Pemahaman Diri Dan Kepercayaan Diri Seorang Penyandang Cacat Tubuh

Hubungan Antara Pemahaman Diri Dengan Kepercayaan Diri Pada Penyandang Cacat Tubuh

Para penyandang cacat tubuh secara tidak langsung akan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas jika dibandingkan dengan orang yang normal karena secara fisik para penyandang cacat tubuh mengalami kelemahan dalam menggunakan tubuhnya secara optimal, bukan hanya itu saja karena secara psikis para penyandang cacat tubuh disadari atau tidak akan mengalami rasa rendah diri dan kesulitan dalam menyesuaikan diri dalam masyarakat, ditambah lagi akan perlakuan yang diberikan kepada penyandang cacat tubuh dimana perlakuan itu ada yang berupa celaan atau belas kasihan.

Masalah yang menimpa para penyandang cacat jika tidak dapat diselesaikan dengan sikap yang positif akan membuat para penyandang cacat tubuh mengalami kecemasan berlebihan, putus harapan, takut bertemu orang, malu yang berlebihan, suka menyendiri dan nantinya para penyandang cacat tubuh akan memandang diri rendah. Hal ini seusai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Mangunsong (1998) orang yang mengalami cacat tubuh jika tidak mampu mengatasi kritis pada dirinya akan mengakibatkan anak lebih tertekan, menyesali diri terus-menerus, dan marah pada anak yang sehat, anak juga tidak mau berinteraksi dengan lingkungannya, dia akan mengurung diri, mengisolasi diri, curiga terhadap setiap orang karena merasa akan diejek dan dihina sehingga anak merasa tidak merasa aman dengan dirinya.

Jika hal itu dibiarkan akan berkembang dan menggangu kepercayaan diri para penyandang cacat tubuh dalam melakukan segala aktivitas, karena dengan kepercayaan diri cukup orang akan bersikap lebih tenang dalam melaksanakan segala sesuatu, mampu menyesuaikan diri dan berkomunikasi di berbagai situasi, memiliki kondisi mental dan fisik yang cukup menunjang penampilan dan mampu menetralisir ketegangan yang muncul di dalam berbagai situasi. Tentunya kepercayaan diri tidak muncul dengan sendirinya melainkan ada usaha yang dilakukan untuk merangsang dan menumbuhkan kepercayaan diri pada diri.

Penilaian yang positif akan membentuk konsep diri dan penghargaan terhadap diri yang positif, adanya konsep diri yang dimiliki oleh individu pada akhirnya akan melahirkan kepercayaan diri, konsep diri sendiri tidak begitu saja terbentuk melainkan melalui beberapa proses: pemahaman diri merupakan salah satu proses yang harus dilakukan untuk membentuk konsep diri, dengan pemahaman diri yang didasarkan dengan sikap positif akan memunculkan konsep diri yang positif juga dimana hal itu akan berpengaruh pada kepercayaan diri yang tinggi.

Lindenfield (1997) menjelaskan salah satu ciri khusus orang yang mempunyai kepercayaan diri adalah pemahaman diri, dimana orang yang percaya diri secara batin juga sangat sadar akan dirinya, tidak terus-menerus merenungi diri sendiri tetapi secara teratur memikirkan perasaan, pikiran dan prilaku mereka dan mereka selalu ingin tahu bagaimana pendapat orang lain tentang diri mereka

Pemahaman diri yang objektif akan membuat seseorang mengerti akan dirinya, termasuk kelemahan dan kelebihan yang dimiliki serta bisa bersikap positif dalam menanggapi kelemahan dan kelebihan yang ada. Menurut Loekmono (dalam Kartono, 1985) tujuan mengenal dan memahami diri sendiri bukannya untuk membuat orang menjadi kecewa setelah mengetahui bagaimana kepribadian dirinya, tetapi diharapakan agar setelah mengenal dan memahami dirinya sendiri seseorang dapat menerima kenyataan yang ada lalu berusaha dengan yang ada pada dirinya untuk mengembangkan pribadinya agar sehat dan memiliki karakteristik yang positif. 

Pemahaman diri secara objektif akan memungkinkan seseorang bisa melihat kelebihan yang dapat membuat percaya diri untuk bisa berbuat segala sesuatu, tentunya dibutuhkan sikap positif dalam menanggapi hal yang ada pada dirinya. Menurut Hakim (2002) pemahaman yang negatif seseorang terhadap dirinya sendiri yang cendrung selalu memikirkan kekurangan tanpa pernah menyakinkan dirinya memiliki kelebihan akan membentuk rasa tidak percaya diri. Hal ini berarti dengan melihat dan menyadari kekurangan yang dimiliki dengan sikap positif serta bisa memanfaatkan kelebihan yang dimiliki akan melahirkan keyakinan untuk bisa membuat orang menjadi percaya diri.

Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa pada umumnya para penyandang cacat tubuh akan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas jika dibandingkan dengan orang yang normal karena secara fisik para penyandang cacat tubuh mempunyai kelemahan dalam tubuhnya, kelemahan yang ada pada tubuhnya menyebabkan para penyandang cacat tubuh mengalami rasa rendah diri, sehingga terkadang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dalam masyarakat, bukan hanya itu saja terkadang penyandang cacat tubuh akan mengalami tekanan dalam dirinya jika merasa akan dihina dan diejek sehingga hal itu bisa menyebabkan orang mengalami rasa rendah diri yang berlebihan dan jika hal ini terus menetap pada diri penyandang cacat tubuh lama kelamaan akan berkembang menjadi rasa tidak percaya diri. 

Pemahaman diri yang objektif menuntut orang untuk mengetahui siapa diri seseorang yang sebenarnya, kemampuan dan minat yang dimiliki dan hal-hal yang disenangi maupun yang tidak, setelah itu para penyandang cacat diharapkan bisa mengetahui benar akan dirinya sehingga nantinya seseorang bisa melihat kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, dari semua itu para penyandang cacat tubuh diharapkan bisa mengembangkan sikap positif dengan memahami kelebihan-kelebihan yang dimiliki dan melahirkan keyakinan yang kuat untuk bisa berbuat segala sesuatu serta bereaksi positif terhadap kelemahan-kelemahan yang dimiliki supaya tidak menimbulkan rasa rendah diri maupun rasa sulit menyesuaikan diri sehingga secara tidak langsung dengan pemahaman diri diharapkan akan meningkatkan kepercayaan diri pada penyandang cacat tubuh.  

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: