[resonansi] Digest Number 1139

There are 2 messages in this issue.

Topics in this digest:

1. Korupsi, Besar Kecil Sama Saja
From: resonansi_2002

2. Sebuah Inspirasi dari Sosok Artis Hollywood Ternama, Sandra Bullock
From: resonansi_2002

Messages
________________________________________________________________________
1. Korupsi, Besar Kecil Sama Saja
Posted by: "resonansi_2002" resonansi_2002@yahoo.co.uk resonansi_2002
Date: Tue Mar 30, 2010 8:55 am ((PDT))

Message of Monday – Senin, 29 Maret 2010
Korupsi, Besar Kecil Sama Saja
Oleh: Sonny Wibisono *

"Walau suap cuma secuil, dosanya tetap segunung."
— Edward Coke, juri di pengadilan di Inggris, 1552 – 1634

Di dalam sebuah gerbong kereta listrik berpendingin udara, seorang wanita tua berkicau sendiri. Saat petugas datang dan memintanya karcis, tiba-tiba dia menangis. Sambil tersedu sedan, ia memohon untuk tidak diturunkan. Sekalipun di stasiun terdekat. Si petugas tak kuasa memaksa dan memanggil atasannya.

Si atasan itu pun datang. Usianya mungkin seumuran dengan cucu wanita tua itu. Dengan permintaan yang sama, dia meminta agar si nenek segera turun di stasiun berikutnya. Seorang penumpang yang sedari tadi memperhatikan adegan itu akhirnya buka suara.

Dia sekadar bertanya, kenapa dengan ibu itu. Biarlah dia turun di stasiun sesuai tujuannya. Si atasan itu pun membisiki. "Badannya bau banget. Kasihan penumpang lain." Nenek itu tak jadi diturunkan. Dan, benar saja, sejenak kemudian mulai tercium aroma bau yang tidak enak. Bau itu berasal dari luka yang mengering di kakinya.

Sementara itu, di sebuah pemakaman umum di Jakarta. Sehabis mengantar ke pemakaman seorang keluarga, seorang lelaki setengah baya mengerang menahan sakit. Kakinya terperosok pada lubang. Apes nian. Tulang keringnya berdarah. Luka menganga. Dia meringis. Namun tak sedikit pun terdengar umpatan pada jalan rusak yang membuatnya terjatuh dan terluka.

Si nenek tua tak memiliki uang untuk berobat menyembuhkan luka di kakinya. Karena biaya kesehatan dirasakan mahal di negeri ini. Si bapak tua, boleh jadi tidak hati-hati saat berjalan. Namun, bila keadaan jalan itu tidak gompal, tentu dia takkan terjatuh dan terluka. Pedestrian yang nyaman di negeri ini mungkin hanya menjadi dongeng.

Namun tiba-tiba di surat kabar dan layar televisi, tersiar kabar mengejutkan. Pria muda, baru saja berusia 30 tahun, sudah sedemikian kaya. Uangnya ditabungan hingga 28 miliar rupiah. Rumahnya di perumahan elit. Mobilnya gonta-ganti. Hanya saja, semua itu didapatkan dengan cara yang tidak logis. Seseorang mengirimkan uang itu ke rekeningnya sebagai bagian dari permainan suap dalam penggelapan pajak.

Sambil mata terus melihat televisi, tiba-tiba entah dari manakah tercium kembali bau busuk di dalam gerbong kereta yang padat penumpang. Mendadak juga terbayang kembali wajah bapak yang meringis menahan sakit akibat luka di kakinya.

Ironis, sungguh. Uang sebesar 28 miliar rupiah bisa jatuh dan dinikmati oleh seseorang yang memiliki kesempatan untuk berbuat curang ketimbang dua manusia di negeri ini yang jauh lebih membutuhkan. Uang itu semestinya masuk ke kas negara untuk kemudian disalurkan ke berbagai proyek pembangunan untuk kepentingan rakyat banyak.

Penyalahgunaan wewenang telah banyak membuat orang di negeri ini menderita. Anak-anak yang menderita gizi buruk, perut mereka membuncit, mata yang terbuka lebar, seolah menjadi pemandangan yang biasa. Atau sekolah yang tiba-tiba ambruk saat para siswa sedang belajar. Jalanan rusak dan berlubang sebelum waktunya. Dan entah contoh apa lagi, yang bisa dijejer disini tak ada habisnya.

Penyelewengan, merupakan bentuk korupsi. Salah satunya dengan memberi dan menerima komisi dari sebuah proyek, itu pula yang membuat ekonomi tinggi sehingga harga-harga naik dan tak bisa terbeli oleh mereka yang kekurangan. Padahal semua itu adalah hak mereka.

Walau suapnya cuma secuil, dosanya tetap segunung, tegas Edward Coke, seorang juri asal Inggris di abad 17. Entah kecil, entah besar, tetap saja korupsi. Dan dampaknya dahsyat. Indonesia yang bersih tentulah harapan kita semua. Ya, daripada mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan lilin. Dan itu bisa dimulai dari Anda, untuk tetap berbuat jujur dan tidak berlaku curang.

*) Sonny Wibisono, penulis buku 'Message of Monday', PT Elex Media
Komputindo, 2009

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Sebuah Inspirasi dari Sosok Artis Hollywood Ternama, Sandra Bullock
Posted by: "resonansi_2002" resonansi_2002@yahoo.co.uk resonansi_2002
Date: Tue Mar 30, 2010 10:30 pm ((PDT))

Sebuah Inspirasi dari Sosok Artis Hollywood Ternama, Sandra Bullock
Oleh: Andrew Ho *

"Tidak ada salahnya memiliki dan membeli apa saja. Tetapi lebih baik kita memiliki hati untuk memastikan kita tak kehilangan hal-hal yang tidak dapat dibeli dengan uang."
George Horace Lorimer

Tulisan ini terinspirasi oleh Sandra Bullock, artis Hollywood penerima Golden Globe Award for the best Actress 2009 & The Best Actress at the Screen Actors Guild (SAG) 2009. Kekaguman saya pada Sandra Bullock bukan hanya karena prestasinya sebagai artis top Hollywood. Saya kagum pada empati atau kepeduliannya yang begitu besar terhadap sesama.

Saya mendengar Sandra Bullock telah menyumbangkan 1 juta USD melalui American Red Cross untuk korban tragedi 911 tahun 2001. Ia juga langsung membagi hartanya sebesar 1 juta USD untuk korban gempa bumi dan tsunami (2004). Terbaru saya mendengar bintang The Blind Side (2009) itu memberikan dana sebesar 1 juta USD untuk para korban gempa di Haiti melalui yayasan Doctors Without Borders yang berpusat di ibu kota Haiti, Port Au Prince.

Ketulusan dan empati yang ditunjukkan oleh Sandra Bullock tak berbeda dengan para relawan yang pernah saya saksikan menolong para korban tsunami dan gempa bumi di Aceh (2004) dan gempa di Sumatra Barat (2009). Mereka bekerja keras berbuat kebaikan di lokasi bencana dengan tulus, walaupun mereka juga kelihatan keletihan. Saya kira ketulusan dan empati seperti itulah yang mampu menggetarkan hati dan menggugah empati orang lain.

Mungkin Sandra Bullock tak berbeda dengan kebanyakan artis lain yang senang menyumbangkan hartanya untuk misi kemanusiaan, seperti Oprah Winfrey dan Angelina Jolie. Tetapi saya menganggap Sandra Bullock lebih inspiratif karena motivasi yang mengiringi tindakannya beramal begitu sederhana. "Because I Can, – Karena saya dapat (menyumbang)," katanya singkat usai acara Golden Globe Award 2010 menjawab pertanyaan pewarta mengapa ia senang membagikan hartanya untuk misi-misi kemanusiaan di dunia.

Dari ucapan Sandra Bullock saya menangkap isyarat bahwa ia merasa memiliki kemampuan untuk selalu dapat berbagi, walaupun sebagai manusia ia juga memiliki keterbatasan. Artis tersebut merasa tak memiliki alasan untuk menahan kekuatan dan kapasitasnya dalam memberi. Sungguh teladan dari seorang artis yang hidup dalam dunia yang penuh gemerlap, tetapi di dalam hatinya masih memiliki empati dan kasih sayang luar biasa kepada sesama.

Kekuatan kebaikan yang ada di dalam diri Sandra Bullock sebenarnya tak berbeda dengan kita. Hanya saja mungkin perwujudannya berbeda-beda. Sebab di balik sisi keterbatasan yang kita miliki tentu masih ada sesuatu yang dapat kita bagi untuk menolong atau menyenangkan orang lain.

Dengan memahami bahwa sepanjang proses kehidupan ini hanya terdiri dari 2 bagian, yaitu proses memberi dan menerima, maka Anda akan dengan mudah membangkitkan kekuatan kebaikan yang ada di dalam diri Anda tersebut. Salah satu contoh adalah seorang musisi yang berhasil meraup penghasilan tinggi dari penjualan albumnya, tentu ia sudah melewati proses `memberi' karya yang cukup menyenangkan dan menghibur konsumen. Sehingga konsumen merasa pantas memberikan penghargaan yang tinggi pula.

Cukup banyak contoh orang-orang yang berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan setelah `memberi kebaikan', entah di bidang ilmu pengetahuan, pendidikan, sosial, dan lain sebagainya. Sebab kebaikan sekecil apapun pasti mendatangkan kebaikan pula di kemudian hari. Dengan meyakini bahwa dengan memberi suatu saat nanti Anda pasti menerima, maka Anda akan mudah membangkitkan kebaikan di dalam diri Anda tersebut dengan lebih banyak memberi kepada orang lain.

Berusahalah untuk selalu memberi dan hilangkan keinginan mendapatkan lebih banyak dari orang lain. Milikilah komitmen yang tinggi untuk belajar dan menguasai kemampuan memberi. Dedikasikan kehidupan Anda sebisa mungkin menjadi orang yang paling senang memberi. Sebab memberi disertai niat baik dan tulus dapat mendatangkan rasa bahagia yang tak dapat diukur dengan uang. Terlebih kebaikan sekecil apapun juga pasti mendatangkan kebaikan pula di kemudian hari.

Namun dalam memberi Anda juga harus memastikan penerima pemberian itu adalah orang-orang yang tepat. Artinya, mereka adalah orang-orang yang benar-benar membutuhkan dan mampu memanfaatkan dengan baik pemberian tersebut. Hal ini tentu tidak berlaku ketika datang bencana alam, karena dalam situasi bencana semua korban tentu sangat membutuhkan pertolongan.

Jangan pula terus memberi bantuan kepada orang-orang tertentu tanpa mengajari bagaimana cara supaya lebih terampil dan mandiri. Ibarat kata lebih baik memberi kail dan umpan daripada memberi ikan. Karena pasti ada kepuasan dan kebahagiaan yang luar biasa jika bantuan yang kita berikan membuat orang lain hidup lebih baik, mandiri dan kuat.

Marilah kita saling membantu sesama. Sebab walaupun kita hidup serba terbatas, tentu masih ada kebaikan yang bisa kita berikan kepada orang lain; misalnya menyediakan telinga dan waktu untuk mendengar keluhan atau masalah yang sedang dihadapi oleh teman, perhatian, memberi uang tambahan kepada pesuruh di kantor atau pembantu di rumah, memberi senyum lebih tulus, motivasi dan lain sebagainya. Suatu saat Anda akan takjub pada kekuatan dan kapasitas Anda dalam memberi, seraya bersyukur karena ternyata Anda juga dapat memberikan sesuatu yang mungkin terasa biasa bagi Anda tetapi sangat berarti bagi orang lain.

* Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku Bestseller.

Messages in this topic (1)

+-+-+-+-+-+-+-+-+-+ resonansi@yahoogroups.com +-+-+-+-+-+-+-+-+-+
Kisah Sukses, Kisah Nyata, Kisah Unik, Motivasi dan Inspirasi
–One Day One Posting–
No Attachment, No Spam, No Advertise
+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+ Motivasi & Inspirasi +-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+

————————————————————————
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/resonansi/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/resonansi/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
resonansi-normal@yahoogroups.com
resonansi-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
resonansi-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

————————————————————————

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: