Post Traumatic Stress Disorder Anak Korban Tsunami Aceh

Kondisi Psikologis Anak-Anak Yang Mengalami Post Traumatic Stress Disorder (Ptsd) Setelah Mendapatkan Penanganan Selama 7 Bulan Pasca Tsunami Di Nanggroe Aceh Darussalam

Penelitian tentang gambaran psikologis anak-anak korban gempa dan tsunami di Aceh adalah merupakan penelitian baru, walaupun penelitian-penelitian tentang post traumatic stress disorder (PTSD) masih sangat jarang dilakukan terlebih di Indonesia. Akan tetapi penelitian tentang stres pasca trauma  dengan subyek penelitian anak-anak sudah pernah dilakukan sebelumnya, akan tetapi penelitian-penelitian terdahulu berkaitan dengan anak-anak yang trauma akibat kerusuhan. Bencana alam gempa dan tsunami adalah peristiwa baru dan tergolong dalam bencana besar terjadi di Indonesia sehingga menjatuhkan ratusan ribu jiwa korban dalam peristiwa tersebut tidak terkecuali anak-anak.

Adapun penelitian yang pernah dilakukan diantaranya gangguan stres paca-trauma pada pengungsi anak korban kerusuhan sambas yang dilakukan oleh Ariyani dkk (1999), dalam studi kualitatif dikompleks Resettlement pengungsi Sambas desa kelbung, kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan-Madura. Dalam penelitian tersebut menggungkap bentuk peristiwa traumatik baik yang dialami secara pribadi maupun dari pengalaman orang lain dimana subyek menjadi saksi kekerasan yang dialami keluarganya sebagai akibat dari konflik SARA dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui wawancara dan observasi, serta catatan lapangan dan perekaman wawancara sebagai alat pengumpulan data, menggunakan metode analisis data kualitatif, yaitu analisis doman, taksonomis, komponensial, tema kultural dan komparasi konstan. Penelitian yang dilakukan oleh penulis juga memakai metode penelitian kualitatif akan tetapi mengkhususkan pada anak-anak yang sudah diketahui mengalami trauma pasca bencana sebelumnya sehingga yang dilihat gambaran psikologis yang muncul setelah menerima penanganan. 

Walaupun sama-sama memakai subyek penelitian anak-anak, akan tetapi latar belakang sumber trauma juga menjadi dasar perbedaan dengan penelitian sebelumnya yaitu korban kerusuhan dengan korban bencana alam. Dalam analisis data penelitian penulis memakai sistem koding untuk menemukan tema yang kemudian dikategorikan menjadi kesimpulan penelitian.

Penelitian yang lain yaitu gambaran post traumatic stress disorder (PTSD) dan perilaku coping anak-anak korban kerusuhan Maluku Utara (Rustiana, 2002). Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam dan observasi dengan memakai anecdotal record. Penelitian ini dilakukan untuk melihat anak-anak yang memiliki perilaku berlebih yang kemudian disimpulkan bahwa perilaku berlebih tersebut sebagai stres pasca trauma. 

Perbedaan dengan penelitian penulis adalah selain karakteristik subyek juga dalam penelitian penulis tidak mencari lagi anak-anak yang terindikasi mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) akan tetapi apa yang dimunculkan anak-anak setelah Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), metode yang dipakai adalah sama yaitu kualitatif dengan metode observasi dan wawancara dengan anak-anak yang mengalami trauma pasca bencana.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: