorang istri sampai pada pesan terakhir suaminya. Subhanallah..


Cukuplah Allah sebagai penolong kami dan Allah adalah sebaik-baiknya tempat bersandar (QS. Ali Imran (3): 172).

Wassalam,
agussyafii

Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye program Kegiatan 'Muhasabah Amalia (MUSA)' Hari Ahad, Tanggal 18 April 2010 Di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan partisipasi anda di http://www.facebook.com/agussyafii2, atau http://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431

Messages in this topic (2)
________________________________________________________________________
3b. Istri Yang Setia
Posted by: "muhamad agus syafii" agussyafii@yahoo.com agussyafii
Date: Tue Mar 16, 2010 7:40 pm ((PDT))

Istri Yang Setia

By: agussyafii

Kesetiaan seorang istri terhadap suami teramat begitu mulia. benarlah
kiranya perhiasan yang terindah dari seorang suami adalah istri yang
sholehah. Kesholehan seorang istri tercermin dalam kehidupan
sehari-harinya mencintai dengan setulus hati suami dan anak-anaknya.
Kala suka dan duka, dilalui bersama. Keluarga dengan suami yang
menyayangi dan istri yang setia juga anak-anak yang sholeh menjadikan
rumah seindah surga.

Begitu pula seorang ibu yang berkenan untuk berbagi rizki di Rumah
Amalia. Setiap ibu itu hadir senantiasa membawa kebahagiaan tersendiri
bagi anak-anak Amalia. Setiap kali terlihat anak-anak Amalia, tak
henti-hentinya memanjatkan puji syukur kepada Allah. 'Alhamdulillah ya
Allah..kebahagiaannya adalah kebahagiaanku.' ucapnya.

Pada satu kesempatan beliau bercerita bahwa ketika suami sedang sakit,
suaminya tetap memilih untuk tinggal di rumah daripada rawat inap di
Rumah Sakit namun tetap rajin melakukan check up dan pemeriksaan
kesehatannya pada dokter ahli. Ada sesuatu yang mengganjal relung hati
saya, mas. Setiap pergi keluar rumah, saya selalu bergetar. saya
membayangkan, jangan-jangan suami saya telah tiada. Buru-buru saya
menghapus bayangan itu. Tetapi pikiran itu senantisa hadir dan hinggap
di dalam benak saya..Mas Agus Syafii, lanjutnya.

Sudah selama sebulan suami saya tinggal dirumah. Ketika kami check up,
tubuhnya menjadi membaik. Saya dan anak-anak bersyukur hal ini pertanda
ayahnya sudah mulai pulih sehat. Namun dokter menyarankan agar suami
saya menjaga berat tubuhnya agar jangan sampai menurun, kata sang ibu.

Tak lama kemudian suami saya sudah bisa berlari pagi sehingga saya dan
anak-anak juga menemani berlari pagi. Dokter yang menangani suami saya
terheran-heran, katanya ini sebuah keajaiban. 'Iman saya kembali pulih.
saya bertambah rajin memanjatkan doa. Bagi saya, hanya doa yang dapat
mengubah yang buruk menjadi baik. yang salah menjadi benar.'kata sang
ibu dengan berderai air mata.

Karena suami saya sudah pulih, beliau kembali aktif mengajar. Dan
aktifitasnya sebagai pengurus masjid terlihat lebih rajin sebagai
bendahara DKM (dewan Kepengurusan Masjid). Baru aktif mengajar tiga hari
suami saya mengajak pergi ke pesantren dimana beliau dulu pernah
belajar. Kami pergi dengan mengendarai mobil. Lantas saya dan anak-anak
memenuhi permintaan beliau. Sepanjang jalan suami saya terlihat gembira.
bershalawat dan tertawa bersama. Apalagi sesampai kami pondok pesantren
di Jawa Timur, kami disambut hangat oleh keluarga besar pondok.
Kebahagiaan suami saya terpancar dari wajahnya.

Sepulang kami dari pondok pesantren, kesehatannya kembali menurun.
apakah ini tanda kepergiannya? ah..saya tepis semua pikiran yang membuat
saya dan anak-anak bisa menjadi bersedih. Tetapi saya selalu
mempersiapkan diri untuk semuanya dan saya mengajarkan kepada anak-anak
bahwa hidup mati kita adalah milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Saya
mengajak anak-anak untuk ikhlas menerima apapun yang sudah menjadi
kehendakNya.

Atas izinNya, suami saya meninggal. 'Saya mencoba untuk tabah menghadapi
kepergiannya. tetapi begitu saya melihat semua orang berkumpul dirumah
menyambut jenazahnya, hati saya bagai teriris sembilu.' kata Ibu itu
penuh dengan cucuran air mata. 'Sayapun tak sanggup melihatnya,' 
'Ketika itu saya menyadari bahwa saya tidak hidup sendiri. betapa
berartinya suami saya. Saya teringat pesan suami saya yang terakhir,
'Bersandarlah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Hanya kepadaNyalah
kita bergantung dan hanya kepada Allahlah kita memohon pertolongan.'
lanjut sang ibu.

Kedukaan yang teramat dalam, pesan terakhir dari suaminya tercinta
justru memberikan motivasi agar menguatkan keimanan dan ketaqwaanNya
kepada Allah. Hanya kepada Allahlah dirinya bergantung dan hanya kepada
Allahlah dirinya memohon pertolongan. Itulah makna kesetiaan seorang
istri sampai pada pesan terakhir suaminya. Subhanallah..

Cukuplah Allah sebagai penolong kami dan Allah adalah sebaik-baiknya
tempat bersandar (QS. Ali Imran (3): 172).

Wassalam,

agussyafii

Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye program Kegiatan 'Muhasabah
Amalia (MUSA)' Hari Ahad, Tanggal 18 April 2010 Di Rumah Amalia.
Kirimkan dukungan dan partisipasi anda di http://www.facebook.com/agussyafii2,
atau http://agussyafii.blogspot.com/,
http://www.twitter.com/agussyafii
atau sms di 087 8777 12 431

Messages in this topic (2)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
4. (IKLAN) Pagelaran Teatrikal Partisipatif : SHARED LEARNING MPPO Jili
Posted by: "Budi Setiawan" bukik_psi@yahoo.com bukik_psi
Date: Tue Mar 16, 2010 8:57 pm ((PDT))

Pagelaran Teatrikal Partisipatif
SHARED LEARNING MPPO Jilid 2

Ajang apakah ini?
Acara ini mengimprovisasi keberhasilan Shared Learning MPPO Jilid I, dengan mensintesakan metode Accelerated Learning dan World Cafe Conversation. Partisipan dapat berpartisipasi penuh sebagai sumber pembelajaran dan pembelajar. Kami sebut teknologi ini sebagai thematic partisipative seminar. Sebuah seminar yang memberdayakan partisipan untuk aktif mengkombinasikan inspirasi dari dirinya dengan inspirasi dari para bintang tamu sehingga melahirkan ide‐ide baru yang berbeda.

Siapakah bintang tamu yang akan tampil?
a. Singgih Susilo Kartono, pencipta radio Magno yang dijual di lebih dari 51 shop meliputi 16 negara eropa (http://www.wooden-radio.com/gb/wooden-radio-fachhaendler.php)
b. Dyand Fariz, kandidat pejuang seni budaya Kick Andy Heroes 2010 karena Jember Fashion Carnaval.(http://kickandy.com/heroes/index.php/candidate/2010/02/08/60/1808/1/Dynand-Fariz)
c. Mira Lesmana, pencipta film-film yang tidak saja idealis tetapi juga laris seperti Kuldesak (1998), Petualangan Sherina (2000), Ada Apa Dengan Cinta? (2002), Eliana, Eliana (2002), Gie (2005), Laskar Pelangi (2008) dan Sang Pemimpi (2009) â€" (dalam konfirmasi)
d. Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina, pemimpin muda masa depan, tetapi lebih dari itu, beliau adalah entreprenuership dalam bidang pendidikan. Capaiannya diakui dengan anugerah The 2009 YOUNG GLOBAL LEADERS dari The World Economic Forum â€" (dalam konfirmasi)
e. Dr. Seger Handoyo, Pengajar Magister Perubahan dan Pengembangan Organisasi (MPPO). Program studi pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mendidik praktisi perubahan dan pengembangan organisasi

Dimana dan kapan ajang ini akan dilaksanakan?
Gramedia Expo, Jalan Basuki Rahmat 93 â€" 105 Surabaya pada hari Jum’at, 9 April 2010.

Apa manfaatnya apabila anda mengikuti ajang ini?
a. Anda akan mendapatkan inspirasi melakukan perubahan dari ide kreatif anda menjadi sebuah bisnis atau organisasi kreatif yang berdampak positif
b. Anda akan berkenalan dengan begitu banyak profesional muda dan wirausaha muda yang bercita-cita mengembangkan kreativitas baik ditempat kerja maupun menjadi bisnis tersendiri

Apa manfaatnya apabila anda mengirim karyawan anda mengikuti ajang ini?
Anda akan mendapat karyawan yang penuh inspirasi untuk melakukan pengembangan kinerja dengan berbagai ide kreatif di tempat kerja.

Siapa yang harus hadir di ajang ini?
a. Manajer atau direktur yang resah melihat karyawan anda sulit berkembang dan resisten terhadap perubahan. Mereka yang butuh inspirasi bagaimana melejitkan kreativas karyawannya
b. Karyawan yang ingin mendapatkan ide-ide segar untuk meningkatkan kreativitas dalam bekerja

Berapa uang yang anda keluarkan untuk mengikuti ajang ini?
Program X-Man, untuk per orangan
Fasilitas : Snack dan Flashdisk berisi materi presentasi bintang tamu
HTM : Rp. 300.000,-

TEMPAT TERBATAS!!
Dapatkan POTONGAN harga Rp. 50.000,
apabila anda melakukan pembayaran sebelum 1 April 2010.

Bagaimana cara mendapatkan HTM-nya?
a. Ticket Box di Café, Radio dan Toko buku yang akan dibuka pada minggu ketiga Maret 2010
b. Transfer via rekening
Langkah Pertama
Kirim format nama lengkap (spasi) kota domisili
ke 08563115302 (sms) atau Berbahaya.org@gmail.com (email)

Langkah Kedua
Tunggu balasan dari kami via SMS atau email tentang ketersediaan tempat

Langkah Ketiga
Lakukan transfer biaya dengan mencantumkan kode unik
1 atau 2 digit (misal Rp. 300.013)
ke Bank Mandiri atas nama Romy Hidayat – 142.00.075 75 21 9

Langkah Keempat
Lakukan konfirmasi telah transfer
Kirim SMS atau email dengan format Nama lengkap (spasi) jumlah yang ditransfer (termasuk kode uniknya)
Dan tunggu balasan konfirmasi dari kami

Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat – Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
5. Berpikir Desain: Faktor kunci Terbitnya Indonesia Kreatif
Posted by: "Budi Setiawan" bukik_psi@yahoo.com bukik_psi
Date: Tue Mar 16, 2010 10:37 pm ((PDT))

Salam Damai

Saya mendapat kepercayaan untuk mempresentasikan sebuah paper yang berjudul Berpikir Desain: Faktor Kunci Terbitnya Indonesia Kreatif pada Temu Ilmiah Nasional Kongres XI Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), 18 â€" 20 Maret 2010, Surakata Jawa Tengah “Dalam Keberagaman Menuju Indonesia yang Lebih Baik. Hotel Sunan, Surakarta

Berpikir Desain merupakan konsep baru baik dalam ranah psikologi maupun disiplin ilmu lainnya. Sungguh menarik apabila kita bisa mendiskusikan gagasan segar ini.

Bagi rekan-rekan yang hadir pada Kongres XI Himpsi dapat mendiskusikan gagasan ini pada Jumat, 19 Maret 2010, Kelas A9 pada pukul 16.00 – 17.30 WIB.

Bagi rekan-rekan yang tidak hadir, kita diskusikan melalui dunia maya. Silahkan kasih komentar, kritik, masukan, usulan, caci maki, apapun baik yang berniat konstruktif maupun destruktif melalui email ke bukikpsi@gmail.com

Rekan-rekan dapat mengunduh paper ini di Slidershare.netdan Scribd.com

Awal dan akhir, terima kasih atas perhatiannya

Bukik
_______________________________________________________________________________________________________________

Berpikir Desain:
Faktor kunci Terbitnya Indonesia Kreatif
Budi Setiawan
Magister Perubahan dan Pengembangan Organisasi (MPPO)

Presiden RI mencanangkan tahun 2009 sebagai tahun industri kreatif.
Ironisnya, pendapatan domestik bruto kita sebagian besar masih disumbangkan
dari sektor-sektor non-kreatif. Kementerian Perdagangan dalam buku Rencana
Pengembangan ekonomi kreatif Indonesia 2025 (2009) menyatakan bahwa industri
kreatif sendiri baru menyumbangkan 5,67% dari PDB pada tahun 2006. Bahkan, ada
kecenderungan menurun dari tahun 2002 ke tahun 2006. Ini kenyataan ironis mengingat
industri kreatif akan semakin menjadi tumpuan harapan kemajuan bangsa ditengah
menipisnya sumber daya alam.
Apa itu industri kreatif? Kementerian perdagangan menyebutkan
industri kreatif sebagai “Industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas,
ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta
lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya
cipta individu tersebut“ (2009). Industri kreatif bukan semata-mata mencakup
tentang teknik/teknologi, bisnis, pemasaran, dan organisasi tapi juga berkaitan
dengan pola pikir kita sebagai bangsa. Pengembangan pola pikir menjadi langkah
awal dalam pengembangan industri kreatif.
Daniel L. Pink (2005) mengungkapkan
bahwa di era kreativitas dibutuhkan kemampuan yang berbeda
dari era-era sebelumnya. Salah satu kemampuan yang penting adalah kemampuan
desain. Ada beberapa tafsir tentang kemampuan desain ini. Avital, M dan Boland,
RJ (2008) menyebutkan sebagai sikap desain (design attitude). Sementara, Tim
Brown (2008) lebih memilih menggunakan berpikir desain (design thinking). Walau
demikian, kedua pihak mendikotomikan kemampuan desain ini dengan kemampuan
berpikir analitis. Penulis akan lebih memilih menggunakan istilah berpikir
desain dalam paper ini.
Apa itu berpikir desain? Tim Brown merumuskan berpikir desain
sebagai sebuah disiplin ilmu yang menggunakan sensibilitas desainer dan metode
yang mengubah kesesuaian antara kebutuhan orang-orang dengan feasibilitas
teknologi dan viabilitas strategi bisnis menjadi sesuatu yang bernilai bagi
customer dan peluang pasar. Berpikir desain itu sebuah upaya mengajak kita
untuk berpikir layaknya seorang desainer. Sebuah metodologi yang menginspirasi
individu untuk memiliki spektrum yang luas tentang aktivitas inovatif dengan
etos desain berbasis manusia (Brown, T., 2008, 2009).
Dalam beberapa tahun terakhir, berpikir desain mulai populer dan
meluas penerapannya dibandingkan pada ranah asalnya untuk mendesain produk. Ada
beberapa perluasan penerapan diantaranya adalah desain organisasi, rencana
strategis, praktek-praktek manajemen, penciptaan bisnis baru, praktek-praktek
pembelajaran dan bahkan inovasi sosial untuk pengembangan komunitas.
Dalam kasus Indonesia, penerapan berpikir desain nampak dalam proses
penciptaan Radio Magno oleh Singgih Susilo Kartono. Pembacaannya akan keadaan
desanya yang butuh lapangan kerja, kayu tropis, dan impian untuk menciptakan
produk yang menjadi ikon dunia membawa langkahnya untuk membuka usaha kreatif yang
berbuah mahakarya dan meraih banyak penghargaan internasional. Lebih dari itu,
Singgih membuktikan bagaimana berpikir desain dapat digunakan untuk
menyelesaikan berbagai persoalan dengan sebuah solusi inovatif.
Kajian akan berpikir desain serta penerapan yang lebih luas
menjanjikan kemungkinan masa depan yang cerah. Kita tidak lagi sekedar menjual bahan
mentah atau bahan baku, tetapi menciptakan karya-karya yang menjadi ikon dunia.
Sebuah langkah menuju terbitnya Indonesia kreatif. Berani?

Kata
Kunci: Berpikir Desain, Industri Kreatif, Inovasi
________________________________________________________

We
should redesign the way we live and take steps towards better ways of living.
(Singgih S. Kartono, Magno: The Story Behind)

Latar Belakang
Ada sebuah cerita tentang seorang anak sebatang
kara yang tengah beranjak dewasa. Kira-kira berusia 18 tahun. Pada suatu hari,
ia dikejutkan dengan sebuah kabar bahwa ia mendapat warisan dari kakek buyut
berupa tanah seluas 100 hektar. Kabar tersebut membuatnya begitu gembira. Ia
membayangkan hidup bahagia tanpa perlu kerja keras. Ketika butuh uang, ia akan
menjual tanah warisan itu. Penjualan 1 hektar bisa untuk hidup mewah setahun.
“Wah cukup buat hidup 100 tahun!” khayalnya.
Kenyataan berbicara lain. Nilai 1 hektar tanah
memang cukup untuk hidup setahun pada saat anak itu berusia 18 tahun. Semakin
tahun semakin banyak yang ingin ia miliki. Semakin banyak kebutuhan yang harus
dicukupi. Tak heran, semakin tahun semakin banyak jumlah warisan yang dijual
untuk menghidupi dirinya. Seratus hektar tanah warisan habis tidak lebih dari
15 tahun. Apakah anda terbayang kehidupan sang anak setelah warisan habis
terjual?
Anak itu bernama Indonesia. Anak yang
menghidupi dirinya dengan menjual kekayaan alam begitu saja. Tanpa diolah
secara optimal. Hampir 100% PDB Indonesia, tepatnya 94.33% berasal dari sektor
non kreatif. Sementara, industri kreatif hanya berkonstribusi 5.67% PDB
Indonesia pada tahun 2006. Bahkan, ada kecenderungan menurun dari tahun 2002 ke
tahun 2006. Padahal, Presiden RI mencanangkan tahun 2009 sebagai tahun industri
kreatif.
Bayangkan bagaimana anak bernama Indonesia itu
akan hidup 10 – 20 tahun yang akan datang. Bagaimana hidup ketika kekayaan alam
telah menipis, bahkan habis? Kisah ini adalah kisah ironis. Kisah yang akan
menjadi nyata apabila kita tetap menggunakan modus selama ini.
Di sisi lain, kita berada pada lingkungan
eksternal yang dinamis. Jaman terus berubah. Kita sebagai bangsa telah
mengalami perjalanan mulai dari jaman agraris, jaman industri, dan jaman
informasi yang baru saja kita pijak. Perjalanan jaman ini terus mengalami
dinamika yang menempatkan kita mulai memasuki jaman kreatif (Pink, D., 2005).
Selaras dengan ramalan Alvin Toffler yang menyebutkan ekonomi kreatif termasuk
ekonomi gelombang keempat, sebagai kelanjutan gelombang pertanian, industri dan
informasi.
Setiap jaman membutuhkan pola pikir dan pola
kerja sesuai dengan karakteristik masing-masing. Daniel Pink (2005) menyebutkan
peran tipikal memegang kunci penting dalam setiap jaman. Petani pada jaman
agraris. Pekerja dan pengusaha pada jaman industri. Pekerja intelektual pada
jaman informasi. Sementara, jaman kreatif yang disebutnya jaman konseptual di
kuasai oleh peran pencipta (creator) dan berempati.
Pada jaman agraris, pengetahuan disebarkan
secara personal dan langsung dari pelaku. Pendidikan keterampilan dan
kewirausahaan dengan konsep link and match dibutuhkan dalam jaman industri.
Pendidikan keilmuan berbasis riset dibutuhkan dalam jam informasi. Sementara,
jaman kreatif mendidik setiap orang untuk menampilkan keunikan diri dalam karya
kreatifnya.
Keadaan internal dan tantangan eksternal itu
mengarahkan bangsa Indonesia pada pengembangan industri kreatif. Apa itu
industri kreatif? Kementerian Perdagangan RI menyebutkan industri kreatif
sebagai “Industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan serta
bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan
melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu
tersebut“ (2009). Terlihat dari pengertian itu penekanan pada daya kreasi dan
daya cipta individu sebagai sumber nilai tambah dalam perekonomian.
Industri kreatif dapat menjadi tulang punggung
perekonomian kita mengingat pada beberapa peran yang dapat dimainkan yaitu (i)
Penciptaan nilai tambah yang jauh diatas nilai bahan baku; (2) potensial dalam
menambah devisa negara melalui ekspor; (3) optimalisasi pemanfaatan sumber daya
alam guna memastikan pembangunan keberlanjutan (Pengembangan ekonomi kreatif
Indonesia 2025, 2008).
Industri kreatif bukan semata-mata mencakup
tentang teknik/teknologi, bisnis, pemasaran, dan organisasi tapi juga berkaitan
dengan pola pikir kita sebagai bangsa. Pengembangan pola pikir menjadi langkah
awal dalam pengembangan industri kreatif. Pertanyaannya kemudian pola pikir
seperti apa yang dapat membawa kita pada terbitnya Indonesia Kreatif 2025?

Berpikir Desain
Dalam 2 dekade terakhir, ada perubahan
kecenderungan cara pandang keilmuan pada multi bidang. Bidang psikologi
mengenal psikologi positif. Manajemen memperkenalkan pendekatan berbasis
kekuatan. Ranah pengembangan komunitas mengenal berpikir berdasar aset (asset
based thinking) dan penyimpangan positif (positive deviance). Dalam bidang
pengembangan dan perubahan organisasi dikenal Appreciative Inquiry. Sementara,
ranah desain sendiri mulai memperkenalkan konsepsi berpikir desain. Keseluruhan
pendekatan itu berlawanan dengan pendekatan tradisional yang selama ini kita
yakini, problem solving.
Berbagai pendekatan itu berangkat dari kritik
atas pendekatan problem solving yang terlalu pada persoalan yang dihadapi.
Mereka menyatakan jauh lebih
penting bagi kita untuk berpijak pada kekuatan yang dimiliki untuk mewujudkan
harapan di masa mendatang. Fokus pada kekuatan yang akan mengarahkan kita pada
penciptaan solusi-solusi inovatif yang menjawab tantangan dengan lebih
memuaskan. Diantara sekian pendekatan baru tersebut, berpikir desain dikenal
keluasan ragam kajian dan terapannya.
Daniel L. Pink (2005)
mengungkapkan bahwa di era kreativitas dibutuhkan
kemampuan yang berbeda dari era-era sebelumnya, salah satunya adalah kemampuan
desain. Ada beberapa tafsir tentang kemampuan desain ini. Avital, M dan Boland,
RJ (2008) menyebutkan sebagai sikap desain (design attitude). Sementara, Tim
Brown (2008) lebih memilih menggunakan berpikir desain (design thinking). Walau
demikian, semua pihak mendikotomikan kemampuan desain ini dengan kemampuan
berpikir analitis. Berpikir desain lebih menekankan pada berpikir sintesis.
Berpikir desain mengajak kita mengintegrasikan berbagai elemen menjadi solusi
inovatif.
Dalam paper ini, fokus kajian akan lebih banyak
mengupas pemikiran Tim Brown selaku CEO Ideo sekaligus penulis buku Design by
Change. Pilihan ini berdasarkan pada kedalaman kajian yang telah dilakukan dan
keterujian konsep dalam penerapan di lapangan. Penggunaan konsep berpikir
desain dari tokoh lain hanya seperlunya sejauh berperan dalam melengkapi
penjelasan konsep dasarnya.
Tim Brown merumuskan berpikir desain sebagai
sebuah disiplin ilmu yang menggunakan sensibilitas desainer dan metode yang
mengubah kesesuaian antara kebutuhan orang-orang dengan feasibilitas teknologi
dan viabilitas strategi bisnis menjadi sesuatu yang bernilai bagi customer dan
peluang pasar (Brown, T., 2008, 2009). Dengan berpusat pada manusia (human
centered) yang dikombinasikan dengan aspek teknologi-organisasi dan strategi
bisnis, desainer dapat menghasilkan sebuah solusi inovatif yang diinginkan sekaligus
praktis.
Berpikir desain adalah salah satu pendekatan
yang merevolusi pola berpikir kita. Dalam berbagai bidang kehidupan, kita
menggunakan cara pandang pemecahan masalah. Kehidupan diasumsikan sebagai
masalah yang harus diselesaikan. Tidak heran apabila dalam banyak kesempatan,
kita memulai dengan mengeksplorasi “apa masalah atau kesulitan yang dihadapi”
dan penyebab permasalahan yang dihadapi.
Fokus pada permasalahan dan penyebabnya akan
mengarahkan pikiran kita pada kelemahan dan kekurangan. Semakin banyak masalah
semakin banyak kekurangan. Upaya ini mengikis sedikit demi sedikit kepercayaan
diri dan keyakinan akan kemampuan diri. Bahkan pencarian penyebab ini juga
berdampak pada upaya mencari kambing hitam dan timbulnya konflik dalam
organisasi.
Penemuan akan penyebab permasalahan akan
membawa kita pada pencarian alternatif solusi. Pilihan solusi yang ditemukan
tidak akan beranjak jauh dari persoalan dan penyebabnya. Akibatnya, solusi yang
ditawarkan biasanya bersifat perbaikan. Tidak melahirkan suatu inovasi.
Kunci Perbedaan Pemecahan Masalah Berpikir Desain
Fokus Persoalan Solusi inovatif
Sifat Analitis, memilih dari pilihan yang ada Sintesis, menggabungkan berbagai faktor-kemungkinan
Parsial Sistemik
Mencari kelemahan Apresiasi apa yang ada
Langkah 1. Mendefinisikan persoalan
2. Menemukan penyebab permasalahan
3. Mencari alternatif solusi
4. Memilih alternatif terbaik 1. Inspirasi. Menemukan inspirasi di lapangan
2. Ideation. Menemukan prototipe solusi inovatif
3. Implementasi. Menciptakan dan memasarkan solusi inovatif

Sebaliknya, berpikir desain justru fokus pada
solusi inovatif. Awalnya, pencarian data untuk mencari inspirasi di lapangan.
Pencarian ini meliputi kebutuhan dan hasrat orang-orang, kapabilitas teknologi
dan komunitas, serta ketersediaan finansial. Penemuan kapabilitas teknologi dan
komunitas akan berdampak semakin percaya dirinya suatu komunitas dalam
melakukan perubahan. Pemahaman akan ketersediaan finansial akan menjadi batasan
yang harus dilampui oleh solusi inovatif yang akan didesain. Kesadaran akan
kebutuhan dan hasrat membangun harapan orang akan kehidupan yang lebih baik.
Kebutuhan, ketersediaan dan batasan di lapangan
itu yang menjadi sumber energi bagi seorang pemikir desain untuk
mengimajinasikan solusi inovatif. Apa solusi yang bisa menjawab itu semua?
Pemikir desain memandang organisasi atau komunitas sebagai keseluruhan, sebagai
kesatuan sistem. Proses trial and error dilakukan berulang-ulang untuk
menemukan solusi yang tepat. Proses ini dilakukan dengan menyusun prototipe
sehingga anggota tim desain dapat memberikan umpan balik untuk mengembangkan
ide inovatif itu.
Prototipe yang berhasil melalui ujicoba akan dibawa dalam
tahap implementasi. Setelah fase produksi, maka tim desain akan mendesain
strategi marketing. Penggunaan sebuah karya desain yang inovatif sifatnya akan
membutuhkan perubahan perilaku. Oleh karena itu, pemasaran desain inovatif akan
menjadi kunci penting.
Proses berpikir desain ini sifatnya iteratif,
bukannya linear sebagai langkah yang berurutan. Artinya, setiap langkah dapat
berulang, dapat kembali pada tahap awal, sebelum nantinya masuk ke tahap akhir.
Prosesnya lebih menyerupai perjalanan luar angkasa yang bebas dan multi jalur
untuk mencapai sasaran yang dituju.
Seorang desainer melakukan pengamatan,
mendengarkan kisah-kisah, dan mendapatkan inspirasi langsung di lapangan.
Desainer tidak bisa mendapatkan jawaban langsung apa yang dibutuhkan komunitas.
Seringkali orang tidak tahu solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Tanggung jawab desainerlah untuk mendesain solusi inovatif, yang akan
dikomentari oleh orang-orang, “solusi inilah yang selama kami idam-idamkan”.
Oleh karena itulah, proses desain akan dipandu oleh intuisi dan imajinasi
desainer.
Seorang pemikir desain tidak harus menempuh
pendidikan profesional desainer. Walau kebanyakan desainer adalah lulusan
sekolah desain. Tetapi ada banyak orang yang mempunyai kecenderungan alami
untuk menjadi seorang desainer. Kecenderungan alami ini dapat berkembang
apabila mendapat kesempatan belajar dan pengalaman yang tepat. Tim Brown (2008,
2009) mengidentifikasi 6 karakteristik yang nampak dimiliki seorang yang berpikir desain, yaitu:
1. Empati.
Karakteristik ini membuat seseorang dapat membayangkan dunia dari berbagai cara
pandang dari para pihak yang terlibat atau terkait proses dan hasil desain.
Ketika mendengar atau mengamati suatu kejadian, seorang desainer langsung dapat
membayangkan berbagai solusi yang diinginkan dan memenuhi kebutuhan eksplisit
maupun implisit.
2. Berpikir
integratif. Seorang desainer bisa
mengamati berbagai ciri atau penanda penting, yang terkadang kontradiktif, dari
sebuah permasalahan dan menciptakan solusi baru yang melampui dan mengembangkan
alternatif solusi yang ada secara dramatis. Berpikir integratif merupakan
kebalikan dari pola pikir yang selama ini berkembang, berpikir analitis.
3. Optimis.
Desainer meyakini bagaimanapun keterbatasan akibat sebuah permasalahan, tetap
ada sebuah solusi yang lebih baik daripada solusi-solusi yang biasa dilakukan.
4. Experimentalism.
Inovasi penting tidak lahir dari perbaikan biasa. Pemikir desain mengajukan
pertanyaan dan mengeksplorasi keterbatasan dengan cara yang kreatif sehingga
menciptakan arah baru dalam menciptakan solusi.
5. Kolaborasi.
Peningkatan kompleksitas produk, layanan dan pengalaman yang didesain
menghancurkan mitos bahwa desainer bekerja secara individual. Desain terbaik
justru lahir dari keterlibatan orang dari berbagai multidisiplin yang
menyumbangkan sisi inovasinya masing-masing.
6. Subyektif.
Apabila pendekatan lain lebih menekankan pada obyektivitas, pemikir desainer
justru mempunyai keberpihakan subyektif yang jelas. Desainer melakukan
pengamatan subyektif yang diartikulasikan dalam penjelasan dan solusi yang
subyektif pula. Penting bagi seorang desainer bekerja dalam tim kecil yang
saling percaya sehingga desainer dapat memaparkan penjelasan subyektifnya
secara bebas.

Dalam beberapa tahun terakhir, berpikir desain
mulai populer dan meluas penerapannya dibandingkan pada ranah asalnya untuk
mendesain produk. Ada beberapa perluasan penerapan diantaranya adalah desain
organisasi, rencana strategis, praktek-praktek manajemen, penciptaan bisnis
baru, praktek-praktek pembelajaran dan bahkan inovasi sosial untuk pengembangan
komunitas.
Bagaimana berpikir desain ini dapat melahirkan
terbitnya Indonesia kreatif? Bayangkanlah sekian orang Indonesia menggunakan
berpikir desain. Bagaimana persoalan-persoalan bangsa ini diselesaikan dengan
solusi inovatif yang jauh melampui persoalan tersebut? Bagaimana setiap potensi
bangsa ini diolah dan didesain menjadi solusi inovatif yang berdampak luas?
Pertama, berpikir desain akan mengarahkan
bangsa ini untuk mengoptimalkan setiap potensi menjadi inovasi. Inovasi yang
berpusat pada manusia, berdasar pada kapasitas teknologi dan organisasi di
Indonesia, sekaligus pada kapasitas finansial kita. Inovasi menjadi mudah,
praktis, dan dapat dilakukan berulang.
Kedua, berpikir desain akan membangun keyakinan
akan kemampuan diri sendiri. Keyakinan yang dibutuhkan untuk berani mencoba
terobosan baru demi kemungkinan yang lebih baik. Tidak lagi berputar pada
persoalan-persoalan lama dengan solusi-solusi lama. Tidak lagi terkuras energi
kita karena minder dan berusaha melakukan kelemahan alami kita. Berpikir desain
membawa yang baik di masa lalu dan masa kini menjadi tawaran kehidupan yang
lebih baik di masa depan.
Ketiga, berpikir desain mengajak orang
berempati dan berkolaborasi mendialogkkan keragaman untuk menciptakan solusi
bagi semua pihak. Alih-alih memutuskan sebuah pilihan dengan mengorbankan
pilihan yang lain. Berpikir desain justru berupaya mengintegrasikan aspirasi
multipihak dalam solusi inovatif. Berpikir desain adalah pilihan jawaban
ditengah keragaman bangsa kita.

Berpikir Desain: Studi Kasus Radio Magno
Dalam paper ini, konsep berpikir desain akan
digunakan untuk mengkaji penciptaan Radio Magno. Penciptaan Radio Magno oleh
Singgih Susilo Kartono merupakan sebuah studi kasus yang menjadi contoh sukses
dari industri kreatif. Bahan kajian akan menggunakan 2 tulisan di media massa
dan sebuah testimoni dari Singgih Susilo Kartono tentang proses penciptaan
radio Magno. Penggunaan artikel di media massa lebih fokus pada kutipan
langsung guna mendapatkan ide pokok Singgih Susilo Kartono.

The community’s
concern about the slowing down and deterioration of Kandangan's village life
has prompted me to use my knowledge, skills and experience to strengthen this
village with the output of my business (Magno: The Story Behind)
Apabila berpikir desain menyarankan turun ke
lapangan untuk mendapatkan inspirasi, Singgih S. Kartono mendapatkannya dari
desa tempat kelahirannya. Ia sempat meninggalkan desanya untuk melanjutkan
perkuliahan di ITB. Tapi jarak ini membuatnya bisa mengamati desanya dari dua
posisi, orang dalam dan pengamat. Sebagai orang dalam, mau tidak mau ia
berempati, merasakan sendiri keprihatinan akan kondisi desa. Sebagai pengamat,
ia bisa berjarak dan tidak tenggelam dalam kondisi desanya. Ia sadar akan
berbagai perubahan keadaan desa. Hutan sekitar desa yang menjadi gundul. Air
yang semakin sulit didapatkan. Pendapatan per kapita yang rendah. Peralihan
pekerjaan dari desa ke kota. Keadaan ini membulatkan niatnya untuk memberikan
konstribusi langsung ke masyarakat desanya.
Terbentuk cita-cita untuk menjalankan bisnis
yang keluarannya dapat memperkuat desanya. Keluar dari jebakan cara pandang
defisit, Singgih justru mengapresiasi potensi yang ada. Ia mulai merintis
bisnis yang bisa hidup dan berkembang di desanya, sekaligus berdampak positif
kepada masyarakatnya.

“Negara kita kaya akan kayu, tapi tak
ada barang dari Indonesia yang desainnya bagus dan dikenal dunia (Sempurna
dalam Ketidaksempurnaan)
Harus ada produk
kayu dari Indonesia yang menjadi ikon dunia (dari Kandangan menuju London)
Keprihatinan akan kondisi hutan di desanya
tidak mampu menghentikan karakteristiknya sebagai desainer. Bukan solusi-solusi
biasa yang ditempuhnya. Ia justru bermimpi menciptakan produk kayu Indonesia
yang menjadi ikon dunia. Sekilas nampak kontradiktif. Prihatin akan kondisi
hutan yang gundul tetapi justru bermimpi menghasilkan produk dari kayu. Berbeda
dengan pendekatan problem solving yang reaksioner dan parsial, berpikir desain
justru menantang kita untuk menciptakan solusi inovatif yang secara sistemik
nantinya akan menyelesaikan persoalan. Adanya produk kayu yang menjadi ikon
dunia justru membalikkan pandangan masyarakat terhadap hutan dan kayu. Hutan
yang selama ini dipandang menjadi penghambat tumbuhnya tembakau, akan dipandang
berharga. Nilai kayu tidak lagi sebatas pada berat dan nilai guna, tetapi
mengandung nilai estetiknya.

Radio itu
sempurna karena ketidaksempurnaannya. Karena tak ada gambar, seperti halnya
televisi, masing-masing orang jadi punya imajinasi (Sempurna dalam
Ketidaksempurnaan)
Apa yang menjadi ikon dunia? Singgih
menjatuhkan pilihannya pada radio, benda yang telah mencuri perhatian dan
menjadi bahan skripsinya. Ada beberapa prinsip desain radio ini yang memicu
hasrat orang untuk memilikinya. Pertama, prinsip relasi personal dan emosional.
Radio bukan sebagai obyek bagi pemiliknya, tetapi sebagai bagian kehidupan
manusia. Dalam salah satu radionya, tidak terdapat penunjuk gelombang radio. Si pemilik dituntut belajar dengan perasaannya untuk
bisa mengetahui di mana letak gelombang radio melalui sentuhan tangannya. Radio
Magno tidak dilapisi bahan kimia untuk melindungi radio. Pemilik radio harud
untuk merasakan sensasi kayu sekaligus merawat radio itu.
Kedua,
prinsip klasik, sederhana, dan esensial
(basic). Dalam pandangan Singgih, prinsip ini yang bertahan sepanjang sejarah
desain. Kesederhanaan ini melawan arus modernitas yang menawarkan multi fungsi
dalam sebuah produk. Kesederhanaan inilah yang justru membuat Radio Magno
menjadi sempurna. Orang-orang bisa punya imajinasi sendiri, punya pemaknaan
pribadi terhadap radio Magno yang dimilikinya. Radio ini memicu hasrat orang
karena ketidaksempurnaannya.
Craft is an
alternative economic activity that has the potential to be developed and to
grow in villages. It has characteristics that are suitable for villages' living
conditions and growth prospects. These characteristics are that it is labour
intensive, requires low technology and investment and abundance of local
material input (Magno: The Story Behind)
Radio Magno lahir dan diproduksi di Desa
Kandangan, Temanggung. Daerah yang jauh dari mana-mana. Mungkin ada kesangsian.
Mungkin ada yang sinis. Bagaimana mungkin produk kualitas ekspor bisa dihasilkan
oleh masyarakat desa? Sekali lagi, Singgih memberikan solusi inovatif. Ia
mendesain sistem kerajinan yang memungkinkan warga desa mampu menjalankan
aktivitas produksi sejak hari pertama bekerja. Bagi mereka yang mempunyai bakat
pengrajin, akan bisa menguasai seluruh aktivitas produksi dalam beberapa hari
kemudian. Ia membangkitkan semangat para pekerjanya untuk bekerja dengan
kualitas tinggi. Tidak saja untuk menghasilkan karya kualitas ekspor, tetapi
juga berdampak pada perkembangan positif psikologis para pengrajin.

…..ia menuju
pasar dan membeli radio hanya untuk diambil mesinnya. “Habis mau gimana lagi?
Ya harus dengan cara kanibal” (Sempurna dalam Ketidaksempurnaan)
……saya naik vespa
ke luar kota untuk mencari kayu bekas karena tak mampu membeli kayu banyak.
Saya memotong-motong sendiri di depan rumah (Sempurna dalam Ketidaksempurnaan)
Bagaimana Singgih mengatasi isu kapabilitas
keuangan? Berpikir desain mengajarkan bahwa solusi inovatif harus sesuai dengan
visibilitas keuangan. Keterbatasan bukannya untuk dilawan dan dimusuhi.
Keterbatasan ini harus dilampui oleh seorang pemikir desain. Cara-cara kreatif
harus ditemukan dengan tetap menjaga kesesuaian akan pemenuhan kebutuhan dan
hasrat orang.

In designing, I
cannot start the process with a completed and detailed concept……For me,
designing is like a trip without a map.…Like any voyage, sometimes the
objective is very clear but the journey is blurry or sometimes both are blurry.
But in the end of the journey, I know that there will be something with a
deeper meaning which awaits me (Magno: The Story Behind)
Proses berpikir desain ini sifatnya iteratif,
bukannya linear sebagai langkah yang berurutan. Artinya, setiap langkah dapat
berulang, dapat kembali pada tahap awal, sebelum nantinya masuk ke tahap akhir.
Begitu pula Singgih mendesain Radio Magno. Ia tidak bisa memaparkan secara
runtut langkah-langkah desain yang dilakukannya. Ia mengikuti intuisinya dalam
menempuh jalan desain menuju Radio Magnonya. Seperti berpetualang, trial and
error dilakukan berkali-kali. Ia hanya yakin bahwa tujuannya satu: radio kayu.
We should
redesign the way we live and take steps towards better ways of living. (Magno:
The Story Behind)
As a designer, I strive to create designs that will
contribute to our quality of life, be it your life activities or your own
personal development (Magno: The Story Behind)
Dalam keyakinannya, desain bukan semata-mata
mengkreasikan produk yang bagus. Lebih dari itu, desain adalah menciptakan
pilihan jalan hidup yang lebih baik melalui karya yang dihasilkan. Ia menyoroti
kebiasan hidup modern yang over production
dan pergantian produk yang sangat cepat. Kebiasaan yang membuat kita menjadi
rakus dalam menggunakan sumber daya alam. Kerusakan alam adalah akibatnya. Oleh
karena itu, ia memegang teguh prinsip keberlanjutan (sustainability) dalam
proses maupun karya desainnya. Penggunaan sesedikit mungkin kayu dalam
mengkreasikan karya dan penanaman kembali pohon yang digunakan. Kayu itu
kehidupan, keseimbangan dan keterbatasan.
Proses desain seperti paparan diatas yang
mengantarkan Singgih menciptakan
Radio Magno. Masyarakat internasional pun teresonansi oleh kedalaman nilai,
prinsip dan filosofi dibalik radio kayu nan unik tersebut. Radio Magno meraih
penghargaan Design for Asia Award dari Hongkong Design Center dan Good Design
Award â€" Japan pada tahun 2008. Tahun berikutnya Radio Magno menggetarkan Eropa,
terbukti dengan Design Plus Award â€" Ambiente Frankfurt Germany dan Brit
Insurance Design of the Year 2009 dari Design Museum, London. Ada lebih
dari 51 toko yang tersebar di 16 negara Eropa dan Jepang yang memajang Radio
Magno.

Kesimpulan
Dalam kasus Indonesia, penerapan berpikir
desain nampak dalam proses penciptaan Radio Magno oleh Singgih Susilo Kartono.
Pembacaannya akan keadaan desanya yang butuh lapangan kerja, kayu tropis, dan impian
untuk menciptakan produk yang menjadi ikon dunia membawa langkahnya untuk
membuka usaha kreatif yang berbuah mahakarya dan meraih banyak penghargaan
internasional. Lebih dari itu, Singgih membuktikan bagaimana berpikir desain
dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan dengan sebuah solusi
inovatif.
Kajian akan berpikir desain serta penerapan
yang lebih luas menjanjikan kemungkinan masa depan yang cerah. Kita tidak lagi
sekedar menjual bahan mentah atau bahan baku, tetapi menciptakan karya-karya
yang menjadi ikon dunia. Sebuah langkah menuju terbitnya Indonesia kreatif.
Berani?

Daftar Pustaka
Kartono, S.S. (2008). Magno: the story behind. Di akses pada
12 Maret 2010dari http://wooden-radio.com
Herlambang, R (2009). Singgih Susilo Kartono: Sempurna dalam
Ketidaksempurnaan. Di akses pada 10 Maret 2010 dari http://rustikaherlambang.wordpress.com/2009/10/04/singgih-susilo-kartono-versi-panjang/
Dari Kandangan menuju London (8 Maret
2009). Harian Kompas. Halaman 15
Pink, D.H. (2005). A Whole New Mind:
berpindah dari jaman informasi menuju jaman konseptual. Jakarta. Penerbit
Dinastindo
Brown, T. (2008). Design Thinking. Havard Business Review,June 2008, p. 84
â€" 92.
Brown, T. (2009). Change by Design. New
York. Harper Collins
Kelompok Kerja Indonesia Design Power â€" Departemen Perdagangan RI.
(2008). Pengembangan ekonomi kreatif 2025: Rencana pengembangan ekonomi kreatif
2009 â€" 2015. Jakarta. Departemen Perdagangan RI.
Avital, M dan Boland, RJ (2008). Managing
as Designing with a Positive Lens. Dalam Avital, M, Copperider D., Boland, RJ (2008). Advanced in Appreciative Inquiry Volume 2: Designing Information and
Organizations with a Positive Lens. Elsevier Ltd.

Bukik
Budi Setiawan M., M.Psi
MPPO (Magister Perubahan
dan Pengembangan Organisasi)
Fakultas Psikologi
Universitas Airlangga

HP: 08563069972
Email:
bukikpsi@gmail.com atau mppo@unair.ac.id
Web: http://mppo.psikologi.unair.ac.id
http://berbahaya.org
http://bukik.org

Makalah dipresentasikan pada Temu Ilmiah
Nasional Kongres XI Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), 18 â€" 20 Maret 2010,
Surakata Jawa Tengah “Dalam Keberagaman Menuju Indonesia yang Lebih Baik

Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Messages in this topic (1)

————————————————————————
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
psikologi_transformatif-normal@yahoogroups.com
psikologi_transformatif-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
psikologi_transformatif-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

————————————————————————

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: