Intensitas Pacaran Dengan Waktu Yang Dibutuhkan Dalam Menyelesaikan Skripsi

Intensitas Pacaran, Persepsi Cinta Dan Lamanya Waktu Penyelesaian Skripsi

Intensitas pacaran adalah aspek kuantitatif sebagai kekuatan tingkah laku dan jumlah energi fisik yang dibutuhkan untuk merangsang salah satu indera untuk melakukan suatu tindakan dengan bergaul secara lebih aktif antara remaja usia kawin yang berlawan jenis, yaitu pria dan wanita yang berlangsung dengan akrab sekali, dalam rangka menentukan pilihan dan mencari jodoh.

Tugas perkembangan remaja akhir menurut Havighurst (Zulkifli, 1987) salah satunya adalah memilih pasangan dan mempersiapkan diri untuk hidup berkeluarga. Secara biologis, remaja sudah mencapai kematangan seks. Kematangan seks yang normal ditandai dengan ketertarikan terhadap lawan jenis kelaminnya. Ketertarikan merupakan suatu dasar yang menjadi pemikiran ke arah perkawinan. Akan tetapi karena terkadang remaja belum bisa dan belum boleh menikah maka penyalurannya adalah dengan lewat yang namanya pacaran.

Menurut Gunarsa (1997) bahwa salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pacaran adalah tingkat atau derajat atau intensitas pacaran, karena semakin tinggi intensitasnya maka akan semakin besar kemungkinan yang negatif dari pacaran itu dan pada akhirnya akan bisa mengganggu tercapainya cita-cita. Apalagi bila hal ini terjadi pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan skripsi. Ada kemungkinan hal itu akan menghambat proses penyelesaian skripsinya. Karena pada dasarnya saat seorang mahasiswa sedang menyelesaikan skripsi dibutuhkan konsentrasi yang cukup baik tanpa adanya gangguan dari luar dirinya.  

Keinginan untuk berpacaran sebenarnya merupakan sesuatu yang wajar. Menurut pakar psikologi remaja, Havigurst, salah satu tugas perkembangan yang harus dipenuhi remaja adalah menjalin hubungan yang lebih matang dengan lawan jenis. Ada banyak alasan yang menyebabkan para remaja akhirnya memutuskan untuk pacaran. Tapi seringkali alasan-alasan itu adalah demi memuaskan kebutuhan pribadi. Seperti, teman berbagi cerita, bermain, atau supaya ada yang memperhatikan, membantunya dalam banyak hal dan lain sebaginya ( Bachtiar, 2004). 

Bagi mahasiswa yang sedang menempuh skripsi, bisa saja memanfaatkan pacarnya untuk bisa membantunya supaya lebih cepat menyelesaikan skripsinya, akan tetapi bisa juga karena pacarnya, seseorang menjadi tidak selesai-selesai dalam mengerjakan skripsinya. Menurut Bachtiar (2004) hal ini mungkin saja terjadi bila seseorang tidak mengontrol intensitas pacarannya, terutama dalam hal pemanfaatan waktu secara tidak efektif sebagai salah satu sisi negatif dari pacaran.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: