Temperamen Sulit Brhubungan Dengan Perilaku Sibling Rivalry Anak

Hubungan Antara Temperamen Sulit Dengan Perilaku Sibling Rivalry Pada Anak-Anak

Perilaku Sibling rivalry atau perilaku bersaing dengan saudara kandung yang terjadi hampir diseluruh keluarga yang memiliki anak lebih dari satu merupakan peristiwa alamiah dan normal yang tidak dapat dihindari. Perilaku bersaing ini bila tidak diperhatikan dengan baik oleh orang tua dapat memperburuk hubungan antarsaudara. Perilaku bersaing dengan saudara ini dapat terjadi karena beberapa faktor yang cukup berpengaruh, diantaranya adalah perbedaan usia, jumlah saudara kandung, perbedaan jenis kelamin, sikap orang tua, jenis disiplin, urutan kelahiran, kepribadian anak dan temperamen.
Salah satu yang mempengaruhinya adalah temperamen. Pengertian temperamen sendiri adalah kecenderungan psikologis turunan yang mempengaruhi tidak hanya bagaimana kita merasa, bereaksi terhadap situasi, dan belajar, tetapi juga bagaimana orang lain bereaksi terhadap kita (LaForge, 2002). Menurut Santrock (1998) terdapat enam kategori atau aspek yang dapat menentukan temperamen sulit seorang anak. Aspek tersebut adalah tingkat aktivitas yang tinggi, keteraturan yang tidak teratur, pendekatan/kecenderungan menarik diri yang negatif, penyesuaian diri negatif, intensitas tinggi, dan kualitas suasana hati (mood) yang tergolong negatif.
Santrock (2001) mengatakan bahwa kakak atau adik yang tergolong bertemperamen sulit cenderung kurang baik dalam berhubungan satu sama lain. Anak dengan temperamen sulit memiliki ciri antara lain menolak situasi, makanan, dan orang-orang baru (kecenderungan tinggi untuk menarik diri). Jadi, apabila di dalam keluarganya ada anggota baru, yaitu adiknya, kemungkinan besar anak akan menolak dan tidak bisa menerima kedatangan adik tersebut. Apabila keadaan ini dibiarkan begitu saja, maka dapat menimbulkan perilaku bersaing dengan saudara yang tinggi. Thomas & Chess dkk (Brody, 1998) menyebutkan bahwa anak-anak dengan temperamen sulit, memperlihatkan tekanan yang lebih besar dalam merespon kelahiran adik barunya. Sedangkan anak dengan temperamen mudah yang memiliki pendekatan yang positif terhadap sebagian besar situasi dan orang yang baru atau seorang adik, akan dengan mudah menerima kedatangan adiknya dan kemungkinan perilaku sibling rivalrynya dapat lebih rendah.
            Berdasarkan uraian di atas, jelas terlihat bahwa jenis temperamen sulit berpengaruh besar terhadap perilaku bersaing dengan saudara kandung. Anak-anak dengan temperamen sulit memiliki kemungkinan memiliki perilaku bersaing yang lebih tinggi. Brody (1998) menjelaskan bahwa anak-anak dengan ketahanan yang rendah, aktivitas yang tinggi dan ekspresi emosi yang kuat seperti rasa frustasi atau kemarahan, dihubungkan dengan tingkat konflik yang lebih tinggi dan hubungan antar saudara kandung yang cenderumg negatif. Ketiga hal tersebut (aktivitas, ekspresi emosi dan ketahanan) merupakan sebagian ciri dari anak bertemperamen sulit.        Temperamen sulit ini harus diperhatikan oleh orang tua agar tidak terjadi perilaku sibling rivalry yang berkelanjutan. Sebagai gambaran, berikut adalah bagan permasalahan hubungan temperamen sulit dengan perilaku sibling rivalry.

Satu Tanggapan

  1. kalau mau minta file lengkapnya bisa gak ya ?
    buat refrensi skripsi ..
    tq

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: