[psikologi_transformatif] Digest Number 6029

There are 5 messages in this issue.

Topics in this digest:

1. Mari Ajarkan Qur'an dan As-sunah pada putra putri kita sejak dini (M
From: Mujiarto Karuk

2. (no subject)
From: Soe Tjen Marching

3. Teriakan Penjual Roti
From: muhamad agus syafii

4. RALAT AGENDA PARAMADINA MINGGU INI (30 Maret – 3 April 2010)
From: Kajian Paramadina

5. Perkembangan Appreciative Inquiry menjadi Appreciative Coaching
From: Budi Setiawan

Messages
________________________________________________________________________
1. Mari Ajarkan Qur'an dan As-sunah pada putra putri kita sejak dini (M
Posted by: "Mujiarto Karuk" mkaruk@yahoo.com mkaruk
Date: Mon Mar 29, 2010 5:52 am ((PDT))

Menjawab Tantangan JIL yang berjudul, Islam Liberal menentang Islam Fundamentalis dgn
Dalil-Dalil dalam Al Quran.

Assalamualaikum
Warohmatullohi Wabarokatuh

Bissmillahirrohmaanirrohiim

Hai
manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang
sebelummu, agar kamu bertakwa. QS. Al-Baqarah (2) 21

Ketika saya membaca email
yang dikirimkan seorang yang bernama sekilas baca seorang Muslim yang Alim
Shalih dan berilmu, akan tetapi bila kita urut kebelakang akan teringat pada perjuangan
Nabi Muhammad SAW, justru Paman yang sangat beliau hormati yang bernama Abu
Jahal akan membunuh dan menjerumuskan Nabi Muhammad Sholollohu Alaihi Wassallam,
Alloh Subhanahu Wa Ta Ala berkehendak lain dan Alhamdulillah akhirnya berkat
perjuangan beliau, yang dibantu para sahabat Radiallahu Anhu dan dilanjutkan
oleh para Tabiin, Tabiit Tabiin dan ulama ulama yang alim, kita dapat kenal,
dan sekaligus meyakini dan melaksanakan Islam, semoga kita menjadi kaum yang
diridhoi Alloh Subhanahu Wa Ta Ala, 

 

Jadi kesimpulan jangan
terkesima, dan cepat percaya dengan seseorang yang bernama yang menunjukan
seolah olah nama tersebut Kaum Muslimin yang taat, karena dihadapan Alloh bukan
nama atau keturunan dan tingkat sosial lainya melainkan Taqwanya sebagaimana
firman Allah Subhanahu Wa Ta Ala yang artinya ……ketakwaan dari
kamulah yang dapat mencapainya. 
Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu
mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira
kepada orang-orang yang berbuat baik.
QS. Al-Hajj (22) 37

Hai
orang-orang yang beriman, bertakwalah
kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan.QS.
Al-Hasyr (59) : 18.

 

Sang
pengirim email yang selama ini dengan gencar dan dengan berbagai cara untuk
mendangkalkan iman islam serta mengajak juga mengartikan Al Qur an sesuai
kehendaknya untuk kepentingannya dan kelompoknya, yang persis dilakukan oleh
musuh musuh islam sejak Nabi Muhammad Sholollohu Alaihi Wassallam, masih ada
sampai sekarang.

 

Kewaspadaan ini telah
Alloh Subhanahu Wa Ta Ala, ingatkan pada kita semua para kaum Muslimin dan kita
dilarang mengikuti jejak mereka yang nyata nyata mendustakan Al-Qur an
sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah (2) : 39.
yang artinya Adapun orang-orang yang kafir
dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di
dalamnya.

Agar
kita tidak malu dengan para pejuang pejuang islam terdahulu mari kita pelajari,
kita amalkan dan kita jalankan serta kita wariskan juga kita bentengi putra
putri serta keluarga kita dengan Al qur an dan as sunah sesuai tuntunan dan
sesuai petunjuk, agar putra putri kita kelak dapat juga menjawab dan
menghindari serangan para kaum kufar serta menjalankan sesuai yang telah
diajarkan oleh Nabi kita Nabi Muhammad Sholollohu Alaihi Wassallam  

 

Adapun
kiriman email yang berjudul Islam
Liberal menentang Islam Fundamentalis dgn Dalil-Dalil dalam Al Quran.

 

Yang
jelas Islam diturunkan sesuai bahasanya yakni Arab, sementara Fundamentalisme berasal dari dunia
Barat pada awalnya merupakan gerakan Kristen Protestan Amerika pada abad
kesembilan belas Masehi. Jadi jelaslah Nabi Muhammad Sholollohu Alaihi
Wassallam, hanya mengajarkan Islam, dengan Al-Qur an dan Ass sunah saja.

 

Karena
menyangkut dan mambawa Al – Qur an maka saya sebagai Muslim berkewajiban
menerima dan menjawab sesuai Al Qur an sekaligus meluruskan dan memurnikan
bahwa Islam tidak dapat dicampur aduk dan disamakan dengan agama apapun, Sesuai
tulisan sang penantang ini dan diposting dibeberapa milis Islam, dengan tujuan
uantuk mempengaruhi, dan berusaha untuk mendangkalkan Iman Islam para kaum
Muslimin yang aktif dibeberapa milis Islam, yang secara kebetulan para
moderatornya tidak tanggap dan tidak perduli akan Iman dan Islam para membernya
yang baru belajar, baru menggali dan baru mengenal Islam, serta para moderatornya
lebih banyak berdiam diri yang seolah olah tidak membaca dan melihat
perkembangan milis yang dibuat dan diawakinya.

 

Mari
kita simak dan kita jawab tantangan beliau berdasarkan Al qur an sesuai
permintaan beliau :

 

1.
Bukankah agama Islam itu menegakan kebenaran?

 

1.         Dan
hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh kepada yang makruf dan mencegah
dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. QS. Al-Imran (3) : 104.

 

Kamu
adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang
makruf, dan mencegah dari yang
mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu
lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan
mereka adalah orang-orang yang fasik. QS. Al-Imran (3) : 110.

 

Sesungguhnya
Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum
kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar
kamu dapat mengambil pelajaran. QS. An-Nahl (16) : 90.

2.
Apakah Bible dan al Quran itu Masih Asli?

 

2.         Bila
sang penanya melaksanakan anjuran untuk malakukan anjuran atas jawaban saya atas
posting beliau (terdapat pada lampiran dibawah ini, pastilah beliau yang mengaku
Muslim akan merasa malu bertanya pada pertanyaan no dua ini, tapi baiklan untuk
Injil masih asli atau tidak anda lebih tahu karena anda dibesarkan dan sekolah
dilingkungan yang menurut saya berdasarkan postingan anda selama ini sangat
jauh dari pendidikan Islam yang sesungguhnya, dan untuk Al-Qur an baik yang
dicetak saat sekarang ini masih sama dengan awal awal turunya Al-Qur an 1431
Tahun yang lalu, sesuai firman Allah Subhanahu Wa Ta Ala dalam QS. Al-Hijr (15)
: 9 Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan
sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

 

Telah
sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur'an,
sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah
kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.  6:115.

 

3.
Apakah Pernah Rasul2 Yg menerima wahyu2 ALLAH itu memeriksa kitab2

 

3.         Sang
penantang rupanya benar benar sudah dibuat SUMUMBUKMUN
UMYUN FAHUM LAYAR JIUN  walau sekolah
sampai Amerika, kembali ke kampung halamannya tak lain hanya menambah kesesatan
bagi dirinya dengan kesesatan yang sangat sesat. Al Qur an milik Allah Subhanahu
Wa Ta Ala untuk petunjuk bagi seluruh umat manusia ciptaan Nya, yang diturunkan
kepada Rasululloh Sholollohu Alaihi Wassallam melalui Malaikat Jibril, sesuai
firman Allah Sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan
yang mulia (Jibril), QS. At-Takwir (81)
: 19.

 

Katakanlah:
"Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu
Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak
disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu
kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang
umi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya
(kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk". QS. Al-A raf ( 7) : 158.

 

4.
Apakah Ada tanda tangan2 dari rasul2 setiap wahyu2Nya atau ayat2nya

 

4.         Jangankan
ada tanda tangan Rasululloh Sholollohu Alaihi Wassallam tidak ada tanda dan
tidak ada ikut campurtangan siapapun atas Al-Qur an saja masih dituduh bahwa Al
Qur an buatan Rasululloh Sholollohu Alaihi Wassallam, apa lagi kalau ada bukti
tanda tangan dari Rasululloh Sholollohu Alaihi Wassallam, pasti kaum kufar
termasuk si penantang ini menuduh lebih keji lagi, padahal walau sipenantang
mengaku lulusan Unifersitas Amerika, bahkan semua antek anteknya dan semua
orang kufar bahkan seluruh umat manusia tak akan ada yang mampu membuat Al Qur
an walau hanya satu ayat sesuai firman Allah Subhanahu Wa Ta Ala yang artinya :
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada
hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah
penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.  QS. Al-Baqarah (2)
: 23

 

Bahkan
mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Qur'an itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), maka
datangkanlah sepuluh surah-surah yang dibuat-buat yang menyamainya, dan
panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu
memang orang-orang yang benar". QS. Huud (11) : 13.

 

Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya)
dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka
yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. QS. Al-Baqarah (2) : 24

 

Sebenarnya,
Al Qur'an itu adalah ayat-ayat
yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang
mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang lalim. QS. Al-Ankabut (29) : 49.

 

5.
Siapakah namanya yang mengafalkan wahyu2 ALLAH itu?

 

5.         Walau
kaum kufar termasuk sipenatang ini berusaha membunuh baik fisik maupun mental
para hafiz Al Quran sampai hari akhir nanti pasti akan lahir hafiz baru tak
perlu dihitung berapa jumlahnya karena sesuai firman Allah Subhanahu Wa Ta Ala
dalam QS. Al-Qamar (54) 17 Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur'an untuk pelajaran,
maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

 

…….Dan
barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. QS. At- Thalaq (65) : 4.

 

Sampai detik ini tidak satupun pemuka Agama selain Agama Islam yang hafal Kitab
Sucinya, karena menghafal Al-Qur an itu bagi kaum Muslimin tidak sulit dan
sangat mudah, semua santri santri di Pondok Pesantren dan di sekolah sekolah
Islam atau di surau surau dan Masjid masjid pasti Gurunya / Ustaznya akan
mengajarkan cara menhafal Al-Qur an dengan mudah.

 

6.
Apakah orang2 yang mengafalkan wahyu2ALLAH itu suci dari kesalahan?

 

6.         Orang-orang yang beriman dan tidak
mencampur adukkan iman mereka dengan kelaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan
mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.QS. Al-An aam (6) : 82.

 

Kepunyaan
Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu
melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya
Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah
mengampuni siapa yang
dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa
atas segala sesuatu. QS.
Al-Baqarah (2) : 284.

 

Sesungguhnya
pelindungku ialah Allah yang telah menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh. QS. Al-A raf (7) : 196.

 

7.
Siapakah nama Yang Mengedit wahyu2 ALLAH itu?

 

7.         Dan Al Qur'an
itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya
perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.
17:106. 

 

Sekali lagi saya katakan bahwa Al Qur an milik Allah Subhanahu
Wa Ta Ala dan Allah lah yang menjaganya, maka dari itu Al Qur an tidak pernah
di edit, oleh manuasia manapun dan siapapun, walau pada awal turunnya Al-Qur an
dan penulisannya oleh para sahabat, karena Rasululloh Sholollohu Alaihi
Wassallam adalah Nabi yang Umiyi, Al Qur an ditulis dan dikumpulkan oleh para
sahabat sahabat Rasululloh Sholollohu Alaihi Wassallam, akan tetapi sesuai
firman Allah Subhanahu Wa Ta Ala dalam QS. At-Taubah (9) : 100 yang artinya Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk
Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti
mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah
dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di
dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.  Itulah kemenangan yang besar. Jadi lebih kurang 100 tahun setelah Al-Qur an turun
generasi yang beriman dan bertaqwa pada Allah Subhanahu Wa Ta Ala tersebut
dijamin dan diridhoi oleh Allah Subhanahu Wa Ta Ala.

 

8.
Kapan dan dimanakah Bible dan Al Quran itu pertama tama di cetak?

 

8.         Sekali
lagi Untuk injil saya kembalikan pada sipenantang mengingat anda mengaku
alumnus perguruan tinggi di Amerika, yang saya menganggab mereka telah
memprolamirkan sebagai Polisi Dunia akan tetapi mereka tidak mampu berbuat apa
apa bahkan mendukung penjajahan Israel atas Palestina dan permusuhan Islam
lainya.

 

Sementara Al Qur an untuk mencetak nya tidak semua
percetakan bisa mencetak Al Qur an dari awal sampai sekarang Al Qur an hanya
dicetak dipercetakan Mushaf Al qur an dan disebar luaskan dalam pengawasan Kerajaan
Kerajaan Arab Saudi bekerjasama dengan seluruh ulama – ulama Hafiz Al-Qur an
diseluruh Dunia yang kridibilitasnya sudah diakui oleh Kerajaan Arab Saudi,
sebagai pemegang Master Al-Qur an, jadi jangan coba coba memalsukan Al-Qur an,
hanya orang bodoh dan orang orang lalim saja yang dapat tertipu.

 

9.
Bahasa apakah pertama tama kitab2 ALLAH itu dicetak?

 

9.         Didunia ini tidak ada
Kitab Suci salah satu Agama yang diturunkan dan dicetak dengan bahasa asli
Nabinya kecuali hanya Al-Qur an.
Sesuai firman Allah Subhanahu Wa Ta Ala yang artinya Maka
sesungguhnya telah Kami mudahkan Al
Qur'an itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan
Al Qur'an itu kepada orang-orang
yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang
membangkang. QS. Mariyam (19) : 97.

 

Demikianlah
Kami wahyukan kepadamu Al Qur an
dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada umulqura (penduduk
Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan
(pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya.
Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka. QS. Asy-Syura (42) : 7.

 

Al Qur an dalam bahasa Arab yang tidak ada
kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa. QS.Az-Zumar (39) : 28.

 

Dan
demikianlah Kami menurunkan Al Qur an
dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya
sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al Qur'an itu menimbulkan pengajaran
bagi mereka. QS.Thoha
(20) : 113.

 

10.Kenapa
di Bible ada nama2 penulisnya, al quran tidak ada?

 

10.       Didunia
ini tidak satupun Kitab Suci yang benar benar suci dari campur tangan manusia
dan tidak dapat di tulis nama penciptanya selain Allah Subhanahu Wa Ta Ala,
hanya Al Qur an, karena Al Qur an milik Allah Subhanahu Wa Ta Ala Tuhan yang
telah menciptakan saya dan anda serta Tuhan nya seluruh apapun yang ada dijagad
raya ini.

 

Wahai
saudara saudaraku mari kita menjadi mujahid pena, dengan membela, menanamkan
dan mengaplikasikan Al Qur an dan sunah Rasululloh Sholollohu Alaihi Wassallam,
dalam diri kita dan keluarga kita serta kita ajarkan Al-Qur an yang sangat
mulia kepada anak anak kita sejak dini, agar anak anak kita memiliki kemampuan
serta dapat menghindari para pelaku pelaku yang hendak mendangkalkan iman Islam
kita dan keluarga kita sekalian, Dan
bagi saudara saudaraku yang hendak menambahkan serta hendak menjawab saya
persilahkan langsung ke jabri sipenantang, Semoga sipenantang sadar serta
taubat dan kembali kepada Allah dan Rasul Nya sesuai tuntunan Al-Qur an dan As
Sunah.

 

Dan
berikut ini saya lampirkan alamat email sipenantang juga pelengkap interaksi
sebelum nya. (latifabdul777atyahoodotcom)

 

Terimakasih
dan Mohon maaf yang benar hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta Ala

 

Wassalamualaikum
Warohmatullohi Wabarokatuh

 

 

Mujiarto Karuk

 — On Sat, 3/27/10, abdul <latifabdul777@yahoo.com> wrote:

From: abdul <latifabdul777@yahoo.com>
Subject: [wanita-muslimah] Islam Liberal menentang Islam Fundamentalis dgn Dalil2 dlm al Quran.
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Saturday, March 27, 2010, 1:12 AM

 

Creative AlQuran Study.

Al Quran gives the true solution

Book Seri I.

Abdullatif.

Beragama tanpa ilmu dan berpikir adaah seperti binatang sapi ditarik oleh pengembalanya kemana diinginkan oleh pemiliknya,tanpa ada rasa skeptis sama sekali.

Untuk menjadi seorang muslim yang benar2 bertauhid dan beragama, haruslah bisa menjawab 10.pertanyaan2 ini;

1. Bukankah agama Islam itu menegakan kebenaran?

2. Apakah Bible dan al Quran itu Masih Asli?

3. Apakah Pernah Rasul2 Yg menerima wahyu2 ALLAH itu memeriksa kitab2

4. Apakah Ada tanda tangan2 dari rasul2 setiap wahyu2Nya atau ayat2nya

5. Siapakah namanya yang mengafalkan wahyu2 ALLAH itu?

6. Apakah orang2 yang mengafalkan wahyu2ALLAH itu suci darikesalahan?

7. Siapakah nama Yang Mengedit wahyu2 ALLAH itu?

8. Kapan dan dimanakah Bible dan Al Quran itu pertama tama di cetak?

9. Bahasa apakah pertama tama kitab2 ALLAH itu dicetak?

10.Kenapa di Bible ada nama2 penulisnya, al quran tidak ada?

Mari beragama dengan ilmu dan pikiran semoga mendapat rahmat dari ALLAH dan rasa puas beragama dan terakir hidup yang bahagia.Semoga mendapatkan syurga di dunia dan akirat,amien

Dibawah ini anda dapat menyilami pemikiran2 Islam secara progresive yang berlawanan dgn pemahaman islam yang fundamentalis yang suka kekerasan dan paksaan dlm berdakwah.

  

LAMPIRAN JAWABAN SEBELUMNYA :

Saya terbiasa menggunakan Bissmillahirrohmmanirrohiim hanya untuk yang baik dan terbaik bagi kaum Muslimin umumnya dan bagi saya khususnya dan bukan untuk tujuan menipu serta memoles yang se olah olah jawaban saya benar berdasarkan Al- Qur an dan Al- Hadits.

Sebelum saya menjadi Muslim saya pernah menjadi Hamba Alloh yang sesat dan menyesatkan, maka dari itu saya hanya menganjurkan pada Pak Abdul Latif yang telah diberi berbagai kemudahan dan Ilmu oleh Alloh SWT, untuk membaca dan membandingkan :

1. Al-Qur an huruf Arab dari berbagai bangsa dari mulai tahun tahun awal lahirnya Islam sampai sekarang mengalami perubahan atau tidak

2. Injil yang diterbitkan dari berbagai bangsa dan Negara dari awal lahirnya Injil sampai sekarang, setiap terbitan ada perubahan dan pembaharuan tidak

Dan saya yakin bahkan haqul yakin apa bila Pak Abdul Latif seorang hamba Alloh yang alim, baik dan benar, pasti pak Abdul Latif merasa malu kepada Alloh yang telah memberi berbagai kemudahan dan ilmu kepada Bapak, akan tulisan tulisan Bapak yang jauh dari tuntunan Al- Qur an dan Al hadits, yang bukan hanya di milis Eramuslim ini saja tapi di berbagai milis.

Salam Hormat

Mujiarto Karuk

— On Thu, 3/25/10, abdul <latifabdul777@yahoo.com> wrote:

From: abdul <latifabdul777@yahoo.com>
Subject: [eramuslim] Respond toMujiarto: ISLAM Agama Para Rasul–> Wajib Beriman kpd kitab Bible
To: eramuslim@yahoogroups.com
Date: Thursday, March 25, 2010, 7:04 PM

Bismilahirahmanirra hiim'
Keliahtannya anda belum membaca kitab Bible, coba anda buka kitab Genesis.10 Commandment;

GOD said; I am the Lord–your God brought out you from Egypt,where you were slaves.—Worship no god,but ME.do not bow any idol or worship it,because I am the Lord your GOD.

Oleh karena itu saya anjurkan semua pemuda2 Muslim untuk belajar kitab2 ALLAH semuanya, yang tidak bertentangan dgn al quran, adalah wahyu2 ALLAH yang VALID..yang bertentangan adalah tidak VALID lagi.

Silakan lajutkan pertanyaan,mari shraing ilmu…
Salam=peace

— In eramuslim@yahoogrou ps.com, Mujiarto Karuk <mkaruk@…> wrote:
>
> Pak Abdul Bible yang mana….????Â
> Justru turunnya ayat dibawah ini menunjukan bahwa hanya Al-Qur an saja yang meng Esakan Allah dan tidak mengajarkan pada MANUSIA Â untuk tidak mensekutukan Allah dengan apapun juga, karena semua itu ciptaan Nya, kalo pak Abdul mau sesat MONGGO silahkan Kami para Kaum Muslimin Tetap akan pada pendirian kami bahwa hanya ALLOH SUBHANAHU WA TA ALA LAH yang telah menciptakan kami dan kewajiban kami hanya menyembah kepada Nya.Â
> Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan- Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul- Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. QS An- Nisa (4) : 171.
>
> Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati, QS Al-Baqarah 139
>
> SalamÂ
> Mujiarto Karuk
>
> — On Thu, 3/25/10, abdul <latifabdul777@ …> wrote:
>
> From: abdul <latifabdul777@ …>
> Subject: [eramuslim] Respond: ISLAM Agama Para Rasul–> Wajib Beriman kpd kitab Bible
> To: eramuslim@yahoogrou ps.com
> Date: Thursday, March 25, 2010, 10:21 AM

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. (no subject)
Posted by: "Soe Tjen Marching" smarching@yahoo.com smarching
Date: Mon Mar 29, 2010 6:32 am ((PDT))

Artikel ini diterbitkan beberapa minggu sebelum peristiwa baru-baru ini, ketika saya bersama teman-teman ILGA dikepung oleh FPI.

Ternyata, sekarang lebih terbukti badan hukum & pihak yg
berwajib di Indonesia benar-benar tidak beres!!!!

Mereka malah meminta pihak kami, yang sudah diintimidasi dan diteror oleh FPI, untuk mengalah.

Soe Tjen Marching

________________________________

HUKUM

Oleh Soe Tjen Marching

(Dimuat di Majalah Tapian, Maret 2010).

Negara kita adalah Negara hukum. Kalau perlu, sperma dan telur di
tubuh kita harus dicekoki hafalan seperti itu, supaya bisa mengatur
tingkah seksualitas si empunya. Karena itu pula, muncullah
Undang-undang anti pornografi.

Rupanya hal ini tidak cukup. Baru-baru ini, beberapa buku juga kena
lindas hukum dan dilarang. Alasannya adalah menjaga ketertiban umum,
karena buku-buku yang dilarang tersebut akan memicu keresahan
masyarakat. Inilah tindakan dari Pemerintah, yang katanya peduli pada
rakyat.
Lalu, bayangkan sebuah tempat tanpa hukum dan tanpa pemerintahan.
Berabad-abad yang lalu, Hobbes pernah menyatakan bagaimana manusia akan
saling mencakar dan merajah milik orang lain – Homo Homini Lupus. Tanah
itu akan berubah menjadi neraka yang penuh peperangan, karena Hobbes
yakin akan keserakahan manusia sehingga mereka memerlukan pemerintah
otoriter dengan hukum yang kejam, yang tugasnya adalah mengatur para
mahluk "biadab" ini. Argumen yang dirangkum dalam bukunya Leviathan,
dipublikasi pada tahun 1651.

Pada masa itu juga, perempuan-perempuan tak berdosa berakhir di bara
api, karena tuduhan sebagai tukang tenung. Hukuman yang sadis
diterapkan pada siapa saja yang dicurigai telah mengkhianati Negara.
Dalam waktu enam hari di tahun 1660, sembilan orang yang dituduh
pengkhianat mengalami hukuman ini: diseret di muka umum untuk diludahi,
digantung sampai hanya setengah mati, supaya mereka masih dapat merasa
kesakitan saat tubuhnya dibelah menjadi empat.
Tapi, kekejaman seperti ini tidak membuat manusia lebih teratur ataupun
lebih patuh kepada hukum. Yang ada justru manusia-manusia yang marah
pada tekanan yang tidak saja sadis, tapi juga terkadang salah sasaran.
Hobbes mungkin lupa, bahwa pemerintah yang dinamakan Leviathan itu
adalah manusia pula (yang menurut dia serakah dan tidak aturan).

Karena kepercayaan seringkali mengakibatkan efek domino, akhirnya ia
dapat membentuk manusia untuk berlaku mengikuti kepercayaan itu. Bila
kita percaya bahwa tetangga kita bersiap menjegal saat kita keluar
rumah, kita akan bertindak selaras dengan kepercayaan ini – yaitu
bersiap menyerang saat melihat tetangga itu, demi keselamatan diri.
Kewaspadaan yang akhirnya membuahkan kekejaman. Ia tidak memandang
manusia sebagai mahluk yang "manusiawi" terhadap sesama. Kepercayaan
seperti Hobbes dapat membenarkan pembesar sewenang-wenang, yang
mencari-cari kesalahan orang. Sedangkan, rakyat selalu tertindas dan
ketakutan. Sungguh bukanlah kombinasi idaman. Pada akhirnya, yang
bertindak seperti serigala adalah Leviathan itu sendiri, yang
seharusnya mencegah manusia untuk menzalimi sesamanya.

Argumen Hobbes ditumbangkan oleh John Locke pada akhir tahun 1670, dan
beratus bahkan beribu kritik lainnya. Tapi pada era millennium ini,
ternyata ide serupa masih diterapkan dalam Negara kita. Para pejabat
begitu ribetnya dengan moralitas bangsa, sehingga harus ada
Undang-undang yang mengatur urusan pribadi seperti seksualitas, dan
pelarangan buku dengan alasan bertentangan dengan moral dan agama.
Alasan yang memperlakukan rakyat Indonesia seolah anak kecil yang
rapuh, yang harus dibatasi.

Dan memang, bukankah Orde Baru telah menanamkan kesan bahwa rakyat
adalah manusia yang tak dewasa, yang perlu "petunjuk" dari para
penguasa. Dialah yang menjadi "Bapak" dari anak-anak yang seringkali
tidak disiplin dan tidak mampu menentukan yang baik untuk diri mereka:
berapa kali kita dengar mantra "menurut petunjuk Bapak Presiden"?
Karena itulah, sensor yang ketat juga disertai dengan maraknya klompen
capir-klompen capir serta Penataran P4 yang gencar memberi petuah pada
rakyat. Kata pemuda yang mempunyai konotasi revolusioner dan penyulut
semangat bangsa pada masa Sukarno, menjadi melempem di masa Suharto.
Istilah ABG (Anak Baru Gedhe) menjadi populer sehingga mereka dipandang
sebagai manusia liar, tak terkontrol dan perlu senantiasa diawasi. Hal
inilah yang bisa membenarkan adanya segala sensor ketat di masa itu,
dan terulang pada jaman ini.
Apakah begitu bejat dan bodohnya rakyat Indonesia? Apakah mereka tidak
becus menjaga moral, agama dan kepercayaan mereka dan menyelesaikan
masalah sendiri, sehingga hal-hal seperti ini harus diatur Negara?

Yang saya saksikan justru sebaliknya. Anak-anak kecil di kampung yang
bertengkar dapat menyelesaikan sendiri pertengkaran mereka tanpa
memanggil orang dewasa. Banyak orang yang mengalami tabrakan di jalan,
seringkali bersembunyi dari polisi karena mereka lebih suka menuntaskan
sendiri, daripada harus "diricuhi" oleh polisi. Ketika polisi lalu
lintas sudah tidak begitu berfungsi, pak Ogah (polisi cepek) turun ke
jalan. Dan mereka justru lebih disukai daripada polisi "sungguhan",
karena mereka mengatur lalu lintas tanpa mencari-cari kesalahan
pengendara mobil. Ternyata para polisilah yang lebih ogah dari pak
Ogah.

Ketika Prita menjadi korban hukum di Indonesia, rakyatlah yang kemudian
mengambil inisiatif dengan mengumpulkan koin. Rakyatlah yang membenahi
badan hukum, bukan sebaliknya. Rakyatlah yang mengorbankan waktu,
tenaga dan merogoh kocek; padahal badan hukumlah yang sudah dibayar dan
diberi mandat untuk membela hak rakyat.

Dan baru-baru ini (tepatnya tanggal 20-23 Januari), diadakan rapat
kerja mengatasi polusi kebisingan, yang diprakarsai oleh Slamet Abdul
Sjukur. Karena mereka yang ikut serta dalam rapat begitu sadar bahwa
fungsi telinga tidak hanya mendengar, tapi lebih jauh dari itu, ia
adalah penjaga keseimbangan, pengatur suhu badan, dan pemasok energi
yang dibutuhkan otak. Dalam rapat ini juga, dibentuklah masyarakat
Bebas-Bising. Hal yang diusahakan demi rakyat banyak, dilakukan juga
oleh rakyat sendiri, bukan oleh pemerintah yang sudah ditugasi. Jangan
harap ada satu klompen capir-pun yang mau memikirkan hal ini.

Memang, masyarakat yang dewasa sudah tidak lagi memerlukan pemerintah
atau badan hukum. Bila ada perselisihan, mereka akan mampu
menyelesaikan sendiri daripada harus ke pengadilan yang tidak saja
mahal namun juga berbelit-belit dan amburadul. Tapi bukan berarti semua
dapat diselesaikan sendiri dan badan hukum tidak diperlukan.
Karena dalam kompromi masyarakat, seringkali pihak yang kuatlah yang menang.

Dan saat inilah, badan hukum harus turun tangan. Saat ada kekuatan yang
tidak seimbang. Bila kompromi tidak lagi dapat dianggap adil. Karena
itulah, fungsi hukum seharusnya bukanlah memberi kuasa atau hak
berlebih pada pihak tertentu, namun untuk melindungi semua warga
negara, dan bila perlu, berpihak pada yang lemah. Sebab dalam kompromi,
biasanya pihak minoritas dan dianggap lemah-lah yang paling dirugikan.

Namun di Indonesia, hukum masih berfungsi sebagai mata-mata yang
mengawasi kelengahan dan kesalahan rakyatnya. Premanisasi dan teror
dari beberapa kelompok tidak ditangani namun dibiarkan begitu saja. Ia
menjadi momok, bukan pembawa rasa tenteram. Ia masih menganggap rakyat
Indonesia bisa dibodohi dengan alasan yang kekanakan, bila sensor
menyensor berlangsung.

Badan hukum yang tidak beres, dan menyembunyikan kriminalitas besar
yang mestinya segera ditangani di Negeri ini; bukannya mengusut dan
membahas hal-hal yang sepele. Moralitas badan hukum dan aparat keamanan
di Indonesia-lah yang seharusnya sudah masuk dalam agenda Negara dan
dibicarakan dengan seksama, bukan moralitas rakyat jelata yang sudah
terlalu lama ditindas.

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3. Teriakan Penjual Roti
Posted by: "muhamad agus syafii" agussyafii@yahoo.com agussyafii
Date: Mon Mar 29, 2010 7:04 pm ((PDT))

Teriakan Penjual Roti

By: agussyafii

Setiap pagi sehabis sholat subuh, pukul 5.30 di depan rumah biasanya terdengar teriakkan tukang roti, Ti..roti! Ti..roti! nampak penjual roti umur sudah separuh baya. Dulu waktu awal saya tinggal tukang roti itu sudah ada dan selalu lewat di depan rumah.

Pernah saya ngobrol dengannya, dari saya awal tinggal sampai sekarang tidak ada yang berubah, masih juga menjual roti pak, kata saya. Dia katakan seorang ayah harus berkorban untuk keluarganya, jika saya tidak melakukan ini tentunya anak-anak saya tidak akan bisa menjadi sarjana.

 Pengorbanan itu nilai teratas yang ada pada tukang roti itu sehingga memancar diwajah tukang roti biar sudah tua nampak selalu berseri jika bertemu dengan para pembelinya.

Namun beberapa hari ini teriakkan tukang roti itu tidak terdengar, saya tanya istri saya, dek..tukang roti kok nggak pernah kedengaran ya beberapa pagi ini ya? Iya mas, katanya sih sakit. Sampai pada suatu hari saya mendengarkan bahwa dia telah tiada. Rasa kehilangan menghinggapi diri, terbayang wajahnya yang sederhana. Pengorbanan dan keihlasan adalah dua kata yang melekat pada tukang roti itu. Sayapun teriakkan di pagi hari tukang roti.


Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda, 'Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat keikhlasan hatimu.' [HR. Muslim]

Wassalam,
agussyafii

Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye program Kegiatan 'Muhasabah Amalia (MUSA)' Hari Ahad, Tanggal 18 April 2010 Di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan partisipasi anda di http://www.facebook.com/agussyafii2, atau http://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431.

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
4. RALAT AGENDA PARAMADINA MINGGU INI (30 Maret – 3 April 2010)
Posted by: "Kajian Paramadina" kajianparamadina@yahoo.com kajianparamadina
Date: Mon Mar 29, 2010 10:19 pm ((PDT))

RALAT:

Kamis (01 April 2010)

1. Kajian "Membangun Keluarga Sehat dan Religius: Konsep
dan Praktiknya dalam Islam", Sesi IX (dari 15 pertemuan): "Menggugat
Poligami: Memanusiakan Perempuan". Narasumber: Prof. Dr. Siti Musdah
Mulia. Pukul: 10.00-12.00 WIB.

Sesi ini akan membahas indahnya monogami yang didukung
berbagai dalil dan data-data empiris. Poligami hanya akan membawa lebih banyak
mudharat khususnya untuk perempuan.

Jumat (02 April 2010): LIBUR

1. Shalat Jumat: LIBUR

2. Kajian "Ajaran Makrifat dan Kearifan Sunan
Kalijaga". LIBUR
Contact person:
Rahmat Hidayat (0815 9700 178, 0811 902 581, email: rahmat_caknur@ yahoo.com)
Yedi Kuswadi (0812 999 1744, email: yedikuswadi@ yahoo.com)
Achmad Rifki (0852 1613 3584, email: a.rifki@yahoo.
com)

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
5. Perkembangan Appreciative Inquiry menjadi Appreciative Coaching
Posted by: "Budi Setiawan" bukik_psi@yahoo.com bukik_psi
Date: Tue Mar 30, 2010 12:49 am ((PDT))

Awal tahun
1980-an di Case Western Reserve
University, saya menjadi bagian dari sebuah kelompok kecil yang terdiri
atas para sarjana, termasuk David Cooperrider, Suresh Srivastva, dan Ron Fry,
yang melakukan eksperimen mengenai pendekatan apresiatif terhadap kehidupan
organisasi. Dipimpin oleh David Cooperrider, kami cukup merasa kecewa karena
begitu luasnya penerimaan dan penggunaan problem
solvingdalam penelitian tindakan (action
research) dan pengembangan organisasi. Awal mula karya kami terpusat pada
apa yang baik dalam organisasi dan pada apa dan siapa yang dapat bekerja bersama-sama
dengan baik dan efektif.Seiring
dengan semakin luasnya filosofi ini dikenal, banyak orang yang tertarik
kepadanya karena fokusnya yang positif, bahkan terkadang menggembirakan
pikiran. Para peneliti lain, konsultan-konsultan pengembangan organisasi,
pekerja di lembaga pemerintahan, dan manajer-manajer proyek mulai
mengaplikasikan Appreciative Inquirydalam
pekerjaan mereka. Ketiga penulis buku ini mengenal Appreciative Inquiry dengan cara seperti di atas, yakni melalui
pekerjaan mereka sendiri dalam organisasi.
Mereka, sama
halnya dengan kami, menemukan bahwa meletakkan fokus pada apa yang diberikan
hidup saat ini sehingga dengan hal itu kita dapat melakukan sesuatu yang lebih
besar di masa depan, telah mengubah cara orang-orang berpikir mengenati perubahan organisasi. Apa
yang membuat buku ini unik adalah cara inovatif yang digunakan oleh para
penulis untuk menerapkan dasar-dasar dan tahap-tahap Appreciative Inquiry ke dalam bidang coaching, mengubah cara orang-orang berpikir mengenai perubahan
individu dan coaching relationship yang memungkinkan perubahan tersebut terjadi. Mereka telah membangun suatu
model Appreciative Coaching yang
didasari oleh penelitian-penelitian coaching yang valid (it uses sound,
but considering the meaning of sound as "free from error; showing
good judgment", I think valid is acceptable…), dan telah meletakkan pendekatan
mereka ke dalam dasar teori yang kuat (have grounded their approach in a solid
theoretical foundation), yang meliputi tidak hanya Appreciative Inquiry, tetapi juga
Psikologi Positif, Positive
Organizational Scholarship,dan
teori-teori psikologi positif mengenai perubahan dan waktu (atau: teori-teori
psikologi positif mengenai perubahan, dari waktu-waktu yang berbeda).
Ini adalah
penerapan baru yang menarik dari Appreciative
Inquiry dan merupakan sesuatu yang saya rasa akan memberikan pengaruh di
ranah pengembangan organisasi dan coaching.
Minat terhadap Appreciative Inquiry dan
cara-cara inquiry lain yang telah
disetujui telah menyebar luas ke luar Case
Western Reserve University, tempat penelitian ini dimulai. Berbagai pusat learning and practice serupa mulai
bermunculan, seperti Taos Institute danPositive Organizational Scholarship diUniversity of Michigan Business School. Pendekatan apresiatif untuk coaching berkembang pada makna dan
signifikansi dari lima prinsip dasar yang mendasari Appreciative Inquiry (Constructionist
Principle, Positive Principle, Simultaneity Principle, Poetic Principle, danAnticipatory Principle) dan menciptakan
suatu pondasi baru untuk memungkinkan terjadinya perubahan yang positif dan
transformative pada individu-individu.
Para penulis
menggali kelima prinsip tersebut satu persatu dan menampilkan saran-saran serta
kisah-kisah mengenai klien untuk memastikan bahwa para pembacanya memahami
tidak hanya pondasi teoritis dari perubahan positif individu, tetapi juga
bagaimana mereka dapat mengaplikasikan prinsip-prinsip tersebut ke dalam bentuk
yang konkrit. Saya merasa senang menyaksikan bahwa prinsip-prinsip Appreciative Coaching, seperti halnya
dalam Appreciative Inquiry,
mencerminkan begitu banyaknya pandangan (reflect a
worldview), bukan mengenai alam semesta yang tetap dan tertentu, tetapi
mengenai alam semesta yang terbuka, dinamis, saling berhubungan dan penuh
dengan kemungkinan.
Apa yang
ditawarkan oleh Appreciative Inquiry kepada
organisasi dan individu selama dua puluh tahun terakhir adalah sebuah
alternatif dari fokus yang awalnya hanya terletak pada problem dan problem solving. Dependensi yang berlebihan
pada "perspektif masalah" (problem
perspective) dapat berujung pada kasus-kasus seperti memecahkan masalah
yang tidak tepat, atau memecahkan satu masalah hanya untuk menemukan bahwa
masalah yang baru telah muncul akibat solusi dari masalah awalnya. Contohnya,
dalam executive coaching, dimana
terdapat lebih banyak fokus yang positif pada kekuatan, penekanan kontinyu pada
kelemahan individu dalam perkembangan bakat perusahaan masih dapat muncul. Seperti
yang telah kami temukan setelah bekerja bersama ribuan organisasi yang berbeda,
energi positif yang tercipta dalam proses apresiatif sangatlah berbeda dengan
energi yang tercipta dalam proses memecahkan masalah, sepenting apapun solusi
masalah tersebut. Sebuah proses apresiatif memungkinkan terbukanya inovasi dan
kreativitas berdasarkan pondasi yang positif. Sungguh memberi energi bagi
orang-orang ketika memikirkan, mengimpikan, dan membicarakan tentang hal-hal
yang mereka sukai dan dapat mereka lakukan dengan baik! Memulai dari hal-hal
tersebut sangat lebih mudah daripada berusaha meningkatkan perkembangan dalam
sesuatu yang mereka atau orang lain anggap sebagai kelemahan.
Konsultan, coach dan manajer semuanya mencari alat untuk menangani kompleksitas yang
meningkat dari kehidupan personal dan organisasi. Setelah menyaksikan dan ikut
serta dalam energi nyata yang tercipta oleh gagasan Appreciative Inquiry dalam kelompok, para penulis buku ini telah
membuat model coaching yang luar
biasa, yang menggunakan keutamaan perspektif ini pada klien individual untuk
menciptakan dan menopang energi yang dibutuhkan untuk bertindak pada masa depan
yang diimpikan dengan lebih positif.
Berdasarkan
pengalaman mereka dengan Appreciative
Inquiry, para penulis telah mengadaptasi empat tahap utama dari Appreciative Inquiry ke dalam pendekatan Appreciative Coaching mereka: Discovery, Dream, Design, dan Destiny. Kemudian mereka mengembangkan
tahap-tahap tersebut untuk memunculkan proses otoritatif namun penuh insight untuk memulai Appreciative Coaching. Mereka dengan
terampil menjalin konsep-konsep, kisah-kisah klien, saran-saran dan alat-alat
untuk membentuk sebuah pendekatan apresiatif ke dalam praktek coaching yang baru maupun yang telah ada.
Tahap Discovery adalah mengenai memberi
apresiasi sebenar-benarnya terhadap apa yang membuat klien merasa hidup dan
membantu mereka menyatakan pandangan apresiatif mereka terhadap diri mereka
sendiri. Coach secara spesifik
membantu klien untuk memusatkan pikiran pada kekuatan-kekuatan yang
memberi-hidup dan menelusuri sebab-sebab dari kesuksesan-kesuksesan mereka saat
ini maupun di masa lampau, menggunakan empat pertanyaan apresiatif inti. Di
dalam tahap Dream, coach memandu klien untuk menggali
keinginan mereka dan keinginan konkrit akan masa depan yang bahkan lebih sukses.
Tahap ini memungkinkan klien untuk mengalami perasaan koherensi yang unik
terhadap kehidupan mereka, karena impian mereka berasal dan berkembang dari
masa lalu dan masa kini mereka sendiri. Selama tahap Design, coach membantu
klien untuk mengarahkan perhatian mereka pada melakukan tindakan sehingga
mereka menjadi perancang bagi masa depan yang paling mereka impikan. Pada
akhirnya, dalam tahap Destiny, klien
akan belajar untuk mengenali dan merayakan impian mereka dan menjalani hidup
mereka dengan baik dan utuh.
Karen
Armstrong, salah satu pemikir kuat mengenai perpecahan yang disebabkan
agama-agama di dunia, menulis dalam The Spiral Staircase,"The one and only test of a valid religious
idea, spiritual experience,or
devotional practice is that it must lead directly to practical compassion.
(Satu-satunya ujian terhadap ide religius, pengalaman spiritual, atau praktek
kebaktian yang valid adalah semua itu harus mengarah langsung kepada rasa iba
yang berguna/dapat dilaksanakan??)" Apa yang dilakukan oleh Appreciative Coaching adalah meletakkan practical compassion pada garis terdepan
tiap-tiap tahap coaching relationship,
memastikan bahwa bersama-sama, coach dan
klien menemukan setiap pencapaian dan ingatan yang membanggakan, mengimpikan
setiap masa depan dengan kepedulian dan perhatian, merancang eksperimen yang
menyenangkan, dan mengantar klien kepada destiny mereka setelah mempelajari tentang diri mereka sendiri dan dunianya, dan
menciptakan perubahan yang kekal!
Coach-coach yang berpengalaman akan
ingin untuk menambahkan proses apresiatif ke dalam praktek ahli mereka sendiri. Coach-coach yang lebih baru mungkin
ingin mengadopsi Appreciative Coaching sebagai filosofi inti mereka. Semua coach,
manajer yang menjadi coach, dan orang
yang tertarik pada self-coaching akan
belajar bagaimana untuk merayakan kebijaksanaan mereka sendiri dan untuk
menaikkan kebijaksanaan itu untuk mencapai hasil yang lebih besar dan memuaskan
dalam hidup mereka dan klien serta pegawai mereka. Para penulis buku ini secara
provokatif memberi kesan bahwa proses coaching berdasarkan Appreciative Inquiry melibatkan
orang dengan lebih sempurna karena fokusnya adalah lebih pada masa kini yang
positif serta masa depan yang memungkinkan daripada pada masalah di masa lalu
dan masa kini. Siapa yang tidak mau ikut serta dalam rangkaian percakapan coaching seperti ini?

Referensi

Armstrong, K. (2004). The
spiral staircase: My climb out of darkness. New York:Anchor, p. 293.

Frank J. Barrett, Ph.D.
Professor
of Management
Graduate
School of Business and Public Policy
Naval
Postgraduate School
Monterey, California 93943
fbarrett@nps.edu

Mau belajar Appreciative Coaching?
Kunjungi http://bukik.org
atau
Appreciative Coaching Workshop 2010

Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat – Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com

Messages in this topic (1)

————————————————————————
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
psikologi_transformatif-normal@yahoogroups.com
psikologi_transformatif-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
psikologi_transformatif-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

————————————————————————

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: