Gejala-gejala Kecemasan

Spielberg (Kuper & Kuper, 2000) menjelaskan bahwa gejala kecemasan yang terjadi pada diri seseorang ditandai dengan adanya perasaan-perasaan subyektif serta perubahan fisiologis. Hal ini juga sejalan dengan pendapat Kaplan, dkk (1997) yang menyebutkan bahwa kecemasan memiliki dua komponen yaitu: kesadaran adanya sensasi fisiologis seperti berdebar-debar dan berkeringat serta kesadaran sedang gugup atau ketakutan.

Perasaan subyektif yang menyertai terjadinya kecemasan berupa ketegangan, ketakutan, gugup, dan khawatir yang bisa berubah-ubah intensitas serta fluktuasinya terhadap waktu sebagai fungsi dari besarnya stres yang diderita seseorang. Ketenangan dan kedamaian menandakan tidak adanya kecemasan yang terjadi pada seseorang. Ketegangan, rasa takut, dan gugup muncul pada tingkat kecemasan sedang dan rasa takut, tegang, dan panik yang amat sangat menunjukkan kecemasan tingkat tinggi. Sedang perubahan proses fisiologis tubuh yang terjadi dalam keadaan cemas antara lain adalah naiknya detak jantung, cucuran keringat, ketegangan otot, nafas yang tidak teratur, rasa kering di mulut, mual-mual, atau gangguan otot dan tulang seperti gemetaran, gemeletuk, merasa lemas, dan tak bertenaga. lihat pengertian kecemasan

Iklan

3 Tanggapan

  1. […] eksternal yang bersifat mengancam. Para ahli juga menghipotesiskan bahwa beberapa pasien dengan gangguan kecemasan memiliki reseptor GAAB (Gamma-Asam Amino Butirat) yang abnormal, patologi fungsional serebral, […]

  2. […] (1985) mengklasifikasikan tanda-tanda kesemasan sebagai berikut […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: