Kebermaknaan Hidup Homo Seksual

Kebermaknaan Hidup Pada Kaum Homoseksual

Dalam pandangan Frankl, sebagai seorang psikoterapis yang lebih berorientasi pada pandangan eksistensialisme dalam berbicara mengenai keberadaan manusia dan kebutuhan manusia akan makna, mengemukakan bahwa dorongan utama bagi seorang individu dalam kehidupan ialah mencari makna bukan jati diri.  Orang yang sehat secara psikologis telah bergerak keluar atau melampaui fokus pada diri sendiri.  Menjadi manusia sepenuhnya berarti mengadakan hubungan dengan seseorang atau sesuatu di luar diri sendiri (Schultz, 1991).  Frankl yang awalnya adalah seorang psikiater yang berorientasi pada eksistensialisme, pertama kali menggunakan istilah logoterapi sebagai suatu sistem yang berpandangan tentang pentingnya kemauan akan makna dalam eksistensi manusia.

Eksistensialisme merupakan suatu konsep yang menjabarkan tentang kebebasan manusia, kebebasan dalam berkeinginan  dan dalam memilih atau mengambil sikap, sebuah konsep yang bermuara pada keyakinan bahwa manusia adalah mahluk yang berkesanggupan melampaui, mengubah dan menjadikan dirinya sendiri sebagai sesuatu yang diinginkannya. Berdasarkan  landasan-landasan filosofis eksistensialisme, maka Frankl membangun suatu pendekatan dan tehnik terapiutik dengan istilah awal analisis eksistensial, namun untuk menghindari kerancuan kata tersebut yang dipakai sangat leluasa oleh ahli-ahli eksistensialisme lainnya, maka Frankl lalu menyebut pendekatannya dengan nama logoterapi (Yalom, dalam Zainurrofikoh, 2000).

Logoterapi awalnya berasal dari kata logos yang berawal dari bahasa Yunani yang diterjemahkan dengan kata arti atau makna.  Oleh Frankl sendiri logos dikaitkan dengan tindakan individu berupa realisasi nilai-nilai.  Pemenuhan makna konkrit dari keberadaan pribadinya.  Realisasi nilai-nilai dan pemenuhan makna kepada hidup itulah yang dituju oleh logoterapi. Logoterapi menitik beratkan pada keinginan manusia akan makna dan berurusan dengan usaha membantu individu dalam mengatasi masalah pribadinya yang menyangkut pemenuhan keinginan akan makna itu.

Kebermaknaan hidup dapat dipahami sebagai kualitas penghayatan seseorang terhadap seberapa besar dirinya dapat mengembangkan potensi-potensi serta kapasitas yang dimilikinya, dan terhadap seberapa jauh dirinya telah berhasil mencapai tujuan hidupnya, dalam rangka memberi makna pada kehidupannya.  Kebermaknaan hidup merupakan salah satu prinsip dari tiga prinsip logoterapi.  

Dalam konsep Suryomentaram (Fudyartanto, 2003) menjelaskan bahwa pada umumnya manusia memiliki suatu cita-cita untuk hidup bahagia.  Hidup bahagia yang digambarkan dengan hidup sejahtera, aman dan tentram serta hidup senang.  Kebermaknaan hidup yang dimaksudkan adalah untuk mencapai suatu tujuan hidup bahagia & kesempurnaan dalam hidup.  Sedangkan Frankl (2004) mengungkapkan bahwa kebermaknaan hidup sebagai keadaan yang menunjukkan sejauhmana seseorang telah mengalami dan menghayati kepentingan keberadaan hidupnya menurut sudut pandang dirinya sendiri.  Kebermaknaan hidup memiliki suatu konsep tersendiri, menurut Bastaman (1995) kebermaknaan hidup dapat diartikan sebagai hal-hal yang oleh seseorang dipandang penting, dirasakan berharga dan diyakini sebagai sesuatu yang benar serta dapat dijadikan tujuan hidupnya. 

Secara singkat dapat dikatakan bahwa makna hidup adalah seluruh keyakinan dan cita-cita paling mulia yang dimiliki manusia.  Dengan keyakinan itu, manusia menjalankan misi kehidupan melalui sikap dan perilaku yang bertanggung jawab dan berbudi luhur (Tasmara, 2001).  Menurut Staples (Tasmara, 2001), hal tersebut hanya dapat dicapai melalui pengorbanan pribadi, usaha yang sungguh-sungguh dan mengikat kerjasama dengan orang lain.  Sehingga jelas bahwa makna hidup adalah sesuatu yang dinamis.  Karenanya harus secara konsisten ditingkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu.

Selanjutnya, makna hidup dapat diartikan sebagai sesuatu yang dianggap penting, benar dan didambakan serta memberikan nilai khusus bagi seseorang, bila berhasil ditemukan dan dipenuhi akan menyebabkan kehidupan ini dirasakan demikian berarti dan berharga, didalamnya terkandung juga tujuan hidup, yakni hal-hal yang perlu dicapai dan dipenuhi dalam hidup.

Tasmara (2001) juga berpendapat bahwa makna hidup hanya dapat diisi selama individu menyadari bahwa sesuatu belum menjadi satu kenyataan, kecuali diperjuangkan.  Nilai-nilai yang diyakini manusia tidak bisa diserahkan begitu saja kepada takdir, tetapi justru harus diusahakan dan dinyatakan, apapun resiko yang harus dihadapi. Dari pemaparan tersebut tampaklah bahwa setiap orang harus mempunyai pengetahuan dan mengetahui gambaran atau persepsi terhadap dirinya sendiri.  Ia harus mampu membuat rumusan-rumusan tentang arti dan tujuan hidup, sehingga mampu eksis secara utuh sebagai manusia ragawi dan ruhani dalam menghadapi segala tantangan dan kewajiban-kewajibannya sebagai manusia dalam berbagai dimensi dan peranannya.

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dikatakan bahwa pencarian makna hidup itu penting artinya, dimana kesenangan dan kesakitan akan menjadi tidak berarti, asalkan manusia melangkah menuju pemenuhan makna dari eksistensi manusia.  Diantara manusia yang berupaya menemukan tujuan khusus dari eksistensinya, terdapat dua macam “kepuasan”.  Pertama, kepuasan yang tidak ada kaitannya dengan tujuan eksistensi.  Namun hal tersebut hanya merupakan “keriangan”, sesuatu yang menjadi kurang penting bilamana perhatian manusia mulai beralih ke makna.  Jenis yang kedua adalah kepuasan yang menyertai kemajuan yang  diperoleh manusia dalam upaya menemukan atau memenuhi makna.  Kepuasan yang menyertai suatu pencapaian.  Dorongan  untuk memperoleh pencapaian-lah yang mendorong manusia ke puncak tertinggi keberadaannya. 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: