Intensitas Cahaya Mempengaruhi Langsung Kinerja Atlet Billiard

Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Kinerja Atlet Billiard

Suatu penerangan diperlukan oleh manusia untuk mengenali suatu objek secara visual. Organ tubuh yang mempengaruhi penglihatan yaitu mata, syaraf, dan pusat syaraf penglihatan di otak. Kuat penerangan baik yang tinggi, rendah, maupun yang menyilaukan berpengaruh terhadap kelelahan mata maupun ketegangan syaraf . Silau disebabkan cahaya berlebihan baik yang langsung dari sumber cahaya atau hasil pantulan dari mata pengamat. Silau akan sangat berpengaruh terhadap mata yaitu karena ketidakmampuan mata merespon cahaya dengan baik (disability glare) atau menyebabkan perasaan tidak nyaman (discomfort glare) sehingga manik mata harus memicing disebabkan kontras yang berlebihan (Sudjic, 1993). Besar cahaya yang dipantulkan oleh objek tergantung dari jenis permukaan, warna, dan bahan objek tersebut (Todd et.al, 2004).

Menurut Ashton & Gill (1992) bahwa sangat penting apabila pencahayaan pada suatu ruangan memiliki standar tertentu. Cahaya yang cukup akan sangat berperan dalam pembentukan kinerja pekerjaan yang memiliki tingkat detil yang tinggi. Pencahayaan yang rendah pada tempat kerja tidak hanya akan menyebabkan mata lelah tetapi juga bisa mengakibatkan terjadinya kesalahan bahkan kecelakaan kerja. Perubahan kuat cahaya yang terjadi akan menghasilkan kinerja yang berbeda pula.

Standar Intensitas cahaya yang dipakai dalam olahraga billiard telah diatur oleh WPA (World Pool Association), yaitu adalah sebesar 5.000 lux (465 footcandle) atau sekurang-kurangnya sebesar 520 lux (48 footcandle). Besarnya cahaya  yang dipakai pada meja billiard ini harus sama, baik ditengah meja ataupun dipinggir meja. Sedangkan diluar itu paling tidak menerima 50 lux (5 footcandles) (POBSI, 2000).

Dalam permainan billiar, seorang pemain dituntut memiliki kemampuan melihat (vision performance) yaitu dapat mengenali objek (bola) yang dipantulkan oleh sinar secara detil. Maksudnya adalah bahwa seorang pemain itu harus tahu betul permukaan bola yang akan dipukul, bola sasaran, jarak antara bola putih dan bola sasaran, jarak antara bola sasaran dan lobang, serta persepsi akan permukaan bola putih yang berbenturan dengan bola sasaran dan akan membentuk sudut arah bola sasaran ke lobang (Hecht & Proffit, 2000). 

Serangkaian proses yang terjadi pada seorang atlet adalah suatu hal yang kompleks. Proses tersebut  dimulai dari proses penglihatan suatu objek, yaitu ketika cahaya dipantulkan oleh sebuah benda dan ditangkap oleh retina mata dalam bentuk bayangan maka terjadilah pembentukan sensasi penglihatan. Pembentukan  sensasi penglihatan ini adalah ketika mata melihat suatu objek dalam bentuk informasi dan kemudian dikirim ke otak melalui kortek.
Pada otak, informasi yang telah diterima kemudian diolah. Informasi yang diolah di dalam otak terbagi menjadi dua, yaitu dorsal dan ventral. Dorsal bertugas untuk mengidentifikasikan ‘dimana’ letak benda, sedangkan Ventral bertugas untuk mengidentifikasikan ‘apa’ wujud benda itu (Ganong, 1998). 

Kemudian setelah seorang atlet dapat mengidentifikasikan objek dengan baik, maka setelah itu  atlet tersebut akan berpikir untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan. Kinerja (Job Performance) atlet billiard merupakan sebuah kesuksesan  sebagai hasil kerja yang dapat dicapai seseorang dalam melaksanakan pekerjaanya menurut kriteria seperti ketajaman pikiran, kemahiran, strategi, penampilan fisik dan kondisi mental dalam kurun waktu tertentu pada atlet olahraga billiard.

Seorang atlet billiard dalam mencapai kinerja terbaiknya harus memiliki beberapa faktor. Faktor-faktor dasar dalam permainan billiard adalah cara memegang, cara mengayun, posisi berdiri atau kuda-kuda dan yang terakhir cara memeukul bola (Capelle, 1995)
Seluruh rangkaian proses ini merupakan tindakan yang dilakukan oleh seorang atlet billiard dalam mencapai hasil yang terbaik. Dinamika yang terjadi ini merupakan implementasi seorang atlet billiard dalam membentuk kinerja yang sempurna.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: