Sikap Terhadap Label Rokok Berhubungan Dengan Intensi Merokok

Hubungan Antara Sikap Terhadap Label Peringatan Bahaya Merokok Pada Kemasan Rokok Dengan Intensi Berhenti Merokok


Label peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok menurut peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2003 adalah tulisan pada salah satu sisi lebar kemasan rokok yang dibuat kotak, dengan garis pinggir 1 (satu) mm, warna kontras antara warna dasar dan tulisan, ukuran sekurang-kurangnya 3 (tiga) mm yang berisi tentang bahaya yang ditimbulkan oleh rokok.
Setiap perokok pasti mengetahui adanya label peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok, dan setiap perokok akan menyikapi label peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok sebagai bentuk reaksi terhadap label.
Gerungan (1988) menerangkan bahwa sikap terhadap suatu objek sikap akan disertai oleh kecenderungan atau berintensi bertindak sesuai dengan sikap terhadap objek sikap tersebut.. Hal ini berarti konsumen rokok akan cenderung bertindak sesuai dengan sikapnya terhadap label.
Menurut teori Ajzen, 1988 intensi terbentuk oleh tiga aspek yaitu:           (1) Sikap, (2) Norma Subjektif, dan (3) Kontrol perilaku. Dari teori ini dapat diterangkan bahwa intensi untuk mematuhi label peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok terbentuk oleh:
1.    Sikap terhadap label, sikap terhadap label berisi tentang  keyakinan mengenai konsekuensi perilaku dan evaluasi individu terhadap perilaku mematuhi label.
2.    Norma subjektif tentang rokok, yaitu keakinan individu tentang apakah individu harus mematuhi label atau tidak berdasarkan pendapat orang-orang yang berarti bagi individu, dan keinginan individu untuk menuruti pendapat oarang-orang tersebut.
3.    Kontrol perilaku adalah merupakan penilaian pada kemampuan diri individu untuk melakukan tindakan yang didasari oleh keyakinan akan kemungkinan dapat tidaknya suatu tindakan dilakukan.
Dari teori Ajzen, 1988 diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sikap terhadap label merupakan salah satu aspek yang membentuk intensi untuk mematuhi label. 
Bagi konsumen rokok yang memiliki sikap positif atau mendukung label akan cenderung mematuhi label, begitu pula sebaliknya bagi konsumen rokok yang bersikap negatif atau tidak mendukung label akan cenderung untuk tidak mematuhi label, atau dapat diartikan bahwa perokok yang mematuhi label akan berintensi berhenti merokok, dan perokok tidak mematuhi label tidak berintensi berhenti merokok
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: