Pelatihan Kecerdasan Emosi Mampu Mempengaruhi Kecerdasan Emosi Anak

Pengaruh Pelatihan Kecerdasan Emosi Terhadap Kecerdasan Emosi Anak

Masalah mengenai kecerdasan emosi memang sangat menarik untuk diteliti karena akan berdampak buruk pada anak dikemudian hari apabila tidak segera diatasi. Dampak buruk yang akan dialami anak dengan kecerdasan emosi  yang rendah adalah anak akan menjadi kurang percaya diri, akan berperilaku menyimpang, mudah putus asa, dan lain-lain. Tidak teratasinya masalah mengenai kecerdasan emosi anak yang rendah sejak dini menjadi awal dari timbulnya masalah dan berdampak kurang baik pada anak dikemudian hari.  
Kecerdasan emosi sebagai suatu hal yang sifatnya dinamis, tentu saja dapat ditingkatkan dengan berbagai cara diantaranya melalui pemberian pelatihan pada individu tersebut. Pelatihan inilah yang akan diberikan dalam penelitian ini dan dinamakan sebagai pelatihan kecerdasan emosi. 

Pelatihan kecerdasan emosi merupakan suatu metode peningkatan kemampuan emosional individu berupa serangkaian kegiatan yang sistematis agar nantinya individu dapat mengakomodir kompetensi emosional yang ia miliki sehingga individu mampu mengatasi berbagai tekanan, hambatan, serta mampu melakukan interaksi dengan cara yang tepat dengan orang lain.

Materi-materi yang akan diajarkan dalam pelatihan kecerdasan emosi merupakan aspek-aspek yang terdapat di dalam kecerdasan emosi itu sendiri. Materi-materi itu antara lain kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial. Kunci dari pelatihan kecerdasan emosi adalah untuk mengembangkan kecakapan pribadi serta kecakapan sosial individu sehingga individu pada akhirnya mampu menata dirinya dengan kecerdasan emosi yang ia miliki secara lebih baik. 

Secara detail, kecerdasan emosi anak dapat ditingkatkan dengan ditambahnya kemampuan-kemampuan emosional anak serta tercapainya tujuan dari pemberian masing-masing materi yang telah disebutkan di atas. Adanya kesadaran diri akan mampu membuat anak dapat menyadari siapa dirinya, apa yang sedang dirasakannya. Pengaturan diri membuat anak mampu mengatur perilakunya sendiri, mengatur emosi, mengatur waktu belajar, mengendalikan inpuls yang disebabkan oleh frustasi. Motivasi yang baik akan membuat anak mampu berpikir secara positif, memiliki sikap optimis, tekun dan gigih dalam mencapai tujuan karena sudah termotivasi dari dalam dirinya. Empati membuat anak peduli pada perasaan dan pikiran orang-orang di sekelilingnya. Sementara itu, keterampilan sosial akan dapat membuat anak mampu membina hubungan baik dengan orang lain, merasa nyaman Apabila  berada di lingkungan baru atau berkumpul bersama teman-temannya. 

Masing-masing materi akan memberikan kontribusi yang mendalam, sehingga pada akhirnya anak mampu mengembangkan kompetensi emosionalnya yang ditunjukkan dari adanya kontrol diri, bertambahnya kemampuan untuk menilai emosi yang dimiliki, meningkatnya kemampuan untuk memahami emosi diri, bertambahnya kemampuan untuk mengekspresikan emosi yang dimiliki secara tepat, serta bertambahnya kemampuan berempati dan kemampuan untuk menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.  
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: