Perilaku Seksual Remaja Dipengaruhi Hiburan Diskotek

Memahami Pengaruh Diskotek Terhadap Perilaku Seksual Remaja Awal Di Kota Yogyakarta

Remaja atau generasi muda Indonesia adalah sumber daya manusia dan harapan bangsa. Di pundak para remajalah masa depan dan cita-cita bangsa Indonesia dipertaruhkan. Remaja yang menikmati masa remajanya dalam batas-batas kewajaran akan meninggalkan masa remaja dengan kesan-kesan dan pengalaman-pengalaman yang manis, sedangkan bagi remaja yang lepas kendali dalam menikmati masa remajanya akan menjurus ke hal-hal yang berdampak negatif seperti kenakalan yang berakibat perkelahian antar remaja, penyalahgunaan NAPZA, dan perilaku seksual remaja. Hal ini sejalan dengan yang dinyatakan oleh Willis (2005) bahwa ternyata banyak diantara para remaja tersebut yang tidak menyadari bahwa beberapa pengalaman dan petualangan akan hal-hal baru yang tampak menyenangkan ternyata dapat menjerumuskan remaja itu sendiri ke hal-hal yang sifatnya negatif seperti halnya narkoba, kriminal, dan  kejahatan seks. 

Salah satu jenis kegiatan yang paling fenomenal dan sering dilakukan oleh remaja terutama di kalangan remaja kota-kota besar di Indonesia adalah semakin banyaknya remaja yang mengunjungi diskotek. Kegiatan ini lebih sering dikenal dengan istilah “Dunia Gemerlap” atau yang biasa disebut dengan istilah “Dugem”. Dugem merupakan sebuah gaya hidup yang saat ini sedang digandrungi remaja baik di kota metropolitan maupun di kota-kota yang lain. Aktivitas dugem biasanya dilakukan pada malam hari, terutama di akhir pekan, dengan mengunjungi diskotik mulai dari menikmati musik, berdisko bersama lawan jenis, bahkan sampai menikmati benda-benda terlarang yang dapat merusak akal. (Republika, “dugem apa perlu?”, 11/04/04). 

Yogyakarta sebagai salah satu kota besar di Indonesia dan juga lebih dikenal sebagai kota pelajar, ternyata tidak luput dari fenomena dugem tersebut. Banyak diantara penduduk kota Yogya yang mengunjungi diskotek dan tempat-tempat hiburan malam lainnya, karena hampir di setiap sudut kota Yogya dapat ditemukan tempat-tempat hiburan, dan bersantai bagi penduduknya, yang sebagian besar adalah pelajar dan mahasiswa, seperti kafe-kafe, klub-klub malam, coffee break, diskotik, rumah karaoke dan lain sebagainya. Tempat-tempat tersebut menawarkan “kesenangan-kesenangan” tertentu kepada penduduk kota Yogyakarta sebagai salah satu alternatif untuk menghilangkan kepenatan akibat padatnya aktivitas mereka sehari-hari. 

Keberadaan diskotek dewasa ini ternyata sudah sangat merisaukan. Sebab selain merupakan tempat bersantai untuk melepaskan kepenatan sambil mendengar alunan irama musik, menari, dan berdisko, ternyata kegiatan dalam diskotek itu juga diiringi dengan semakin permisifnya perilaku seksual remaja. 

Menurut data penelitian yang terjadi di lapangan, ternyata remaja SMU lebih rentan melakukan perilaku seks pra-nikah dibandingkan remaja SMP. Hal tersebut dimungkinkan karena di masa SMP, gaya remaja berpacaran masih cenderung takut-takut Sedangkan menginjak masa SMU remaja cenderung lebih berani. Hal ini sejalan dengan pernyataan Boyke (2005):

“…Dari data penelitian, remaja yang hamil dibandingkan SMP dan SMA itu lebih banyak pada masa-masa SMA-nya..karena apa? secara logis saja mereka mungkin ya kalo masa-masa SMP itu pacarannya masih takut-takut. Tapi kalo sudah SMU justru sudah berani nonton BF dan sebagainya juga menjadi lebih mudah ya…mereka mendapatkan akses-akses ee..apa..hal-hal yang bersifat menyenangkan dia seperti blue film, majalah-majalah atau media-media porno..”

Berdasarkan fenomena dan data-data penelitian di atas, maka penulis berusaha untuk mengadakan penelitan kualitatif yang sifatnya grounded theory untuk memahami “Bagaimanakah Pengaruh Diskotek Terhadap Perilaku Seks Remaja Awal Di Kota Yogyakarta?”.

Penelitian ini mengambil subyek sebanyak empat orang remaja awal yang terdiri atas dua orang remaja putra dan dua orang remaja putri, dan dipilih berdasarkan teknik pengambilan sample secara purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang diarahkan pada sumber data yang dipandang memiliki data yang penting berkaitan dengan permasalahan yang sedang diteliti (Sutopo, 2002).

Secara umum, perilaku adalah respon gerak dan aktivitas kelenjar yang dilakukan seseorang terhadap situasi yang ia hadapi. Dalam dunia psikologi tingkah laku ini dirumuskan bermacam-macam, disebabkan adanya pandangan atau titik tolak yang berbeda mengenai aliran-aliran yang ada: (1) aktivitas organisme, (2) aktivitas yang dapat diukur, (3) respon-respon individu atau kelompok sebagai akibat stimulus, (4) gerakan, (5) aktivitas total individu baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati (Sitanggang, 1994).

Konsep tentang perilaku seksual seringkali diasosiasikan dengan terjadinya hubungan seks antara laki-laki dan perempuan, yaitu penetrasi vagina dan ejakulasi. Pengertian-pengertian seperti ini tentu saja terlalu simplisitis dan biologis-sentris karena sesungguhnya perilaku seksual mencakup segala bentuk ekspresi seksual yang dilakukan seseorang mulai dari hubungan heteroseksual, homoseksual sampai beragam tehnik dan gaya (seks oral, seks anal, masturbasi, dll) untuk mencapai kepuasan seksual baik secara biologis maupun psikologis. Dalam perilaku seksual ini terjadi interaksi antara aspek-aspek fisiologi, sosio-psikologis, dan budaya. 

Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Sarwono (2004) bahwa perilaku seksual remaja adalah segala tingkah laku remaja yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenisnya maupun dengan sesama jenis. Bentuk-bentuk tingkah laku ini bisa bermacam-macam, mulai dari perasaan tertarik sampai tingkah laku berkencan, bercumbu, dan bersenggama dengan objek seksual berupa orang lain, orang dalam khayalan atau diri sendiri.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: