Korelasi Antara Kebermaknaan Hidup Dengan Successful Aging Pada Lanjut Usia

Hubungan Antara Kebermaknaan Hidup Dengan Successful Aging Pada Lanjut Usia

Seseorang dikatakan memasuki lanjut usia atau usia lanjut apabila telah mencapai batasan umur 65 tahun menurut WHO (Rochmah, 2004). Sedangkan Hurlock (1980) membagi usia lanjut menjadi dua yaitu lanjut usia dini 60 tahun sampai 70 tahun dan usia lanjut 70 tahun hingga akhir hayat.  Lanjut usia adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang, yaitu suatu periode dimana seseorang telah “beranjak jauh“ dari periode terdahulu yang lebih menyenangkan atau beranjak dari waktu yang penuh dengan manfaat. (Hurlock,1980)
Menjadi tua atau menua (aging ) adalah suatu keadaan yang terjadi karena suatu proses yang disebut dengan proses menua. Proses menua merupakan fenomena universal yang kecepatannya atau laju prosesnya bervariasi dari satu  ke lain  individu. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor – faktor endogen (genetik dan biologis) serta faktor – faktor eksogen (lingkungan, gizi, pola dan gaya hidup, sosial, budaya, ekonomi dan penyakit) (Rochmah, 2004)

Kemunduran yang dialami oleh individu lanjut usia baik secara fisik, sosial atau ekonomi seringkali mengakibatkan suatu persoalan tersendiri. Hal tersebut lebih dikarenakan lanjut usia itu sendiri belum bisa menerima proses ketuaanya dan terjadinya perubahan – perubahan dalam dirinya. Lanjut usia yang bermasalah dalam proses penuaanya seringkali diiringi dengan adanya rasa tidak puas terhadap dirinya sendiri ataupun terhadap lingkungan sekitarnya.

Persoalan yang dialami lanjut usia karena terjadinya perubahan – perubahan karena proses penuaan, menuntut suatu strategi tersendiri sehingga lanjut usia mampu mempunyai citra diri yang positif dan mempunyai rasa optimis dalam menghadapi proses penuaannya. Dalam memandang lanjut usia secara positif dan optimis maka digunakan konsep successful aging.
Seperti kita ketahui bahwa periode lanjut usia adalah suatu periode akhir dari kehidupan manusia yang membutuhkan suatu perhatian tersendiri. Lanjut usia dapat mengalami apa yang dinamakan stagnasi atau despair atau rasa putus asa dalam menghadapi masa tuanya. Lanjut usia yang merasa putus asa dengan kehidupannya di hari tua berarti lanjut usia tersebut tidak mempunyai citra diri yang positif dan juga rasa optinmis dalam dirinya sehingga dalam menjalani masa tuanya individu lanjut usia tersebut akan  tidak mampu menemukan makna atau arti hidupnya  (Setyabudhi dan Hardywinoto, 1999). Makna hidup tidak hanya dicari oleh individu yang masih muda namun lanjut usiapun mencari apa makna hidup yang telah dijalani lanjut usia selama hidupnya. Makna hidup yang diperoleh lanjut usia akan membawa lanjut usia pada kondisi tua yang sukses atau dikatakan sebagai successful aging (Setyabudhi dan Hardywinoto, 1999).

Makna hidup yang dicari oleh individu lanjut usia terdiri atas adanya visi hidup dan pemenuhan visi hidup. Visi hidup tersebut antara lain aktualisasi diri, dekat dengan Tuhan, produktif, dan mempunyai motivasi. Sedangkan pemenuhan terhadap visi hidup meliputi kreatif dan interpretasi terhadap pengalaman. Aktualisasi diri mampu diraih oleh individu lanjut usia apabila lanjut usia sudah berhasil mencapai apa yang diinginkan dan merasa puas dengan hasil tersebut. Sehingga apabila lanjut usia berhasil mengaktualisasikan dirinya maka lanjut usia akan mampu mencari makna hidupnya. 

Kehidupan manusia yang beragama tentunya tidak dapat lepas dari keberadaan Tuhan. Wong (2000) mengemukakan bahwa kehadiran agama akan membentuk sikap positif dalam diri lanjut usia. Karena dengan sikap positif yang dimiliki maka lanjut usia akan merasa siap dalam menghadapi kematian. Dekat dengan Tuhan adalah salah satu cara bagaimana seseorang bisa menemukan makna hidup yang telah dijalani.Dengan adanya Tuhan maka seseorang akan merasa terbantu bagaimana menemukan makna hidupnya begitu juga dengan lanjut usia.

Hidup produktif dan mempunyai motivasi diharapkan mampu membantu lanjut usia menemukan makna hidupnya. Sebab meskipun sudah tua, namun jika lanjut usia masih produktif dan tetap termotivasi untuk maju, maka makna hidup akan dirasakan oleh lanjut usia. Produktif bukan berarti lanjut usia harus memproduksi suatu hal yang baru, namun produktif yang membantu lanjut usia menemukan makna hidup sehingga bisa sukses dalam masa tuanya adalah dengan tetap melakukan kegaiatan yang berguna.

Visi – visi hidup tersebut apabila tidak didukung oleh pemenuhan terhadap visi hidup, maka lanjut usia dalam menemukan makna hidupnya juga akan mengalmi kesulitan. Dalam mencari makna hidup maka lanjut usia harus tetap kreatif dan selalu menginterpretasi tentang pengalaman hidup yang telah lanjut usia jalani. Interpretasi tersebut akan membantu lanjut usia menemukan makna hidupnya, karena secara tidak langsung lanjut usia juga akan belajar dari pengalaman hidupnya yang telah lalu.

Adanya visi hidup dan pemenuhan terhadap visi hidup tersebut, akan membantu lanjut usia menemukan makna hidup sehingga dalam menjalani proses penuaannya lanjut usia akan merasa lebih siap dan akan merasakan sebuah proses penuaan yang sukses. Lanjut usia yang mempunyai kekuatan untuk mengontrol hidupnya dan memilih kegiatan – kegiatan untuk mengisi hari – harinya dengan menggunakan visi hidup dan pemenuhan visi hidup secara tidak langsung akan membangun makna dalam hidupnya sehingga kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh individu lanjut usia akan dirasakan berguna. Lanjut usia akan mempunyai suatu makna hidup yang positif tentang apa yang sudah dilakukan sehingga lanjut usia mampu mengelola seluruh aspek kehidupannya meskipun terbatas sehingga mampu menjadi lanjut usia yang sukses atau successful aging   (Glanz & Neikrug, 2003)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: