Rasa Empati Berhubungan Dengan Kemarahan Polisi

Hubungan Empati Dan Kemarahan Pada Polisi


Sebagai salah satu dari bentuk emosi, kemarahan lebih dominan dibangkitkan karena adanya pertentangan, dilukai dan juga karena tekanan dengan karakteristik : perbedaan mimik muka, reaksi sistem syaraf otonomi dan dengan aktivitas baik yang nampak ataupun tersembunyi dari serangan. Marah adalah keadaan emosional yang dilepaskan.
Perspective Taking (PT), sebuah skala yang dibuat oleh Davis (1983) menjabarkan tentang pengambilan perspektif yang berhubungan dengan baiknya fungsi sosial seseorang. Kemampuan ini seiring dengan antisipasi seseorang terhadap perilaku dan reaksi emosi orang lain, sehingga dapat dibangun hubungan interpersonal yang baik dan penuh penghargaan. Seperti yang disampaikan oleh Bandura dalam empat stimuli pembangkit rasa marah yaitu : Ejekan verbal atau ancaman, serangan fisik, menghalangi penyelesaian beberapa aktivitas dan menghalangi seseorang dari mendapatkan penghargaan; dimana dalam beberapa fakta, ejekan verbal dan serangan fisik lebih banyak diawali dari pihak masyarakat sedangkan ancaman , menghalangi penyelesaian aktivitas dan juga serangan fisik dilakukan dari pihak personil polisi sebagai ‘balasan’ ataupun bela diri. Hal inilah yang dapat memicu konflik  lebih lanjut dan semuanya berawal dari stimulus-stimulus yang menghantarkan pada bangkitnya rasa marah. Selanjutnya akan membuat kondisi psikologis dari pihak lawan interaksi menjadi tidak nyaman. Kondisi psikologis yang tidak nyaman ini, menurut Ekman dan Frieser (1975) adalah sebagai faktor penyebab kemarahan. Dengan demikian, PT yang baik akan
mencegah  kemarahan polisi dikarenakan polisi yang mampu mengambil dan menjadikan pemikiran massa kedalam pemikirannya.
Hal lainnya lagi adalah faktor yang mempengaruhi kemarahan seperti disampaikan oleh Ekman dan Frieser (1975), yang akan saya titik tekankan pada : Tindakan orang lain yang dipandang immoral sehingga menimbulkan rasa marah pada seseorang walaupun orang tersebut tidak terkena efeknya secara langsung. Kemarahan moral seringkali terkait dengan konsep keadilan. Marah yang disebabkan kesengsaraan orang lain atau  karena nilai moral yang dianut dilecehkan, merupakan motif penting terhadap timbulnya aksi sosial dan politik. Bila segenap perasaan serta pikiran yang masyarakat bawa tidak diterima pihak kepolisian dengan melibatkan Empathic Concern (EC), yaitu sebuah aspek yang dipenuhi perasaan hangat, kepekaan dan kepedulian terhadap orang lain. EC yang baik membuat polisi mampu melakukan tindakan nyata dalam berhubungan dengan massa. Polisi mampu bersikap bersahabat, bahkan mampu terlibat dalam menyelamatkan massa yang sedang dipukuli dan terluka. Tindakan tersebut sekaligus menampakkan adanya pedoman kognitif pada polisi dan tidak sekedar terbawa dalam pengaruh suasana hati atau perasaan saja. Peran kognitif dan logika sangat penting bagi polisi untuk mengambil setiap tindakan yang tepat dalam menghadapi masyarakat.
Fantasy (FS) yang dikemukakan Stotland (Davis, 1983) adalah aspek yang berpengaruh pada reaksi emosi terhada orang lain dan menimbulkan monolog. Polisi yang memiliki FS tinggi akan terlibat perasaannya walaupun itu sekedar diucapkan didalam hatinya saja. Polisi tersebut akan tersentuh menyaksikan massa yang terluka, bahkan dapat merasakan perasaan yang sama seperti yang sedang dialami massa tersebut. FS yang tinggi pada polisi akan mampu menekan kemarahan dan merubah kemarahan menjadi rasa iba.
Personal Distress (PD), yaitu ketidak  nyamanan  polisi secara pribadi  dalam  merespon suatu kondisi yang tidak menyenangkan seperti demonstrasi. Polisi yang memiliki Personal Distress akan merasa gelisah, cemas serta cenderung  menghindari keterlibatan untuk berada dalam suasana yang tidak nyaman. Kemampuan polisi dalam mengendalikan  Personal Distress akan menjadikan polisi sebagai sosok yang lebih siap dalam melayani masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: