Body Piercing Menjadi Sebuah Kebutuhan Psikologis Remaja

Kebutuhan Psikologis Remaja Akhir Yang Melakukan Body Piercing

Dalam diri manusia (dalam hal ini adalah remaja), terdapat kebutuhan-kebutuhan yang selalu minta untuk dipenuhi. Kebutuhan-kebutuhan ini beragam bentuknya mulai dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan sosial sampai pada kebutuhan psikologis. Kebutuhan psikologis merupakan salah satu kebutuhan yang penting dan mendesak untuk dipenuhi. Mappiare (1882) menjelaskan, jika kebutuhan-kebutuhan psikologis dan sosiologis dapat dipenuhi secara memadai, maka mendatangkan keseimbangan dan keutuhan integrasi pribadi. Individu yang bersangkutan dapat merasa gembira, harmonis, dan menjadi orang produktif, sehingga seseorang akan dapat berkerja secara gembira untuk kepentingan masyarakat dan juga dirinya. Sebaliknya, jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka tidak ada kepuasan dalam hidup; menjadi frustrasi; serta terhambatnya perkembangan sikap yang positif terhadap diri dan lingkungannya, sehingga menjadi orang yang merasa tidak berarti dalam hidupnya.

Kebutuhan-kebutuhan yang beragam pada remaja telah mendorong remaja untuk bertindak atau melakukan sesuatu untuk memenuhinya secara langsung atau dengan cara yang menurutnya pantas bagi dirinya. Kebutuhan psikologis remaja yang melakukan piercing sebagian berbeda dengan remaja pada umumnya. Mereka memiliki kebutuhan-kebutuhan psikologis tersendiri yang mungkin khas serta adanya tujuan tertentu sebagai akibat dari kebiasaan atau budaya yang dimunculkan.

Faktor yang dapat mempengaruhi perilaku individu untuk melakukan body piercing adalah adanya tuntutan-tuntutan kebutuhan dalam hidup bersama kelompok sosial. Kebutuhan tersebut antara lain adalah kebutuhan akan afiliasi kelompok (Holtzman, 1999) serta kebutuhan untuk diterima oleh kelompok atau orang lain, dan kebutuhan menghindari penolakan kelompok orang lain. Perincian dari pola tingkah laku tersebut antara lain berusaha menjadi pusat perhatian, meningkatkan status sosialnya dan dianggap kreatif dalam karya seni (Mappiare, 1982).

Setiap taraf pemuasan kebutuhan psikologis pada individu akan dipengaruhi oleh perbedaan usia atau taraf perkembangan anak dan perbedaan keadaan kelompok teman sebaya (Rifai, 1984). Begitu juga halnya dengan remaja yang melakukan piercing, taraf pemuasan kebutuhan psikologis, kebiasaan dan sikap yang mereka hadirkan terhadap tubuh akan dipengaruhi oleh keadaan “peers” dan budaya dimana mereka tinggal. Setiap remaja juga mempunyai alasan dan motif yang berbeda-beda dalam memenuhi kebutuhan psikologisnya melalui perilaku piercing.

Beberapa alasan yang menjelaskan mengapa individu atau remaja memilih  piercing sebagai penghias tubuhnya adalah untuk meningkatan rasa percaya diri (Holtzman, 1999), serta sebagai alat untuk mengekspresikan diri dan sebagai perlindungan emosional. Remaja juga melakukan piercing sehubungan dengan dirinya. Misalnya, mereka merasa lebih atraktif, lebih tahu diri atau merasa percaya diri dengan piercing yang terdapat di tubuhnya (Sander, dalam Holtzman, 1999). Seperti yang telah dijelaskan dalam penelitian Holtzman (1999), bahwa 30% individu melakukan piercing untuk menikmati proses menindik dan pemakaian hiasan ditubuhnya. Piercing dilakukan hanya untuk “kesenangan” tanpa memperhatikan serta memaknai fungsi dan esensinya secara mendalam. 

 Berdasarkan uraian di atas serta beberapa penjelasan mengenai alasan individu melakukan piercing, peneliti berasumsi bahwa sangat mungkin terdapat kebutuhan-kebutuhan psikologis tersendiri yang juga khas pada remaja, terutama pada remaja akhir yang telah melakukan body piercing.

Faktor pendorong yang menuntun individu untuk melakukan body piercing sangat variatif, tergantung dari batasan usianya, lingkup sosial dan kebutuhan individu secara pribadi. Untuk itu, melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang kebutuhan-kebutuhan psikologis pada remaja yang melakukan body piercing, khususnya untuk usia remaja akhir, sehingga diperoleh persamaan persepsi serta pemahaman yang lebih baik dan mendalam tentang dinamika kebutuhan psikologis remaja yang melakukan body piercing.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: