Perilaku Pengambilan Resiko Dengan Kendali Diri Polisi

Hubungan Antara Kendali Diri Internal Dan Perilaku Pengambilan Risiko Pada Polisi


Dalam sebuah system pemerintahan suatu Negara, pasti membutuhkan suatu tatanan pemerintahan. Dimana hal tersebut berfungsi sebagai penyeimbang dan pengatur hubungan antara pemerintah dan masyarakat yang dipimpinnya. Jadi system pemerintahan yang baik akan membentuk suatu Negara yang baik dan maju begitu juga sebaliknya suatu system tatanan pemerintahan yang diciptakan buruk pada suatu Negara maka akan berakibat negative juga pada perkembangan negaranya. Salah satu badan pemerintahan yang dibentuk dalam suatu Negara yang harus dimiliki adalah bidang keamanan. Dimana bidang ini memiliki peraranan penting  di setiap kegiatannya.
Indonesia sebagai suatu Negara yang berdaulat memiliki tatanan pemerintahan yang sama, selain berfungsi untuk memberikan kenyamanan pada masyarakatnya juga berfungsi untuk mempertahankan negaranya jika ada Negara lain yang menggangu. Pada awalnya setiap satuan keamanan di bawah pemerintah digabung dalam satu naungan yang disebut ABRI dan dikepalai oleh seorang Panglima, sering disebut dengan Panglima TNI yang memimpin empat angkatan bersenjata di Indonesia. Keempat angkatan bersenjata tersebut adalah AD, AL, AU, dan Polri. Tetapi setelah reformasi Polri memisahkan diri dan berdikari sendiri. 
Polisi dalam ruang lingkup pemikiran masyarakat pada umumnya memiliki persepsi pemikiran yang negative, terutama pada beberapa bagian kerja tertentu dari polisi. Dalam pemikiran seperti ini masyarakat memiliki keinginan yang besar bahwa polisi dapat berjalan sesuai dengan fungsinya sebagai seorang aparat penegak hukum, dimana dapat menegakkan hukum tanpa melihat latar belakang pelaku, dan faktor-faktor lainnya yang memberatkan mereka.  
Polisi sebagai suatu badan pemerintahan yang bertugas memelihara keamaan dan ketertiban umum, seperti menangkap orang yang melanggar hukum dan perundang-undangan yang berlaku ( Kamus umum bahasa Indonesia, 1986). Polisi sebagai aparat yang dipercaya mampu memberikan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat akan keamanan dan kenyaman dalam melakukan setiap kegaitannya diharapkan untuk bisa menjalankan fungsinya sebagai seorang polisi yang bertugas mengayomi masyarakat.  
Polisi pada dasarnya sama seperti masyarakat pada umumnya, tetapi karena tuntutan kelembagaan maka polisi bisa dikatakan memiliki kemampuan yang lebih dari masyarakat lainnya. Hal ini dapat kita lihat dari tidak mudahnya untuk menjadi seorang anggota polisi, harus melalui berbagai tahap penyeleksian. Dengan kelebihan-kelebihan yang telah mereka pelajari sebelumnya seharusnya polisi bisa menunjukkan hasil dari pendidikan tersebut secara positif, terutama dalam pandangan masyarakat awam.
Polisi sebagai seorang individu memiliki latar  belakang kepribadian yang berbeda-beda, karena tuntutan tugas maka terkadang mereka harus menyesuaikan diri. Dalam kegiatannya tersebut polisi diharapkan memiliki kepribadian yang mandiri, tidak tergantung dengan orang lain, tekun, kuat dan punya daya tahan yang kuat terhadap pengaruh social, serta mereka yakin bahwa dirinya mampu menghadapi masalah. Bukan polisi yang merasa tidak memiliki kemampuan sehingga merasa tak berdaya, yang selalu bergantung pada atasannya.
Teori-teori yang telah diungkapkan sebelumnya menyatakan bahwa cirri-ciri kepribadian yang mandiri, tidak tergantung dengan orang lain, tekun, kuat, dan punya daya tahan terhadap pengaruh sosial, serta merasa yakin bahwa dirinya mampu menghadapi masalah merupakan ciri dari kendali diri internal yang dimiliki seseorang. Sedangkan individu yang merasa pesimis dan tergantung dari lingkungannya tergolong pada kendali diri internal eksternal. Hal ini jelas bahwa anggota polisi yang diharapkan oleh masyarakat pada umumnya adalah individu yang memiliki tipe kepribadian yang kendali diri internal.
Suatu sikap untuk berani dalam mengambil tindakan sangat diperlukan walaupun terkadang keputusan tersebut mengandung risiko yang tinggi dan cukup berbahaya. Kemampuan untuk berani dalam tindakan-tindakan yang berisiko terkadang harus diimbangi dengan model kepribadian yang sesuai. Hal iini dikarenakan model kepribadian memiliki peranan penting dalam mempengaruhi individu untuk berani atau tidak dalam hal-hal yang sifatnya berbahaya dan memiliki resiko yang tinggi.
Pengambilan risiko dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan ekternal individu. faktor internal yang dimaksud adalah sensation seeking, kepribadian ulet (hardy), kebutuhan akan kekuasaan (need of power), perasaan positif, motivasi berprestasi, sifat altruistik, kreativitas. Ciri-ciri orang yang berani mengabil risiko seperti yang diungkapkan tersebut sangat sejalan dengan tipe kepribadian orang yang tergolong kendali diri internal dimana mereka memiliki keberanian untuk melakukan hal-hal yang sifatnya mengandung risiko yang tinggi. Kegiatan-kegiatan yang sifatnya berisiko memang harus diimbangi dengan kepribadian yang kaut, daya tahan yang tinggi terhadap tekanan, dan tidak mudah menyerah.
Proses resiko yang dihadapi terhadap kegiatan yang dijalani individu terkait dengan tipe kepribadian oleh karena itu individu yang memiliki tipe kepribadian kendali diri eksternal akan merasa terancam jika menghadapi hal-hal yang sifatnya berisiko dan memiliki kecenderungan untuk menghindari.
Polisi sebagai aparat pemerintah yang diberikan wewenang khusus untuk menangani permasalahan pelanggaran hukum di masyarakat terkadang harus dihadapkan pada persoalan yang rumit dan memiliki risiko yang tinggi, disatu sisi mereka merupakan individu biasa yang sama dengan masyarakat pada umumnya disisi lain polisi harus menjalankan tugas yang telah dibebankan dan menjadi tanggung jawab mereka.
Polisi yang memiliki tipe kepribadian kendali diri internal akan cenderung untuk berani dalam mengambil keputusan-keputusan yang sifatnya mengandung risiko tinggi, sedangkan bagi mereka yang tergolong kendali diri eksternal akan cenderung untuk diam atau menghindari hal-hal yang sifatnya mengandung risiko tinggi.
Iklan

Satu Tanggapan

  1. minta yang full ada ga..??

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: