[psikologi_transformatif] Digest Number 6021

There are 4 messages in this issue.

Topics in this digest:

1. Mengomentari Editan The Ninth
From: Anwar Holid

2. Study Abroad Education Many PG & UG Courses To Choose From Leading
From: Nasir S

3. Air Mata Suami
From: muhamad agus syafii

4. AGENDA PARAMADINA MINGGU INI (23 – 27 Maret 2010)
From: Kajian Paramadina

Messages
________________________________________________________________________
1. Mengomentari Editan The Ninth
Posted by: "Anwar Holid" wartax@yahoo.com wartax
Date: Sun Mar 21, 2010 1:53 pm ((PDT))

Mengomentari Editan The Ninth
—Anwar Holid

Beberapa hari sebelum acara publisitas The Ninth (Anak Kesembilan) karya Ferenc Barnás (GPU, 2010, 296 hal.) di Rumah Buku/Kineruku, Bandung, saya menerima email dari Andika, seorang peresensi. Dia bertanya, "Seberapa puas kamu dengan The Ninth edisi bahasa Indonesia? Adakah kesulitan dalam penyuntingannya?"

Saya jawab: Secara pribadi, saya sangat puas dengan proses penerbitan buku ini. Vira (penerjemah) mengerjakan buku ini dengan baik dan luwes. Mbak Katalin B. Nagy menyelaraskan terjemahan itu pada edisi asli berbahasa Hongaria, meski Vira menerjemahkan dari edisi Inggris karya Paul Olchváry. Jadi menurut saya proses editingnya ketat, sungguh-sungguh, dan mestinya memang begitu bila hendak menerbitkan buku dengan baik.

Kepuasan ini nanti bisa dikonfrontasikan dengan komentar awal Ari Jogaiswara, dosen Jurusan Sastra Inggris Universitas Padjadjaran yang mengomentari The Ninth. Ari bilang fungsi Vira mirip Transtool. Saya cukup terkejut dengan pernyataan itu, menyimpan dalam hati, tapi belum bisa mengonfirmasi lebih jauh. Mbak Katalin sendiri menyatakan betapa Ari menyampaikan pendapat yang berbeda sekali soal terjemahan itu waktu dia dan Ferenc bertemu di Rumah Buku.

Selama proses editing, saya, mbak Katalin, dan mbak Anastasia (pihak GPU) cukup intens berdiskusi, mulai dari soal diksi, struktur penulisan, sampai pilihan terhadap kemasan buku. Pekerjaan utama saya ialah berusaha membuat kalimat agar lebih efektif dan mudah dipahami. Misal mengurangi kata 'yang' karena penggunaannya terlalu ekstensif, juga penggunaan 'tidak' untuk menyatakan negasi. Contoh:

tak berperasaan –> keterlaluan

Sebagian besar penggunaan 'tidak' untuk menyatakan negasi saya ubah. Yang saya biarkan ialah untuk menegaskan atau bila padanan lebih kuatnya terlalu sulit saya temukan.

Karena berpihak pada kemudahan pembacaan (readability), saya sempat mengganti beberapa diksi yang tampak cukup asing dan sulit, meski kalau digunakan berpeluang mengayakan kosakata buat pembaca.

Contoh diksi pilihan mbak Katalin, 'hoskut.' Kata ini terdengar sulit dan asing; saya agak yakin pembaca harus buka kamus untuk memastikan artinya. Saya tanya istri, apa dia tahu 'hoskut' (baju yang dipakai perempuan), ternyata tidak. Saya usul agar diganti dengan 'daster' atau 'jubah.' Akhirnya kami sepakat memilih 'jubah', dengan komentar mbak Katalin sebagai berikut: 'Jubah' dalam (seluruh) teks dipakai untuk menyebut pakaian pastor, maka mudah-mudahan jelas bahwa yang dipakai Mama adalah 'jubah' lain. Sebenarnya pakaian Mama berbentuk seperti mantel tanpa lengan. Pokoknya pakaian wanita yang biasa dipakai di dalam rumah. (Di internet saya temukan hoskut n: a loose hoskut bagi perempuan [syn: pakaian rumah untuk wanita], gaun tidur atas). Tetapi jelas, kalau istilah ini tak dipakai dalam bahasa sehari-hari, sebaiknya dibatalkan.

Awalnya saya juga sengaja cukup sering memecah paragraf terlalu panjang dan mengubah struktur penuturan yang menurut saya sulit dipahami. Tujuannya betul-betul untuk memudahkan pembaca.

Perubahan drastik misalnya saya lakukan di bagian akhir bab sembilan, yaitu di bagian percakapan waktu anak ke sembilan diinterogasi. Saya membuat percakapan itu ke bawah (jadi paragraf baru), padahal teks aslinya terus bersambung tanpa paragraf. Pertimbangannya, selain demi memudahkan pembacaan, saya kira tindakan itu akan bisa menguatkan situasi. Sebaliknya, mbak Katalin ingin mempertahankan teks sebagaimana aslinya. Setelah mendapat masukan dari mbak Anas, kami memecah bagian itu hanya jadi tiga paragraf—jadi bentuk aslinya hanya berubah sedikit, namun keinginan memudahkan pembaca juga tercapai. Pada akhirnya struktur edisi Indonesia lebih setia pada edisi Hongaria.

Salah satu kesulitan yang saya hadapi waktu menyunting naskah ini justru di detail. Misal soal istilah bangunan dan soal "rasa bahasa." Bisa jadi ini karena jam terbang penyuntingan saya masih sedikit.

Ejaan juga begitu. Di buku ini kami memilih Moskow dengan pertimbangan GPU, Tempo, dan Kompas lebih memilih itu daripada Moskva ataupun Moscow (b. Hongaria: Moszkva). Menurut kami, pilihan itu lebih banyak disepakati umum.

Walhasil, pembaca bebas menanggapi dan menerima upaya penerbitan The Ninth dari segala aspek, terlebih-lebih dari sisi penyuntingan. Secara keseluruhan saya ingin sekali lagi menegaskan betapa edisi Indonesia ini berutang banyak pada kerja keras mbak Katalin. Kita pantas memberikan kredit kepadanya. Saya sendiri sering merasa rewel (bawel) terhadap buku yang jelek penyuntingannya. Sekarang giliran saya menerima kritik, apa buku yang ikut saya kerjakan ini memuaskan atau mengecewakan.[]3/19/2010

Anwar Holid, editor, penulis, dan publisis. Blogger @ http://halamanganjil.blogspot.com.

KONTAK: wartax@yahoo.com | HP: 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung 40141.

Link terkait:
http://www.gramedia.com
http://www.ferencbarnas.com

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Study Abroad Education Many PG & UG Courses To Choose From Leading
Posted by: "Nasir S" nasir_s91@yahoo.com nasir_s91
Date: Sun Mar 21, 2010 8:32 pm ((PDT))

Study Abroad Education
Many PG & UG Courses To Choose From Leading
University In The World.

http://studyabroad-jj.blogspot.com

University
Masters Degree
Apply
to top college and university programs. Apply free now!
http://studyonline-magha.blogspot.com

Higher education degree
Apply to top undergraduate classes and programs in colleges and
unversity.

http://highereducationdegree-magha.blogspot.com

Study
abroad scholarships
A Website Dedicated to Study abroad scholarships
Scholarship.SuperbResources.

http://studentloan-magha.blogspot.com

IT Job Openings For You
35,000+
Firms Hiring 200000+ Jobs, Apply Now

Your Mail works best with the New Yahoo Optimized IE8. Get it NOW! http://downloads.yahoo.com/in/internetexplorer/

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3. Air Mata Suami
Posted by: "muhamad agus syafii" agussyafii@yahoo.com agussyafii
Date: Sun Mar 21, 2010 9:13 pm ((PDT))

Air Mata Suami

By: agussyafii

Air mata seorang suami yang tertumpah karena ketaqwaannya kepada Allah mampu mengantarkan keluarganya menuju kebahagiaan di dunia dan di akherat. Begitulah hikmah yang saya peroleh dari seorang bapak. Beliau sosoknya sangat sederhana, tidak pernah pantang menyerah untuk selalu belajar. Terkadang mampir ke Rumah Amalia untuk belajar mengaji atau bersilaturahmi sekedar berbagi rizki untuk anak-anak Amalia. Bahkan beliau tidak sungkan untuk bertanya sekalipun kepada anak-anak Amalia membaca ayat suci al-Quran yang benar. Beliau seorang suami yang mampu menangis ketika sedang membaca al-Qur'an.

Pernah pada suatu hari beliau bertutur kepada saya. bahwa dirinya seorang mualaf karena istrinya meminta dirinya untuk masuk Islam akhirnya menyetujui permintaan calon istri sebelum melaksanakan akad nikah. Setelah pernikahan, rumah tangganya tidak mengalami ganjalan. Semuanya berjalan apa adanya sampai anaknya lahir. Walaupun begitu ditengah usianya separuh baya masih juga belum mau menjalankan sholat, puasa dan ibadah lainnya. ‘Waktu itu saya belum tertarik untuk menjalankan ibadah dengan baik Mas..’ tuturnya.

Meskipun demikian, istrinya tetap tekun menjalankan semua ibadah dengan baik bahkan tak jarang istrinya mengaji sampai larut malam disamping suami dan anaknya. Suatu ketika baliau merasakan sakit perutnya, mual, kembung dan membesar. Akhirnya dibawa ke rumah sakit, sampai dokter angkat tangan. Tidak sanggup untuk mengobatinya. Apapun telah dilakukan, harta yang dimilikinya hampir ludes, tetapi kesembuhan tidak kunjung tiba.

Dalam keputusasaannya istrinya senantiasa membimbing kalimah tayyibah, melapalkan tahlil, takbir dan tahmid, shalawat nabi, asma al husna dalam sakitnya. Dalam sakit itu sang bapak berjanji kepada istrinya, jika saya sembuh nanti..saya akan menjalankan semua ibadah dengan baik..begitu tuturnya. Membiasakan diri ketika sakit untuk selalu membaca kalimah-kalimah thayiibah memang tidak mudah. walaupun sedikit namun terus diusahakannya untuk mengucap kalimah tayyibah dan berserah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala semata.

Sungguh Allah Maha Besar, Tiada yang memiliki kekuatan hanya Allah. Tak seorangpun yang mampu menahan segala sesuatu yang telah menjadi kehendakNya. Seperti yang dialaminya penyakit yang semula tidak bisa disembuhkan perlahan-lahan pulih kembali. Sedikit demi sedikit perutnya yang semula bengkak kemudian mengempis. Rasa sakit diperutnya mulai tak terasa lagi. Akhirnya sakitnya benar-benar sembuh.

Beliau setelah sembuh mulai belajar membaca al-Quran dan sholat. Dalam kehidupan rumah tangganya semakin kokoh. Tidak ada lagi perbedaan yang mampu mengguncang rumah tangganya. Beberapa kali istrinya ikut belajar selalu meneteskan air mata. Air mata kebahagiaan seorang istri yang setia menemani sang suami tercinta.

Bahkan kehidupan sekarang ini lebih mudah untuk bertegur sapa dengan tetangga. Anak-anak, istri dan dirinya semakin giat belajar mengaji membuat keluarganya menjadi hidup tentram. ‘Saya tidak pernah menyangka Mas Agus Syafii, bila kita melaksanakan perintahNya dengan sungguh-sungguh kita akan merasakan betapa indahnya hidup ini dengan senantiasa bersyukur atas semua Karunia Allah Subhanahu Wa Ta'ala..’ ucapnya. Terlihat wajahnya sosok seorang bapak dan suami yang dipenuhi air mata.


Dan apabila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka bercucuran air mata disebabkan kebenaran al-Quran yang telah mereka ketahui, seraya mereka berkata, 'Ya Tuhan kami, kami telah beriman maka catatkanlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi atas kebenaran al-Quran dan kenabian Muhammad. (QS. al-Ma'idah:83).

Wassalam,
agussyafii

Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye program Kegiatan 'Muhasabah Amalia (MUSA)' Hari Ahad, Tanggal 18 April 2010 Di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan partisipasi anda di http://www.facebook.com/agussyafii2, atau http://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431.

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
4. AGENDA PARAMADINA MINGGU INI (23 – 27 Maret 2010)
Posted by: "Kajian Paramadina" kajianparamadina@yahoo.com kajianparamadina
Date: Mon Mar 22, 2010 3:31 am ((PDT))

AGENDA PARAMADINA MINGGU INI (23 – 27 Maret 2010)

Aula Paramadina [ Pondok Indah Plaza I, Kav. UA 20-21. Jl. Metro Pondok Indah, Jakarta (Depan RSPI/Belakang Mc.D)]. Telp: (021) 750 1969.

Bapak/Ibu yang terhormat:

Berikut ini kami kirimkan agenda mingguan kegiatan Paramadina. Silahkan pilih
mana yang diminati untuk diikuti, dan sekiranya ada teman atau kolega Bapak/Ibu
yang membutuhkan informasi ini sudi kiranya untuk meneruskannya. Terima kasih.

Selasa (23 Maret 2010):

1. Kajian “Seputar Masalah Zakat: Tebar Kasih, Raih Cinta Tuhan”. Sesi II (dari
9 pertemuan): “Zakat Harta dan Zakat Jiwa”. Narasumber: Prof. Dr. Yunasril Ali.
Pukul: 10.00-12.00 WIB. (Catatan: Kajian ini merupakan lanjutan kajian “Ibadah
dengan Cinta”, yang membahas secara spesifik masalah Wadlu dan Shalat).

Pada bagian ini akan dibahas mengenai pengertian, cara mengeluarkan, dan
manfaat dari zakat harta dan jiwa. Zakat adalah imbalan kenikmatan yang Allah berikan
kepada fisik dan jiwa kita. Kenikmatan tanpa ingat kepada Allah merupakan suatu
bentuk kekufuran (kufur nikmat).

2. Kajian “Nurcholish Madjid dan Tasawuf: Mengenal Kesufian Cak Nur dari
Pikiran dan Lakunya”. Sesi II (dari 5 pertemuan): “Kedudukan Tasawuf dalam
Islam”. Narasumber: Dr. Asep Usman Ismail. Pukul: 19.00-21.00 WIB.

Pada sesi ini akan dibahas dasar-dasar argumen tasawuf dalam Al-Quran dan
hadits. Mempelajari tasawuf berarti
mempelajari akhlak, begitu pun sebaliknya. Jika akhlak menempati posisi sentral
dalam ajaran Islam, maka tasawuf pun menempati posisi sentral dalam ajaran
Islam. Hanya tasawuf yang berdasarkan Al-Qur`an dan Sunnah Nabi saja yang
identik dengan akhlak Islam.

Rabu (24 Maret 2010)

1. Kajian “Tafsir Sufistik/Tadabbur Ayat-ayat al-Quran”. Bahasan: “Mengupas
Surah Al-Baqarah Ayat 125”. Narasumber: Muhammad Baqir, M.A. Pukul 16.30-18.00 WIB.

2. Kajian “Fushush Al-Hikam Ibn ‘Arabi”, Sesi ke-168. Tema: “Fassu Hikmatin
Imamiyatin fî Kalimatin HaruniyyatinBagian II”. Narasumber: Muhammad
Baqir, M.A. Pukul 19.00-21.00 WIB.

Kamis (25 Maret 2010)

1.Kajian “Membangun Keluarga Sehat dan Religius: Konsep dan
Praktiknya dalam Islam”, Sesi VIII (dari 15 pertemuan): "12 Nilai
Pendidikan Agama dalam Rumah Tangga: Memperkuat Benteng Keluarga melalui
Pendidikan Nilai-nilai". Narasumber: Prof. Dr. Siti Musdah Mulia Pukul:
10.00-12.00 WIB.

Sesi ini akan membahas bagaimana menanamkan pendidikan agama dan
moralitas dalam keluarga dengan pendekatan modern, bukan lagi dogmatis. Proses dialogis
menjadi penting di sini.

Jumat (26 Maret 2010)

1. Pelaksanaan Shalat Jumat. Khatib di Pondok Indah Plaza 1: Prof. Dr. Yunasril
Ali & Khatib di Plaza 3: Prof. Dr. Zainun Kamal

2. Kajian "Ajaran Makrifat dan Kearifan Sunan Kalijaga". Sesi
15. Tema: “Tarekat Sunan bagian 2”. Narasumber: Ir. Achmad Chodjim, MM. Pukul 14.30-16.30 WIB.

Sabtu (27 Maret 2010)

1. Kajian "Agama-agama Manusia: Pendekatan Perennial". Tema: “Time
and Space”. Narasumber: Muhammad Baqir, M.A. Pukul: 14.00-16.00 WIB. Bahan bacaan:
"Understanding Islam" karya Frithjof Schuon.

Contact person:
Rahmat Hidayat (0815 9700 178, 0811 902 581, email: rahmat_caknur@
yahoo.com)
Yedi Kuswadi (0812 999 1744, email: yedikuswadi@
yahoo.com)
Achmad Rifki (0852 1613 3584, email: a.rifki@yahoo. com)

Messages in this topic (1)

————————————————————————
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
psikologi_transformatif-normal@yahoogroups.com
psikologi_transformatif-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
psikologi_transformatif-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

————————————————————————

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: