Intensitas Cahaya Dan Kebisingan Berpengaruh Langsung Terhadap Ketelitian Kerja

Pengaruh Intensitas Cahaya Dan Kebisingan Terhadap Ketelitian Kerja

Pencahayaan disekitar kita membantu kerja mata dalam mengidentifikasi suatu objek. Cahaya yang kurang menyebabkan mata harus bekerja lebih untuk melihat secara jelas objek – objek yang ada. Hampir semua pekerjaan melibatkan fungsi mata. Jika mata mengalami kelelahan sudah pasti hasil kerja akan mengalami penurunan.

Intensitas cahaya yang sesuai dapat meningkatkan produktivitas (Tarwaka dkk., 2004). Menurut Lianto & Kurniawan (2002), penerangan yang terlalu besar membuat rasa panas dan menimbulkan kegelisahan, sebaliknya penerangan yang kurang dapat mempengaruhi aspek fisiologis pekerja seperti mengantuk dan dapat mempengaruhi konsentrsi kerja yang menimbulkan kesalahan kerja yang tinggi. Suma’mur (1996), menyebutkan akibat – akibat penerangan yang buruk pada pekerja antara lain : kelelahan mental, pegal – pegal. 

Dulhadi (1994), mengatakan penerangan yang kurang dari cukup intensitasnya akan menyebabkan kelelahan pada mata yang sangat membahaya karyawan. Sistem pencahayaan yang buruk dapat mengakibatkan kelelahan (Tarwaka dkk., 2004). Kelelahan adalah fungsi mekansime perlindungan tubuh agar terhindar dari kerusakan serius yang berdampak menurunnya effisiensi kerja dan kapasitas kerja serta ketahanan tubuh. 

Menurut Dessler (1997) bahwa kelelahan pada individu dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Lianto & Kurniawan (2002), mengatakan bahwa penerangan yang baik akan membuat pekerjaan lebih mudah dilakukan dan beban kerja menjadi lebih ringan. Pencahayaan yang kurang membuat pekerja lebih banyak mengeluarkan energi untuk bekerja sehingga semakin mudah merasakan kelelahan.

Meningkatkan kualitas pencahayaan di tempat kerja dapat meningkatkan kinerja manusia. Sistem pencahayaan yang baik dapat menekan tingkat kesalahan yang mungkin dilakukan oleh pekerja. Rendahnya tingkat kesalahan yang dibuat oleh pekerja jelas berakibat pada peningkatan produktivitas. Konsentrasi dalam bekerja juga diperlukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Seorang yang dapat berkonsentrasi dengan baik dalam bekerja akan menghasilkan produk yang lebih baik. Memusatkan perhatian dan berkonsentrasi bukan sesuatu yang gampang. Kondisi sekitar juga menjadi faktor pendukung. Lingkungan kerja fisik bukan hanya pencahayaan tetapi juga musik yang mengiringi kerja.

Musik dalam bekerja sudah menjadi perhatian para ahli. Penelitian tentang musik pun sudah banyak dilakukan. Menurut Anastasi (1993), bahwa untuk pekerjaan – pekerjaan tertentu, musik berfungsi untuk memperbaiki sikap dan meningkatkan kepuasan kerja tanpa banyak berpengaruh pada out put. Bekerja dengan diiringi musik dapat membuat pekerja lebih relax dalam menjalankan tugasnya. 

Beban kerja ditambah stresor lainnya yang berasal dari lingkungan dapat mengakibatkan stress dan depresi pada pekerja. Utomo & Natalia (1999), berpendapat bahwa musik – musik tertentu dapat meredam stres dan depresi. Stres akibat kerja dan beban kerja yang berat dapat diminimalisasi dengan menggunakan musik. Menurut Lianto & Kurniawan (2002), musik yang didengarkan dalam suatu lingkungan kerja dapat menimbulkan rasa gembira dan mengurangi kelelahan kerja. Musik dapat mempengaruhi emosi seseorang, sehingga rasa bosan dapat hilang dan timbul perasaan gembira akibat mendengarkan musik. 

Menurut Tanaya (1993), musik dengan intensitas cukup memadai, terbukti berpengaruh positif bagi individu. Intensitas yang cukup yaitu tidak terlalu keras dapat membuat karyawan lebih nyaman dalam bekerja. Rasa nyaman dalam bekerja dapat optimalkan hasil dari suatu pekerjaan. Musik lebih menguntungkan bagi tugas – tugas yang sederhana dan monoton dari pada tugas – tugas yang banyak tuntutannya dan rumit (Anastasi, 1993). Tidak semua jenis pekerjaan bisa diiringi musik. Pada umumnya musik memberikan kontribusi yang positif dalam dunia kerja. Alunan nada yang merdu dan indah dengan intensitas yang cukup dapat memberikan pengaruh yang positif dalam bekerja.

Musik dapat mengusir rasa bosan dan jenuh sehingga rasa lelah tidak terlalu berdampak buruk bagi pekerjaan. Rasa gembira dan nyaman yang ditimbulkan oleh musik membuat pekerja menjadi lebih optimal. Peningkatan performa kerja karyawan dapat juga berakibat pada menurunnya angka kecelakaan kerja dan angka kesalahan yang dilakukan dalam bekerja.

Uraian di atas menjelaskan pentingnya peranan lingkungan kerja fisik terutama sistem penerangan dan musik terhadap hasil kerja. Lingkungan kerja fisik yang baik dapat membantu menekan angka kecelakaan dalam bekerja dan juga meningkatkan kualitas hasil kerja. Perbaikkan sistem penerangan dan mendengarkan musik di lingkungan kerja akan menekan tingkat kelelahan, stress dan bermacam gangguan  yang berasal dari lingkungan kerja. Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan aman dapat meningkatkan motivasi dan gairah kerja karyawan. Di samping itu juga bahwa lingkungan kerja yang  ideal dapat membantu pekerja untuk bekerja lebih optimal.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: