Kehamilan Di Luar Nikah

Kebermaknaan Hidup Remaja Akhir Yang Menikah Akibat Kehamilan Di Luar Nikah

Kehamilan menurut Hurlock (1999) adalah awal kehidupan baru yang dimulai dengan bersatunya sel seks pria dan sel seks wanita. Kehamilan juga dapat diartikan sebagai hasil pertemuan antara sel telur (ovum) dan sel mani (spermatozoon) dalam tubuh wanita yang dilakukan melalui persetubuhan atau coitus pada masa ovulasi. (Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, 1983). 

Sedangkan pernikahan atau sering disebut perkawinan menurut hukum Islam adalah suatu perjanjian untuk mensyahkan hubungan seksual dengan lawan jenis dengan memenuhi syarat-syarat dan rukun tertentu. (Ikhsan, 2004). Perkawinan menurut  Kartono (Kartono, 1989) adalah suatu peristiwa yang mempertemukan sepasang calon suami-istri secara formal dihadapan penghulu atau kepala adat tertentu, para saksi dan sejumlah hadirin untuk kemudian disahkan secara resmi sebagai suami-istri dengan upacara dan ritual tertentu. 

Perkawinan merupakan suatu bentuk proklamasi secara resmi bahwa sepasang pria dan wanita telah memiliki ikatan yang sah baik secara agama maupun secara hukum. Selain itu, perkawinan dapat diartikan sebagai suatu penyatuan jiwa dan raga dua manusia berlawanan jenis dalam suatu ikatan yang suci dan mulia dibawah lindungan hukum dan Tuhan yang Maha Esa. (Hurlock dalam Zein dkk, 2005). 

Sedangkan perkawinan menurut Undang-undang perkawinan No. 1/1974 adalah  :
Ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. (Basyir, 2000)

Adapun tujuan perkawinan adalah melindungi masyarakat agar umat manusia menjaga dirinya dari tindak kemaksiatan terutama perzinahan dan untuk mendapatkan keturunan yang sah. (Ikhsan, 2004). 

Dari kedua penjelasan tentang kehamilan dan pernikahan atau perkawinan diatas dapat disimpulkan bahwa kehamilan di luar nikah dapat diartikan sebagai hasil pertemuan antara sel telur dan sel sperma melalui hubungan seksual yang dialukan tanpa diawali dengan suatu perjanjian yang mensahkan hubungan seksual tersebut. Dengan kata lain kehamilan di luar nikah pada remaja akhir adalah kehamilan yang terjadi akibat hubungan seksual antara remaja laki-laki dan perempuan yang belum secara sah menikah. Menurut sudut pandang agama, hubungan seksual yang dilakukan di luar lembaga perkawinan yang sah merupakan tindakan perzinahan. (Kartono, 1992). 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: