Korelasi Konsep Diri Dengan Komunikasi Interpersonal Remaja

Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja

Pribadi diartikan sebagai organisme yang dinamis dalam system fisik-psikis, yang menentukan keunikan seseorang menyesuaikan diri terhadap lingkungannya (Sarwono, 2005). Jelas pribadi seseorang unik dan dinamis. Keunikan itu bermula pada hakekat kepribadian itu sendiri yang merupakan pembentukan dari faktor-faktor dalam dan luar. Faktor dalam adalah adalah pembawaan (hereditas) yang melekat pada oganisme, dan citra diri (self-concept). Sedangkan faktor luar adalah pengaruh lingkungan terutama lingkungan sosial. Dari tiga hal yang berpengaruh kuat tadi (pembawaan, citra diri dan lingkungan sosial) terdapat perbedaan dalam kualitas dan kuantitasnya yang terkenakan pada individu sehingga seseorang membangun kepribadiannya secara unik. 

Kedinamisan pribadi menjelaskan bahwa pribadi itu berkembang selaras dengan pertumbuhan dan perkembangan segala aspek (biologis, psikologis, sosiologis) seseorang. Sesungguhnya pribadi itu, disepakati oleh para ahli, sifatnya sebagai tidak pernah diam atau tidak pernah statis. Remaja dengan konsep dirinya, menilai diri sendiri dan menilai lingkungannya terutama lingkungan sosial. Misalnya remaja menyadari adanya sifat dan sikap sendiri yang baik dan yang buruk. Dengan kesadaran itu pula, remaja menilai sifat dan sikap teman-teman sepergaulannya, yang kemudian diperbandingkan dengan sifat dan sikap yang dimilikinya. 

Moral sebagai standar yang muncul dari agama dan lingkungan sosial remaja, memberikan konsep-konsep yang baik dan buruk, patut dan tidak patut, layak dan tidak layak secara mutlak(Sarwono, 2005). Pada satu pihak, remaja tidak begitu saja menerima konsep-konsep dimaksud, tetapi dipertentangkannya dengan citra diri dan struktur kognitif yang dimilikinya. Sehubungan dengan struktur kognitif, remaja menilai moral dan kecenderungan praktis. Remaja menganggap bahwa yang benar ialah kesesuaian antara ideal dengan prakteknya. Antara apa yang seharusnya dilakukan dengan apa yang senyatanya nampak, selalu diperbandingkannya. Pada saat remaja, perkembangan kognitif akan membuat konsep diri mengalami perubahan dari yang semula bersifat konkrit menjadi lebih abstrak dan subjektif. Perkembangan kognitif ini membuat remaja akan melihat dirinya dengan pemahaman yang berbeda seperti halnya remaja mengalami perubahan pandangan dan sistim sosial disekitarnya. 

Menurut Shavelson dan Roger (Winayoga, 1999) konsep diri terbentuk dan berkembang berdasarkan pengalaman dan interpretasi dari lingkungan, terutama dipengaruhi oleh penguatan-penguatan penilaian orang lain, dan atribut seseorang bagi tingkah lakunya. Pengembangan konsep diri tersebut berpengaruh terhadap tingkah laku yang ditampilkan, sehingga bagaimana orang lain memperlakukan individu dan apa yang dikatakan orang lain tentang diri individu akan dijadikan acuan untuk menilai diri sendiri. 

Tanggapan yang positif dari lingkungan terhadap keadaan remaja akan menimbulkan rasa puas dan menerima keadaan dirinya, sedangkan tanggapan negatif dari  lingkungan terhadap keadaan remja akan menimbulkan rasa tidak puas pada dirinya dan individu cenderung tidak menyukai dirinya. Remaja yang  mempunyai konsep diri positif akan mampu mengatasi dan mengarahkan dirinya, memperhatikan dunia luar dan mempunyai kemampuan untuk berinteraksi sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan interpersonal yang terjadi antara dua orang atau lebih dengan menggunakan tindakan verbal maupun nonverbal. Dalam proses interaksi sosial, komunikasi memegang peranan yang sangat penting. Karena komunikasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Komunikasi adalah dasar bagi semua interaksi manusia dan kelompok, dan dalam kehidupan manusia sehari-hari diisi dengan pengalaman komunikasi antara satu orang dengan yang lainnya. Setiap kali seseorang menyampaikan pikiran atau perasaannya kepada orang lain dan orang yang dituju bias menerima pesannya, hal ini berarti telah terjadi suatu komunikasi. Komunikasi akan semakin meningkat jika didukung oleh pengetahuan tentang diri, dan pada saat yang sama, berkomunikasi dengan orang lain meningkatkan pengetahuan tentang diri. Jadi, konsep diri merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal. Dalam komunikasi, membuka diri menjadi faktor yang juga sangat berpengaruh. Karena dengan membuka diri, konsep diri menjadi lebih dekat pada kenyataan. Bila konsep diri sesuai dengan pengalaman individi, maka individu tersebut akan lebih terbuka untuk menerima pengalaman-pengalaman dan gagasan baru, lebih cenderung menghindari sikap defensif, dan lebih cermat memandang diri individu dan orang lain.

Remaja yang memiliki konsep diri negatif, akan cenderung menarik diri dan menjaga jarak dari lingkungan sosialnya. Karena remaja tersebut merasa tidak percaya diri pada keadaan dirinya sendiri, sehingga sebisa mungkin, remaja tersebut akan menghindari situasi komunikasi. Berdasarkan pernyataan yang disimpulkan di atas adalah remaja yang memiliki konsep diri positif mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : spontan, kreatif dan orisinil, menghargai diri sendiri dan orang lain, bebas dan dapat mengantisipasi hal negatif, serta memandang dirinya secara utuh, disukai, diinginkan dan diterima orang lain, Combs & Snygg(Winayoga, 1999). 

Sedangkan Coopersmith (Winayoga, 1999) mengemukakan karakteristik remaja dengan konsep diri tinggi, yaitu bebas mengemukakan pendapat, memiliki motivasi yang tiggi untuk mencapai prestasi, mampu mengaktualisasikan potensinya, dan mampu menyelaraskan dengan lingkungannya. Sedangkan remaja yang memiliki konsep diri yang rendah yaitu mempunyai perasaan tidak amam, kurang penerimaan diri dan biasanya mempunyai harga diri yang rendah. Dari ciri-ciri remaja dengan konsep diri positif dan remaja dengan konsep diri negatif, seperti yang telah disebutkan tadi, maka konsep diri sangatlah berpengaruh terhadap terbentuknya kualitas komunikasi yang tinggi atau rendah.   
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: