[psikologi_transformatif] Digest Number 6024

There are 8 messages in this issue.

Topics in this digest:

1. Makna Hawa
From: muhamad agus syafii

2. ISLAM Agama Para Rasul
From: Mujiarto Karuk

3. Bahan Bakar Industri Green Coke
From: Rumi Lanvar

4. Resepsionis Profesional – 27 Maret 2010
From: Informasi Training

5. Alanda Kariza Duta Indonesia di Forum Pembuat Perubahan
From: Budi Setiawan

6. Alanda Kariza – Program Director Indonesian Youth Conference
From: Budi Setiawan

7. Pemuda-Pemudi Pembuat Perubahan: Apa yang sudah kamu lakukan untuk m
From: Budi Setiawan

8. Gene Netto, Dengan Rasionalitas Menemukan Islam
From: Mujiarto Karuk

Messages
________________________________________________________________________
1. Makna Hawa
Posted by: "muhamad agus syafii" agussyafii@yahoo.com agussyafii
Date: Wed Mar 24, 2010 7:13 am ((PDT))

Makna Hawa   

By: Prof. Dr. Achmad Mubarok MA
    
Dalam bahasa Arab, hawa  adalah kecenderungan nafs kepada syahwat. Kata hawa dalam bahasa Arab juga mengandung arti turun dari atas ke bawah, tetapi lebih mengandung konotasi negatif, dan menurut al-Isfahani, penyebutan term hawa mengandung arti bahwa pemiliknya akan jatuh ke dalam keruwetan besar ketika hidup di dunia, dan di akhirat dimasukan ke dalam neraka Hawiyah.

Al-Qur'an menyebut hawa dalam berbagai kata bentuknya sebanyak 36 kali, sebagian besar untuk menyebut ciri tingkah laku negatif, seperti:
1.    perbuatan orang zalim mengikuti hawa nafsu  (Q., s. al-Rum / 30:29),
2.    perbuatan orang sesat mengikuti hawa nafsu (Q., s. al-Ma'idah / 5:77),
3.    perbuatan orang yang mendustakan ayat-ayat  Allah seperti yang tersebut dalam surat (Q., s. al-An'am / 6:150), dan
4.    perbuatan orang yang tidak berilmu (Q., s. al-Jatsiyah / 45:18).

Pada surat al-Nazi'at / 79:40-41 disebutkan hubungan hawa dengan nafsu:

Adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya, dan menahan nafs dari hawanya, maka sesungguhnya sorgalah tempat tinggalnya (Q., s. al-Nazi'at / 79:40-41).

Ayat di atas menunjukkan bahwa ada nafs dan ada komponen hawa. Menurut al-Maraghi hawa merupakan keadaan kejatuhan nafs ke dalam hal-hal yang dilarang oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. jika hawa itu merupakan kecenderungan kepada syahwat, maka kalau dibandingkan dengan motif, hawa adalah motif kepada hal-hal yang rendah dan batil. Dalam surat al-Mu'minun / 23:71 diisyaratkan, jika kebenaran tunduk kepada desakan hawa, maka kata kehidupan manusia akan rusak binasa. Al-Qur'an banyak sekali mengingatkan manusia agar jangan mengikuti dorongan hawa dapat menyesatkan, seperti yang dijelaskan dalam surat al-An'am / 6:119 dan Q., s. Shad / 38:26), dan dapat mendorong bertindak menyimpang dari kebenaran (Q., s. al-Nisa / 4:135). Hawa yang selalu diikuti, menurut al-Qur'an menjadi sangat dominan pada seseorang hingga orang itu menjadikan hawa-nya sebagai Tuhan, seperti yang dipaparkan surat al-Furqan / 25:43.
    
Sikap mental orang yang mampu menekan hawa nafsunya seperti yang termaktub dalam surat al-Nazi'at / 79:40-41 adalah mental orang yang takut kepada Allah dan perasaan takut kepada Allah itu didahului oleh ilmu sehingga menurut al-Qur'an surat Fathir / 35:28, hanya orang yang berilmu (ulama)-lah yang memiliki rasa takut kepada Allah. Jika melihat munasabah dengan ayat sebelumnya (Q., s. al-Nazi'at / 79:37-38), maka sikap mental ini merupakan kebalikan dari sikap mental orang yang melampaui batas, yaitu orang yang menurut Fakhr al-Razi, mengalami distori pemikiran, dan kebalikan dari menekan hawa nafsu, orang yang melampaui batas itu, justru lebih mengutamakan kesenangan dunia.

Sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com

Wassalam,
agussyafii

Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye program Kegiatan 'Muhasabah Amalia (MUSA)' Hari Ahad, Tanggal 18 April 2010 Di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan partisipasi anda di http://www.facebook.com/agussyafii2, atau http://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431.

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. ISLAM Agama Para Rasul
Posted by: "Mujiarto Karuk" mkaruk@yahoo.com mkaruk
Date: Wed Mar 24, 2010 6:58 pm ((PDT))

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Bissmillahirrohmaanirrohiim

Sesungguhnya
agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang
yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka,
karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap
ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
QS. Al-Imran (3) : 19.

ISLAM artinya berserah diri dan pasrah sepenuhnya kepada Allah Subhanahu Wa
Ta Ala dengan mengesakan Nya dan mengikuti
ajaran para rasul Nya, dan Islam juga merupakan agama para Rasul, inilah makna
Islam secara umum yang diajarkan oleh para Rasul.

Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun
sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: Bahwasanya tidak ada Tuhan
(yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku. QS. Al-Anbiya (21)  : 25.

Pada ayat yang lain Allah Subhanahu Wa Ta Ala berfirman:

Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang)
kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan
kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia
dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain
sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada
mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri
(kepada Allah). QS.Al-Imran (3) : 64.

Agama Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Salallohu
Alaihi Wasallam juga tidak
terlepas dari pengertian umum ini, yaitu menghambakan diri hanya kepada Allah
Subhanahu Wa Ta Ala dan mengikuti ajaran agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Salallohu
Alaihi Wasallam. dan berdasarkan
ayat tersebut diatas dalam QS. Al-Imran (3) : 19, ajaran Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad
Salallohu Alaihi Wasallam,
telah menghapus risalah – risalah yang sebelumnya maka dari itulah Allah
Subhanahu Wa Ta Ala tidak akan menerima agama selain ISLAM

Barang siapa mencari agama selain agama Islam,
maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di
akhirat termasuk orang-orang yang rugi. QS. Al-Imran
(3) : 85.

Dan seseorang dikatakan Muslim manakala dia telah bersaksi mengucapkan dan meyakini serta
melaksanakan dengan sungguh sungguh Ashadu Allah illaha Illallah Wa Ashaduanna Muhammadarosulullah,
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan Selain Allah, dan aku bersaksi bahwa
Muhammad Rasulullah. Selanjutnya mendirikan shalat, Melaksanakan puasa di bulan
Ramadhan, membayar zakat, dan melaksanakan Ibadhah Haji bagi yang mampu. Dengan
kata lain bahwa Rukun Islam ada lima diantaranya :

1.   
Mengucapkan dua kalimat syahadat

2.   
Mendirikan shalat

3.   
Berpuasa di bulan Ramadhan

4.   
Menunaikan zakat

5.    Melaksanakan
ibadah haji bagi yang mampu

 

 

Wassalam

 

 

http://www.4shared.com/u/pzpmszmz/1a2aef71/Mujiarto_Karuk_Biro_Personel_P.html

Bagi
saudara saudaraku yang menginginkan kumpulan Khutbah Jum'at setahun, sebagai
bahan baik bacaan bagi yang ingin belajar khutbah jum'at, dipersilahkan dan
semoga berkenan berkunjung pada alamat url tersebut diatas kami juga sangat
berterimakasih bila saudara berkenan mendownload file yang kami sediakan dan
membagikan kembali kepada saudara kita yang membutuhkan, semoga bermanfaat, dan
semoga menambah sebagai amal jariah bagi kita semua. Aamiin Yarobbal Alamiin.

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3. Bahan Bakar Industri Green Coke
Posted by: "Rumi Lanvar" rumilanvar@yahoo.com rumilanvar
Date: Wed Mar 24, 2010 8:38 pm ((PDT))

Meneruskan email dibawah, kiranya ada yang berkenan? silahkan JAPRI
terima kasih
Rumy

Malam,
Saya ingin menanyakan apakah diantara teman2, ada yang mengenal produk limbah   Pertamina yang bernama GREEN COKES. Berupa butiran seperti pasir. biasa dipakai buat pembakaran di industri baja n sejenis..
Katanya, biasa dieskpor ke China or India. Ada yg punya kenalan yg bisa memasarkan produk ini?
Thanks
 
Regards,
Cia

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
4. Resepsionis Profesional – 27 Maret 2010
Posted by: "Informasi Training" infotraining07@yahoo.co.uk infotraining07
Date: Wed Mar 24, 2010 8:46 pm ((PDT))

Hotel Lumire – Jakarta, Sabtu, 27 Maret 2010, Jam 09.00 – 16.00 WIB

Ringan Investasinya, BESAR manfaatnya !

Mengapa sikap dan cara kerja seorang resepsionis mencerminkan image perusahaan ? karena resepsionis pada dasarnya adalah salah satu wakil perusahaan. Seorang resepsionis yang profesional akan tampak dari caranya bersikap, berbicara, menerima telepon, menangani masalah dan bagaimana mengambil sebuah keputusan penting dalam area kerjanya. Pelatihan ini ditujukan kepada perusahaan yang ingin mempunyai seorang resepsionis yang profesional, yang efektif dan cekatan serta tepat dalam segala tindak kerjanya.

Bagaimana cara resepsionis Anda bersikap terhadap tamu, klien, supplier, owner, direktur, manager atau dengan karyawan lainnya ? apakah sudah terlihat profesional ? atau belum ? bagaimana citra diri resepsionis Anda ? Bagaimana resepsionis Anda menghandle pekerjaan rutin dan pekerjaan baru yang tiba-tiba harus dihandlenya ? Apakah resepsionis Anda sudah SIAP menangani situasi sulit seperti klien yang marah-marah ? komplain dari pihak external ? sekali lagi, resepsionis adalah salah satu wakil perusahaan, image perusahaan Anda, mau tidak mau ada dalam dirinya. Sudahkah Anda mendevelop resepsionis Anda ? kini saatnya mengirimkan beberapa resepsionis Anda untuk meningkatkan skill, knowledge dan mengubah MindSet-nya sehingga resepsionis Anda dapat menjalankan tugasnya secara profesional.

MANFAAT PELATIHAN
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan:
. Mampu & Mengetahui apa dan bagaimana menjadi seorang resepsionis yang profesional
. Mengetahui cara melakukan dan menciptakan komunikasi yang efektif dengan siapapun
. Mampu & mengetahui bagaimana caranya menangani situasi yang sulit dengan profesional
. Mengetahui cara menangani orang-orang yang sulit diajak kompromi
. Meningkatkan sikap proaktif, respek, humble, positif dan mempunyai percaya diri yang tinggi
. Meningkatkan pengetahuan tentang dasar-dasar administrasi perkantoran

MATERI PELATIHAN
1) Area Tugas & Tanggung jawab utama
2) Problem & Solusinya dalam tugas sehari-hari
3) Penampilan diri dan Etiket
4) Komunikasi Efektif
5) Teknik bertelepon
6) Handling Complain
7) Mindset seorang resepsionis profesional
8) Bagaimana cara melayani dengan hati
9) Dasar-dasar administrasi perkantoran

Daftarlah segera sekarang juga !!

Pelatihan satu hari
Bagaimana Menjadi seorang
Resepsionis Profesional (batch 2)
Hotel Lumire – Jakarta ; Sabtu, 27 Maret 2010, Jam 09.00 – 16.00 WIB

Ringan Investasinya, BESAR manfaatnya !!
Target peserta:

Resepsionis, operator Telepon dan junior secretary

Investasi :

NORMAL
Rp. 1.500.000/orang

EARLY BIRD
Anda hanya cukup membayar Rp.1.000.000,-/orang
jika pembayaran dilakukan sebelum tanggal 10 Maret 2010

[biaya sudah termasuk materi hardcopy, 2x coffee break, lunch, dan sertifikat]

NO ACCOUNT
BCA – KCP Ahmad Yani – Bekasi
No. Rek : 739 041 0829 a/n Bahari Antono

INFORMATION & REGISTRATION
Rani & Citra

Hotline
08788-1000-100
08788-1888-899
0815- 1049-0007
021-70692748

Pendaftaran Via SMS : 0815 1049 0007 ; 08788-1000-100 ; 08788-1888-899
(Nama, Perusahaan, Resepsionis)

E-mail: Event@HRD-Forum.com
Website : www.HRD-Forum.com

——————————————————————————–

Form Pendaftaran – Resepsionis Profesional
Name: ……..
Company: ……
Address: ……..
Phone/HP: …….
E-mail: ………
Date of Transfer: ….

——————————————————————————–

http://hrd-forum.com/HRD%20Forum%20-%20Komunitas%20HRD%20Indonesia%20-%20great%20Supervisor.htm

Dimana saya dapat melihat agenda Training HRD Forum ?
www.HRD-Forum.com
http://trainingseminar.wordpress.com/
http://www.Agenda.HRD-Forum.com/
http://seminarhr.wordpress.com/
http://www.Komunitas-HRD.com/
http://hrdforum.wordpress.com/
http://www.Diskusi-HRD.com/
http://www.DiskusiHRD.wordpress.com/
http://informasitraining.blogspot.com/

Tertarik mengadakan Inhouse Training Program ?
Hubungi kami segera di event@HRD-Forum.com
atau di HOTLINE Kami :
08788-1000-100
08788-1888-899
0815- 1049-0007
021-70692748

Ingin bergabung dalam komunitas HRD yang kami fasilitasi ?
Kirim email kosong ke :
Diskusi-HRD-Subscribe@yahoogroups.com

Ingin belajar, diskusi & berkumpul bersama praktisi HRD seluruh Indonesia ?
bergabunglah dalam mailing list Kami
Diskusi-HRD@yahoogroups.com
dengan mengirimkan email kosong ke :
Diskusi-HRD-subscribe@yahoogroups.com

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
5. Alanda Kariza Duta Indonesia di Forum Pembuat Perubahan
Posted by: "Budi Setiawan" bukik_psi@yahoo.com bukik_psi
Date: Wed Mar 24, 2010 9:41 pm ((PDT))

Alanda Duta Indonesia di Forum Pembuat Perubahan
Selasa, 3 Februari 2009 | 09:51 WIB
DOKUMEN PRIBADI
Alanda Kariza
LONDON,SELASA-Penampilan gadis mungil bertutur kata lembut yang menjadi wakil Indonesia dalam "Guildford Forum Global Changemakers" di Inggris itu memberikan kesan adanya segudang ide dan cita-cita di benaknya.

Sejumlah ide dan cita-cita yang Alanda Kariza (17) ungkapkan dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Inggris dan Irlandia Yuri Octavian, boleh jadi, tidak terpikirkan remaja lain sebayanya.

Putri pasangan Arga Tirta Kirana dan Firman Maulana itu mengikuti forum pembuat perubahan sejagat di Inggris itu atas undangan British Council yang memiliki proyek "Forum Global Changemakers".

Selama seminggu, siswa SMA 82 Jakarta itu berkumpul bersama 58 remaja sebaya dari sejumlah negara, di wilayah Horsley, Surrey, Inggris.

Mereka mendapat forum untuk saling bercengkerama dan bercerita mengenai kegiatan yang mereka lakukan di negaranya.

Katherine Hermans, manajer komunikasi "Global Changemakers", mengatakan, kegiatan yang digelar British Council itu bertujuan menggalang jejaring global bagi remaja usia 16 tahun sampai 25 tahun yang aktif dalam berbagai bidang di negerinya.

Dia mengatakan, organisasi itu bekerjasama dengan Forum ekonomi Dunia ((WEF) dan berbagai forum internasional di Perserikatan Bangsa Bangsa memastikan suara anak muda dapat didengar di forum dunia.

Manajer Pengembangan Sosial British Council Indonesia Fajar Anugerah, yang mendampingi Alanda sejak dari Jakarta, mengatakan, bagi sebagian remaja di Indonesia, Alanda mungkin tidak asing lagi.

Remaja putri itu menerbitkan novel pertamanya "Mint Chocolate Chips" pada usia 14 tahun. Selain aktif sebagai penulis, wakil Indonesia itu juga salah satu pendiri komunitas sosial "The Cure For Tomorrow" (TFCT), wadah untuk menggalang kepedulian remaja Indonesia tentang lingkungan hidup.

Menurut Fajar, Alanda membentuk komunitas tersebut karena merasa kecewa saat niatnya bergabung sebagai relawan ditolak beberapa LSM di Jakarta dengan alasan usianya yang masih terlalu muda.

Dia mengatakan, Alanda mewakili generasi muda Indonesia yang memiliki semangat positif. Generasi muda yang ketika menghadapi kesulitan malah melihatnya sebagai tantangan.

Walaupun begitu, gadis manis yang juga aktif di bidang seni musik dan film ini tidak merasa dirinya spesial.

Menurut Alanda, dia bercita-cita ingin menjadi terkenal dan melanjutkan pendidikan di bidang sinematografi, walaupun orangtuanya mungkin kurang setuju. Karyanya yang berjudul Bunuh Diri Massal 2008 terbit dalam beberapa seri.

Menurut Fajar, sudah selayaknya putri pertama dari tiga bersaudara dan remaja Indonesia lainnya yang memiliki semangat dan penuh aspirasi positif diberikan kesempatan seperti yang diberikan British Council.

Yuri Octavian Thamrin mengatakan, dirinya siap mencarikan beasiswa bila Alanda diterima di Universitas Oxford.

Di sela kunjungannya ke Kerajaan Ratu Elizabeth, Alanda juga mengunjungi obyek wisata seperti museum Madame-Tussauds, menonton pertunjukkan musikal Lion King di West End London, dan berkunjung ke kandang klub sepakbola kenamaan Inggris Manchester United.

"Dia sempat memborong kaos bola sebagai oleh-oleh untuk ayah dan juga teman-temannya, ujar Fajar Anugerah yang juga ikut dalam konferensi tersebut.

Dikirim ke Davos

Dari sebanyak 58 remaja yang berkumpul di sebuah desa di Inggris itu akan dipilih sebanyak delapan orang yang akan mengikuti pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Bagi Alanda, ia merasa senang jika bisa terpilih dalam kegiatan tersebut, karena dapat memberikan yang terbaik dan mendapat pengalaman berharga.

"Tapi, pergi ke Davos maupun tidak, tidak menjadi masalah. Yang penting saya bisa berbagi dengan anak-anak Indonesia yang lainnya agar menghasilkan sesuatu dan membuat negara menjadi lebih baik," ujar penggemar "Star Wars" itu yang juga aktif dalam kampanye antirokok.

Gadis yang berharap bisa masuk di acara "The Oprah Winfrey Show" itu mengatakan, terpilih mewakili Indonesia dalam "Guildford Forum Global Changemakers" membuat dirinya senang sekaligus gugup karena mengemban tugas yang sangat berat.

"Mengingat saya satu-satunya wakil dari Indonesia dan ini pengalaman pertama ditambah lagi saya termasuk yang termuda dibanding peserta lain," ujar perempuan yang biasa disapa Nda saat ditemui di Horsley Park.

"Aku selalu berpikir bahwa sekecil apapun usaha atau semangat atau bahkan hanya niat, pasti membuahkan hasil," ujar penggemar Kejuaraan Sepakbola Dunia dan film film Disney, termasuk Lion King.

Pengemar musik "Earth Wind & Fire" itu mengaku, selama mengikuti "Global Changemakers", ia berkenalan dengan banyak orang dan memperluas wawasan serta pengalaman. "Mungkin klise, tapi ini adalah suatu hal yang sangat penting," ujarnya.

Bagi penggemar Bruce Lee itu, jejaring merupakan salah satu cara membuka jalan baginya untuk menjalin hubungan yang luas.

Sebelum berangkat, Alanda menyiapkan presentasi, selain menghafal yang pernah dilakukan dan menyiapkan materi publikasi LSM yang didirikannya.

Alanda, yang senang menonton film dan berkunjung ke perpustakaan itu, memiliki kegiatan menulis yang dimulainya sejak di sekolah dasar, berupa essay dan berbagai macam artikel.

Novel perdana Alanda diterbitkan ketika dia berusia 14 tahun dan berkat debut novelnya, Nda menjadi salah satu unggulan "CosmoGIRL! Of The Year" dan bahkan terpilih sebagai "CosmoGIRL! Of The Month" bulan April.

Saat ini Nda tengah menyelesaikan kumpulan cerpen yang mengangkat isu sosial dan satu novel fiksi sain.

Pengemar film Disney, seperti "Ice Age II: The Meltdown", "Spiderman", "The Lion King", "Harry Potter", "The Chronicles Of Narnia" itu hingga saat ini merampungkan dua novel percintaan dan persahabatan remaja.

Dia juga menjadi penulis lepas di rubrik feature Majalah Gogirl!, menulis cerita pendek dan artikel di Majalah Hai dan Warta Al-Azhar, dan mengisi waktu luangnya dengan mengajar les adik-adik di SD dan mengkampanyekan gerakan anti-rokok.

Alanda yang memiliki segudang prestasi itu berharap usai mengikuti "Global Changemarker" akan melanjutkan proyek "Community Action Projects" (CAP), dan untuk itu ia juga membutuhkan dukungan dari remaja sebayanya.

Selain itu, dia bertekad membentuk "Youth Parliament" di tanah seperti yang dilihatnya di Inggris, agar suara remaja juga bisa terdengar.

"Aku juga ingin mengumpulkan remaja dari berbagai provinsi, ya semacam 'Global Changemarkers' dalam bentuk mini," kata Alanda Kariza.
Sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/2009/02/03/09514063/Alanda.Duta.Indonesia.di.Forum.Pembuat.Perubahan

Alanda Kariza akan tampil di SL MPPO 2 untuk berbagi cerita dan harapan inspiratif tentang Indonesia. Info lebih lanjut: http://mppo.psikologi.unair.ac.id atau http://berbahaya.org

Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! http://id.mail.yahoo.com

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
6. Alanda Kariza – Program Director Indonesian Youth Conference
Posted by: "Budi Setiawan" bukik_psi@yahoo.com bukik_psi
Date: Wed Mar 24, 2010 9:42 pm ((PDT))

Alanda Kariza – Program Director Indonesian Youth Conference
POSTED BY INDONESIABERPRESTASI ON DECEMBER – 25 – 2009
Alanda Kariza nama panjangnya. Saat ini umurnya masih 18 tahun. Namun, gadis satu ini sudah sangat luar biasa. Ya, dalam usia yang sebelia itu, Alanda telah patut menjadi contoh bagaimana anak muda Indonesia turut bergerak dan berperan aktif dalam kemajuan bangsanya.
Pada usia 14 tahun, Alanda menerbitkan novel pertamanya berjudul "Mint Chocolate Chips". Selain aktif sebagai penulis, Alanda juga merupakan salah satu pendiri komunitas sosial The Cure For Tomorrow (http://www.thecurefortomorrow.org/) yang memiliki visi untuk membuat lingkungan hidup menjadi sebuah tempat tinggal yang lebih baik. Saat berumur 17 tahun, Alanda pernah mewakili Indonesia dalam "Guildford Forum Global Changemakers (GCGF)" di Inggris yang diikuti oleh remaja dari berbagai belahan dunia. GCGF yang digelar British Council tersebut bertujuan menggalang jejaring global bagi remaja yang aktif dalam membuat perubahan di negerinya.
Kali ini, Indonesia Berprestasi berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan Alanda dan membicarakan seputar proyek terbarunya, yakni Indonesian Youth Conference (http://indonesianyouthconference.org/), sebuah konferensi remaja nasional pertama di Indonesia yang akan membahas berbagai macam hal, mulai dari lingkungan, pendidikan, kesehatan, kemiskinan, nasionalisme, kewirausahaan sosial, teknologi informasi, industri kreatif hingga jurnalistik dan media.
Profil Singkat Alanda Kariza

Nama Lengkap: Alanda Kariza
Nama Panggilan: Alanda
Blog: http://alandakariza.com
Bisa jelaskan apa itu Indonesian Youth Conference secara umum?
Indonesian Youth Conference atau IYC itu adalah konferensi remaja nasional pertama di Indonesia. Konferensi yang akan berlangsung di Jakarta, terdiri dari berbagai macam acara, seperti seminar, workshop, juga outdoor activities lainnya dengan tema yang beragam. Mulai dari leadership, pendidikan, teknologi informasi, industri kreatif, jurnalistik, media, dan lain-lain. Konferensi ini mengundang 33 siswa-siswi SMA dari seluruh propinsi di Indonesia untuk menjadi wakil dalam menyampaikan aspirasi daerahnya. Di IYC, mereka akan diberikan pengetahuan dan keterampilan tambahan melalui workshop serta diminta untuk berbagi ide dengan remaja dari seluruh Indonesia.
Apa yang mendasari pelaksanaan Indonesian Youth Conference?
Berdasarkan sensus tahun 2005, ada sekitar 40 juta penduduk Indonesia yang tergolong dalam usia remaja (15 – 24 tahun). Jumlah ini setara dengan dua kali populasi Australia atau sepuluh kali jumlah penduduk Singapura. Suara 40 juta remaja ini tentu saja akan signifikan jika didengar. Pasti ada dari 40 juta orang tersebut yang memiliki ide-ide brilian untuk masalah-masalah yang sedang dihadapi Indonesia. IYC pun dibentuk dengan tujuan mewadahi para pemuda-pemudi Indonesia untuk bisa berbagi aspirasi serta ide. Karena, di Indonesia memang belum ada yang mewadahi, belum ada parlemen remaja yang dapat mewakili aspirasi para remaja, seperti di Pakistan dan Inggris.
Konsep acaranya seperti apa?
IYC ini insya Allah akan diselenggarakan tanggal 7 – 11 Juli 2010. Pada tanggal 7 – 9 Juli 2010, 33 siswa-siswi SMA dari berbagai propinsi yang telah lolos seleksi akan diberikan pembekalan melalui berbagai macamworkshop yang akan membahas mengenai leadership, how to get idea, how to picture idea, how to work with government, dan semua materi yang dirasa akan sangat dibutuhkan oleh para remaja untuk dapat menjadi "sesuatu". Di hari terakhir pembekalan, mereka akan diminta untuk mempresentasikan proyek yang akan mereka buat nantinya di daerah masing-masing setelah pulang dari Jakarta. Sedangkan, untuk tanggal 10 – 11 Juli 2010, IYC juga berencana untuk membuat acara-acara bagi masyarakat umum, tidak harus diikuti oleh siswa-siswi SMA, yang merasa young on heart boleh ikutan juga
Kami ingin sekali mengemas IYC sebagai sebuah kegiatan positif yang fun. Ingin membuat IYC sebagaicelebration-nya anak muda Indonesia, tempat di mana mereka bisa didengar dan juga saling mendengar.
Mengapa namanya menggunakan bahasa Inggris "Indonesian Youth Conference" dan bukannya bahasa Indonesia "Konferensi Pemuda Indonesia"?
Banyak yang bertanya mengenai hal ini. Alasannya karena ingin apa yang dilakukan anak-anak muda Indonesia melalui IYC bisa terdengar gaungnya hingga ke luar negeri. Selamai ini kan, Indonesia hanya dipandang sebagai negara penuh bencana alam dan terorisme juga negara yang kaya dengan sumber daya alam tapi gak bisa ngapa-ngapain. Jadi, melalui IYC ingin menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia itu sebenarnya bisa, anak-anak mudanya juga bisa berbuat hal baik untuk kemajuan negara.
Apa follow-up dari IYC?
Berharapnya, setelah IYC, 33 anak-anak dari seluruh Indonesia tersebut dapat melaksanakan apa yang menjadi impian-impian mereka di daerahnya masing-masing dengan keahlian masing-masing. Berharap IYC dapat diadakan setiap tahun dan menjadi penampung aspirasi dari anak-anak muda Indonesia terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi di Indonesia.
* * *
Lebih lanjut tentang Indonesian Youth Conference:
Web: http://indonesianyouthconference.org/

Alanda Kariza akan tampil di SL MPPO 2 untuk berbagi cerita dan harapan inspiratif tentang Indonesia. Info lebih lanjut:http://mppo.psikologi.unair.ac.id atau http://berbahaya.org

Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
7. Pemuda-Pemudi Pembuat Perubahan: Apa yang sudah kamu lakukan untuk m
Posted by: "Budi Setiawan" bukik_psi@yahoo.com bukik_psi
Date: Wed Mar 24, 2010 9:47 pm ((PDT))

Hari itu, saya sedang menjalani pelatihan untuk menjadi fasilitator di acaraGlobal Youth Summit (GYS) keempat, sebuah acara yang diselenggarakan oleh British Council. Saya, bersama delapan rekan Global Changemakers dari seluruh dunia, dilatih untuk memfasilitasi berbagai sesi di GYS sebagai peer facilitator, mendampingi John Martin yang menjadi fasilitator utama. Pelatihan diselenggarakan selama seminggu di Jerwood Space, Southwark, London, pada tanggal 10 sampai 14 November 2009.
Di acara pelatihan inilah, saya pertama kali bertemu dengan Mohammed Barry, seorang pemuda sepantaran saya yang berasal dari Gambia. Jujur, waktu itu adalah pertama kalinya saya mendengar sebuah negara bernama Gambia. Gambia adalah sebuah negara Muslim di Afrika.
Suatu sore, kami diminta untuk memberikan pitch selama 2 menit, di mana kami menjelaskan aktivisme kami: apa yang telah kami lakukan, dan apa yang ingin kami lakukan, untuk "mengubah dunia" sebagai Changemakers. Ketika tiba saatnya giliran Barry, Ia maju dan memulai pitch-nya.
"Selamat malam. Nama saya Mohammed Barry. Saya berasal dari Gambia. Saya adalah satu dari 40 juta penduduk dunia yang mengidap penyakit HIV/AIDS."
Saya membeku ketika mendengar hal tersebut. Bukan karena takut, melainkan karena motivasi saya tiba-tiba naik sebesar entah berapa persen! Saya, bersama Barry dan fasilitator lainnya, telah menjalani hari-hari bersama di sebuah hostel di bilangan Rotherhithe, di dekat Canada Water. Kami pergi makan di Chinatown, berjalan-jalan di pinggir danau Surrey Water, dan bertukar informasi mengenai negara masing-masing di dalam tube maupun taksi. Saya menyimpulkan bahwa Barry sama seperti yang lainnya. Hal tersebut memancing konklusi lain, bahwa orang yang mengidap HIV/AIDS sama seperti orang lain, sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk mendiskriminasi mereka maupun memperlakukan mereka dengan berbeda. HIV/AIDS tidak menular lewat kontak fisik maupun udara. HIV/AIDS hanya akan menular jika terjadi pertukaran cairan tubuh.
Fakta ini membuat saya menjadi jauh lebih mengidolakan Barry. Ia adalah sosok yang sangat inspiratif bagi saya dan teman-teman fasilitator lainnya. Saya bercerita padanya, "Barry, dulu saya punya kerabat yang mengidap penyakit yang sama. Tapi, ia tidak punya semangat hidup, dan 'kalah' hanya dalam waktu dua tahun. Saya pikir mungkin itu juga karena ia tidak rutin minum obat." Barry menanggapi, "Saya sudah 11 tahun mengidap AIDS. Saya tidak pernah minum obat. Saya hanya mengandalkan semangat hidup dan dukungan dari keluarga saya." Saya tidak bisa berkata apa-apa ketika mendengarnya. Hanya bisa kagum.
Mohammed Barry mewakili negara Gambia di Africa Youth Summit 2009, yang diselenggarakan pada pertengahan tahun 2009 di Cape Town, Afrika Selatan. Di antara 84 orang yang juga berpartisipasi, Barry terpilih untuk mewakili Global Changemakers Afrika di World Economic Forum Afrika. Ia memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak yang kurang mampu, terutama yang mengidap berbagai penyakit, di rumah sakit. Ia juga memperjuangkan agar anak-anak di Gambia bisa mendapatkan pendidikan gratis dengan membangun sekolah komunitas yang tidak menarik uang iuran bagi murid-muridnya.
Selain Barry, masih ada Mousa Musa, seorang pemuda asal Baghdad, Irak. Mousa adalah Global Changemaker pertama yang harus menggunakan kursi roda dalam bermobilisasi. Pada awalnya, saya tidak berkesempatan untuk berinteraksi dalam waktu lama dengan Mousa, karena ia tidak berada di kelompok saya. Di hari terakhir GYS, terpilih 20 orang dari total 60 peserta yang akan diwawancara untuk mewakili Global Changemakers di berbagai high level events seperti World Economic Forum dan Global Humanitarian Forum. Mousa merupakan salah satu dari 20 orang tersebut. Dalam sesi wawancara, menurut semua staf British Council dan fasilitator yang hadir, Mousa adalah kandidat terbaik untuk mewakili Global Changemakers. Ia mendapatkan vote paling banyak dari tim penilai, dan mungkin juga dari rekan-rekannya di GYS. Mousa hendak memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak serta pemuda-pemudi yang cacat. Ia berhasil menyampaikan aspirasinya dengan lantang, padat, serta begitu
persuasif. Lagi-lagi, saya merasa begitu terinspirasi.
Saya menulis ini bukan demi Barry maupun Mousa, tetapi demi anak-anak Indonesia—dan mungkin anak-anak di seluruh dunia. Salah satu isu terbesar yang dibahas di GYS keempat pada Bulan November 2009 adalah fakta bahwa anak-anak muda di dunia memiliki sifat apatis yang terlalu besar. Kita tidak pernah peduli, dan kita tidak pernah ingin membuat perubahan. Walaupun sebenarnya, kita bisa, dan kita mampu. Padahal, saat muda adalah saat yang paling tepat, di mana rasa idealisme kita masih berada pada puncaknya.
Bagi saya, Barry dan Mousa menjadi contoh bahwa tidak ada halangan bagi kita, anak muda, jika kita ingin membuat perubahan. Barry hidup dengan HIV/AIDS, sementara Mousa hidup dengan kursi rodanya. Rasa empati yang Barry miliki terhadap anak-anak di Gambia yang juga mengidap HIV/AIDS menumbuhkan semangatnya untuk memperbaiki keadaan itu. Rasa empati yang Mousa miliki terhadap anak-anak penyandang cacat di Irak pun memupuk semangat yang sama baginya untuk melakukan perubahan. Barry dan Mousa percaya bahwa tanpa pendidikan yang layak, masalah-masalah yang terjadi di negara dan benuanya sampai kapanpun tidak akan terselesaikan. Dengan sarana dan prasarana yang terbatas, mereka berusaha untuk memupuk semangat dan motivasi kepada anak-anak dan pemuda-pemudi Gambia dan Irak.
Barry tidak pernah mengeluh kedinginan, kelelahan, apalagi mengeluh bahwa ia sakit. Ia adalah pemuda yang cemerlang, dan berani mengatakan pada dunia bahwa ia mengidap HIV/AIDS. Menurut saya, pengakuan seperti itu membutuhkan keberanian yang luar biasa besar.
Mousa tidak pernah putus asa maupun merasa rendah diri hanya karena ia harus menggunakan kursi roda. Sebaliknya, setiap malam ia melakukan sit down comedy (karena tidak bisa stand up comedy!) di depan peserta GYS, membagi pandangannya terhadap masalah yang dihadapi oleh negara-negara di dunia, terutama Irak, dan apa yang menurutnya bisa dilakukan oleh pemuda-pemudi dunia untuk memperbaiki hal tersebut.
Bagaimana dengan kamu? Apa yang sudah kamu lakukan untuk membuat perubahan?
Sumber: http://alandakariza.com/2009/12/06/pemuda-pemudi-pembuat-perubahan/

Alanda Kariza akan tampil di SL MPPO 2 untuk berbagi cerita dan harapan inspiratif tentang Indonesia. Info lebih lanjut:http://mppo.psikologi.unair.ac.id atau http://berbahaya.org

Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
8. Gene Netto, Dengan Rasionalitas Menemukan Islam
Posted by: "Mujiarto Karuk" mkaruk@yahoo.com mkaruk
Date: Thu Mar 25, 2010 12:00 am ((PDT))

''Mengapa
seseorang harus menanggung dosa orang lain? Masak , hanya dengan meminta ampun,
dosa langsung diampuni tanpa ada perbuatan yang dilakukan untuk memperbaikinya.
Sangat tidak masuk akal.'' Begitulah kalimat yang disampaikan Gene Netto,
mualaf asal Selandia Baru, saat ditanya Republika alasannya memilih Islam.

Karena
kebingungannya memahami maksud yang tidak rasional itu, Gene memutuskan menjadi
seorang yang tidak percaya dengan agama (ateis). Saat itu, ia baru berusia 10
tahun. Baginya, daripada percaya dengan hal demikian, lebih baik memikirkan hal
yang lain. Namun begitu, ia percaya Tuhan.

Ketika
beranjak dewasa dan menjadi mahasiswa di Universitas Griffith, Australia, Gene
tetap tidak tertarik dengan agama apa pun. Baginya, tidak ada agama yang mampu
menjelaskan masalah pengampunan dosa itu.

Maka,
ketika bertemu dengan seorang mahasiswa asal Indonesia yang beragama Islam dan
menjelaskan bahwa hanya Tuhan yang mampu mengampuni dosa asal orang tersebut
tidak mengulanginya lagi, pria kelahiran New Zealand 39 tahun lalu ini langsung
terperangah. ''Benarkah demikian?'' batin Gene.

Padahal,
itulah untuk pertama kalinya Gene bertemu dengan orang Islam. Maka, ia pun
banyak bertanya tentang konsep Tuhan dalam Islam. Awalnya, ia memandang Islam
sama seperti agama-agama lainnya. Tidak masuk akal, tidak rasional.

Namun,
setelah bertanya dan membandingkannya, ia mulai menemukan secercah cahaya dalam
Islam. Maka, ia pun terus-menerus mempelajari Islam, berharap mendapatkan
sesuatu yang bisa salah dan keliru. Namun, semakin ia mempelajari, Gene semakin
menemukan sesuatu yang sangat menakjubkan.

Puncaknya
adalah saat ia mempelajari Alquran, kitab sucinya umat Islam. Bukan isinya,
melainkan hanya tulisan Arab-nya. Ia membandingkan Alquran cetakan terbaru
dengan cetakan puluhan tahun silam. Hasilnya, tak ada satu pun huruf yang
berubah. Begitu juga dengan Alquran versi Australia, Inggris, Indonesia, Arab
Saudi, Mesir, dan lain sebagainya. Semuanya sama.

Sementara
itu, kitab Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama yang ia punya sudah memiliki
perbedaan makna. ''Saya membandingkan cetakan tahun 1960-1990 dengan penerbit
yang sama. Ternyata, di dalamnya terdapat perbedaan atau perubahan. Karena itu,
saya semakin yakin, Islam adalah yang benar dan dari Tuhan. Masak kitab yang
difirmankan Tuhan dalam waktu hanya 30 tahun sudah berubah,'' batinnya.

Suatu
hari, ketika berkesempatan ke Indonesia, ia mempelajari budaya Indonesia
sekaligus Islam. Ia mendalami agama Islam melalui buku-buku. Akhirnya, setelah
lebih dari lima tahun mempelajari agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW ini,
ia pun mengucapkan dua kalimat syahadat dan menjadi seorang Muslim.

''Alquran
tidak mungkin ditulis oleh Muhammad, tetapi ada yang membimbingnya dan
menjelaskan firman-firman itu, yakni Allah SWT,'' terang Gene yang pernah
menjadi mahasiswa di Universitas Atmajaya dan Universitas Indonesia ini.

Saat
mengucapkan dua kalimat syahadat, Gene hanya dibimbing oleh seorang teman. Saat
itu, Gene mengaku tak ada perasaan khusus apa-apa. Hanya, dia merasa dirinya
lebih lengkap, lebih baik, dan merasa melangkah di jalan yang benar.
''Sebelumnya, saya tidak beriman. Sekarang, saya jadi beriman dan merasa lebih
baik.''

Hal
yang terpikirkan pertama kali saat Gene menjadi mualaf dan tekadnya pertama
kali adalah mau belajar shalat saja. Sebenarnya, hal itu tidak ada istimewanya,
namun dia mengaku bingung, bagaimana memulainya dan bagaimana caranya. Terlebih
lagi, dia tak masuk pesantren atau belajar agama kepada seseorang.

Belum
setahun mualaf ini menjalani Islam dalam kehidupannya, seorang teman mengajak
Gene untuk bertemu dengan KH Masyhuri Syahid, wakil ketua Komisi Fatwa Majelis
Ulama Indonesia (MUI) yang wafat tahun 2007 silam.

Dari
ulama inilah, Gene menimba ilmu agama. Pelajaran fikih didapatnya tiap Rabu.
''Saya selalu bingung dan bertanya, mengapa ini benar dan mengapa itu salah.
Dari sisi tafsir dan fikih. Beliau belum pernah tidak tahu berbagai pertanyaan
dari saya. Bahkan, saya pernah iseng-iseng tanya, bagaimana shalatnya orang di
ruang angkasa. Eh, ternyata, beliau menjawabnya dengan jelas. Beliau membimbing
saya terus sampai wafatnya.''

Karena
itulah, ia merasa keislamannya kini semakin mantap. Apalagi, Islam selalu
memberikan jawaban yang logis. Mulai dari persoalan emosi, fisik, dan
spiritual. Manusia membutuhkan itu semua. Manusia makan, menangis, marah, dan
lainnya. Tapi, manusia juga butuh kebutuhan spiritual.

Bagaimana
memenuhi kebutuhan spiritual itu? ''Harus semakin dekat dengan Tuhan. Sebab,
tidak ada seorang manusia pun di dunia ini yang tidak membutuhkan Tuhan. Itu
sudah ada sejak ribuan tahun silam, termasuk ketika manusia menciptakan
berhala-berhala untuk disembah,'' terang Gene yang kini semakin sibuk dengan
undangan ceramah di berbagai tempat di Indonesia.

''Saya
semakin yakin dan mantap dengan agama Islam. Mudah-mudahan, saya bisa istikamah
dalam menjalankan perintah Allah dan mengikuti sunah Rasulullah SAW,''
harapnya. ed : sya

Saat
memutuskan diri menjadi Muslim, Gene merasa semakin lebih baik. Kendati harus
berpisah dengan kedua orang tua dan adik-adiknya di Selandia Baru, Gene betah
di Indonesia. Ia merasa dunia dakwah di Indonesia ini penuh dengan tantangan.

Gene
mengakui, Indonesia adalah negara yang sangat kondusif dalam menyebarkan
dakwah. Karena itu, ia akan senantiasa mengisi dakwah dan ceramah demi menemui
umat dan menyampaikan kebenaran Islam.

''Kalau
di Selandia Baru atau Australia, mungkin belum cocok buat saya berdakwah.
Sebab, kalau di sana, mungkin hanya satu-dua orang yang mau masuk Islam. Tapi,
kalau di sini sangat banyak dan bisa memberikan pendalaman agama kepada orang
yang sudah Islam sejak lahir,'' terangnya.

Tak
hanya melalui panggung ke panggung, Gene juga berdakwah melalui tulisan dan
media massa, seperti blog , email, dan lainnya. ''Melalui tulisan, banyak orang
yang bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan bisa diakses di mana saja,''
ujarnya.

''Saya
tak berniat pulang kembali ke Australia ataupun Selandia Baru untuk
berdakwah,'' tambahnya.

Ia
kini sangat mencintai Indonesia, sama seperti kampung halamannya sendiri.
Namun, Gene kesulitan untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia. Ia berharap,
ia diberikan kemudahan menjadi warga negara Indonesia (WNI) atau mengurus visa.
Gene kini hanya bergantung pada visa budaya yang harus diperbaruinya setiap
enam bulan.

 

Pembinaan mualaf

 

Satu
hal penting yang kini menjadi pemikiran Gene adalah pembinaan para mualaf,
orang-orang yang baru masuk Islam. Menurutnya, orang-orang yang baru masuk
Islam itu harus mendapatkan pembinaan khusus untuk memperkuat pengetahuan
keislaman dan keimanan mereka. Tanpa itu, jelas Gene, dikhawatirkan akan banyak
mualaf yang hanya menjadi bahan ledekan orang-orang non-Muslim yang tak senang
dengan Islam. Untuk itu, kata dia, harus ada lembaga khusus yang menangani
mereka.

''Sekarang
ini memang ada lembaga yang mewadahi para mualaf. Namun, lembaga itu masih
sebatas tempat berkumpul saja,'' ujarnya.

Diakui
Gene, kelompok tersebut juga ada yang membina pengetahuan keislaman para
mualaf. Namun, menurutnya, hal itu masih sangat kurang. ''Saya berharap lebih
menasional dan banyak. Sebab, banyak mualaf ataupun orang yang ingin belajar
Islam dan berada di pelosok daerah, namun mereka kesulitan untuk mempelajari
Islam yang lebih komprehensif,'' jelasnya.

Gene
menambahkan, banyak orang yang masuk Islam, tapi tak tahu bagaimana menjalankan
ibadah dan harus ke mana mereka bertanya. Sementara itu, di daerah tersebut
tidak ada lembaga khusus yang menangani mereka.

''Para
mualaf itu biasanya akan disingkirkan oleh keluarganya, dijauhi dari lingkungan
asalnya, bahkan dikeluarkan dari tempat kerjanya. Mereka kerap merasa
sendirian. Untuk itulah, dibutuhkan lembaga yang membantu mereka,'' paparnya.

Pengalaman
inilah yang dialami Gene Netto. Ia menjelaskan, sewaktu dirinya sudah menjadi
Muslim, anggota keluarganya di Australia sempat menolak kehadirannya. Namun,
setelah diberikan penjelasan secara khusus, barulah mereka menerimanya.

Karena
itu, agar kejadian serupa tidak menimpa kalangan mualaf lainnya, ada baiknya
dibentuk wadah khusus untuk membina dan mewadahi kalangan mualaf ini.

Gene
mengakui, saat ini ada organisasi yang membina kalangan mualaf, seperti
Perhimpunan Muslim Tionghoa Indonesia (PITI) atau Pembina Iman Tauhid
Indonesia. Namun, organisasi ini masih sangat terbatas. Ia berharap, organisasi
semacam ini bisa lebih luas dan menjangkau seluruh Indonesia.

''Apalagi
kalau ada dana. Sehingga, ada petugas khusus yang ditempatkan di masing-masing
daerah untuk membina mualaf. Jika ada orang yang ingin bertanya lebih dalam
tentang Islam di suatu daerah, petugas atau ustaz itulah yang akan
menanganinya,'' harapnya.

Ustaz
pembina itu, lanjutnya, diharapkan memahami karakter setiap mualaf atau orang
yang mau mempelajari Islam, terutama orang luar negeri (bule). ''Orang bule itu
biasanya membutuhkan penjelasan yang sesuai dengan logika dan akal. Kalau
seorang ustaz tidak bisa menjelaskannya dengan logika, mereka tidak akan
tertarik dengan yang disampaikan.

''Kalau
A bilang boleh dan B bilang tidak boleh, mereka tak bisa bedakan. Mereka tidak
bisa asal masuk masjid dan minta tolong. Banyak yang tidak tahu kalau mereka
boleh masuk masjid (dalam keadaan non-Muslim). Mereka takut akan diusir,'' ujar
Gene yang sedang mempersiapkan sebuah buku mengenai perjalanannya menemukan
Allah dengan judul, Mencari Tuhan, Menemukan Allah .

Ia
berharap lembaga, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau Departemen Agama,
memiliki hal itu sehingga memudahkan calon-calon mualaf mendapatkan penjelasan
tentang Islam yang benar.

 

 

Biodata

 

Nama:
Gene Netto

Lahir:
Selandia Baru, tahun 1970

Masuk
Islam : 1996

Pendidikan
: Universitas Griffith Australia, Universitas Atmajaya, dan Universitas
Indonesia (UI).

Aktivitas
: ceramah, mengajar bahasa Inggris, dan guru di PP Daarul Quran Tebet.

 

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/10/03/15/106751-gene-netto-dengan-rasionalitas-menemukan-islam

Messages in this topic (1)

————————————————————————
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
psikologi_transformatif-normal@yahoogroups.com
psikologi_transformatif-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
psikologi_transformatif-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

————————————————————————

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: