Kecemasan Dalam Memasuki Dunia Kerja

Perubahan dalam segala aspek kehidupan masyarakat menjadi hal yang tak terhindarkan di era globalisasi saat ini. Perubahan yang terjadi di dalam dunia kerja mengarah kepada sistem pengembangan sumber daya manusia yang bersifat profesionalisme (Wea, 2004). Dunia usaha yang terus berkompetisi menjadikan pasar kerja semakin sempit. Kompetensi para pencari kerja seperti pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku sangat dibutuhkan oleh dunia kerja saat ini. Jika tidak siap, maka kecemasan dalam memasuki dunia kerja akan hinggap di dalam diri para pencari kerja.
Data stastistik ketenagakerjaan nasional mencatat lebih dari 40 juta orang dalam usia produktif ternyata menganggur (wda, 2004). Penyelenggaraan bursa tenaga kerja yang dilaksanakan oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi menunjukkan bahwa peluang kerja yang ditawarkan secara umum tidak bisa diisi oleh para pencari kerja karena tidak memenuhi kualifikasi. Hal ini dikarenakan kualitas SDM dalam negeri dinilai rendah. Lembaga pendidikan tinggi di tanah air dinilai tidak mampu menghasilkan tenaga kerja yang siap bekerja atau tidak siap pakai (Suyanto, 2004).
Mereka yang masuk ke pasar kerja biasanya juga masih membutuhkan training atau pendidikan lanjutan untuk mampu beradaptasi dengan job description yang diberikan. Era pasar bebas untuk wilayah Asia-Pasifik tak lama lagi akan mulai berlangsung pada tahun 2014 dan untuk WTO sendiri akan berlaku penuh pada tahun 2010. Hal ini menandakan bahwa persaingan dengan tenaga kerja asing dalam menembus pasaran kerja di masa depan akan makin terbuka lebar (Bahtiar, 2004).
Che Wei (2004) memprediksikan jika pada tahun 2005 pertumbuhan ekonomi di tanah air dapat mencapai lima persen, maka akan tercipta 1,80 juta lapangan pekerjaan baru sementara perkiraan angkatan kerja baru yang lahir saat itu mencapai 2,16 juta orang dan jumlah pengangguran terbuka 11,19 juta orang. Ia juga mengatakan bahwa jika sampai pada tahun 2009 ekonomi tanah air diestimasikan dapat tumbuh mencapai tujuh persen dan menciptakan 2,40 juta lapangan kerja baru, pengangguran masih tetap belum dapat diatasi. Hal ini dikarenakan pada lima tahun ke depan tersebut, jumlah angkatan kerja baru yang lahir mencapai 15,95 juta orang dengan pengangguran terbuka 11,79 juta orang. Hal ini berarti peluang setiap angkatan kerja per tahunnya untuk dapat terserap pasar adalah relatif kecil.

Perubahan dalam segala aspek kehidupan masyarakat menjadi hal yang tak terhindarkan di era globalisasi saat ini. Perubahan yang terjadi di dalam dunia kerja mengarah kepada sistem pengembangan sumber daya manusia yang bersifat profesionalisme (Wea, 2004). Dunia usaha yang terus berkompetisi menjadikan pasar kerja semakin sempit. Kompetensi para pencari kerja seperti pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku sangat dibutuhkan oleh dunia kerja saat ini.

Data stastistik ketenagakerjaan nasional mencatat lebih dari 40 juta orang dalam usia produktif ternyata menganggur (wda, 2004). Penyelenggaraan bursa tenaga kerja yang dilaksanakan oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi menunjukkan bahwa peluang kerja yang ditawarkan secara umum tidak bisa diisi oleh para pencari kerja karena tidak memenuhi kualifikasi. Hal ini dikarenakan kualitas SDM dalam negeri dinilai rendah. Lembaga pendidikan tinggi di tanah air dinilai tidak mampu menghasilkan tenaga kerja yang siap bekerja atau tidak siap pakai (Suyanto, 2004).

Mereka yang masuk ke pasar kerja biasanya juga masih membutuhkan training atau pendidikan lanjutan untuk mampu beradaptasi dengan job description yang diberikan. Era pasar bebas untuk wilayah Asia-Pasifik tak lama lagi akan mulai berlangsung pada tahun 2014 dan untuk WTO sendiri akan berlaku penuh pada tahun 2010. Hal ini menandakan bahwa persaingan dengan tenaga kerja asing dalam menembus pasaran kerja di masa depan akan makin terbuka lebar (Bahtiar, 2004).
Che Wei (2004) memprediksikan jika pada tahun 2005 pertumbuhan ekonomi di tanah air dapat mencapai lima persen, maka akan tercipta 1,80 juta lapangan pekerjaan baru sementara perkiraan angkatan kerja baru yang lahir saat itu mencapai 2,16 juta orang dan jumlah pengangguran terbuka 11,19 juta orang. Ia juga mengatakan bahwa jika sampai pada tahun 2009 ekonomi tanah air diestimasikan dapat tumbuh mencapai tujuh persen dan menciptakan 2,40 juta lapangan kerja baru, pengangguran masih tetap belum dapat diatasi. Hal ini dikarenakan pada lima tahun ke depan tersebut, jumlah angkatan kerja baru yang lahir mencapai 15,95 juta orang dengan pengangguran terbuka 11,79 juta orang. Hal ini berarti peluang setiap angkatan kerja per tahunnya untuk dapat terserap pasar adalah relatif kecil.

Posting Berhubungan :

Pengertian Kecemasan

Gejala-Gejala Kecemasan

Faktor  Yang Mempengaruhi Kecemasan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: