[Komunitas-Psikologi] Digest Number 716

There are 6 messages in this issue.

Topics in this digest:

1a. Re: menanyakan batas kompetensi Psikolog
From: yenny ren
1b. Re: menanyakan batas kompetensi Psikolog
From: meri psi

2. Managing HR For Beginner – 26 Maret 2010
From: HRD Forum Gmail

3a. Resepsionis Profesional – 27 Maret 2010
From: HRD Forum

4. Design, Simulation & Guidance Salary Structure Based 3P Concept | 20
From: HRD Forum Gmail

5a. Bls: [Komunitas-Psikologi] menanyakan batas kompetensi Psikolog
From: Taufik Hidayat

Messages
________________________________________________________________________
1a. Re: menanyakan batas kompetensi Psikolog
Posted by: "yenny ren" y3nny_as@yahoo.com.sg y3nny_as
Date: Mon Mar 22, 2010 8:32 am ((PDT))

wah sharing problem yang sangat dinanti2kan ^_^ semoga ada tanggapan yang tepat dari HIMPSI
peace Me ^_^

________________________________
From: puspo wiroko <puspowiroko@yahoo.com>
To: Komunitas-Psikologi@yahoogroups.com
Sent: Sunday, 21 March 2010 21:36:09
Subject: [Komunitas-Psikologi] menanyakan batas kompetensi Psikolog

Assalamualaikum Wr Wb…
Salam sejahtera untuk semuanya…

Dear teman-teman anggota milis komunitas psikologi, perkenalkan, saya Popo (panggil saja demikian, karena itu nickname). Saya angkatan 2003 di psikologi UGM dan baru saja Januari 2010 ini menamatkan Magister Profesi Psikologi – yang sekarang namanya adalah Magister Pendidikan Psikolog – di UI.
Langsung saja untuk mempersingkat waktu, ada menemui beberapa pengalaman berikut ini:

Pertama, seorang teman di profesi Klinis pernah berkata ketika kami chat di facebook: "iya nih, gw ga sabar pengen lulus terus kerja di perusahaan oil and gas". Saya jawab: "loe mau di bagian apa?" Dia jawab: "psikolog ya HRD lah.."

Kedua, seorang temannya teman di bagian Klinis (sepertinya dia sudah lulus tahun lalu) pernah berkata "mending gw ambil Klinis dong, toh kalo bidang2 di PIO bisa aja gw dapet dari training2 kan.."

Ketiga, ketika kerja praktek di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang Pembiayaan Kendaraan Bermotor, seorang psikolog yang menjadi supervisor saya dan teman2 saya dengan fasih menjelaskan tentang alur rekrutmen dan seleksi termasuk juga waktu itu membahas DISC dan beliau sangat fasih berbicara tentang melihat profil kepribadian seseorang dari hasil DISC nya dan hubungannya dengan performa nya di kantor. Dan… psikolog itu mengambil major Klinis ketika kuliah….

Keempat, ketika melamar pekerjaan, saya diwawancara oleh seorang psikolog. Singkat kata, saya berkenalan secara pribadi dengan beliau dan kami bertukar alamat facebook. Saya baca profil beliau, wooowww, beliau dulunya mengambil major Klinis. Lalu di riwayat pekerjaannya beliau pernah bekerja di konsultan untuk People Development Specialist..

Dan masih banyak pengalaman2 lain sejenis, namun saya lupa lainnya. Kalau ingat bisa saya tambahkan. Tokoh2 di keempat cerita tadi bukan fiktif, memang benar adanya, cuma saya ndak etis lah kalau sebut nama. Sekedar informasi, psikolog atau calon psikolog yang ada di empat cerita tersebut berarti mereka2 yang menempuh jalur pendidikan psikolog yang baru, maksudnya bukan yang S1 plus profesi, tapi yang S2 digabung profesi.
Sebenarnya saya sudah lama ingin share di milis ini tapi ntah knapa agak malas memulai nya. Sampai suatu saat, saya ngobrol2 dengan orang tua saya dengan topik karir psikolog. Singkat kata terlontar opini ini dari Mama saya: "kok banyak psikolog yang ga kerja sesuai bidangnya? yang klinis ya personal aja dong, di rumah sakit, klinik, atau buka praktek sendiri, kalau udah tau buka klinik sebagai psikolog klinis masih susah di Indonesia ya dulunya ambil aja pio, jangan ambil klinis."
Sejak terlontar opini itu, maka jadi semangat lah saya share di milis ini.

Tulisan saya ini tidak bermaksud mendiskriditkan pihak2 tertentu. Saya pribadi ndak menyalahkan kok teman2 klinis pada "lari" ke perusahaan karena ya memang awareness orang Indonesia untuk datang konsul ke psikolog kan masih minim (tapi ya ga terus jadi pesimis juga sih harusnya…) . Selain itu, kita blak2an saja, topik2 di PIO (psikologi industri dan organisasi) memang sangat mudah dipelajari. Karena sifatnya yang praktis, siapa pun kalau sudah "nyemplung" ke perusahaan pasti bisa kok… Paling akan kelihatan gelar psikolog nya kalau tandatangan di psikogram, itu aja. Yang lainnya misalnya OD, training, dll ndak musti ambil Profesi Psikolog PIO juga bisa belajar sendiri. Sementara saya dan teman2 PIO agak susah sepertinya kalau harus catch up materi2 Klinis..

Pertanyaan2 yang muncul di benak saya:
1) Adakah teman2 yang paham kalau di luar negeri seperti apa sih jenjang pendidikan psikolog? Mohon sharing nya..
2) Kalau fenomena2 keempat cerita saya di atas terus menerus terjadi, menurut teman2 efeknya akan seperti apa? (saya sengaja tidak mau beropini terlebih dahulu, menghindari bias subjektif)
3) Dalam waktu dekat akan ada kongres HIMPSI di Solo kalau tidak salah. Kepada Yang saya Hormati, para Bapak, Ibu, Mas, dan Mbak Psikolog senior yang memiliki "posisi" di HIMPSI, apakah topik seperti tulisan saya di atas sempat dibicarakan oleh HIMPSI?

Saya memang masih sangat awam akan pengalaman. Gelar Psikolog saja baru sebulan yang lalu saya dapat. Oleh karena itu, mohon komentar dari segenap Psikolog yang saya harapkan bisa memberi pencerahan kepada saya pribadi dan mungkin juga teman2 lain..

Saya mohon maaf atas segala kekurangan atau mungkin ada salah kata. Sekali lagi, posting-an kali ini bermaksud untuk memberi masukan positif terhadap perkembangan profesi Psikolog di Indonesia dan tidak ada niat untuk menjelek2kan siapa pun.

Terima kasih banyak…

Wassalamualaikum Wr Wb….
Salam…

-popo-

________________________________
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.

Messages in this topic (4)
________________________________________________________________________
1b. Re: menanyakan batas kompetensi Psikolog
Posted by: "meri psi" meripsi@yahoo.com meripsi
Date: Mon Mar 22, 2010 8:35 am ((PDT))

Salam sejahtera…..

Perkenalkan, saya Meri. Saya mau menanggapi pertanyaan kedua berhubung kurangnya pengetahuan saya untuk menanggapi pertanyaan lainnya..hehehehe….

Pengalaman kerja saya sebelum saya mengambil S2 dan pengalaman pendidikan saya selama S2 semakin membuka mata dan wawasan saya karena bisa saya lihat dari sisi Psikologi dan dari sisi sebagai pekerja/manajemen. Menurut pendapat saya, kurang bermanfaat jika memberikan batasan pada lapangan kerja yang berbau Psikologi. Maksud saya, jika seorang psikolog Klinis akhirnya kerja di bagian PIO, yah, tidak masalah kok selama ia dapat menjalankan fungsinya sebagai psikolog perusahaan dengan baik dan benar dan dapat dipertanggung jawabkan. Toh semuanya kembali pada dirinya sendiri.

Yang saya pikirkan begini, dengan menyelami dunia profesinya, mental seorang psikolog dituntut 100%. Jika mental psikolog Klinis, yang terbiasa menangani per individu saat pendidikannya, tidak gentar dan mampu menangani organisasi secara keseluruhan, so WHY NOT ? Hal ini juga berlaku pada psikolog PIO. Psikolog PIO juga harus sudah punya mental yang baik untuk menangani SDM yang ada dengan mempertimbangkan kepentingan organisasi juga. HRD itu terlalu luas kok, bisa menampung banyak psikolog. Setiap psikolog punya bakat atau keahliannya masing-masing. Contohnya psikolog khusus di rekrutmen, PA, OD, dan lainnya. Para psikolog PIO tidak perlu takut lahan kerja bakal habis kalo dimasuki oleh psikolog Klinis atau psikolog bidang lainnya. Toh intinya, tujuan kita sebagai manusia berbau Psikologi adalah membantu orang lain dalam hal manusianya, menjadikan dunia yang lebih baik, apakah dari perspektif individunya, sosialnya, kurikulumnya, organisasinya, atau
lainnya.

Pengalaman yang Sdr. Popo temui juga saya temui kok di sini, so, tidak ada masalah kok. Mereka dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Bagi perusahaan apapun, yang ia perlukan bukanlah karyawan yang harus kerja berdasarkan yang dipelajarinya, tapi pada yang mampu dilakukannya untuk memajukan perusahaan. Percayalah atas kemampuan kita sendiri merupakan kunci atas keberhasilan kita nantinya, tidak perlu takut bersaing. Malahan kita mesti menunjukkan apa perbedaan seorang Psikolog Klinis dan PIO dalam dunia perusahaan. Itu tergantung kualitas manusianya, bukan jenis pendidikan yang dipelajarinya.

So, mengapa kita sebagai orang yang berprofesi PIO harus membatasi teman2 Psikologi kita sendiri sedangkan bidang HRD itu bisa dimasuki oleh ilmu bidang lainnya seperti para lulusan Hukum, Manajemen, dan lainnya ?

Kalau boleh, saya menyarankan suatu hal yang menurut hemat saya perlu dibahas dalam sidang HIMPSI. Hal itu adalah penegakan disiplin sesuai dengan kode etik Psikologi yang ada. Di kenyataannya, masih banyak malpraktek yang dilakukan oleh oknum-oknum Psikolog…jangankan malpraktek yang tersebar dimana-mana…dalam dunia pendidikan saja terjadi! Universitas yang meluluskan mahasiswa S2 Psikologi di sini agak aneh. Kurikulumnya setara dengan M. Si tapi kok diberi gelar M. Psi ? Sudah banyak jebolannya tuh (saya pun bingung, kok tidak ada penegasan dari HIMPSI yah padahal uda bertahun2 tuh) …… Itulah bahaya sebenarnya yang harusnya ditindaklanjuti oleh HIMPSI. Jangan biarkan HIMPSI tidak memiliki kekuatan apa-apa sehingga kode etik hanya di bibir para psikolog doank…… Kasihan masyarakat Indonesia yang masih memiliki pengetahuan yang minim mengenai Psikologi. Merekalah yang akan menjadi korban. Tujuan psikologi yang awalnya membantu kok berubah jadi
membahayakan??? Pusing saya…….. Soal universitas ini saya dapatkan informasinya melalui pembicaraan para psikolog di sini, jadi kepastiannya saya kurang tahu…satu hal yang kuyakini…tidak akan ada asap tanpa adanya api…….benar atau tidaknya, itulah yang seharusnya menjadi tugas HIMPSI.

Saya sama dengan Sdr. Popo, memang masih
sangat awam akan pengalaman. Saya mohon maaf atas
segala kekurangan atau mungkin ada salah kata. Balasan email ini hanya bersifat pendapat pribadi, maaf jika ada yang kurang berkenan di hati Anda, tapi yakinlah, saya tidak bermaksud jelek. Saya hanya bermaksud untuk memberi masukan mengenai kondisi profesi Psikolog di Indonesia pada umumnya, dan di lingkungan yang saya hadapi sekarang pada khususnya. Saya tidak memiliki niat sedikitpun untuk menjelek2kan
siapa pun. Terima kasih atas perhatiannya.

PSIKOLOGI, OH YESSS!!!!

Semoga bermanfaat…………………………….

Best Regards,

Meri

________________________________
From: puspo wiroko <puspowiroko@yahoo.com>
To: Komunitas-Psikologi@yahoogroups.com
Sent: Sun, March 21, 2010 9:36:09 PM
Subject: [Komunitas-Psikologi] menanyakan batas kompetensi Psikolog

Assalamualaikum Wr Wb…
Salam sejahtera untuk semuanya…

Dear teman-teman anggota milis komunitas psikologi, perkenalkan, saya Popo (panggil saja demikian, karena itu nickname). Saya angkatan 2003 di psikologi UGM dan baru saja Januari 2010 ini menamatkan Magister Profesi Psikologi – yang sekarang namanya adalah Magister Pendidikan Psikolog – di UI.
Langsung saja untuk mempersingkat waktu, ada menemui beberapa pengalaman berikut ini:

Pertama, seorang teman di profesi Klinis pernah berkata ketika kami chat di facebook: "iya nih, gw ga sabar pengen lulus terus kerja di perusahaan oil and gas". Saya jawab: "loe mau di bagian apa?" Dia jawab: "psikolog ya HRD lah.."

Kedua, seorang temannya teman di bagian Klinis (sepertinya dia sudah lulus tahun lalu) pernah berkata "mending gw ambil Klinis dong, toh kalo bidang2 di PIO bisa aja gw dapet dari training2 kan.."

Ketiga, ketika kerja praktek di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang Pembiayaan Kendaraan Bermotor, seorang psikolog yang menjadi supervisor saya dan teman2 saya dengan fasih menjelaskan tentang alur rekrutmen dan seleksi termasuk juga waktu itu membahas DISC dan beliau sangat fasih berbicara tentang melihat profil kepribadian seseorang dari hasil DISC nya dan hubungannya dengan performa nya di kantor. Dan… psikolog itu mengambil major Klinis ketika kuliah….

Keempat, ketika melamar pekerjaan, saya diwawancara oleh seorang psikolog. Singkat kata, saya berkenalan secara pribadi dengan beliau dan kami bertukar alamat facebook. Saya baca profil beliau, wooowww, beliau dulunya mengambil major Klinis. Lalu di riwayat pekerjaannya beliau pernah bekerja di konsultan untuk People Development Specialist..

Dan masih banyak pengalaman2 lain sejenis, namun saya lupa lainnya. Kalau ingat bisa saya tambahkan. Tokoh2 di keempat cerita tadi bukan fiktif, memang benar adanya, cuma saya ndak etis lah kalau sebut nama. Sekedar informasi, psikolog atau calon psikolog yang ada di empat cerita tersebut berarti mereka2 yang menempuh jalur pendidikan psikolog yang baru, maksudnya bukan yang S1 plus profesi, tapi yang S2 digabung profesi.
Sebenarnya saya sudah lama ingin share di milis ini tapi ntah knapa agak malas memulai nya. Sampai suatu saat, saya ngobrol2 dengan orang tua saya dengan topik karir psikolog. Singkat kata terlontar opini ini dari Mama saya: "kok banyak psikolog yang ga kerja sesuai bidangnya? yang klinis ya personal aja dong, di rumah sakit, klinik, atau buka praktek sendiri, kalau udah tau buka klinik sebagai psikolog klinis masih susah di Indonesia ya dulunya ambil aja pio, jangan ambil klinis."
Sejak terlontar opini itu, maka jadi semangat lah saya share di milis ini.

Tulisan saya ini tidak bermaksud mendiskriditkan pihak2 tertentu. Saya pribadi ndak menyalahkan kok teman2 klinis pada "lari" ke perusahaan karena ya memang awareness orang Indonesia untuk datang konsul ke psikolog kan masih minim (tapi ya ga terus jadi pesimis juga sih harusnya…) . Selain itu, kita blak2an saja, topik2 di PIO (psikologi industri dan organisasi) memang sangat mudah dipelajari. Karena sifatnya yang praktis, siapa pun kalau sudah "nyemplung" ke perusahaan pasti bisa kok… Paling akan kelihatan gelar psikolog nya kalau tandatangan di psikogram, itu aja. Yang lainnya misalnya OD, training, dll ndak musti ambil Profesi Psikolog PIO juga bisa belajar sendiri. Sementara saya dan teman2 PIO agak susah sepertinya kalau harus catch up materi2 Klinis..

Pertanyaan2 yang muncul di benak saya:
1) Adakah teman2 yang paham kalau di luar negeri seperti apa sih jenjang pendidikan psikolog? Mohon sharing nya..
2) Kalau fenomena2 keempat cerita saya di atas terus menerus terjadi, menurut teman2 efeknya akan seperti apa? (saya sengaja tidak mau beropini terlebih dahulu, menghindari bias subjektif)
3) Dalam waktu dekat akan ada kongres HIMPSI di Solo kalau tidak salah. Kepada Yang saya Hormati, para Bapak, Ibu, Mas, dan Mbak Psikolog senior yang memiliki "posisi" di HIMPSI, apakah topik seperti tulisan saya di atas sempat dibicarakan oleh HIMPSI?

Saya memang masih sangat awam akan pengalaman. Gelar Psikolog saja baru sebulan yang lalu saya dapat. Oleh karena itu, mohon komentar dari segenap Psikolog yang saya harapkan bisa memberi pencerahan kepada saya pribadi dan mungkin juga teman2 lain..

Saya mohon maaf atas segala kekurangan atau mungkin ada salah kata. Sekali lagi, posting-an kali ini bermaksud untuk memberi masukan positif terhadap perkembangan profesi Psikolog di Indonesia dan tidak ada niat untuk menjelek2kan siapa pun.

Terima kasih banyak…

Wassalamualaikum Wr Wb….
Salam…

-popo-

________________________________
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.

Messages in this topic (4)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Managing HR For Beginner – 26 Maret 2010
Posted by: "HRD Forum Gmail" hrd.forum@gmail.com management_forum
Date: Mon Mar 22, 2010 8:40 am ((PDT))

Dear BpkHRD Forum – One Day Workshop
Managing HR For Beginner
26 Maret 2010, Investasi : Rp 1.250.000,-
Hotel Bintang Griya Wisata – Jakarta

——————————————————————————–

Latar Belakang
Sumber Daya Manusia merupakan elemen yang paling penting dalam sebuah organisasi, dibandingkan dengan elemen lainnya seperti modal, teknologi serta uang. Mengapa SDM begitu penting, karena manusia itu sendiri yang mengendalikan ketiga komponen yang disebutkan di atas.

Apabila kita mempelajari Sumber Daya Manusia, maka beberapa aktifitas yang biasa dijalankan adalahi Perencanaan, Perekrutan, Seleksi, Orientasi dan Penempatan, Pelatihan dan Pengembangan, Penilaian Kinerja, Pengelolaan dan Perencanaan Karier, dan Pemutusan Hubungan Kerja.

Tantangan yang dihadapi oleh pelaksana di bidang SDM adalah bagaimana memahami aktivitas yang harus dilakukan di area tersebut..

Oleh karenanya, aktifitas-aktifitas yang tadi disebutkan, wajib diketahui oleh seorang pelaksana / pemula yang ingin mendalami bidang SDM.

Cakupan Bahasan dan Outline
Desain training ini terdiri dari dua module, yakni :
Bisnis Proses di area SDM
Aktifitas SDM

Outline :

Pengantar
Memahami & menganalisa aktifitas SDM mulai dari Recruitment sampai PHK
Menghubungkan aktifitas SDM dan hasilnya
Latihan – latihan cara membuat program SDM

Metode :
Interaktif (ceramah dan studi kasus)

Investment
Rp.1.250.000,-
Included snacks, lunch, materials, CD Bonus & certificate

No Account
BCA – KCP Ahmad Yani – Bekasi — a/n Bahari Antono
No. Rek : 739 041 0829

Date & Venue
26 Maret 2010 – (9.00 – 16.00 WIB)
Hotel Bintang Griya Wisata – Jakarta

Informasi & Pendaftaran
Ms.Rani Kartika
Ms. Citra Permata Sari

Hotline
08788-1000-100
08788-1888-899
021-70692748
0815 1049 0007

E-mail : Event@HRD-Forum.com
website : http://HRD-Forum.com
Jadwal & Agenda Lengkap
http://hrdforum.wordpress.com

Bukti transfer asli dibawa saat acara dan diserahkan pada saat registrasi ulang

——————————————————————————–

Formulir pendaftaran Managing HR For Beginner
Nama :
Company :
Alamat :
Telp/HP :
Email :
Tanggal Transfer :
Formulir harap di isi kemudian di kirim email ke event@HRD-Forum.com

——————————————————————————–

Ingin bergabung dalam komunitas kami ? kirim email kosong ke : Diskusi-HRD-subscribe@yahoogroups.com

Dimana saya dapat melihat agenda Training HRD Forum ?
www.HRD-Forum.com
http://trainingseminar.wordpress.com/
http://www.Agenda.HRD-Forum.com/
http://seminarhr.wordpress.com/
http://www.Komunitas-HRD.com/
http://hrdforum.wordpress.com/
http://www.Diskusi-HRD.com/
http://www.DiskusiHRD.wordpress.com/
http://informasitraining.blogspot.com/

Ada rencana mengadakan Inhouse Training Program ?
Hubungi kami segera di event@HRD-Forum.com
atau di HOTLINE Kami :
08788-1000-100
08788-1888-899
021-70692748
0815 1049 0007

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3a. Resepsionis Profesional – 27 Maret 2010
Posted by: "HRD Forum" hrd.forum@gmail.com management_forum
Date: Mon Mar 22, 2010 8:40 am ((PDT))

Hotel Lumire – Jakarta, Sabtu, 27 Maret 2010, Jam 09.00 – 16.00 WIB

Mengapa sikap dan cara kerja seorang resepsionis mencerminkan image perusahaan ? karena resepsionis pada dasarnya adalah salah satu wakil perusahaan. Seorang resepsionis yang profesional akan tampak dari caranya bersikap, berbicara, menerima telepon, menangani masalah dan bagaimana mengambil sebuah keputusan penting dalam area kerjanya. Pelatihan ini ditujukan kepada perusahaan yang ingin mempunyai seorang resepsionis yang profesional, yang efektif dan cekatan serta tepat dalam segala tindak kerjanya.

Bagaimana cara resepsionis Anda bersikap terhadap tamu, klien, supplier, owner, direktur, manager atau dengan karyawan lainnya ? apakah sudah terlihat profesional ? atau belum ? bagaimana citra diri resepsionis Anda ? Bagaimana resepsionis Anda menghandle pekerjaan rutin dan pekerjaan baru yang tiba-tiba harus dihandlenya ? Apakah resepsionis Anda sudah SIAP menangani situasi sulit seperti klien yang marah-marah ? komplain dari pihak external ? sekali lagi, resepsionis adalah salah satu wakil perusahaan, image perusahaan Anda, mau tidak mau ada dalam dirinya. Sudahkah Anda mendevelop resepsionis Anda ? kini saatnya mengirimkan beberapa resepsionis Anda untuk meningkatkan skill, knowledge dan mengubah MindSet-nya sehingga resepsionis Anda dapat menjalankan tugasnya secara profesional.

MANFAAT PELATIHAN
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan:
. Mampu & Mengetahui apa dan bagaimana menjadi seorang resepsionis yang profesional
. Mengetahui cara melakukan dan menciptakan komunikasi yang efektif dengan siapapun
. Mampu & mengetahui bagaimana caranya menangani situasi yang sulit dengan profesional
. Mengetahui cara menangani orang-orang yang sulit diajak kompromi
. Meningkatkan sikap proaktif, respek, humble, positif dan mempunyai percaya diri yang tinggi
. Meningkatkan pengetahuan tentang dasar-dasar administrasi perkantoran

MATERI PELATIHAN
1) Area Tugas & Tanggung jawab utama
2) Problem & Solusinya dalam tugas sehari-hari
3) Penampilan diri dan Etiket
4) Komunikasi Efektif
5) Teknik bertelepon
6) Handling Complain
7) Mindset seorang resepsionis profesional
8) Bagaimana cara melayani dengan hati
9) Dasar-dasar administrasi perkantoran

Daftarlah segera sekarang juga !!

Pelatihan satu hari
Bagaimana Menjadi seorang
Resepsionis Profesional (batch 2)
Hotel Lumire – Jakarta ; Sabtu, 27 Maret 2010, Jam 09.00 – 16.00 WIB

Target peserta:

Resepsionis, operator Telepon dan junior secretary

Investasi :

NORMAL
Rp. 1.500.000/orang

EARLY BIRD
Anda hanya cukup membayar Rp.1.000.000,-/orang
jika pembayaran dilakukan sebelum tanggal 10 Maret 2010

[biaya sudah termasuk materi hardcopy, 2x coffee break, lunch, dan sertifikat]

NO ACCOUNT
BCA – KCP Ahmad Yani – Bekasi
No. Rek : 739 041 0829 a/n Bahari Antono

INFORMATION & REGISTRATION
Rani & Citra

Hotline
08788-1000-100
08788-1888-899
0815- 1049-0007
021-70692748

Pendaftaran Via SMS : 0815 1049 0007 ; 08788-1000-100 ; 08788-1888-899
(Nama, Perusahaan, Resepsionis)

E-mail: Event@HRD-Forum.com
Website : www.HRD-Forum.com

——————————————————————————–

Form Pendaftaran – Resepsionis Profesional
Name: ……..
Company: ……
Address: ……..
Phone/HP: …….
E-mail: ………
Date of Transfer: ….

——————————————————————————–

http://hrd-forum.com/HRD%20Forum%20-%20Komunitas%20HRD%20Indonesia%20-%20great%20Supervisor.htm

Dimana saya dapat melihat agenda Training HRD Forum ?
www.HRD-Forum.com
http://trainingseminar.wordpress.com/
http://www.Agenda.HRD-Forum.com/
http://seminarhr.wordpress.com/
http://www.Komunitas-HRD.com/
http://hrdforum.wordpress.com/
http://www.Diskusi-HRD.com/
http://www.DiskusiHRD.wordpress.com/
http://informasitraining.blogspot.com/

Tertarik mengadakan Inhouse Training Program ?
Hubungi kami segera di event@HRD-Forum.com
atau di HOTLINE Kami :
08788-1000-100
08788-1888-899
0815- 1049-0007
021-70692748

Ingin bergabung dalam komunitas HRD yang kami fasilitasi ?
Kirim email kosong ke :
Diskusi-HRD-Subscribe@yahoogroups.com

Ingin belajar, diskusi & berkumpul bersama praktisi HRD seluruh Indonesia ?
bergabunglah dalam mailing list Kami
Diskusi-HRD@yahoogroups.com
dengan mengirimkan email kosong ke :
Diskusi-HRD-subscribe@yahoogroups.com

Messages in this topic (4)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
4. Design, Simulation & Guidance Salary Structure Based 3P Concept | 20
Posted by: "HRD Forum Gmail" hrd.forum@gmail.com management_forum
Date: Mon Mar 22, 2010 8:41 am ((PDT))

HRD Forum Two Days Workshop
Design, Simulation & Guidance
Salary Structure Based 3P Concept
The Audit and The Validation
( The Shortcut & Easy Way )
20 – 21 April 2010, Salah Satu Hotel di Jakarta

——————————————————————————–

Siapa Bilang Membuat Struktur Gaji itu Sulit dan Rumit ??
Siapa Bilang Membuat Struktur Gaji itu membutuhkan Waktu yang Lama ??

Ternyata,
Sederhana, Mudah dan Cepat !!

Semua Rahasianya ada dalam workshop ini
Penasaran ? Hadirilah Workshopnya !!

Dapatkan Super Bonus !!
Software Salary Structure Design Based 3P Concept

Latar Belakang
Konsep 3P yakni Pay for Position, Pay for Person, Pay for Performance atau dalam istilah Bahasa Indonesia di kenal dengan konsep 3K yakni Karyawan, Kedudukan, dan Kinerja adalah konsep yang sudah diakui oleh banyak kalangan di seluruh dunia. Sehingga karenanya berbagai survey gaji dan bencmark mengacu kepada konsep tersebut. Masalah yang timbul dilapangan adalah karena kurang memahami bagaimana membuat, mengintegrasikan serta mengimplementasikan sistem tersebut. Banyak anggapan bahwa sistem tersebut rumit, susah dan butuh waktu yang lama dalam pembuatannya, padahal ada cara dan sistem yang bisa diaplikasikan secara cepat dan mudah. Dalam workshop ini, HRD Forum akan mengajarkan bagaimana menentukan strategi penggajian, apakah akan menerapkan sistem eksternal atau internal yang ujungnya adalah apakah diperlukan benchmarking terhadap survey gaji atau tidak serta keadilannya. Kemudian melakukan job evaluation, competency evaluation dan performance evaluation sehingga muncul point-point sebagai dasar pembuatan gaji berbasis 3P atau grading system dan job class-nya.

Di dalam worshop ini akan dipelajari trik untuk mengkonversi Time Series dari nilai Performance Appraisal menjadi bentuk nilai-nilai dalam competency base. Dan pada umumnya data tersebut pasti ada disemua perusahaan. Disamping itu juga diajarkan human asset worth register (human capital) yakni bagaimana merubah nilai orang kedalam dollar. Sistem ini lebih mudah dari sistem competency base sehingga bisa menggantikan competency base dalam sistem penggajian.

Pada model yang terakhir, peserta akan diajarkan bagaimana membuat sistem insentif dan bonus yang menantang, yang memacu produktifitas, yang membuat karyawan berusaha meraihnya mati-matian. Sistem yang digunakan adalah dari proses efesiensi, produktivitas dan dari hasil keuntungan perusahaan yang telah dianggarkan dan disepakati bersama.

Pada sesi terakhir, peserta akan diajarkan bagaimana mengaudit sistem penggajian yang ada, apakah sudah adil secara internal atau eksternal, apakah onpaid, overpaid atau underpaid. Dan bagaimana membuat sistem penggajian dengan kondisi seadanya dimana semua sistem tidak mendukung konsep 3P.
Dalam workshop ini peserta akan dibekali dengan software untuk mempercepat kerja anda secara sistematis sekaligus melakukan audit dan validasinya. Dalam software tersebut anda hanya diminta melakukan job evaluation, person evaluation dan performace evaluation, anggaran yang akan dipakai setelah itu masukkan hasilnya kedalam software, maka semua hasilnya akan keluar secara otomatis perindividu

Outline

Hari I :
Strategi Compensation & Benefit, Filosofi konsep 3P dan aplikasi praktisnya dilapangan, Membuat Job Evaluation (position), Membuat Grading System / Job Class: Berbagai versi yang diakui diseluruh dunia, Membuat Grading System / Job Class: Versi yang bisa dibongkar dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, Konversi Grading System ke Rupiah/Dollar, Membuat Job Grouping, Progression Rate, minimum – maksimum, Q Low – Q High, Median, Banding & broadbanding, Simulasi dengan software versi cepat, Membuat Person Evaluation (Competency), Competency Benchmarking, Konversi competency kedalam rupiah/dollar, Translating competency based into human capital management, Developing Human Asset Worth Register
Membuat Salary Prediction, Simulasi membuat struktur gaji dengan budget atau tanpa budget

Hari II :
Membuat Performance Evaluation, Membuat Performance Rating yang valid, Membuat merit increase, Membuat Promotion Adjustment, Membuat Market Adjustment, Membuat Balance Factor Adjustment agar seluruh perhitungan balance, Bonus & Insentif, Membuat Scanlon Plan, Membuat Improshare (Improvement Productivity Sharing), Membuat Racker Plan, Membuat Audit Salary Structure: Qualified, Need Improvement, Unqualified, Onpaid, Underpaid, overpaid, Salary Structure Clinic : Bagaimana mengimplementasikan konsep 3P dilapangan dan validasinya, Bagaimana melakukan validasi terhadap kondisi gaji yang ada, Mengembangkan sistem gaji yang telah ada menuju konsep 3P, Bagaimana membuat sistem gaji bila kondisi dilapangan belum memungkinkan konsep 3P diterapkan

Siapa yang harus ikut
Semua praktisi HR, Praktisi yang ingin memperbaiki System Penggajian menjadi sistem yang fleksibel dan dinamis, Praktisi yang ingin memperbaiki sistem compensation & benefit, Praktisi yang sedang mencari sistem penggajian yang mendukung dan sesuai kondisi lapangan

Durasi : 09.00 – 16.00 WIB
Peserta harap membawa lap top karena langsung praktek membuat struktur gaji

Investasi Rp. 2.750.000,- / peserta
( Biaya termasuk : Materi Training, Sertifikat, Bonus software, 2x Coffe Break & Lunch )

Dapatkan Super Bonus !!
Software Salary Structure Design Based 3P Concept

Account :
BCA – KCP Ahmad Yani – Bekasi
No. Rek : 739 041 0829 a/n Bahari Antono

Informasi & Pendaftaran :
Ms. Rani Kartika
Ms. Citra Permata Sari

Hotline
08788-1000-100
08788-1888-899
021-70692748
0815 1049 0007

Email : hrd.forum@gmail.com
Visit Our Website
http://www.HRD-Forum.com

Our Mailing List
Diskusi-HRD@yahoogroups.com

Agenda Training
http://www.agenda.hrd-forum.com

——————————————————————————–

Formulir Pendaftaran
Subject : Design, Simulation & Guidance, Salary Structure Based 3P Concept
Name :
Company :
Address :
Telp. :
Date of transfer :

——————————————————————————–

Setelah diisi mohon di kirim via e-mail ke event@hrd-forum.com

Agenda Terbaru Kami ada di :
http://www.Agenda.HRD-Forum.com/

Dimana saya dapat melihat agenda Training HRD Forum ?
www.HRD-Forum.com
http://trainingseminar.wordpress.com/
http://www.Agenda.HRD-Forum.com/
http://seminarhr.wordpress.com/
http://www.Komunitas-HRD.com/
http://hrdforum.wordpress.com/
http://www.Diskusi-HRD.com/
http://www.DiskusiHRD.wordpress.com/

Tertarik mengadakan Inhouse Training Program ?
Hubungi kami segera di event@HRD-Forum.com
atau di HOTLINE Kami :
08788-1000-100
08788-1888-899
021-70692748
0815 1049 0007

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
5a. Bls: [Komunitas-Psikologi] menanyakan batas kompetensi Psikolog
Posted by: "Taufik Hidayat" t_140581@yahoo.co.id t_140581
Date: Mon Mar 22, 2010 8:42 am ((PDT))

Dear sejawad. Nama saya Taufik. kebetulan saya fungsional psikolog klinis di RS. saya angkatan 1999 S1, angkatan 2003 profesi/ major klinis, 2007 MARS UNDIP

Menanggapi beberapa pertanyaan sejawad. Dulu waktu residensi profesi prof saya pernah bilang kalau ontologisnya psikologik itu adalah klinis/ kedalaman dalam interpretasi dan proyeksi, dan disinilah hulunya. Jika kita sudah menguasai maka dalam hal terapan yang lain akan lebih mudah, alasannya yang lain sebagian besar skala ukurnya sudah ada bahkan bisa dikontruksikan. Bagi saya memang terbukti, saya pernah duduk sebagai HRD depelopment di sebuah perusahaan di surabaya. Dalam hal rekruitment dan assessment kita memang lebih mudah dan jago, kalau memahami klinis lebih dalam, namun menurut saya kurang mengenakkan (maaf sebelumnya) dalam posisi ini ada kecenderung tumpang tindih, karena ada beberapa unit kompentensi yang jadi satu antara manajemen SDM (Ekonomi), Hukum, (psikologi PIO) ini cenderung kurang mengenakan bagi saya waktu itu sehingga menjadi alasan saya untuk resend dan kembali menjalankan profesi klinis secara utuh.

Sepengetahuan saya dulu ketika ngobrol dengan teman yang kuliah di luar (Aus) sistem pendidikan psikologi kita sudah seperti disana profesi=S2 dan orientasi kerjanya disesuaikan dengan kompetensi teknis yang dikuasai. nah menaggapi teman2 klinis yang kerja di industri menurut saya spesifikasi rekrutitmen dari perusahaan harus dipertegas, kalau dalam spesifikasi pemegang jabatan sudah tertulis kompetensi karyawanditerima adalah psikolog dengan konsenstrasi PIO, pastinya psikolog klinis ndak bisa masuk, mungkin butuh sosialisasi lebih kuat dari himpunan dan institusi pendidikan ke rekanan (perusahaan). agar semuanya menjadi baik.

Untuk sejawad psikolog klinis yang kebetulan tidak/ belum menjalankan praktisi profesinya menurut saya Ybs sebaiknya memikirkan kembali (cenderung rugi) karena kita sudah diwadahi. Berdasarkan peraturan MENPAN mulai tahun 2008 praktisi psikolog klinis resmi bergabung dan termasuk dalam rumpun tenaga kesehatan (medis/ paramedis/ kesmas/ psikologik) dikelola DEPKES RI. Sementara kedudukannyapun sangat dihargai dan diperhitungkan dalam bidang kesehatan dengan satu sayarat Ybs harus bekerja di institusi kesehatan/ pelayanan kesehatan dan harus bergelar psikolog. jangan takut tidak ada pasien/ klien. Menurut pengalaman saya 7 tahun sebagai psikolog klinis, saat ini pasien/ klien klinis menumpuk, mulai dari kasus perkembangan/ anak berkebutuhan khusus (autikal, hyperaktif, ADHD, MR dan Cereberal Falcy) itu saja sudah lebih dari cukup baik praktek dirumah maupun di RS. Kalau kebetulan anda bekerja di RS/ kita ada program kolaborasi dari neurolog, psikiater dan
internist, untuk kasus2 mental psikoltik, neurotik, hypokondriasis dan sindroma metabolik. posisi kita sangat diperhitungkan dalam penentuan diagnosa multi axial dan psikoterapi. ini juga sudah sangat cukup. belum lagi pada kasus2 konsultasi insidental seperti test minat bakat, seleksi internal karyawan pemerintahan (CPNS psikotes, ESELONISASI psites) dan yang paling laku dan paling mahal ROHANI Test untuk vitpropertest anggota dewan dan pejabat struktrutal institusi pemerintah. kurang apa labi coba.

Sekali lagi bagi teman sejawad klinis jangan takut tidak ada pasien/ klien dan tidak ada bukti empirik awere masyarakat indonesia minim ke psikolog. kalau dia sudah masuk dalam sistem pelayanan kesehatan, sehari saja waktu kita hampir tidak cukup untuk menangani support terapi di ruang perawatan, apalagi tipe rumasakit, misal B saja dengan tempat tidur 400 buah, waktu kita akan kurang dalam sehari jika konsulan neurolog dan internis 10% saja dari jumlah itu (40 pasien/ hari). lain lagi kalau praktek mandiri, kasus depresia, minat bakat dan terapi wicara menjadi rutinitas yang cukup mengasah keahlian kita.

Jadi saran saya sejawad khususnya psikolog klinis, lahan kita masih terbuka luas dan sangat terhormat jangan kita siasiakan derajad dan identitas yang melekat pada kita ini. mari kita kembangkan keilmuan kita dalam bidang klinis dan perilaku yang saat ini aturan dan perlindungan serta dukungan pemerintah sudah ada. mari bergabunglah dalam institusi kesehatan. Biarkan teman2 yang berkompeten dalam PIO, pendidikan, sosial dll untuk juga mengembangkan keahlian dan keilmuannya sesuai spesifikasi teknis masing2.
terimakasih
Salam Sejawad.

________________________________
Dari: puspo wiroko <puspowiroko@yahoo.com>
Kepada: Komunitas-Psikologi@yahoogroups.com
Terkirim: Ming, 21 Maret, 2010 07:36:09
Judul: [Komunitas-Psikologi] menanyakan batas kompetensi Psikolog

Assalamualaikum Wr Wb…
Salam sejahtera untuk semuanya…

Dear teman-teman anggota milis komunitas psikologi, perkenalkan, saya Popo (panggil saja demikian, karena itu nickname). Saya angkatan 2003 di psikologi UGM dan baru saja Januari 2010 ini menamatkan Magister Profesi Psikologi – yang sekarang namanya adalah Magister Pendidikan Psikolog – di UI.
Langsung saja untuk mempersingkat waktu, ada menemui beberapa pengalaman berikut ini:

Pertama, seorang teman di profesi Klinis pernah berkata ketika kami chat di facebook: "iya nih, gw ga sabar pengen lulus terus kerja di perusahaan oil and gas". Saya jawab: "loe mau di bagian apa?" Dia jawab: "psikolog ya HRD lah.."

Kedua, seorang temannya teman di bagian Klinis (sepertinya dia sudah lulus tahun lalu) pernah berkata "mending gw ambil Klinis dong, toh kalo bidang2 di PIO bisa aja gw dapet dari training2 kan.."

Ketiga, ketika kerja praktek di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang Pembiayaan Kendaraan Bermotor, seorang psikolog yang menjadi supervisor saya dan teman2 saya dengan fasih menjelaskan tentang alur rekrutmen dan seleksi termasuk juga waktu itu membahas DISC dan beliau sangat fasih berbicara tentang melihat profil kepribadian seseorang dari hasil DISC nya dan hubungannya dengan performa nya di kantor. Dan… psikolog itu mengambil major Klinis ketika kuliah….

Keempat, ketika melamar pekerjaan, saya diwawancara oleh seorang psikolog. Singkat kata, saya berkenalan secara pribadi dengan beliau dan kami bertukar alamat facebook. Saya baca profil beliau, wooowww, beliau dulunya mengambil major Klinis. Lalu di riwayat pekerjaannya beliau pernah bekerja di konsultan untuk People Development Specialist..

Dan masih banyak pengalaman2 lain sejenis, namun saya lupa lainnya. Kalau ingat bisa saya tambahkan. Tokoh2 di keempat cerita tadi bukan fiktif, memang benar adanya, cuma saya ndak etis lah kalau sebut nama. Sekedar informasi, psikolog atau calon psikolog yang ada di empat cerita tersebut berarti mereka2 yang menempuh jalur pendidikan psikolog yang baru, maksudnya bukan yang S1 plus profesi, tapi yang S2 digabung profesi.
Sebenarnya saya sudah lama ingin share di milis ini tapi ntah knapa agak malas memulai nya. Sampai suatu saat, saya ngobrol2 dengan orang tua saya dengan topik karir psikolog. Singkat kata terlontar opini ini dari Mama saya: "kok banyak psikolog yang ga kerja sesuai bidangnya? yang klinis ya personal aja dong, di rumah sakit, klinik, atau buka praktek sendiri, kalau udah tau buka klinik sebagai psikolog klinis masih susah di Indonesia ya dulunya ambil aja pio, jangan ambil klinis."
Sejak terlontar opini itu, maka jadi semangat lah saya share di milis ini.

Tulisan saya ini tidak bermaksud mendiskriditkan pihak2 tertentu. Saya pribadi ndak menyalahkan kok teman2 klinis pada "lari" ke perusahaan karena ya memang awareness orang Indonesia untuk datang konsul ke psikolog kan masih minim (tapi ya ga terus jadi pesimis juga sih harusnya…) . Selain itu, kita blak2an saja, topik2 di PIO (psikologi industri dan organisasi) memang sangat mudah dipelajari. Karena sifatnya yang praktis, siapa pun kalau sudah "nyemplung" ke perusahaan pasti bisa kok… Paling akan kelihatan gelar psikolog nya kalau tandatangan di psikogram, itu aja. Yang lainnya misalnya OD, training, dll ndak musti ambil Profesi Psikolog PIO juga bisa belajar sendiri. Sementara saya dan teman2 PIO agak susah sepertinya kalau harus catch up materi2 Klinis..

Pertanyaan2 yang muncul di benak saya:
1) Adakah teman2 yang paham kalau di luar negeri seperti apa sih jenjang pendidikan psikolog? Mohon sharing nya..
2) Kalau fenomena2 keempat cerita saya di atas terus menerus terjadi, menurut teman2 efeknya akan seperti apa? (saya sengaja tidak mau beropini terlebih dahulu, menghindari bias subjektif)
3) Dalam waktu dekat akan ada kongres HIMPSI di Solo kalau tidak salah. Kepada Yang saya Hormati, para Bapak, Ibu, Mas, dan Mbak Psikolog senior yang memiliki "posisi" di HIMPSI, apakah topik seperti tulisan saya di atas sempat dibicarakan oleh HIMPSI?

Saya memang masih sangat awam akan pengalaman. Gelar Psikolog saja baru sebulan yang lalu saya dapat. Oleh karena itu, mohon komentar dari segenap Psikolog yang saya harapkan bisa memberi pencerahan kepada saya pribadi dan mungkin juga teman2 lain..

Saya mohon maaf atas segala kekurangan atau mungkin ada salah kata. Sekali lagi, posting-an kali ini bermaksud untuk memberi masukan positif terhadap perkembangan profesi Psikolog di Indonesia dan tidak ada niat untuk menjelek2kan siapa pun.

Terima kasih banyak…

Wassalamualaikum Wr Wb….
Salam…

-popo-

________________________________
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.

____________________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://id.yahoo.com/

Messages in this topic (4)

Ikuti Workshop HRD Forum
Design, Simulation & Guidance –
Salary Structure Based 3P Concept – The Audit and The Validation
(The Shortcut & Easy Way)
call 08788-1000-100 atau http://www.HRD-Forum.com/
—————————————-
pasang iklan bisnis anda di :
http://www.SentraBisnis.com/
sentra bisnis iklan baris gratis populer
——————————————–
Psychology Books & Journals
http://psychologyjournals.blogspot.com/
——————————————–
Penting buat Praktisi HRD !!
Gratis bagi anda yg ingin lebih advance lagi
http://hr-expert.blogspot.com/
http://management-hr.blogspot.com/
——————————————–
Dimana saya dapat melihat agenda Training HRD Forum ?
www.HRD-Forum.com
http://trainingseminar.wordpress.com/
http://www.Agenda.HRD-Forum.com/
http://seminarhr.wordpress.com/
http://www.Komunitas-HRD.com/
http://hrdforum.wordpress.com/
http://www.Diskusi-HRD.com/
http://www.DiskusiHRD.wordpress.com/
http://informasitraining.blogspot.com/

Tertarik mengadakan Inhouse Training Program ?
Hubungi kami segera di event@HRD-Forum.com
atau di HOTLINE Kami :
08788-1000-100
021-70692748
0815 1049 0007
————–

Mau Main Game Online Gratis ?
http://www.travian.co.id/?uc=id5_85250

————————————————————————
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Komunitas-Psikologi/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Komunitas-Psikologi/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
Komunitas-Psikologi-normal@yahoogroups.com
Komunitas-Psikologi-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
Komunitas-Psikologi-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

————————————————————————

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: